
Edward dan Leon sudah sampai kantor. Mereka berdua langsung menuju lantai atas. Lantai di khususkan untuk pimpinan perusahaan.
Edward masuk ruangan CEO dan Leon mengikutinya masuk ke dalam ruangan Edward.
"Kenapa kamu masuk ruanganku Leon?"
"Aku ingin bertanya kepada Tuan"
"Kamu ingin bertanya apa Leon?"
"Apa Tuan dan Lily sudah resmi menjalin kasih?"
"Menurutmu bagaimana Leon?"
"Melihat wajah Tuan yang cerah, sepertinya sudah dapat di pastikan kalian sudah berpacaran" Leon tersenyum senang.
Edward hanya mengedikkan bahunya. Lalu duduk di kursi kebesarannya.
"Kamu jangan senang dulu Leon. Kamu masih harus tinggal di rumah dan menjaga Grandpa. Karena aku belum menikah dan kembalinke rumah" ucap Edward.
"Iya Tuan" Jawab Leon lesu.
"Kenapa kamu lesu begitu?" tanya Edward.
"Aku harus menunda tinggal bareng bersama Kimmy Tuan" jawab Edward.
"Kamu bisa bersamanya saat akhir pekan. Atau saat Grandpa sedang diluar negeri" saran Edward.
"Apa aku boleh bersama Kimmy di akhir pekan Tuan?" tanya Leon.
"Boleh. Asalkan kamu juga harus izin Grandpa juga. Kalau grandpa mengizinkan, kamu bisa akhir pekan bersama Kimmy. Jika sebaliknya, maka kamu tidak bisa menginap di apartemen Kimmy"
"Nanti aku akan bertanya kepada Tuan besar" ucap Leon.
"Bagaimana dengan kekasih Kimmy?" tanya Edward.
"Sebentar lagi, mereka pisah. Pedro sangat mencintai kekasihnya. Tapi mereka tidak mendapat restu dari orang tua Pedro"
"Kenapa?"
"Karena kekasih Pedro anak yatim piatu. Perempuan itu bekerja sebagai pegawai restoran"
"Aku mengerti. Ini sangat sulit, karena Pedro harus kehilangan harta dan keluarga demi kekasihnya" ucap Edward.
"Benar Tuan. Pedro nekad membawa kekasihnya yang sedang hamil ke hadapan keluarganya. Dia memilih kekasihnya walaupun dia harus kehilangan semuanya"
"Bagaimana dengan perjanjian Kimmy dengan Pedro yang akan mendapat bagian mengelola bisnis EO Pedro?"
"Kimmy sudah tidak menginginkanya Tuan. Dia hanya ingin perjanjian dengan Pedro cepat berakhir dan kita bisa manjalani hubungan dengan tenang" jawab Leon.
"Baguslah. Dia bisa fokus sebagai Selebgram" ucap Edward.
"Dari dulu dia memang narsis Tuan. Jadi cocok kalau dia Selebgram"
__ADS_1
"Memang dia itu tidak tahu malu. Sebelum dia mengenalmu. Dia itu suka mencium anak laki-laki seusia kami"
Edward tertawa ngakak. Kalau mengingat Kimmy bertingkah ganjen kepada balita-balita seusinya dulu.
"Apa benar begitu Tuan?"
"Tanya saja sama Kimmy. Tidak jarang teman sekolah taman kanak-kanak kami sering nangis karena ulahnya itu"
Edward tambah ngakak. Ingat anak laki-laki pindahan ke sekolahnya. Tiba-tiba Di sosor Kimmy. Terus anak itu nangis jerit-jerit.
"Apa Kimmy seagresif itu Tuan. Aku jadi was-was" Leon sedikit takut kalau Kimmy akan berpaling darinya.
"Itu semasa kita kecil dulu. Setelah itu aku tidak tahu. Dia masih suka genit ke laki-laki atau tidak" ucap Edward.
"Kamu tidak perlu khawatir Leon. Kamu bisa tanya dia baik-baik soal masa lalunya" Edward memberi saran kepada Leon.
"Aku akan menelponnya. Tuan membuatku takut"
"Kenapa mesti takut. Jadi si kulkas sudah benar-benar jatuh cinta" ledek Edward.
"Entahlah aku merasa nyaman saat bersama dia Tuan"
Leon mencoba menghubungi Kimmy. Leon was-was kalau Kimmy melakukan sesuatu yang dia jijik jika membayangkannya.
[Hallo] jawab seorang laki-laki di seberang telpon.
[Ini siapa? Dimana Kimmy?] Leon emosi.
Edward melihat Leon sangat emosi. 'Kenapa Leon? apa Kimmy mencari masalah lagi?' batin Edward.
Leon mendengar suara Kimmy memanggil nama lelaki yang sedang memegang ponselnya. Leon bergegas keluar dari ruangan Edward. Setelah mematikan telponnya.
Leon berlari menuju lift. Edward yang melihat Leon tiba-tiba keluar ruangannya dengan terburu-buru menjadi khawatir.
Edward mencoba menghubungi Kimmy tapi tidak aktif. Edward jadi gusar, tapi dia tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya di kantor.
Leon Tiba di apartemen Kimmy. Dia langsung masuk setelah memencet angka kombinasi untuk membuka pintu apartemen.
Leon masuk dengan berlari. Leon melihat seorang laki-laki setengah telanjang duduk di atas ranjang Kimmy dengan memegang ponsel.
"Siapa kamu?" tanya Leon penuh emosi.
"Kamu yang siapa? Kenapa kamu bisa masuk ke sini? Kamu pencuri ya" Ucap laki-laki tersebut.
"Siapa Za ..."
"LEON!!! Kimmy kaget saat melihat Leon berdiri di hadapannya.
Dia bahkan tidak melanjutkan kalimat sebelumnya.
Leon memancarkan Aura marah yang cukup besar saat melihat Kimmy hanya mengenakan handuk di atas lutut dan rambut di balut handuk.
"DASAR PEREMPUAN MURAHAN" ucap Leon dengan emosi.
__ADS_1
Deg
Hati Kimmy terasa sakit saat Leon mengatakan kalau dia adalah perempuan murahan. Seketika air matanya jatuh. Merasakan sakit yang dia rasakan akibat ucapan Leon.
Tanpa berkata apapun. Leon langsung pergi dan membanting pintu.
Braaakkkk
Tiga orang di dalam apartemen tersebut kaget. Saat pintu dibanting Leon dengan sangat kencang.
"Kamu kenapa Kimmy. Siapa yang teriak-teriak tadi?" tanya perempuan yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Hikss ... hiiiksss Kimmy menangis sesegukan duduk di atas lantai.
"Tidak apa-apa Paula. Aku baik-baik saja" Kimmy berdiri dan mengusap air matanya.
Kimmy pergi ke walking closed. Kimmy duduk di kursi yang ada di walking closed. Dia menangis tersedu-sedu. Dia ingin menjelaskan kepada Leon tapi Leon sudah keburu mengatakan kalau dia perempuan murahan.
Leon kembali ke kantor dalam keadaan emosi. Dia teriak-teriak di dalam mobil seperti orang gila.
Dia tidak menyangka kalau perempuan yang sudah membuatnya jatuh cinta telah membuat hatinya terluka.
Sesampainya di kantor Leon langsung masuk ke ruangannya. Dia mencoba seprofesional mungkin dalam bekerja.
Dia tidak mau mencampur adukan pekerjaan dan masalah pribadi. Dia melupakan sejenak masalah pribadinya.
Edward keluar ruangan. Mencoba keruangan Leon. Edward melihat Leon sedang bekerja seperti biasa. Tapi raut wajah Leon memancarkan kekecewaan dan kesedihan.
Edward tahu ada sesuatu yang tidak beres. Edward kembali ke ruangan dan menelpon Kimmy. Tapi ponsel Kimmy tidak aktif.
"Ada apa dengan mereka. Leon kembali dengan sangat cepat. dan suara laki-laki di apartemen Kimmy. Siapa laki-laki itu" Edward sibuk dengan pikirannya sendiri.
Akhirnya Edward memutuskan tidak mau ikut campur. Dia kembali fokus mengerjakan pekerjaannya.
"Leon ini sudah siang. Kamu tidak makan?" tanya Edward.
"Tidak Tuan. Tuan saja yang makan, aku tidak lapar"jawab Leon.
"Leon, kamu boleh sedih. Tapi kamu jangan lupa makan. Kalau kamu sakit, aku yang repot Leon. Pekerjaanku banyak. Aku membutuhkanmu untuk membantuku" ucap Leon.
"Ada apa Leon. Cerita kepadaku"
"Kimmy bersama laki-laki lain Tuan. Laki-laki itu tidur di ranjang yang biasa aku dan Kimmy tidur Tuan" tangis Leon pecah.
Leon sudah tidak bisa lagi menahan tangisnya. Baru kali ini Edward melihat kesedihan yang mendalam dari Leon.
Kesedihan yang sama dengan Edward waktu Edward memutuskan meninggalkan Lily dulu. Leon patah hati. Hatinya terluka melihat laki-laki di apartemen Kimmy.
Jangan pernah memilih seseorang menjadi prioritasmu ketika bagi mereka kamu hanyalah pilihan cadangan.
Siapa kira-kira laki-laki yang berada di apartemen Lily?
baca terus kelanjutan ceritanya ya Gaeess jangan sampai skip🤗
__ADS_1
To be continue ....