
Setelah Leon dan Bibi Ema pulang. Edward masuk ke dalam kamar Lily. Lily rebahan di atas ranjang sambil membalas pesan dari teman-temannya.
Edward mengambil ponsel dari tangan Lily. Edward meletakkan di atas meja samping ranjang.
"Waktunya Istirahat sayang" Edward memeluk Lily dengan Erat.
"Aku mau balas pesan dulu Tuan. Itu penting, aku harus tahu tugas-tugas yang dikasih dosen untuk di kumpulkan minggu depan" ucap Lily.
"Besok saja. Sekarang waktunya tidur Lily" Edward mencium pucuk kepala Lily.
"Kalau aku terlambat mengumpulkan tugas bagaimana?" tanya Lily.
"Nanti aku bantu mengerjakan tugas kuliahmu. Sekarang tidur saja" Edward mengelus perut Lily dari luar.
Lily menegang. Dia mengigit bibir bawahnya, tanganya memegang tangan Edward. Lily menahan hasratnya supaya tidak mendesah.
Tangan Edward semakin naik keatas. Dia menemukan Squishy kenyal kesukaanya. Ujung Squishy dia elus dengan lembut.
Eeeeemmm Lily bergerak-gerak. Tangannya semakin erat memegang tangan Edward. Edward senang mendapat respon dari tubuh Lily.
"Ayo kita tidur. Kamu masih harus banyak istirahat" ucap Edward.
"Menyebalkan sekali. Tanggung Tuan" balas Lily.
"Tidak boleh Lily. Author sudah beberapa kali di tolak naskahnya di bab ini. Jadilah gadis manis oke" ucap Edward
__ADS_1
"Kasihan Author. Padahal di banyak yang lebih vulgar di platform ini. Tapi kenapa mereka bisa lolos ya Tuan?" tanya Lily
"Aku juga tidak tahu. Sudahlah kita jadi pasangan yang manis saja. Kasihan Author kehabisan ide, di suruh revisi terus" jawab Edward.
"Baiklah kalau begitu. Mungkin penulis baru makannya tidak boleh menulis yang aneh-aneh" ucap Lily.
"Sssstttt sudah Lily tidak perlu di bahas. Biarkan saja. Biarkan Author pusing memikirkan ide cerita selanjutnya. Kita bobo cantik saja" Edward memeluk Lily.
"Tuan apa kita boleh pelukan?" tanya Lily.
"Memang kenapa Lily?" tanya Lily.
"Termasuk pornografi itu Tuan" jawab Lily.
"Ya sudah kalau begitu kita tidur sendiri-sendiri saja Lily biar aman" jawab Edward.
Edward keluar kamar Lily. Dia akan tidur di kamarnya sendiri. Padahal Edward ingin sekali tidur bersama Lily.
Apa boleh buat Author harus memisahkan kalian. Demi Bab ini terbit. Maafkan Author Lily dan Edward, Harus berpisah.
"Padahal aku ingin sekali tidur bersama Tuan" Gumam Lily.
"Apa cinta harus seberat ini. Ingin tidur saja tidak boleh bareng, tidak boleh pelukan dan ciuman. Apa hidup ini di jaman purba. Apa-apa serba tidak boleh.
"Lily aku ingin sekali memelukmu tapi apalah dayaku. Aku tidak bisa, biarkanlah kita seperti ini. Tetap mencintai dalam diam dan tanpa menyentuh sampai mati.
__ADS_1
"Aku ingin sekali menikahimu Lily. Tapi aku takut kecewa. Aku belum tahu kamu mencintaimu atau tidak. Walaupun selama ini kamu tidak pernah menolak apapun yang aku lakukan kepadamu. Ketakutanku adalah karena apa yang selama ini kita lakukan hanyalah sebatas kamu tidak enak menolakku atau membuatku marah" gumam Edward masih rebahan di atas ranjang Lily.
"Tuan Edward. Sekarang aku tahu. Kamu adalah satu-satunya orang yang hanya aku inginkan untuk menyentuh tubuhku seumur hidupku. Aku ingin sekali memilikimu. Apakah aku egois? kalau aku menginginkan Tuan Edward hanya milikku sampai kapanpun. Aku mencintaimu Tuan Edward. Aku ingin selalu bersamamu dimanapun kamu berada" ucap Lily di depan cermin besar di hadapannya.
Kamu hadir memberi cinta, membawa bahagia, dan memberikan rasa rindu yang tak pernah ada habisnya.
Dalam diam, aku memperjuangkan cintamu dalam doaku.
Semoga kelak selimutku adalah kamu yang senantiasa menghangatkanku di kala dingin menyerang tubuh dan jiwaku.
To be continue ....
*Saya minta maaf kalau di bab ini ceritanya tidak nyambung. Karena saya kehabisan ide cerita. Naskah saya beberapa kali di tolak karena ada unsur pornografi. Padahal saya membuatnya sehalus mungkin. tapi masih tetap saja di tolak.
Padahal di novel yang lain ada yang lebih vulgar dan terlalu blak-blakan adegan ranjangnya tapi masih bisa tayang.
Sedangkan di bab ini saya cuma menulis ciuman panas antara Lily dan Edward tapi masih ditolak.
Maafkan saya, pembaca yang masih setia membaca CINTA UNTUK LILY saya akan berusaha menulis sebaik mungkin.
Saya harus memutar otak untuk membuat cerita ini bisa terbit. Tapi ternyata setelah saya tulis, terpaksa saya harus merubah ide cerita selanjutnya.
Maaf kalau setelah bab ini lama updatenya karena saya mengalami Block writer. Ide saya mandek karena sudah berkali-kali direvisi masih di tolak.
Sekali lagi saya minta maaf kalau cerita di bab ini tidak nyambung dan terkesan memaksa. Karena saya kehabisan ide cerita.
__ADS_1
Saya bingung harus menulis seperti apa. Karena memang kerangka di bab 66 yang asli sudah ditolak. Jadi saya harus membuat baru. dan otomatis akan merubah kerangka ide cerita ke bab-bab selanjutnya juga.
Terima masih setia membaca CINTA UNTUK LILY. Semoga saya segera mendapat ide cerita yang baru dan segera update bab selanjutnya🙏