
"Apa tujuan kalian sebenarnya datang ke rumah sayaTuan dan Nyonya Peter?" Edward menatap tajam kepada Christy dan Peter.
"Bukankah Tuan ingin tahu semua tentang Lily. Kami tahu kelicikan gadis kecil itu Tuan" Ucap Christy menyakinkan Edward.
"KATAKAN APA MAU KALIAN?" Edward mengebrak meja di depannya.
Christy dan Peter serta Leon Kaget. Saat Edward meninggikan suaranya. Baru Kali ini Leon melihat bosnya ingin sekali memakan orang.
"Tenang Tuan Edward. Kami kesini ingin bertemu dengan keponakan kami, Lily. Sudah lama kami tidak bertemu" ucap Christy.
"Untuk apa? Kalian mau meminta uang kepada Lily karena Lily menikah dengan orang kaya dan sekarang kalian jatuh miskin karena perusahaan Anda bangkrut? apa begitu Nyonya Christy?" Edward mengintimidasi.
Christy tidak tahu kalau Edward memiliki sikap kejam kepada orang yang serakah. Dia tidak suka kalau ada orang yang memanfaatkan orang lain demi kepentingan dirinya sendiri.
"Sebenarnya kami ingin menemui Lily. Kami ingin meminta uang ganti rugi selama kami merawat dia 13tahun Tuan. Sekarang Lily hidupnya enak sedangkan kita tidak punya apa-apa sekarang" ucap Christy tidak tahu malu.
"Berapa yang kalian minta?" Tanya Edward.
"13.000.0000 EURO saja. Itu tidak banyak Tuan Edward. Kekayaan Tuan tidak akan habis kalau cuma memberi kita uang segitu" Ucap Christy.
"Jangan lancang Nyonya Peter. Anda pikir bos saya mesin ATM anda" Ucap Leon.
"Dasar manusia tidak punya malu. Sudah miskin masih saja serakah" ucap Edward sinis.
Christy dan Peter menunduk. Dia tidak berani menatap Edward seperti sebelumnya.
"Uang hidup Lily saja tidak sampai 300.000 EURO selama hidup besama kalian" Ucap Edward.
__ADS_1
"Kami merawat Lily dari usia 5 tahun sampai 18 tahun Tuan. Itu membutuhkan biaya yang sangat mahal. Sekolah, makan, baju dll" ucap Christy.
"SUDAH BERAPA BANYAK UANG LILY YANG KALIAN HABISKAN SELAMA 13 TAHUN? KALIAN MERAMPAS HAK LILY YANG SEHARUSNYA DI NIKMATI. TAPI KALIAN JUSTRU MEMANFAATKAN ITU UNTUK MEMUASKAN KESERAKAHAN KALIAN. MASIH BILANG MAU GANTI RUGI. APA KALIAN TIDAK PUNYA MALU LAGI HAAAHHHHH" Edward meradang.
Christy dan Peter shock dengan ucapan Edward. Mereka bertanya-tanya darimana Edward bisa tahu warisan Lily.
"Kenapa diam? Kalian pasti sedang bingung kenapa saya bisa tahu semuanya bukan? Itu sangat mudah bagiku untuk mencari informasi yang saya inginkan" ucap Edward.
"Tapi kami Bibi dan Pamannya Tuan. Jadi kami berhak juga menikmati uang warisan itu. Kami di tunjuk menjadi wali sah Lily sampai 20 tahun" ucap Peter.
"Tapi kalian lupa. Selama 20 tahun kalian memang akan menjadi wali Lily kalau Lily belum menikah. Tapi sekarang Lily sudah menikah dan kalian bukan lagi wali dari Lily dan Anda Tuan Peter. Anda bukan Paman Kandung dari Lily. Jadi Anda tidak berhak mendapat apapun dari warisan Lily. Nikmati saja kemiskinan kalian sampai mati. Saya maupun Lily tidak akan pernah mengeluarkan uang sepeserpun untuk kalian" ucap Edward dengan tajam.
"Saya ini Pamannya Lily Tuan Edward. Saya Kakak dari Papanya Lily" ucap Peter.
Pintu terbuka Edgar berjalan dengan tegap dan gagah menghadapi Peter yang sudah menukar identitas dirinya.
"PEMBOHONG" ucap Edgar.
"Edgar White Kakak dari Steven White" ucap Edgar dengan dingin.
"Edgar? Bukankah kamu sudah mati" ucap Peter gemetar.
"Kenapa? Kamu berharap aku mati dan kamu bisa menguasai harta keluargaku dan adikku? Jangan pernah bermimpi Peter. Orang miskin sepertimu akan tetap menjadi miskin sampai mati" ucap Edgar dengan ucapan yang menusuk hati Peter.
Christy dan Peter bagai di sambar petir di siang bolong. Peter tidak menyangka kalau Edgar masih hidup dan sekarang ada di hadapannya.
"Lebih baik sekarang kalian pergi dari sini. Sebelum aku laporkan kalian kepada polisi atas Pembunuhan berencana atas meninggalnya Steven dan Anastasya" ucap Edgar.
__ADS_1
JEDUAAAARRRRR
Peter terkejut saat Edgar menggetahui rencana pembunuhannya terhadap orang tua Lily. Peter tidak bisa bicara. Tenggorokannya tercekat. Dia takut kalau Peter masuk penjara seperti anaknya.
"Kita masukkan saja mereka berdua ke penjara Paman. Biar satu keluarga sama-sama di penjara. Anak dan orang tua sama saja. Sama-sama busuk" ucap Edward.
"Tidak. Kami tidak akan pergi dari sini sebelum Lily memberi kami uang ganti rugi kepada kami" ucap Christy.
"KALIAN MEMANG ORANG-ORANG TIDAK TAHU MALU. BERANINYA KALIAN MEMINTA UANG UNTUK GANTI RUGI. KALIAN SUDAH MEMBUAT PERUSAHAAN ADIKKU BANGKRUT. KALIAN SUDAH MENGAMBIL UANG WARISAN LILY DAN KALIAN TIDAK MEMPERLAKUKAN LILY DENGAM BAIK. MASIH BISA KAMU BILANG MAU MINTA GANTI RUGI. OTAK KALIAN DIMANA HAAHHH" Edgar emosi.
"PERGI KALIAN DARI SINI! SEBELUM KESABARAN KAMI HABIS. KALIAN HANYA BENALU DAN ORANG-ORANG SAMPAH TIDAK BERGUNA. JANGAN PERNAH BERMIMPI KALIAN AKAN MENDAPAT UANG DARI KAMI. LEON, PANGGIL SATPAM UNTUK MENGGUSIR MEREKA!" Perintah Edward.
"Tidak. Tidak Tuan jangan usir kami. Maafkan kami Tuan, kami salah. Kami sudah tidak punya uang lagi Tuan. Mohon kasihani kami Tuan" Christy memohon.
"Waktu kalian sudah habis. Kami tidak peduli dengan kalian. Seperti kalian yang tidak peduli dengan kehidupan Lily. Kalian bahkan tidak mencari dan khawatir kepada Lily saat dia pergi dari rumah. Semua ini adalah balasan untuk kalian, jangan pernah berharap belas kasihan kami. Kami tidak peduli kepada keluarga kalian Tuan dan Nyonya Peter. Silahkan pergi dari sini sebelum kalian di seret satpam" ucap Edward tanpa belas kasihan.
Dia tidak bisa membayangkan Lily diperlakukan semena-mena oleh mereka. Mereka makan enak, membeli barang mewah dengan uang yang harusnya di nikmati Lily dari warisan kedua orang tuanya.
"Tuan jangan sekejam itu kepada kami. Kami mohon maafkan kami Tuan" Christy memohon-mohon kepada Edward.
"Untuk apa kami berbelas kasihan kepada kalian. Kalian berdua bukan keluarga kami. Selama 13 tahun, uang yang kalian gunakan melebihi jumlah yang kalian minta sekarang. Jadi sekarang pergi kalian dari sini, kalian terlalu kotor berada di kantor saya" ucap Edward tegas.
"Peter jangan kamu menggunakan nama White lagi di belakang namamu. Pakai nama Perez itu lebih cocok untuk nama belakangmu. Kamu harus sadar darimana kamu berasal dan jangan pernah mimpi ketinggian kalau jatuh sakitnya parah Peter" Ucap Edgar.
Peter benar-benar di kuliti di kantor Edward. Dia bahkan tidak pernah membayangkan kalau Edgar bocah 7 tahun dulu yang pernah dia dorong ke sungai masih hidup.
Sekarang hidupnya benar-benar hancur. Mimpi yang dari dulu dia bangun untuk menjadi orang kaya dan banyak duit. Sekarang sudah hancur, sekarang dia bukan siapa-siapa dari keluarga White. Peter hanya orang asing yang di adopsi keluarga White karena kasihan. Kini dia kembali menjadi orang asing.
__ADS_1
kejahatan tidak akan pernah menang melawan kebaikan. Karena kejahatan hanya sementara sedangkan kebaikan akan abadi selamanya.
To be continue ....