
Setelah Gabriel kembali pulih. Edward dan Lily juga tinggal di rumah utama bersama dengan Leon dan yang lainnya.
Edward juga sudah kembali akur sama Leon. Edward menyadari keberadaan Leon memang sangat membantunya. Edward memberikan aparteme mewah untuk Leon tapi Leon tidak mau menerima saat ini.
Saat ini Leon hanya ingin tinggal bersama dengan Edward dan Gabriel. Hubungan Leon dN Kimmy juga sudah membaik. Mereka kembali bersama. Kadang Leon juga mengunjungi Kimmy di apartemennya tapi tidak bisa tidur di sana.
Edward sudah mengizinkan Leon untuk sesekali menginap di apartemen Kimmy tapi Leon menolaknya. Bayang-bayang Gabriel tidak sadarkan diri membuat dia tidak bisa meninggalkan rumah utama saat malam hari.
Kimmy bisa memahami dan menerima keputusan Leon. Dia sudah memilih Leon sebagai pasangan hidupnya. Dia harus mendukung Leon apapun itu dan dia tidak mau egois.
Kimmy sekarang pemilik resmi Bisnis EO milik Pedro. Pedro memberikan kepada Kimmy sebagai hadiah, karena sudah berhasil membuat orang tua Pedro menerima anak dan Pacarnya.
"Grandpa, Edward akan membantu Lily menjalankan perusahaan alm Papanya. Edward dan Paman Edgar akan membantu 50:50" ucap Edward.
"Bagus. Lily akan belajar dari kalian untuk mengelola bisnisnya sendiri. Lily belajarlah dari tunangan dan pamanmu. Mereka orang-orang hebat dalam dunia bisnis" ucap Gabriel.
"Iya Tuan Besar. Tapi saya tidak tahu harus memulainya dari mana. Perusahaan itu terlalu besar untuk saya yang tidak tahu apa-apa soal bisnis" jawab Lily.
"Lily kamu harus membiasan memanggilku Grandpa mulai sskarang. Kamu adalah cucu mantu di keluarga ini. Jadi jangan Panggil Tuan besar lagi" ucap Gabriel.
"Baik Grandpa" jawab Lily masih kaku.
"Apa Leon belum pulang Edward?" tanya Gabriel.
"Biarkan dia bersenang-senang Grandpa. Dia butuh pasangan untuk memulai hidup yang baru. Leon sudah terlalu banyak membantu kita dan mengorbankan waktunya untuk keluarga ini. Sekarang ada Edward yang akan menemani Grandpa" Ucap Edward.
"Grandpa senang. Kamu mau kembali kesini lagi Edward. Grandpa sangat merindukan saat-saat bermain denganmu dan kita mengobrol serta tertawa bersama. Maaf kan Grandpa Edward, Grandpa telah merenggut kehidupn masa kecilmu" Gabriel menepuk-nepuk tangan Edward.
"Grandpa tidak perlu minta maaf. Sekarang Grandpa hanya perlu untuk tetap sehat. Supaya Edward bisa selalu bersama Grandpa" Edward mencium tangan Gabriel.
Gabriel mengambil tangan Lily dan Edward. Gabriel menyatukan tangan mereka di pangkuannya.
"Kalian cepatlah menikah. Aku ingin melihat cucuku memakai pakaian pernikahan. Sudah lama aku menantikan moment itu Edward" Gabriel tersenyum.
"Aku sudah mengajak Lily menikah Grandpa. Tapi dia belum siap. Lily ingin menyelesaikan kuliahnya dulu" jawab Edward.
"Itu bagus sekali. Ilmu itu bekal untuk masa depan. Lily anak yang cerdas dia akan cepat belajar dan paham soal dunia perbisnisan" jawab Gabriel.
"Kapan Grandpa ingin Lily dan Edward menikah? Lily akan segera menikah dengan Edward Grandpa" tanya Lily.
"Apa itu benar Lily? Bagaimana dengan Kuliahmu?" Tanya Gabriel.
__ADS_1
"Iya Grandpa. Lily masih bisa kuliah. Kalau Lily hamil Lily bisa kuliah online Grandpa" Lily.
Edward tersenyum mendengar ucapan Lily. Sepertinya Edward akan menggunakan Gabriel untuk memaksa Lily segera menikah dengannya.
"Minggu depan saja Grandpa kita menikah" jawab Edward.
Lily melotot. Tunangannya itu memang ingin segera menikah. Makanya dia sangat bersemangat saat Lily bertanya kepada Gabriel soal pernikahan.
"Grandpa akan pikirkan lagi. Sekarang antar Grandpa ke kamar Edward. Grandpa sudah mengantuk" ucap Gabriel.
"Ayo kita akan antar Grandpa ke kamar" ucap Lily.
Mereka bertiga masuk kedalam kamar Gabriel. Setelah memastikan Gabriel sudah tidur, Edward dan Lily keluar dari kamar Gabriel.
Lily dan Edward masuk ke dalam kamar, mereka ingin istirahat juga. Karena seharian Edward bekerja dan Lily harus kuliah.
"Sayang. Apa aku bisa mengurus perusahaan itu sendiri? Kenapa bukan kamu saja yang menjalankan sayang. Aku menyerahkan perusahaan itu kepadamu" ucap Lily.
"Tidak sayang. Itu punya papa kamu. Kamu berhak meneruskan perusahaan keluargamu sayang. Kamu tidak perlu khawatir, Aku, Arthur dan Paman Edgar akan membantumu sayang. Kami akan membimbingmu dan aku akan selalu ada di sampingmu" ucap Edward.
"Arthur akan berada di perusaah Global Company untuk menjadi pembimbingmu sayang. Aku dan Paman Edgar akan mengontrol dari luar" Edward memeluk Lily.
Edward ingin Lily menjadi perempuan yang kuat dan bisa menghadapi lawan dengan otak bukan dengan perasaan. Karena kemungkinan besar Peter akan membalas dendam kepada Lily kalau perusahaan itu berjalan kembali.
"Bukankah kamu besok juga masuk ke kelasku sampai 1 semester" ucap Lily.
"Iya. Aku harus mengawasimu. Aku tidak akan membiarkan para mahasiswa laki-laki mendekati calon istriku" Edward mencubit pipi Lily.
"Aku tidak akan tergoda dengan mereka. Aku takut kalau kamu tergida dengan mahasiswa perempuan yang ada di kampus" Lily cemberut.
"Tidak ada yang bisa menggodaku kecuali Lily White. Perempuan itu sangat mempesona dan sexy kalau di atas ranjang" Edward terkekeh.
"Iiihhh" Lily memukul dada Edward.
"Jangan dipukul sayang. Kalau di cium boleh" ucap Edward.
"Dasar genit" Lily mencubit lengan Edward pelan.
"Genit dengan tunangan sendiri tidak masalah sayang" Edward menjulurkan lidahnya.
Lily memanyunkan bibirnya. Lalu naik ke tempat tidur. Edward menyusul Lily naik ke tempat tidur.
__ADS_1
Sshhhhh aaahhhh
"Jangan di remas sayang. Aku mau tidur" Lily memegangi tangan Edward.
"Kitq main sebentar sayang. Aku sudah kangen, apa kamu tidak kangen piton" ucap Edward.
"Kamu sudah dimulai kamu tidak mungkin sebentar sayang. Bisa-bisa sampai pagi" ucap Lily.
"Aku janji kali ini sekali saja" ucap Edward.
Edward meremas squishy sampai Lily mendesah. Mendapat lampu hijau, Edwar melanjutkan aksinya.
Aaaahh aahhhh aahhh
Edward semakin panas dan tertantang. eemmm aaahhh aahhhh sayaaangg aahhh.
Emm pelan-pelan sayang aahhh eemm aahhhh. Lily merancau tidak karuan.
Aahh aahhh Lily, You are so hot baby ahhh aahhhh. Keluarlah keringat dari pori-pori tubuh mereka karena permainan panas yang membuat candu mereka berdua.
Eemmm aaahh sayaaaaanggg aaahhh a-kuu aaahh ssshhh aaaahhhh.
"Bareng sayang" Edward bekerja cukup keras supaya mereka bisa keluar bersama.
Aahh iyaa sayaang aaahhhh aahhh.
Iyaa yaaa aaaaaahh saayaaaaaaanggg aaaahhhh aahh. Mereka mendapat pelepasan bersama.
Edward merasa lega. Dia jatuh di atas tubuh Lily. Lily memeluk Edward dan mencium pundaknya.
"Terima kasih sayang" Bisik Edward di telinga Lily.
"Ich liebe dich" ucap Lily.
"Ich liebe dich mein Schatz" balas Edward.
Setelah Edward bersih-bersih dan membersihkan badan Lily juga. Mereka berdua tidur saling pelukan dengan penuh bahagia.
Ich liebe dich : aku mencintaimu.
Ich liebe dich mein Schatz : aku mencintaimu sayangku.
__ADS_1
To be continue ....