Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 93. Terlambat Bangun


__ADS_3

Setelah melakukan permainan panas dan beberapa mendapat pelepasan. Lily dan Edward tertidur, bahkan piton masih ada di dalam inti Rania.


Karena terlalu capek Edward membiarkan begitu saja menempel di dalam. Lily pun sudah tidak peduli karena dia sangat mengantuk.


Posisi tidur mereka berdua juga tidal beraturan. Paling penting buat mereka sekarang adalah tidur. Karena besok mereka harus di sibukkan dengan urusan persiapan pernikahan.


Lily bangun merasa ada yang menganjal di bawah sana. Lily menghela nafas.


"Kebiasaan, selalu tidak pernah di lepas" ucap Lily.


Lily mencoba melepas dengan tanganya. Tapi dia tidak bisa bergerak bebas karena tangan Edward memeluk tubuhnya.


"Sayang bangun. Aku kebelet pipis" ucap Lily.


Edward tidak bergeming. Terpaksa Lily melepas tangan Edward dari tubuhnya dan melepas pusaka Edward.


Edward mengeliat, Lily berlari ke dalam kamar mandi. Sekalian mandi kerena Lily masih harus kuliah pagi.


Edward membuka mata dengan terpaksa. Edward tidak melihat Lily disampingnya. Edward menarik selimut sampai batas dada.


Edward masih sangat mengantuk. Melihat calon suaminya hanya malas-malasan di atas tempat tidur. Lily lalu menarik selimut yang menutupi tubuh Edward.


"Sayang. Aku masih mengantuk" Edward kembali menarik selimut.


"Bangun sekarang sayang. Nanti aku telambat kuliah" ucap Lily.


"Kamu pergi sama Leon saja sayang. Nanti aku mau sedikit terlambat ke kantor" ucap Edward.


"Tidak sekarang bangun. Atau aku akan guyur kamu pakai air biar kamu bangun"ancam Lily.


"Sejak kapan kamu jadi galak begitu sayang" ucap Edward dengan mata mengantuk.


"Ayo bangun. Kamu harus mengurus pernikahan kita sayang" ucap Lily.


Lily menarik tangan Edward supaya bangun dari tempat tidur. Edward ogah-ogahan bangun karena matanya masih mengantuk.


Lily menarik Edward sampai kamar mandi dan menguyurnya di bawah kucuran Shower. Edward menarik tangan Lily saat akan keluar dari tempat berdinding kaca tersebut.


"Sayang. Aku sudah mandi. Basah lagi kan hadinya" Lily mencebik.


Edward tersenyum, lalu membuka bathrobe yang di pakai Lily dan membuangnya ke lantai.


"Temani aku mandi sayang" Edward meremas pantat Lily yang kenyal seperti pantat bayi.

__ADS_1


"Aku sudah mandi sayang, apa aku harus mandi 2 kali" Lily mengalungkan tangannya ke leher Edward.


"Kamu harus bertanggung jawab sayang. Kamu sudah membawaku ke sini. Kita harus mandi bersama" Edward membalikkan badan Lily.


"Tidak sayang. Kita tidak akan melakukannya di sini. Aku kuliah pagi sayang, nanti aku terlambat" ucap Lily.


Terlambat pusaka Edward sudah masuk ke dalam inti Lily. Eeemmmm. Lily berpegang pada kran shower.


Ahh aahh aahhhh


"Lebih cepat sayang. Aku nanti terlambat kuliah" rancau Lily.


Eemmm aaahhhh aahhh. "Aku akan main cepat sayang" jawab Edward.


Aahh aahhh aahh lebih dalam sayaaaangg aaahh aahhh.


Lily aaah aaaaaaaahhhhhhh. Sayaaaanggg aaaahhhhhhh aaahh aahh.


Nafas mereka tidak beraturan. Permainan cantik Edward di pagi hari membuat dia tidak jadi menggantuk.


Setelah selesai mandi. Mereka berdua siap-siap untuk pergi kuliah dan ke kantor. Di meja makan Leon dan Gabriel sudah menunggu Edward dan Lily untuk sarapan.


"Kenapa Kalian terlambat?" tanya Gabriel.


"Edward dan Lily kesiangan bangunnya Grandpa" jawab Edward.


"Ya sudah. Ayo makan sekarang. Nanti kalian terlambat" ucap Gabriel.


Setelah sarapan Edward, Lily dan Leon pergi ke kantor. Sebelum ke kantor, Leon mengatar Lily ke kampus.


"Sayang nanti kalau kamu sudah selesai kuliah, telpon aku. Nanti kita makan siang bareng. Sekalian melihat tempat pernikahan kita" ucap Edward.


"Iya sayang" ucap Lily.


Edward mencium bibir Lily lalu memeluknya. Setelah itu Lily keluar mobil. Leon meninggalkan kampus Lily, langsung menuju kantor.


"Kamu sudah memberi tahu Kimmy soal tempat pernikahan yang aku inginkan Leon?" tanya Edward.


"Sudah Tuan. Nanti siang dia akan membawa gambar tempat yang Tuan inginkan" ucap Leon.


"Bagus" ucap Edward.


"Ashley. Tidak di kasih tahu Tuan?" tanya Leon.

__ADS_1


"Aku akan menggundangnya. Setelah kartu undangan pernikahan sudah jadi. Kamu yang akan memberikannya Leon. Pastikan dia tidak membuat ulah" pesan Edward.


"Iya Tuan. Tapi apa Tuan yakin, Ashley tidak akan melakukan sesuatu. Dia sangat menyukai Tuan" Ucap Leon.


"Selama dia tidak menyakiti Lily. Aku akan biarkan dia sesuka hatinya" ucap Edward.


"Aku ingin pernikahanku sangat mewah Leon. Semua orang di Humburg dan Jerman harus tahu siapa istriku. Semua rekan kerja kamu harus mengundangnya Leon" perintah Edward.


"Iya Tuan. Nanti aku akan membuat daftarnya. Kira-kira berapa orang yang hadir Tuan?" Tanya Leon.


"1.000 tamu undangan. Lily tidak punya saudara dan teman. Dia hanya punya teman kuliah saja. Itu cuma 7 atau 8 orang saja" jawab Edward.


"Bagaimana dengan keluarga Peter, Tuan?" tanya Leon.


"Mereka tidak akan aku undang. Biarkan mereka melihat dari TV. Kalau Lily adalah istri dari keluarga Eugenio" ucap Edward.


"Kalau Peter kahu perusahaan Global jatuh kepada Lily. Apa dia akan mengambilnya lagi Tuan?" tanya Leon.


"Perusahaan itu sudah atas Lily Leon. Dia tidak bisa mengambilnya kembali" jawab Edward.


"Tapi dia wali sah di wasiat papanya Lily Tuan. Lily baru bisa memiliki perusahaan itu kalau usianya sudah 20 tahun. Sedangkan sekarang Lily masih 19 tahun" tutur Leon.


"Arthur yang membeli perusahaan itu. Arthur juga yang menjalankan perusahaan itu Leon. Peter tidak akan pernah tahu kalau perusahaan itu sudah kembali kepada Lily" ucap Edward.


"Tuan benar. Semoga saja Peter tidak pernah tahu kalau perusahaan itu sudah menjadi milik Lily" ucap Leon.


"Aku tidak percaya kalau sebentar lagi aku akan menikah Leon. Aku pikir aku tidak akan pernah menikah" ucap Edward.


"Tuan terlalu pesimis. Semua orang pasti akan menikah pada waktunya Tuan. Bagaimana dengan Kylie Tuan? Aku takut dia akan menganggu pernikahan kalian" ucap Leon.


"Dia ada di Paris. Sepertinya dia akan kembali kepada mantan suaminya" ucap Edward.


"Tuan tahu dari mana?" tanya Leon.


"Waktu aku di Paris. Aku dan Lily bertemu dengan Kylie di restoran yang sama. Kylie bersama dengan laki-laki, sepertinya dia mantan suaminya. Aku tidak tahu wajah mantan suaminya seperti apa" cerita Edward.


"Tuan tidak pernah melihatnya? Mungkin pernah tapi aku lupa. Aku juga tidak mau tahu Leon. Biarkan dia hidup dengan hidupnya sendiri. Aku sudah menemukan kebahagiaanku sendiri" ucap Edward.


"Aku hanya khawatir perempuan-perempuan itu menganggu kehidupan Tuan dengan Lily" ucap Leon.


"Terima kasih sudah mengakhawatirkan aku Leon. Tapi kamu tidak perlu khawatir. Selama mereka tidak menganggu Lily. Aku tidak akan melakukan apapun kepada mereka"ucap Edward.


Edward dan Leon sudah sampai di kantor. Mereka berdua masuk kedalam kantor dan menuju ruang kerja masing-masing.

__ADS_1


To be continue ....


__ADS_2