
Pagi hari, Lily bangun tidur tidak menemukan Edward di sampingnya. Lily tersenyum, saat membayangkan Edward memeluk dan mencium keningnya tadi malam.
Lily merasakan kehangatan dan kenyamanan dalam pelukan Edward. Ada getar yang berbeda saat Edward menyentuh dirinya. Lily ingin selalu berada dalam dekapan laki-laki manik biru tersebut.
Lily lalu bangun dari ranjang dengan masih memakai kemeja Edward. Dia Jadi teringat kata-kata Edward semalam, kalau Tuannya sudah melihat tubuhnya.
Lily jadi malu mukanya bersemu merah. "Aku malu bertemu Tuan Edward, apa yang harus aku lakukan sekarang?" gumam Lily.
Lily lalu keluar kamar. Badannya sudah membaik, panas tubuhnya juga sudah turun. Ternyata kehangatan tubuh Edward saat memeluk Lily, bisa membuat Lily pulih cukup cepat.
"Heemm ... bau apa ini? enak sekali. Siapa yang masak?" Lily pergi ke dapur ingin melihat siapa yang memasak.
Lily membolakan matanya dan menutup mulut dengan kedua tanganya. Dia tidak percaya kalau Edward berada di dapur dan memasak ala master chef.
mendengar suara langkah Edward menoleh dan melihat Lily berdiri dengan menutup mulutnya.
"Kamu sudah bangun Lily, sekarang duduklah, biar saya yang masak hari ini" ucap Edward sambil memasak.
"Tuan bisa memasak?" Tanya Lily.
"Kamu nikmati saja nanti masakan saya, lalu beri saya penilaian setelah masak, oke" Edward mengangkat ibu jari.
"Oke. Tuan masak apa?" Tanya Lily penasaran.
"Grießbrei dan Full English Breakfast. Kamu harus makan yang banyak dan bergizi biar cepat sembuh" jawab Edward.
Grießbrei asal Jerman ini juga menjadi salah satu menu sarapan khas Eropa yang patut kamu coba. Grießbrei adalah pudding tradisional Jerman yang berbahan dasar semolina, yaitu tepung yang butirannya agak kasar yang terbuat dari durum wheat, lalu dicampur susu dan gula. Pudding ini juga sering ditambah dengan vanili dan kayu manis.
Biasanya warga Jerman menikmati Grießbrei sebagai menu sarapan di pagi hari. Agar lebih nikmat, Grießbrei bisa juga ditambahkan dengan berbagai macam buah seperti apel, pir, ceri, stroberi hingga persik.
Full English Breakfast adalah menu sarapan lengkap yang terdiri dari sosis, bacon, baked beans, telur mata sapi, hash brown, black pudding, jamur tumis dan tomat goreng. Lalu ada juga buah segar atau jus segar, sereal dan minuman hangat seperti teh atau kopi.
"Wah ... ternyata Tuan jago memasak juga. Tuan kursus memasak ya? tanya Lily.
__ADS_1
"Saya juga jago diranjang" Jawab Edward asal. Edward memang suka iseng kepada Lily karena kepolosannya.
"Memang kalau diranjang harus jago juga ya Tuan, saya kalau tidur ya tidur saja tuan. Tidur kan hanya memejamkan mata. Memang ada kursus tidur Tuan" jawab Lily dengan polos.
Edward menepuk jidatnya. Lalu tertawa mendengar jawaban polos Lily. 'Gadis ini memang sangat polos. Selama ini, sebenarnya dia belajar apa?' Edward geleng-geleng kepala.
"Nanti kursus sama saya, Nanti saya ajarin kamu sampai jago di ranjang Lily. Kamu mau? tanya Edward mulai iseng kepada Lily.
"Mau Tuan, tapi apa nanti tidak menganggu pekerjaan saya Tuan?" Jawab Lily polos. Karena dia tidak tahu pertanyaan jebakan dari Edward.
Edward tambah tertawa ngakak, dia tidak bisa menahan tawanya lagi. Edward berhasil mengerjai Lily, dengan jawaban-jawaban polos yang keluar dari mulut Lily
"Kenapa Tuan malah Tertawa. Memangnya ada yang lucu? saya kan cuma bertanya Tuan" Lily mengeryitkan dahinya.
"Sudah, kita makan saja. Kamu harus banyak makan" Edward meletakkan Grießbrei dan Full English Breakfast diatas meja.
"Hem ... kelihatannya enak sekali. Saya tidak tahu kalau tuan bisa masak, makanan enak ini" puji Lily.
"Saya hanya akan masak hari ini, untuk seterusnya kamu yang akan memasak. Makanya kamu harus makan yang banyak biar cepat sembuh" Edward mengambil Grießbrei yang ada di depannya.
"Siap Tuan Edward" Lily mengangkat tangannya, seperti prajurit perang memberi hormat kepada sang komandan.
"Ini enak sekali Tuan, boleh saya habiskan semua? biar saya cepat sembuh dan bisa bekerja lagi untuk Tuan Edward" ucap Lily.
"Ini semua memang harus kamu habiskan, saya capek-capek membuat ini untuk sarapan kita" Jawab Edward bercanda.
"Apa panasmu sudah turun? Edward menempelkan punggung tangannya ke dahi Lily.
"Saya sudah sehat Tuan" Lily memperlihatkan deretan giginya yang putih.
"Sepertinya begitu. Habiskan semua makanmu, terus kamu ceritakan kepada saya kenapa kamu bisa hujan-hujanan diluar" Edward pergi dari ruang makan menuju ruang santai.
Hari ini adalah akhir pekan. Jadi Edward bisa santai dirumah, kecuali Grabriel menyuruh Edward datang ke rumah utama.
Edward menghidupkan TV layar yang ada di ruang santai. Kali ini dia ingin menonton Film. Edward mencari genre film romantis.
"Tuan" ucap Lily.
"Kamu sudah selesai makan Lily. Kamu sudah minum obat?" Tanya Edward. Edward lalu menyuruh Lily duduk disebelahnya.
Lily lalu duduk di sebelah Edward. Sekarang Lily menjadi anak manis, yang menurut kepada Tuannya.
__ADS_1
"Ceritakan kepada saya kenapa baju kamu bisa basah semua dan kamu tidak mengganti pakaian yang kamu pakai?" Edward membenarkan posisi duduknya agar bisa melihat Lily dengan jelas.
"Sa-saya kemarin menunggu Tuan Edward di kantor, tapi sepertinya Tuan Edward tidak kembali kekantor. Saat saya bangun, ternyata kantor sudah sepi. Terus saya putuskan untuk pulang. Tapi sampai malam, Tuan belum pulang di tambah hujan lebat, jadi saya putuskan menunggu tuan dibawah. Saat saya menunggu tuan dibawah saya melihat anak kecil menanggis hujan-hujanan, terus saya dekati anak itu. Saya mengajak anak itu untuk masuk, tapi anak itu tidak mau. Sampai akhirnya, mamanya menemukan anak itu dan membawanya pulang. Setelah itu saya kembali duduk di bangku taman dengan baju basah kuyup. Karena saya mengantuk dan Tuan tidak kunjung pulang akhirnya saya tiduran di bangku taman, supaya saya melihat Tuan pulang" Lily menceritakan kejadian yang dialami kemarin.
"Kenapa kamu menunggu saya? Kalau saya tidak pulang bagaimana? Apa kamu mau sampai pagi diluar sana dalam keadaan tidak bernyawa, haaahhh" Edward marah karena sikap Lily yang bisa membahayakan dirinya sendiri. Bahkan Lily bisa mati karena kedinginan.
"Ma-af kan sa-saya Tuan, saya ha-nya mau minta ma-maaf sama Tuan Edward" ucap Lily dengan terbata-bata karena takut akan amarah Edward.
Huuuuufffff ... Edward menghela Nafas berat. Dia tidak menyangka kalau sikapnya terhadap Lily, membuat Lily mengambil tindakan yang bisa mengancap nyawa Lili karena terkena Hipotermia.
"Dengarkan saya Lily. Kamu tidak perlu menunggu saya sampai mengorbankan dirimu seperti ini" Edward memegang dagu Lily agar tidak menunduk.
Edward dan Lily saling berhadapan. Entah sejak kapan Lily merasa jantungnya selalu berdetak lebih cepat saat berhadapan dengan Edward. Sedangkan Edward selalu tidak tahan dengan bibir merah Lily.
Lily meremas ujung kemeja yang dia pakai. Lily sangat gugup, ditatap Edward seperti itu. Lily memejamkan matanya saat Edward semakin dekat dengan bibirnya.
Duueeerrr
Petir yang sangat kencang mengagetkan Lily dan Edward. Lily secara spontan memeluk pinggang Edward. dia menelusup ke dalam dada Edward.
Edward lalu menepuk-nepuk punggung Lily. Gerimis memang mengguyur Hamburg sejak subuh tadi. dan sekarang menjadi hujan deras di sertai petir dan gluduk.
Tidak tahu sejak kapan Lily menjadi manja kepada Edward. Padahal kemarin malam, dia tidak takut mendengar petir.
Edwardpun memeluk Lily lebih erat dan menyelimuti tubuh Lily dengan selimut tipis yang ada di sofa.
Percayalah saat Tuhan sudah melepaskan malaikat cupid kepada 2 insan yang DIA kehendaki, cinta akan menemukan jalannya sendiri untuk mempersatukan mereka.
To be continue ....
Selamat Siang semua. Terima kasih sudah mampir di novel baruku.
Novel ini aku ikutkan lomba ' You Are A Writer season 8 ' jadi kalian pasti sudah bisa membayangkan bagaimana alurnya.
Jangan lupa berikan apresiasi pada author yah agar selalu semangat update novel ini. Jangan lupa like, komen, vote poin, koin dan vocher agar author terus update. Terima kasih.
Salam sayang, Deluna.
...----------------...
__ADS_1