Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 35. Menemukan Lily


__ADS_3

Edward dan Leon menunggu di depan kampus Lily. Lebih tepatnya mereka menunggu Lily di depan tempat ujian Lily. Edward tidak sabar menunggu Lily keluar. Dia mondar-mandir diluar, sedangkan Leon duduk manis di dalam mobil, sambil memantau pekerjaan.


"Dasar orang bucin. Pusing aku lihat Tuan mondar-mandir seperti setrikaan" gumam Leon di dalam mobil.


"Lebih baik aku bekerja. Biarkan saja si bucin menunggu wanitanya" Leon kembali menatap tablet yang ada ditanganya.


Edward tidak mengalihkan pandangan dari pintu keluar tempat ujian. Dia tidak mau kecolongan lagi. Apalagi para mahasiswa disini lebih muda dan ganteng-ganteng. Sudah pasti mereka akan mendekati Lily, kalau tahu Lily masih single.


"Kenapa lama sekali mereka keluar. Berapa jam mereka ujian" Edward gusar. Dia selalu melihat jam yang melingkar ditangannya.


Setelah menunggu hampir 2 jam Edward. Memancarkan senyum sumringah. Calon mahasiswa sudah mulai keluar ruangan. Edward mencari Lily diantara ratusan calon mahasiswa baru.


Edward tersenyum saat melihat gadis berambut pirang, mata hijau memakai dress bunga-bunga selutut dan sepatu flat. Tidak lupa tas slempang andalan Lily juga menempel manis di pundak Lily.


"LIIILLYYYYYY" Edward berlari menghampiri Lily yang berjalan diantara ratusan mahasiswa ditaman kampus.


Suara Edward yang sangat kencang membuat hampir semua mahasiswa melihat ke arahnya. tak terkecuali Lily. Lily sangat mengenal suara orang yang memanggilnya, langsung menoleh kearah suara tersebut.


"Tuan Edward" Lily berhenti dan hanya mematung. Dia tidak menyangka kalau Edward akan menemuinya di kampus.


"Lily" Edward memeluk Lily. Dia tidak peduli ribuan pasang mata menatap kearah mereka. Sedangkan Lily masih shock, kalau sekarang Edward sedang ada dihadapanya dan memeluknya.


"Tuan. Tuan Edward kenapa di sini?" Lily membalas pelukan Edward.


"Lily kemana saja kamu. Aku mencarimu kemana-mana. Kenapa kamu semalam tidak pulang?" Edward menangkum wajah Lily.


"A ... eemmmm"


Edward mencium bibir Lily sebelum Lily menyelesaikan kalimatnya. Lily membolakan matanya serasa tidak percaya dengan apa yang dilakukan Edward kepada dirinya. Lily kaget dengan ciuman Edward yang tiba-tiba.


Lily membalas ciuman Edward walaupun masih kaku karena belum pernah beciuman kecuali ciuman bersama Edward waktu mabuk.

__ADS_1


Edward dan Lily melakukan ciuman di taman kampus. Semua mata tertuju pada dua sejoli yang saling cinta tapi tidak berani mengungkapkan cinta mereka.


Leon keluar dari mobil mencari Tuannya. Dia mendekati kerumunan mahasiswa baru. Dia ingin tahu ada apa disana. Leon terkejut saat melihat Tuan mudanya dan Lily menjadi tontonan gratis bagi para mahasiswa.


Mereka bahkan tidak peduli kalau sekarang ada ditempat umum dan banyak mata menyaksikan keromantisan mereka. Leon menepuk jidatnya.


"Apa segitu bucinnya Tuan muda sampai mereka berciuman tidak tahu tempat. Aku akan mengambil video mereka" Leon tertawa sambil merekam aksi Tuan mudanya itu.


"Tuan" Lily melepas ciumannya. Dia melihat sekitar sedang menatap mereka berdua.


"Tuan mereka melihat kearah kita. Aku malu Tuan" Lily menundukkan kepalanya di dada Edward.


Edward tidak kalah shock seperti Lily. Gara-gara kerinduannya terhadap Lily aksi ciuman mereka di tonton ratusan orang, bahkan Edward Melihat Leon diantara gerombolan orang yang sedang melihat hal romantis tersebut.


Leon memberi isyarat untuk masuk kedalam mobil. Edward lalu mengandeng tangan Lily menuju mobil.


Banyak yang iri dengan Edward dan Lily. Bagi mereka itu sangat romantis. Mereka seperti nonton adegan film romantis di film-film.


Mereka tidak sadar kalau ada sepasang mata perempuan sedang mengepalkan tangannya saat melihat Edward mencium Lily ditempat umum. Matanya dipenuhi dengan amarah dan kebencian terhadap Lily.


"Benar-benar bos tidak punya Akhlaq. Tuan benar-benar tidak berperasaan dan tidak punya hati" Leon mengerutu saat Tuan mudanya bermesraan dengan Lily di dalam mobil.


Untung saja mobil Edward ada pembatasnya jadi Leon tidak melihat aksi mereka. Leon pura-pura tidak tahu apa yang terjadi di kursi belakang.


Suara nyanyian merdu keluar dari bibir Lily. Mereka menikmati waktu kebersamaan di dalam mobil. Ini pertama kalinya Edward sadar dengan apa yang dilakukannya sekarang bersama Lily. Mereka saling mendamba dan menikmatinya.


Lily tidak menolak aksi yang dilakukan Edward kepadanya. Dia juga menginginkan hal yang sama. Saat tangan Edward berselancar. Tangan Lily mencegahnya. "Jangan Tuan" ucap Lily.


Mendengar ucapan Lily. Gairah Edward yang tadinya membuncah ingin segera tersalurkan langsung seketika sirna.


Edward merapikan baju Lily. Dada Lily penuh dengan tanda merah Edward. Edward menghentikan aksinya. Betapa polosnya gadis yang duduk dipangkuannya sekarang.

__ADS_1


"Lily. Katakan kepadaku kenapa kamu tidak pulang semalam"Edward menatap mata hijau Lily yang berada di pangkuannya.


Lily menunduk dan terdiam. Lily takut untuk mengatakan kalau di sakit hati melihat Edward dicium perempuan lain.


"Katakan Lily kenapa kamu diam? Aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu. Baiklah kalau kamu tidak mau cerita. Lain kali jangan lakukan lagi ya. Kalau kamu mau pergi kamu harus minta izin dulu padaku. Kamu paham Lily?" Edward menarik dagu Lily supaya menatapnya.


Lily mengangguk. Lily pindah dari pangkuan Edward ke samping Edward. Lily merapikan pakaiannya.


'Sial kenapa Tiger bangun. Aku harus bersolo lagi kali ini' batin Edward.


Lily merasa senang karena diperhatikan oleh Edward. Kali ini mereka melakukan ciuman dengan 100 persen sadar. Bahkan mereka tidak canggung saat melakukan ciuman. Seperti saling mendamba dan menginginkan satu sama lain.


Edward tidak pergi kekantor, dia dan Lily pulang ke Apartemen di antar Leon.


"Tuan aku langsung berangkat kekantor" ucap Leon saat turun membukakan pintu untuk Edward.


"Hu'um. Kalau ada yang penting kamu hubungi aku saja. Aku mau istirahat" ucap Edward.


"Iya Tuan. Lily jangan pergi lagi ya. Jangan bikin Tuan Edward seperti orang gila" Leon langsung masuk mobil. Dia tidak mau kena bogem mentah lagi.


Setelah Leon pergi. Edward dan Lily naik ke unit apartemen Edward. Edward mengenggam erat jemari Lily. Ada perasaan bahagia di hati Lily. Dia mau bertanya soal perempuan yang menciumnya tapi tidak jadi karena dia tidak mau merusak kebahagiaannya sekarang.


Saat mendengar suara pintu dibuka, Bibi Ema langsung berlari ke arah pintu.


"Lily" Bibi Ema langsung memeluk Lily. Lily membalas pelukan Bibi Ema.


"Kemana saja kamu Lily? kami semua mengkhawatirkanmu" tanya Bibi Ema.


"Yang penting sekarang aku sudah ada disini Bibi Ema. Aku lapar. Adakah makanan yang bisa Saya makan Bi? tanya Lily


"Ayo akan aku buatkan kamu makanan" jawab Bibi Ema.

__ADS_1


"Kalian ngobrol saja. Saya mau kekamar dulu" Edward berlari ke kamar. Edward sudah tidak tahan lagi. Ingin segera menyelesaikan urusan pribadinya.


To be continue ...


__ADS_2