Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 85. Ulang Tahun Lily


__ADS_3

dokter Luis memeriksa kembali kondisi Gabriel yang pingsan karena mendengarkan Edward pergi dari Humburg.


Di Humbrug keluarga Edward sedang sedih karena kesehatan Gabriel tidak baik-baik saja. Sedangkan di Paris Edward bersenang-senang merayakan ulang tahun Lily.


DI KOTA PARIS


"Selamat ulang tahun sayang" Edward memeluk Lily.


"Terima kasih sayang" Lily mengeratkan pelukannya.


Edward ingin ke Maldive tapi Lily ingin ke Paris. Lily ingin merasakan keromantisan kota Paris yang terkenal dimana-mana.


"Sayang, Will you merry me?" Edward mengeluarkan cincin berlian yang sangat cantik.



Lily shock dan menutup mulutnya. Dia tidak percaya kalau Edward melamar dirinya saat ulang tahun ke 19 tahun.


"Yes. I will my baby" Lily mencium bibir Edward.


Edward memakaikan cincin berlian di jari manis Lily. Terlihat sangat cantik di pakai di jari Lily.


"Mulai sekarang kita akan selalu bersama-sama, dalam suka dan duka, bahagia dan sedih, sehat maupun sakit. Edward dan Lily forever until die" Edward menangkup wajah Lily.


"Cincin ini adalah pengikat cinta kita berdua sayang. Aku akan selalu bersamamu kemanapun kamu pergi. Kita akan selalu bersama-sama" Lily memeluk Edward.


menara Eiffel yang menyala terang menjadi saksi penyatuan dua insan yang saling mengukuhkan cinta mereka berdua.


"Ayo kita rayakan ulang tahunmu makan bersama dengan Keluarga kamu sayang. Keluarga pamanmu pasti sekarang sudah menunggu. Mereka membuat pesta untukmu" ucap Edward.


"Aku masih canggung dengan mereka. Apa benar dia paman kandungku. Kakak dari papaku sayang?" tanya Lily.


"Sayang. Nanti kamu juga akan terbiasa dengan mereka. Aku juga tidak percaya kalau Arthur adalah sepupumu sayang" Edward terkekeh.


"Kamu tidak akan meninggalkanku kan?" tanya Lily sedikit was-was.


"Kenapa aku harus meninggalkanmu sayang. Aku akan selalu bersamamu" Edward memeluk Lily.

__ADS_1


"Aku takut, orang-orang yang aku sayangi, mereka pergi meninggalkan aku" Lily semakin erat memeluk Edward.


"Kita bahas nanti sayang. Kita harus menemui mereka. Mereka ingin sekali mengenalmu lebih dalam" ucap Edward.


Lily dan Edward pergi ke sebuah restoran mewah di Paris. Sebagai salah satu keluarga terkaya, keluarga Beaufort menyewa 1 restoran mahal, khusus ulang tahun Lily.


Pemandangannya langsung menghadap ke menara Eiffel dengan lampu yang sangat cantik. Sebagai keponakan satu-satunya. Lily sangat di sayang oleh Edgar dan keluarga.


Berbanding terbalik saat bersama Peter sang paman palsu Lily. Edgar memperlakukan Lily seperti putri. Bahkan selama dia tinggal di Paris bersama Edward. Mereka berdua di kasih fasilitas rumah mewah tidak kalah mewahnya dengan rumah keluarga Edward di Humburg.


Lily dan Edward akhirnya datang. Lily belum pernah merayakan ulang tahun semewah ini. Lily meneteskan air mata. Lily teringat akan mendiang kedua orang tuanya. Kalau orang tuanya masih hidup. Mereka juga pasti akan membuat pesta ulang tahun seperti ini.


"Kenapa sayang?" tanya Edward.


"Aku merasa sangat bahagia. Aku terharu melihat mereka memberikanku pesta yang luar biasa indahnya" jawab Lily.


"Ayo Lily, Edward. Sini jangan berdiri saja di sana" ucap Edgar.


"Iya. Ayo cepat ke sini Lily. Ayo tiup Lilinnya" ucap Margareth istri Edgar.


Lili dan Edward menghampiri mereka di meja yang sudah ada kue ulang tahunnya yang sangat besar.


Lily seperti mendapat keluarganya kembali. Kehangatan dan kebersamaan yang mereka berikan kepada Lily dan Edward membuat Lily bahagia.


Lily meniup lilin dan memotong kuenya. Potongan pertama di berikan kepada Edward,yang sekarang menjadi tunangannya.


Setelah bagian memotong kue sudah selesai. Mereka makan malam di meja yang sudah di pesan. Restoran mewah itu hanya ada mereka berlima. keluarga Beaufort, Edward dan Lily.


Mereka makan malam dengan penuh kahangatan dan kekeluargaan. Tangan Edward sudah mulai nakal. Dia mengelus paha Lily.


Lily melihat ke arah Edward dan melotot. Sedangkan Edward hanya tersenyum.


"Lily cincin kamu cantik sekali? Apa itu pemberian Edward?" tanya Margareth.


"Iya Nyonya. Ini cincin pertunangan kami" jawab Lily.


"Lily. Jangan panggil saya Nyonya. Panggil saya bibi. Saya ini bibi kamu, istri dari paman Edgar" ucap Margareth mengelus pundak Lily.

__ADS_1


"I-iya Bibi. Saya belum terbiasa memanggil Bibi Margareth Bibi" ucap Lily masih canggung.


"Kamu harus membiasakan diri Lily. Mulai sekarang kamu harus memanggilku Bibi. Kamu adalah keponakan Bibi" Margareth memeluk Lily.


"Bibi Margareth benar Lily. Mulai sekarang kamu adalah keluarga kami. Aku akan menggantikan tanggung jawab Adikku sebagai orang tua. Aku adalah wali sahmu Lily" ucap Edgar.


"Iya Paman" ucap Lily singkat.


"Aku akan memberi Peter pelajaran karena telah mentelantarkan keponakanku dan berfoya-foya dengan uang adikku" Edgar meremas lap kain yang di pegangnya.


"Jangan sekarang Daddy. Peter sudah mendapatkan balasannya. Perusahaan Paman sudah di ambil alih oleh Edward. Sekarang mungkin sudah menjadi milik Lily" ucap Arthur.


"Apa itu benar Edward?" tanya Edgar.


"Benar Paman. Saya meminta bantuan Arthur untuk membantu saya menghancurkan Peter. Awalnya saya memang sudah ingin membalas dendam kepada Peter atas kematian kedua orang tua saya. Ternyata Tuhan memberi jalan kepada saya lewat Lily. Semua rencana saya yang tadinya tertunda, bisa saya selesaikan dengan cepat. Lewat Arthur yang ternyata memliliki masalah dengan Peter juga" jawab Edward.


"Apa kecelakaan itu ulah Peter?" tanya Edgar.


"Dia yang menabrak mobil kedua orang tuanya saya sampai terbalik dan dia meninggalkan mereka begitu saja. Orang tua saya meninggal karena terlambat mendapat pertolongan" Edward berkaca-kaca.


Lily memeluk Edward dan mengelus punggung Edward. Mereka bertiga merasakan sedih yang Edward rasakan sekarang.


"Maafkan paman Edward. Paman tidak bermaksud mengungkit kejadian yang menimpa kedua orang tuamu" ucap Edgar.


"Tidak apa-apa Paman. Sekarang aku sudah senang karena dia sudah tidak memiliki apapun sehingga dia tidak bisa sewenang-wenang lagi" ucap Edward.


"Bagaimana perusahaan Adikku. Apa sudah berjalan?" tanya Edgar.


"Belum Paman. Masih kosong. Saya serahkan semuanya kepada Lily, Paman. Karena itu semua milik Lily" ucap Edward.


Saham perusahaan Global States Company sudah di serahkan kepada Lily tepat pukul 12 malam waktu Paris, saat Lily berulang tahun ke 19.


Awalnya Lily bingung. Dia tidak tahu apapun tentang Perusahaan itu. Yang dia tahu itu kantor tempat papanya bekerja, dia tidak tahu kalau itu perusahaan papanya.


Setelah Edward menceritakan semuanya. Termasuk ke licikan Peter untuk menguasai perusahaan Global States Company. Lily sekarang paham. Kenapa keluarga Peter tidak menyukainya.


Selain bukan paman kandung. Peter hanya ingin harta yang dimiliki Lily. Makanya Lily harus tinggal bersama Peter sebagai syarat untuk bisa menikmati kekayaan milik Lily bersama keluarganya.

__ADS_1


To be continue ....


__ADS_2