
"Hai, Apa kabar Edward?" perempuan itu menyapa Edward yang berdiri di depan pintu.
"Kylie" Edward berjalan menuju kursi kebesarannya. Dia tidak memperdulikan Kylie yang sedang menyapanya. Tatapannya dingin, penuh amarah dan dendam.
"Maafkan aku Edward. Aku telah pergi meninggalkanmu begitu saja. Aku tidak punya pilihan, Ayahku menikahkanku dengan anak rekan bisnisnya, karena perusahaan ayahku hampir bangkrut. Aku tidak mau hidupku susah Edward" ucap Kylie tidak tahu malu.
Edward menatap Kylie dengan penuh kebencian. Sekarang diharinya sudah tidak ada nama Kylie. Baginya Kylie sudah mati.
"Apa tujuanmu datang ke sini?" tanya Edward dengan nada dingin. Dia bahkan tidak mau melihat wajah Kylie.
"Aku sudah bercerai dengan suamiku. Aku ingin kita kembali lagi seperti dulu lagi, Edward. Aku yakin kalau selama ini kamu masih mencintaiku. Buktinya, sampai sekarang kamu belum memiliki pendamping" ucap Kylie dengan percaya diri.
"Cuuiihhhh ... jangan pernah kamu bermimpi untuk kembali kepadaku. Karena aku tidak pernah memunggut sampah yang sudah aku buang. Kamu harus ingat Kylie, kamu yang meninggalkanku bukan aku yang meninggalkanmu, jadi jangan seolah-olah kamu yang paling menderita" ucap Edward menatap tajam ke arah Kylie.
"Apa suamimu sekarang bangkrut sampai kamu pergi meninggalkan dia?" ucap Edward sinis.
"Dia selingkuh dariku. Dia berselingkuh dengan Sekretarisnya" ucap Kylie yang sebenarnya.
"Aku turut sedih mendengarnya, tapi aku tidak peduli dengan cerita hidupmu. Aku dan kamu tidak punya hubungan apapun lagi. Jadi kalau tidak ada kepentingan lagi silahkan tinggalkan ruanganku sekarang. Pintunya ada di sana" Edward menunjuk pintu keluar.
Mendengar Edward begitu dingin padanya, Kylie tidak mau menyerah. Dia bukannya keluar tapi malah mengahampiri Edward yang ada dikursi kebesarannya.
Edward mengeryitkan dahi. Dia menebak-nebak apa yang akan dilakukan Kylie kepadanya.
Kylie mendekati Edward dan berdiri di belakang kursi Edward, Kylie mengusap-usap dada Edward dari belakang, kepalanya di letakkan di kepala kursi sehingga wajahnya sangat dekat dengan Edward.
Edward yang sebenarnya masih belum bisa melupakan Kylie, membiarkan Kylie mendekatinya. Bahkan Edward sekarang menahan dirinya untuk tidak mencium Kylie.
Sebenci-bencinya Edward kepada Kylie, karena meninggalkan dia tanpa sebuah kejelasan. Dilubuk hatinya paling dalam dia masih mengharap Kylie kembali dan minta penjelasan kenapa dia pergi begitu saja.
Kleekkk
"Ups Sorry. Apa aku mengganggu acara kalian?" tanya Leon yang tiba-tiba masuk tanpa permisi. Kylie langsung melepas tanganya dadi dada Edward.
__ADS_1
"Haii Leon. Apa kabar?" Kylie menyapa Leon. Leon tersenyum kepada Kylie dengan senyuman palsu. Leon tidak suka kalau Edward masih menyimpan rasa kepada perempuan matrealistis seperti Kylie.
"Baik Kylie. Kapan kamu kembali dari Perancis?" tanya Leon basa-basi. Ingin sekali Leon menampar wajah perempuan yang sudah membuat dia hampir kehilangan sahabatnya yaitu Edward.
"Ada perlu apa kamu datang kemari Kylie? setahuku kamu sudah menikah dan hidup bahagia bersama dengan suamimu. Kamu juga sering berkeliling dunia bersama dengan suamimu" Leon menyindir Kylie, supaya Kylie pergi dari samping Edward.
"Kalau kamu tidak ada urusan lain. Kamu bisa pergi dari sini. Karena aku dan Tuan Edward akan membahas masalah penting" Leon menggusir Kylie.
"Kau menggusirku Leon?" Kylie terlihat kesal kepada Leon. Dia tahu kalau Leon memang tidak pernah suka kepada dirinya sejak pacaran bersama Edward.
"Iya. Kalau kamu sadar diri pergilah. Sebelum aku memanggil Kimberly untuk menyeretmu dari sini" Leon memperlihatkan ketidak sukaannya kepada Kylie.
Flashback on
Sebelum keruangan Edward. Leon pergi keruagan Kimberly mengambil berkas yang dititipkan klien kepada Kimberly.
"Pak Leon. Perempuan yang diruangan Tuan Edward itu pacarnya ya pak? Tanya Kimberly.
Leon memang tidak tahu kalau Edward punya tamu perempuan. Waktu Kimberly memberi tahu kepada Edward kalau dia punya tamu. Leon sudah masuk duluan ke ruangannya.
"Ada pak. Cantik sekali. Tapi perempuan itu tidak menyebutkan siapa namanya. Hanya bilang dari masa lalu. Begitu Pak Leon" Kimberly menjelaskan kepada Leon.
'masa lalu. Apakah dia Kylie' batin Leon.
Setelah itu Leon pergi dari ruangan Kimberly dengan terburu-buru. "Aku tidak akan membiarkan perempuan itu mendekati Tuan muda lagi" gumam Leon langsung masuk ruangan Edward.
Flashback Off
"Aku pergi dulu Edward. Nanti aku akan kembali lagi" Kylie mencium pipi Edward lalu mengedipkan satu matanya kepada Edward.
Edward hanya diam. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Disaat dulu dia masih ingin sekali bersama Kylie, sekarang Kylie sudah kembali, Edward malah ingin Kylie pergi.
Kylie lalu pergi meninggalkan Edward dan Leon yang menatapnya penuh dengan kebencian.
__ADS_1
"Dasar ulat bulu" ucap Leon saat Kimberly sudah keluar dari ruangan Edward.
"Apa yang kamu lakukan Edward. Haahhh. Kamu mau kembali kepada perempuan itu. Perempuan yang sudah membuat Tuan besar hampir kehilangan cucu satu-satunya untukmu. Perempuan yang sudah meninggalkan anak muda yang suka naik motor demi laki-laki dewasa yang sudah punya banyak uang. Pakai otakmu Edward. Aku orang pertama yang akan menghalangi hubungan kalian" Leon marah. Dia mengingatkan Edward agar tidak kembali kepada Kylie.
"Aku ingatkan kepadamu Edward. Kalau sampai kamu menyakiti Lily. Aku yang akan membawa Lily pergi dari hidupmu dan aku pastikan kamu tidak akan pernah bertemu Lily lagi. Camkan kata-kataku Edward" Leon mencoba membuat Edward sadar dengan perasaannya terhadap Lily.
"JAGA MULUTMU LEON. AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KAMU MENYENTUH LILY. KALAU SAMPAI KAMU LAKUKAN. AKU SENDIRI YANG AKAN PATAHKAN KEDUA TANGANMU. JADI JANGAN PERNAH KAMU MENGANCAMKU LEON" Edward emosi saat Leon menyebut nama Lily. Edward tidak peduli kalau harus membunuh orang yang mendekati Lily.
Sampai sekarang Edward belum mau mengakui dihadapan Leon kalau dia jatuh cinta kepada Lily. Dengan sikap Edward terhadap Lily, Leon tahu kalau sebenarnya Edward sudah jatuh cinta kepada Lily.
Edward juga tidak mau bilang kalau sebenarnya, laki-laki yang di sukai Lily adalah Leon. Makanya Edward sangat marah saat Leon ingin merebut Lily dari dirinya. Karena dia tidak mau kehilangan Lily dan membiarkan mereka bersatu.
"Kenapa kamu marah Edward? Lily bukanlah pacarmu. Dia hanya pegawai yang mengurus apartemenmu. Jadi bebas kalau aku mau mendekatinya bukan?"Leon tertawa mengejek Edward. Walaupun Leon bercanda, ternyata membangunkan singan yang tidur di dalam diri Edward.
Amarah Edward tidak terbendung. Kali ini dia benar-benar marah. Dia mengepalkan tangannya di atas meja kerja. Lalu berjalan ke arah Leon.
Buuughh
Edward memukul Leon dan mencengkeram kerah kemeja Leon. Tanpa persiapan Leon terjengkang ke lantai. Sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
Pukulan Edward cukup keras karena Edward mengantongi sabuk hitam taekwondo. Edward sepertinya tidak main-main dengan acamannya kepada Leon.
Entah karena cemburu kerana Leon yang disukai Lily atau alasan lain hanya Edward yang tahu kenapa sampai memukul Leon. Bahkan dia lupa kalau Leon adalah sahabatnya.
"AKU INGATKAN KEPADAMU LEON. JANGAN PERNAH KAMU MENDEKATI LILY!! INI BARU PERINGATAN UNTUKMU" Edward melepas kerah Leon yang tersungkur di lantai.
Edward lalu berdiri dan merapikan pakaiannya. "Keluarlah aku tidak ingin melihat wajahmu hari ini" Edward lalu duduk di sofa dengan emosi yang masih belum reda.
Leon yang tiba-tiba kena bogem mentah dari Tuan Mudanya. Seketika lalu tersenyum kecut. 'Mau sampai kapan kamu tidak mau mengakui perasaanmu Tuan Muda. Gengsimu terlalu besar. Yang aku takutkan, kamu akan terlambat mengakui perasaanmu terhadap Lily disaat Lily sudah dengan laki-laki lain. Semoga kamu tidak terlambat Tuan' bati Leon.
Leon lalu berdiri dan keluar dari ruangan Edward. Dia tidak mau menambah kekacauan lagi hari ini. Dia tidak menyangka kalau bercandanya bisa membuat dia mendapat bogem mentah dari Tuan Mudanya tersebut.
To be continue ...
__ADS_1