
[Selamat pagi Pak Leon. Maaf menganggu]
[Iya. Ada apa Jason?]
[Ini ada rapat penting dari Mr. Smith tapi saya tidak bisa menghubungi Tuan Edward]
[Tuan Edward kemana Jacob? Semua baik-baik saja kan?]
[Saya Tidak Tahu Pak Leon. Tuan Edward sudah tidak masuk selama 1 minggu. Tuan Edward juga menulis surat kuasa, kalau jabatan CEO akan di isi oleh Pak Leon]
[Apa yang kamu katakan Jason? Itu tidak mungkin]
[Saya juga tidak tahu Pak Leon. Memabg seperti itu. Hari itu Tuan Edward memberi saya surat kuasa yang di tanda tangani langsung oleh Tuan Edward. Katanya Tuan Edward, Kalau ada sesuatu yang penting, saya di suruh Tuan Edward menghubungi Pak Leon]
[Undur meetingnya 30 menit. Saya akan segera ke sana]
[Baik Pak Leon] Jason menutup telponnya.
Setelah pertengkaran dengan Gabriel dan Leon. Edward memutuskan pergi menenangkan diri. Sekaligus merayakan ulang tahun Lily.
Leon juga sudah tidak pergi ke kantor maupun bertemu dengan Kimmy lagi.
Edward menulis surat kuasa kepada kuasa hukum kalau jabatan CEO yang dia pegang akan di berikan kepada Leon.
Selain itu saham 60% yang dia miliki atas namanya dan kedua orang tuanya juga sudah di lepas dan dibalik nama atas nama Gabriel.
Gabriel belum mengetahui itu semua, karena Edward menyuruh kuasa hukum keluarga Eugenio memberikan kepada Gabriel 1 minggu setelah dia pergi dari Humburg.
"Ada apa Leon. Kenapa kamu panik seperti itu?" tanya Gabriel.
"Maafkan saya Tuan Besar. Saya harus ke kantor. Ada rapat penting dengan Mr. Smith" ucap Leon.
"Edward bisa mengatasi itu semua Leon. Kenapa kamu panik seperti itu?" tanya Gabriel.
Leon menelan salivanya, dia takut kalau salah bicara. Apalagi soal surat kuasa Edward. Gabriel pasti sedih dengan apa yang di lakukan Edward.
"Itu tu-an ..." Leon tiba-tiba gagap.
"Kenapa Leon. Kalau bicara yang benar" ucap Gabriel.
"Tuan muda tidak berangkat ke kantor selama 1 minggu ini Tuan Besar" ucap Leon.
"APA YANG KAMU KATAKAN LEON" Gabriel memegangi dadanya.
__ADS_1
"Tuan besar" Leon menopang tubuh Gabriel.
"Ferdinand, Bibi Ema. Tolong cepat ke sini" Leon berteriak.
Beberapa pelayan dan Ferdinand serta Bibi Ema berlari menghampiri Leon dan Gabriel.
"Bibi Ema tolong telpon dokter Luis" Perintah Leon.
Bibi Ema langsung pergi menelpon dokter Luis. Leon, Ferdinand dan pelayan yang lain, menggotong Gabriel ke dalam kamar.
"Apa yang sebenarnya terjadi Leon?" tanya Ferdinand setelah menidurkan Gabriel di atas tempat tidur.
"Aku memberi tahu Tuan besar kalau Tuan muda tidak berangkat ke kantor 1 minggu ini" jawab Leon.
"Apa yang kamu katakan Leon" Ferdinand mengoyang-goyangkan pundak Leon.
"Aku juga tidak tahu. Makanya aku akan berangkat ke kantor sekarang juga, karena ada rapat penting. Tapi melihat Tuan besar seperti ini, aku jadi tidak tega meninggalkan Tuan besar" Ucap Leon.
"Kamu pergilah ke kantor Leon. Biar Tuan besar aku dan Bibi Ema yang mengurusnya. Kantor juga penting saat Tuan muda tidak ada" ucap Ferdinand.
"Tuan besar aku pergi kekantor dulu. Aku akan menghandle kantor selama Tuan Muda tidak ada" ucap Leon.
Gabriel hanya mangguk-mangguk. Dia merasakan nyeri di dalam dadanya. Sakit karena penyakit jantung dan sakit karena cucunya telah pergi dari kehidupannya.
Leon lalu bergegas berganti pakaian dan berangkat ke kantor. Dia masih tidak percaya, Tuan mudanya bisa nekad melakukan hal yang ke kanak-kanakan.
Leon ngebut. Dia sudah tidak peduli lagi dengan kecepatan minimum yang di terapkan dalam kota. Leon menggunakan kecepatan penuh supaya bisa sampai di kantor dengan cepat.
Sesampainya di kantor. Jason langsung menemui Leon di ruangannya. Jason memberikan surat kuasa dan berkas meeting dengan Mr. Smith.
"Kapan Tuan muda memberikan ini ke padamu Jason?" tanya Leon.
"Sehari sebelum Tuan tidak masuk sampai hari ini" jawab Jason.
"Kita akan bahas ini nanti. Kita harus meeting dulu dengan Mr. Smith" Leon berjalan keluar ruangan.
Jason mengikuti Leon di belakangnya. Sambil membawa berkas untuk meeting.
"Jangan bilang Tuan Edward tidak masuk kantor. Bilang saja Tuan Edward sedang ada kerjaan di luar negeri" ucap Leon.
"Siap Pak Leon" Jason menjawab dengan sigap.
Leon membuka pintu ruang meeting. Mr. Smith dan asistennya sedang menunggu di ruang meeting.
__ADS_1
"Selamat pagi Mr. Smith. Maaf saya terlambat" Leon menjabat tangan Mr. Smith dan asistennya.
"Dimana Tuan Edward. Kenapa dia tidak hadir" Tanya Mr. Smith.
"Maafkan Tuan Edward, Mr. Smith. Tuan Edward sedang ada urusan di luar negeri. Dia meminta maaf karena tidak bisa menemui Mr. Smith" Leon mencari alasan.
"Kalau begitu meetingnya kita undur saja, sampai Tuan Edward di sini. Saya ingin bicara secara langsung dengan Tuan Edward. Kapan Tuan Edward kembali dari luar negeri?" tanya Mr. Smith.
"Saya kurang tahu Mr. Smith. Mungkin 2 minggub lagi Tuan Edward akan kembali ke Humburg" jawab Leon.
"Baik kalau begitu kita akan meeting 2 minggu lagi. Tuan Leon, tolong kabari asisten saya kalau Tuan Edward sudah kembali. Anda tahu kalau kerjasama ini karena Tuan Edward. Kalau tidak ada Tuan Edward, kerjasama kita batal" ucap Mr. Smith.
"Baik Mr. Smith. Saya akan langsung menghubungi asisten Anda kalau Tuan Edward sudah kembali" jawab Leon.
"Terima kasih Tuan Leon. Kalau begitu saya permisi" ucap Mr. Smith.
Mr. Smith keluar dari ruang meeting. Dan Leon mengantarnya sampai tempat parkir. Setelah Mr. Smith pergi, Leon kembali naik ke atas.
Leon kembali duduk di ruanganya. Dia bertanya kepada Jason. Apa saja yang di amanatkan Tuan Muda kepadanya.
"Selain surat kuasa ini apa lagi yang di tinggalkan Jason?" tanya Leon.
"Saya tidak tahu Pak Leon. Tuan Edward hanya bilang dia tidak akan kembali lagi ke perusahaan. Kalau ada hal penting bisa menghubungi Pak Leon/ Tuan Gabriel. Setelah itu Tuan Edward pergi" Ucap Jason.
"Tuan apa yang kamu lakukan. Kamu dimana? Sekarang Tuan besar membutuhkanmu" gumam Leon.
"Baiklah Jason. Kamu boleh pergi. Aku akan keluar sebentar. Apa ada meeting lagi?" tanya Leon.
"Tidak Pak Leon" jawab Jason.
"Tolong bantu saya mengerjakan tugas kantor. Selama Tuan Edward pergi. Aku membutuhkan bantuanmu Jason" ucap Leon.
"Iya Pak. Saya akan membantu Pak Leon semampu saya. Saya yakin Tuan Edward akan kembali" ucap Jason.
"Pasti Jason. Doakan Tuan muda cepat kembali" Ucap Leon.
Leon meninggalkan kantor dan Jason kembali ke ruangannya. Leon menuju apartemen Edward. Dia harus bicara dengan Edward. Kalau harus di pukul sampai pingsan juga tidak apa-apa, yang penting Leon bisa bicara dengan Edward.
Ting tong ting tong
Seorang perempuan paruh baya membuka pintu apartemen yang di kunjungi Leon.
To be continue ...
__ADS_1