Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 40. Lily VS Lingerie


__ADS_3

Setelah makan di Heliot Steak House. Lily dan Edward. Pulang ke apartemen dengan perasaan bahagia. Mereka berdua seperti sepasang kekasih yang baru merayakan Anniversary jadian mereka.


"Bajunya banyak sekali Tuan. Bagaimana saya memakai ini semua?" tanya Lily dengan menempelkan baju-baju ditubuhnya satu persatu.


"Memangnya kamu mau memakai semua itu sekaligus? pakainya secara bergantian Lily" Edward meletakkan orange juice di meja.


"Iya Tuan maaf. Saya terlalu senang, jadinya bicara ngelantur" Lily tersenyum kepada Edward.


"Kamu jangan tersenyum seperti itu kepada laki-laki lain. Apalagi kalau sedang dikampus, Kamu tidak boleh senyum kepada mahasiswa laki-laki" Edward menatap Lily.


"Terus saya harus cemberut Tuan. Nanti tidak ada yang mau berteman denganku kalau saya jutek Tuan. Nanti saya tidak punya teman" Lily meletakkan bampernya di sofa.


"Kamu bisa punya teman perempuan, bukan laki-laki" Edward mengambil baju lingeri yang dipilih untuk Lily.


"Tuan itu baju apa? kenapa kainnya tipis sekali, seperti tidak memakai baju. Saya tidak membelinya, kenapa ada disini?" Lily mencoba mengingat-ingat kembali barang yang di beli.


"Coba kamu pakai Lily" Edward memberikan lingeri tipis warna merah kepada Lily.


"Tidak mau Tuan! nanti kalau saya pakai, tubuh saya kelihatan semua. Ini ada underwear juga. Siapa yang menaruh di sini?" Lily semakin bingung. Karena dia memilih baju tapi ada bermacam-macam barang yang dia sama sekali tidak memilihnya.


"Tidak usah cerewet Lily. Aku yang membeli semua ini untukmu. Aku juga yang memilihkan underwear ini untukmu" Edward menjawab tanpa rasa malu, karena membeli underwear perempuan.


Biasanya laki-laki akan malu kalau membeli perkakas perempuan, tidak untuk Edward. Dia sangat senang kalau memilih perkakas untuk kekasihnya, karena dia akan memilih yang sexy dan mengoda imannya.


"Tuan tahu ukuran segitiga bermuda dan kaca mata kuda saya?" tanya Lily.


"Tahu aku pernah melihat dan memegangnya" Edward terkekeh.


"Ih Tuan mesum" Lily menutupi dadanya dengan baju-baju baru yang dibelinya.


"Kenapa ditutup seperti itu, aku sudah pernah melihat semuanya Lily" Edward tertawa melihat Ekspresi Lily.


'Aku masih perawan. Aku masih perawan. Apa Tuan sudahh aahhh tidaaakkkk' pikiran Lily membayangkan yang tidak-tidak sambil geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Edward yang melihat ekspresi Lily, mengeryitkan dahi dan melihat Lily dengan tatapan tanda tanya.


"Kamu kenapa Lily?" Edward bertanya karena merasa aneh dengan sikap Lily.


"Haahh tidak Tuan. Kapan Tuan melihatnya?" Lily sangat malu saat mendengar Edward pernah melihat tubuhnya.


"Rahasia" Edward tertawa terbahak-bahak. Melihat Lily Shock. Wajahnya merah seperti udang rebus.


Lily cemberut karena pertanyaannya tidak dijawab.


"Pakai ini dulu nanti aku kasih tahu" Edward memberikan Lingeri yang dia pegang kepada Lily.


"Tuan Itu sangat tipis sekali. Kalau aku pakai tidak menutupi tubuhku. Apa gunanya dipakai, kalau tubuhku masih kelihatan Tuan" Lily mengambil lingeri yang dipegang Edward.


"Kamu akan terlihat seksi, sayang" Edward mengerlingkan satu matanya.


Lily seketika merinding melihat tingkah Edward yang mengodanya. Dia melihat sisi lain dari diri Edward yang sedikit nakal.


Lily mengeleng. Lily mengambil barang-barangnya lalu berlari ke dalam kamar.


Edward tertawa puas saat melihat Lily ketakutan, saat dia mengerjainya. Kepolosan Lily yang membuat Edward jatuh cinta kepadanya.


Gadis 18 tahun yang sebentar lagi akan menginjak 19 tahun membuat Edwad cenat cenut saat sedang berdua.


Edward masuk kedalam kamar. Dia menghubungi Leon. Menanyakan Saham keluarga White sudah turun berapa persen.


Edward tersenyuma senang. Karena semua sudah sesuai dengan rencana awal, yang dia buat dengan Leo.


Sementara di kamar Lily. Lily sibuk dengan barang-barang belanjaannya. Dia menata dengan rapi di dalam lemari. Baju-baju usangnya telah tiada. Sebua dibuang Edward, kecuali yang dia pakai sekarang.


"Baju-baju ini sangat mahal. Satu baju bisa sewa flat 1 bulan" Lily membuang semua harga di baju barunya tersebut.


"Apa orang kaya semua seperti itu. Membeli barang tanpa melihat harga. Enak sekali jadi orang banyak duit, tidak perlu memikirkan uang. Pantas saja Kloe selalu belanja barang-barang mahal, dengan kartu seperti punya Tuan Edward" Lily melihat kembali barang belanjaannya.

__ADS_1


"Ini sebenarnya baju apa sih. Kenapa Tuan membelikannya untukku. Coba aku cari di pecarian" Lily mengambil ponsel miliknya dan segera mengetik kata Lingeri.


"Haahhh" Lily membolakan matanya melihat gambar-gambar baju sexy yang dia lihat di mesin pencarian.


Berbagai macam bentuk dan warna. Ada juga gambar lingeri yang seperti di beli Edward. Lily membuka paper bag yang berisi beberapa lingeri dengan warna dan model yang berbeda.


Lily melihat satu per satu lingeri yang dibeli Edward. Lily benar-benar terkejut. Dia tidak mengerti kenapa Tuannya membelikan baju sexy untuknya.


"Kenapa Tuan Tidak malu membeli pakaian seperti ini, Padahal dia laki-laki. Aku saja yang perempuan malu melihat pakaian seperti ini. Dari yang aku baca, baju ini untuk menyenangkan pasangan yang sudah menikah. Sedangkan aku dan Tuan Edward kan belum menikah" Lily berbicara sendiri karena bingung dengan fungsi baju yang dibeli Edward untuknya.


"Ini kenapa segitiga bermuda hanya tali dibelakang dan depannya cuma menutupi cabelita. Segitiga ini tidak bisa dipakai. Buah peach ku tidak tertutup. Kenapa Tuan membeli barang yang tidak bisa aku pakai. Apa aku kekampus pakai segitiga seperti ini" Lily terus saja mengerutu dengan barang-barang pembelian Edward.


Lily merebahkan tubuhnya di atas tebaran lingeri dan ****** ***** yang di beli Edward.


"Mau aku apakan lingeri dan segitiga ini?" Lily mengambil sigitiga bertali dan mengamati dengan seksama


Lily penasaran dengan lingeri yang dibeli Edward. Lily ingin mencoba lingeri yang dia pegang.


"Apa aku coba saja. Aku jadi penasaran" Lily mengambil salah satu lingeri berbahan tipis warna hitam dengan renda dibagian dada dengan segitiga tali hanya bisa masuk dia antara buah peach Lily dan hanya kain kecil menutupi cabelita.


"Ya Tuhan. Baju apa ini, kenapa jadi tubuhku terlihat semua. Lily membolak balik tubuhnya didepan kaca rias.


Lily melepas lingeri pertama yang dia coba. Selanjutnya Lily mencoba lingeri warna merah punggungnya hanya berupa tali. Bagian buah Cherry tidak tertutupi, hanya berupa tali dipinggiran buah Cherry supaya buah cherry menonjol, hanya bagian coco chip saja yang ditutupi cup kecil berbentuk love ada bulu-bulunya..


Sedangkan segitiga berupa renda di depan tapi bagian cabelita bolong tidak tertutupi, bagian belakang hanya tali masuk ke buah peach. Bagian atas panjangnya hanya di bawah pusar.


Lili semakin tidak mengerti, baju model apa yang dia pakai sekarang. Buah Cherrynya kelihatan, cabelita juga tidak tertutupi. Lily geleng-geleng kepala.


"Baju seperti ini harganya bisa menyewa 2 bulan di flat. Apa istinewanya. Menutupi tubuh juga tidak, Tubuhku malah kelihatan semua. Buah Cherry tidak tertutup pula. Kalau begini lebih baik tidak usah pakai baju saja" Lily melihat kecermin.


"Lily" Edward melotot saat melihat Lily memakai lingery sexy sedang memegang 2 buah Cherry dengan kedua tangannya.


To be continue ...

__ADS_1


__ADS_2