
Setidaknya Lily sekarang ada teman untuk berbicara. Dia tidak merasa sendiri lagi, walaupun Bibi Ema hanya menemani pagi sampai sore saja.
"Lily ayo makan dulu. Bibi Ema sudah membuat pancake untukmu" Bibi Ema membangunkan Lily dari tidurnya.
Pancake adalah kue bulat, tipis, dan datar, yang dibuat dari terigu, telur ayam, gula, susu, bahan-bahan dicampur dengan air membentuk adonan kental dan dimasak diatas wajan panas. Pancake adalah kue cepat saji, yang menggunakan bahan pengembang seperti baking powder, dan ada juga yang menggunakan ragi (Roring, 2016).
Bisa di tambahi bermacam-macam toping di atasnya. Sesuai dengan selera dan kesukaan masing-masing.
Bibi Ema membawa pancake ke dalam kamar Lily, karena kepala Lily masih sakit terkena guyuran air shower.
"Bibi saya bisa makan di meja makan. Tidak perlu dibawa ke kamar Bibi" Lily duduk di ranjang.
"Tidak apa-apa, Tuan Edward menyuruhku untuk merawatmu selama kamu sakit ,Lily. Jadi biarkan aku menjalankan pakerjaanku, nanti Tuan Muda marah kalau tahu aku tidak merawatmu dengan benar" tutur Bibi Ema.
"Saya cuma sakit kepala bibi. Saya tidak sakit parah dan saya masih bisa berjalan" ucap Lily. Bibi Ema lalu memberikan pancake ke tangan Lily.
"Bibi Ema tidak makan?" tanya Lily. "Bibi masih kenyang. Bibi habis makan di rumah utama" Jawab Bibi Ema.
"Bibi Ema sudah berapa tahun kerja di kelurga Tuan Edward?"
"Sejak Tuan Edward belum lahir sampai sekarang. Sekitar 30an Lebih"
"Lama sekali Bibi. Keluarga bibi tinggal dimana?"
Bibi Ema tersenyum dan mengusap rambut Lily penuh kasih sayang. 'Tuan Muda anda tidak salah mencintai gadis ini. Aku bisa merasakan ketulusan dan kebaikan hati dari Lily' batin Bibi Ema.
"Bibi Ema yatim piatu Lily. Bibi sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Tuan besar yang mengajak Bibi tinggal di rumah utama" ujarnya.
"Bibi tolong oleh Tuan besar, saat bibi akan dinodai oleh paman Bibi. Saat itu Tuan besar pergi berlibur ke kebun anggur di Loerzweiler dekat sungai Rhine bersama keluarga" Bibi Ema mengenang pertama kali dia bekerja di rumah kakek Edward.
Daerah anggur tradisional Jerman, yang membentang dari bidang tengah Rhein di Bonn sampai Danau Batas di perbatasan Swiss yaitu daerah yang paling banyak dikunjungi terutama karena diselingi dengan situs-situs bersejarah, sumber cairan panas, rumah tradisional beratap hitam putih di desa kelahiran Grimm Bersaudara serta pemandangan yang indah.
__ADS_1
"Keluarga Tuan Edward sangat baik kepada siapa saja. Saya juga bekerja di sini, karena bantuan Tuan Edward. Saya juga diperbolehkan kuliah dan masih boleh bekerja" cerita Lily.
"Kamu benar Lily. Aku berjanji akan mengabdi dengan Tuan besar dan keturunannya sebagai ucapan terima kasihku karena Tuan besar menyelamatkan kesucianku Lily. Kalau pada saat itu tidak ada Tuan besar, mungkin hidupku sudah hancur Lily" mata Bibi Ema berkaca-kaca.
Lily memeluk Bibi Ema. Ternyata nasibnya tidak jauh berbeda dengan Bibi Ema. Mereka sama-sama tidak memiliki keluarga dan sekarang sama-sama bekerja di keluarga Gabriel.
"Maukah Bibi Ema menjadi teman Lily? Lily juga tidak punya siapa-siapa lagi Bibi. Lily sendirian disini. Lily ingin punya teman, supaya Lily tidak sendirian lagi" Lily menateskan air mata. Bibi Ema mengusap air mata Lily.
"Bibi Ema akan menjadi teman Lily. Sekarang, Lily tidak akan sendirian lagi" Bibi Ema memeluk Lily dalam keadaan menangis. "Terima kasih Bibi Ema" Lily mengusap punggung Bibi Ema.
Sedangkan Edward dikantor jadi tidak fokus karena memikirkan kesehatan Lily. Meskipun sudah menyuruh bibi Ema merawat Lily, tapi Edward belum tenang kalau belum melihat Lilly. Apalagi hari ini dia ke kantor tidak bertemu dengan Lily.
"TUAAAAANNNNNNNN" Leon berteriak memanggil Edward, karena tidak merespon panggilannya dari tadi.
Spontan Edward melempar bolpoin yang sedang dipegangnya ke arah Leon. Beruntung Leon bisa menghindar dengan cepat. Jadi kepalanya masih aman.
"Kenapa kamu berteriak, memangnya aku tuli?" Edward menatap Leon dengan malas-malasan.
"Memang tuli. Aku sudah puluhan kali memanggil Tuan, tapi Tuan malah melamun. Makanya turunkan egomu sedikit Tuan. Jangan terlalu banyak gengsi, jadi galau sendirikan akhirnya.
"Aku sudah siapkan semuanya. Untuk pertemuanmu dengan Tuan Peter"
"Bagaimana dengan Tuan Arthur?"
"Tuan Arthur juga sudah tiba di Humburg 2 hari yang lalu. Dia siap membantunmu, nanti malam"
"Lakukan yang terbaik untuk nanti malam. Aku ingin membuat kejutan untuknya"Edward tersenyum Smirk.
"Apa perlu kita menyewa wanita untuknya?"
"Tidak perlu. Dia sudah punyawanita yang siap 24 jam untuknya. Kita hanya perlu kasih sedikit kejutan saja untuknya"
"Baik. Kalau begitu nanti aku urus segera. Kita tinggal berangkat saja".
Leon keluar dari ruangan Edward. "Pak, ini ada kue untuk Pak Leon" Kimberly memberika kue untuk Leon.
__ADS_1
"Kue apa ini Kim. Dari siapa?" tanya Leon penasaran.
"Dari saya. Saya yang buat sendiri Pak. Jangan lupa dimakan Pak" Kimberly sambil malu-malu menatap Leon.
"Terima kasih Kim. Nanti saya makan. Tapi sekarang saya harus kerja dulu" Leon pergi meninggalkan Kimberly.
"Pak jangan lupa dimakan" Kimberly sedikit berteriak lalu senyum-senyum sendiri sambil memutar-mutar rambutnya.
Perempuan sexy 24 tahun pecinta warna merah itu, sudah menyukai Leon sejak pertama dia masuk kerja menjadi sekretaris Edward.
Kimberly sangat suka berpakaian sexy di depan Leon. Dia ingin menarik perhatian Leon dengan ke sexyan yang dia miliki.
Tidak mudah menarik perhatian Leon. Leon sangat dingin dengan perempuan, tapi ramah kalau dia sudah mengenal perempuan itu.
Kimberly sangat tergila-gila dengan Leon. Setiap hari dandan cantik dan berpakain sexy, supaya Leon meliriknya.
Kimberly gadis yang baik. Dia hanya kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya. Kimberly korban dari keluarga broken home. Orang tuanya sudah menikah lagi dengan pasangan masing-masing.
Kimberly memilih tinggal sendiri di apartemen daripada tinggal bersama dengan salah satu orang tuanya.
Kalau sang Asisten Leon dapat perhatian dari Kimberly, beda dengan Sang Tuan Muda. Edward sekarang sibuk bertanya dengan Bibi Ema, tentang keadaan Lily.
Setelah Leon pergi dari ruangan kerjanya. Edward menelpon Bibi Ema, bertanya tentang kondisi Kesehatan Lily.
Bukannya telpon langsung Lily malah nelpon Bibi Ema. Ya seperti itulah Edward. Gengsi tetap nomer satu. Dia tidak mau memperlihatkan perhatian lebih kepada perempuan.
Baginya cukup dia merasa dikecewakan dimasa lalu. Kalaupun sekarang dia jatuh cinta. Edward akan memastikan perempuan itu juga cinta dengannya. Kalau sebaliknya maka Edward harus siap melepaskan cintanya.
Terkadang kita menjaga keheningan untuk melindungi satu hubungan yang indah. Tapi terlalu banyak keheningan menciptakan air mata dalam semua hubungan yang indah.
Aku memilih untuk mencintaimu dalam diam. Karena dalam diam aku tidak menemukan penolakan dan dalam diam tidak ada yang memilikimu selain aku (Edward)
Terkadang, orang yang melihatmu dari jauh, mencintaimu dalam diam, adalah orang yang paling mampu mencintaimu.
To be continue ...
__ADS_1