Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 76. Leon Gelisah


__ADS_3

Edward tiduran di paha Sofia setelah perutnya sudah membaik. Sofia mengusap-ngusap rambut Edward dengan penuh cinta.


"Sayang kamu minta kado apa saat ulang tahun nanti?" tanya Edward.


"Aku tidak ingin apapun. Aku hanya ingin kamu selalu bersamaku. Itu sudah cukup sayang" ucap Lily.


"Kalau itu tidak perlu kamu minta sayang. Aku sudah pasti melakukannya tanpa kamu minta. Minta kado tas, sepatu, perhiasan atau apapun yang kamu suka. Nanti aku belikan" ucap Edward.


"Kamu sudah membelikanku banyak barang sayang. Ada baju, sepatu, tas dan berhiasan juga. Masih ada di dalam almari. Tidak perlu membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan sayang. Aku tidak membutuhkan apapun selain kamu" Lily mencium kening Edward yang ada di pahanya.


Semenjak menjalin kasih. Lily tidak takut lagi mengekspresikan perasaannya kepada Edward. Karena dia tahu Edward juga seperti dirinya, yang selalu ingin di sayang dan di manja.


"Sayang itu kalung dari mana yang kamu pakai?" tanya Edward.


"Kalung pemberian mama. Sebelum mama meninggal. Kalung ini di berikan saat aku ulang tahun di usiaku yang ke 4 tahun" cerita Lily dengan nada sedih.


"Maafkan aku sayang. Aku tidak tahu kalau kalung itu akan mengingatkan dirimu kepada mamamu" Edward memeluk Lily.


'Semua sudah berakhir Lily. Apa yang seharusnya menjadi milikmu sekarang sudah berada di tangamu. Sebentar lagi harta yang ditinggalkan kedua orang tuamu akan kamu miliki seutuhnya. Maaf aku tidak bisa mengembalikan orang tuamu' batin Edward.


"Tidak apa-apa sayang. Aku memang sering menangis kalau mengingat mereka. Karena aku hanya sebentar bersama mereka" ucap Lily.


"Ada aku sayang. Kamu tidak sendirian. Aku akan selalu menemanikamu" ucap Edward.


"Terima kasih sayang. Aku senang kamu sekarang bersamaku" Lily mengecup pundak Edward.


"Ayo kita tidur. Besok kamu haruske kampus. Aku juga besok ada rapat penting" ucap Edward.


Edward merangkul pinggang Lily ke dalam kamarnya. Sekarang mereka lebih sering tidur di kamar Edward. Karena Eward harus minum susu setiap pagi dan malam hari.


Lily juga tidak keberatan melakukannya. Asalkan Edward bisa tidur nyenyak dalam pelukannya.


"Enak sekali sayang" ucap Edward.


"Minumlah sampai kamu kenyang sayang. Setelah itu kamu harus tidur" ucap Lily.


"Sampai pagi ya" ucap Edward.


"Tidak sayang. Aku ada kulliah pagi. Aku tidak mau terlambat" jawab Lily.


"Sekali saja boleh?" tanya Edward.


"Boleh. Tapi hanya sekali" ucap Lily.

__ADS_1


"Baiklah" ucap Edward.


Mana mungkin Edward menurut kepada Lily. Kalau sudah dapat lampu hijau. Edward akan trabas batasan Lily.


Ahh ssshhh sayaangg kamu kekasih terbaik. Rancau Edward.


"Kamu selalu membuatku candu sayang" ucap Edward.


Edward dan Lily menikmati ritual malam mereka sebelum tidur. Kegiatan yang membuat mereka semakin dekat secara emosi dan hati mereka.


Setelah mengalami pelepasan. Mereka berdua tertidur dengan berpelukan di bawah selimut yang sama tanpa sehelai benang pun yang melekay di tubuh mereka berdua.


Lily memeluk sang kekasih sangat erat. Lily paling nyaman saat Edward memeluknya. Dia mendapat kehangatan saat Edward memeluknya.


Sementara di apartemen Kimmy, dia tidak keluar kamar sejak pulang dari kantor Edward. Zain dan Paula jadi khawatir terhadap Kimmy.


Sudah pukul 11 malam. Kimmy tidak keluar kamar. Kimmy juga belum makan malam. Paula berkali-kali mengedor pintu kamar Kimmy tapi tetap saja tidak ada hasilnya.


Kimmy melihat ponselnya. Dia berharap ada telpon atau chat dari Leon. Tapi ternyata tidak ada telpon maupun chat dari Leon.


Kimmy merasa sakit. Kenapa disaat seperti ini, Leon sama sekali tidak memperdulikannya. Leon bahkan tidak mengirim pesan singkat ataupun telpon untuknya.


"Kamu jahat Leon. Kamu jahaatt" gumam Kimmy dengan air mata yang sudah kering.


Leon tidak bisa tidur. Dia memikirkan Kimmy setelah kejadian tadi siang. Leon bangun mengambil kunci mobil.


Dia pergi ke apartemen Kimmy. Pikirannya tidak tenang. Dia tidak bisa menelpon Kimmy karena ponselnya hancur karena dia banting.


Leon belum sempat membeli ponsel baru. Bahkan Leon hanya mengambil kartu simnya saja dan di simpan di laci.


Meskipun Leon masih sakit hati dengan perkataan Kimmy. Tapi dia juga mengkhawatirkan keadaan Kimmy karena pergi dengan keadaan menangis.


Sepanjang jalan Leon memikirkan keadaan Kimmy. Dia bahkan harus mempercepat laju mobilnya karena, Leon ingin tahu keadaan Kimmy.


Setelah sampai basement Leon segera berlari menuju unit apartemen Kimmy. Dia tidak sabar melihat keadaan Kimmy.


Setelah Leon masuk kedalam apartemen Kimmy, Zain dan Paula masih mencoba membujuk Kimmy supaya keluar kamar dan makan malam.


"Dimana Kimmy?" tanya Leon.


"Kimmy ada di dalam kamar. Dia tidak mau keluar sejak tadi siang setelah keluar" jawab Paula.


"Kami sudah mencoba membujuk Kimmy dan mengedor-ngedor pintunya supaya dia keluar. Tapi tetap tidak ada jawaban" Zain menambahi.

__ADS_1


"Kimmy, buka pintunya. Ini aku Leon" Leon mengedor-ngedor pintu kamar Kimmy.


"Kimmy kamu mendengarku. Tolong buka pintunya" Leon mencoba membuka handle pintu kamar Lily tapi terkunci.


"Zain tolong bantu aku dobrak pintunya"Pinta Leon.


Leon dan Zain mencoba mendobrak pintu kamar Kimmy. percobaan pertama tidak bisa. Percobaan kedua tetap tidak bisa, mereka mencoba mendobrak ketiga kalinya.


Braaaaaakkkkkk


Pintu terbuka dan Kimmy yang sedang meringkuk di atas ranjang sampai kaget. Leon menghampiri Kimmy.


"Tolong kalian keluar sebentar. Aku ingin bicara dengan Kimmy" ucap Leon.


Zain dan Paula mengangguk. Mereka berdua, keluar dari kamar Kimmy. Paula menutup pintu kamar Kimmy meskipun tidak bisa tertutup rapat. Kimmy menutup wajahnya dengan Selimut.


Leon menyibak selimut yang menutupi muka Kimmy. Leon melihat wajah sembab Kimmy dan bantal Kimmy masih terlihat basah.


"Kenapa kamu kesini?" tanya Kimmy dengan suara serak karena kebanyakan menangis.


"Aku ingin minta maaf. Kalau aku sudah menyinggung perasaanmu" ucap Leon.


"Kenapa kamu harus minta maaf. Bukankah kamu juga tidak peduli dengan diriku" ucap Kimmy.


"Aku tidak tenang. Aku kepikiran kamu. Makanya aku kesini" jawab Leon.


"Kamu tidak perlu memperdulikanku. Aku baik-baik saja" ucap Kimmy.


"Bagaimana kamu bisa baik-baik saja, mata kamu bengkak seperti di sengat lebah. Kamu saja belum makan malam" ucap Leon.


"Aku tidak lapar" ucap Kimmy masih dengan posisi meringkuk.


"Aku akan ambilkan makan. Sepertinya temanmu membelikanmu makanan" ucap Leon.


"Tidak. Aku tidak lapar Leon"


"Kamu harus makan atau kamu yang akan aku makan" ucap Leon dengan tersenyum.


Kimmy memukul paha Leon yang duduk di pinggir ranjang. Leon tertawa, lalu menyelipkan rambut Kimmy di belakang telinga.


"Bangun sayangku, aku akan mengambilkan makan malam untukmu" Leon menarik tangan Kimmy supaya duduk.


Akhirnya Kimmy duduk di atas ranjang. Leon keluar kamar, mengambil makan malam untuk Kimmy.

__ADS_1


To be continue ....


__ADS_2