Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 34. Menemukan Petunjuk


__ADS_3

Edward dan Leon menuju pemakaman Ohlsdorf Cemetery. Sampai di pemakaman, mereka tidak melihat siapapun. Waktu menunjukkan pukul 11 malam, gerbang pemakaman Ohlsdorf Cemetery sudah pasti ditutup. Karena hanya dibuka pagi sampai sore, kecuali ada hal-hal yang penting baru dibuka sampai malam.


Edward dan Leon mencari petugas jaga pemakaman. Akhirnya Edward menemukan petugas yang berjaga malam ini.


"Permisi. Selamat malam Pak" sapa Edward.


petugas yang berjaga sampai kaget. Karena Edward muncul secara tiba-tiba.


"Astaga. Selamat malam Tuan" ucap penjaga makam.


"Anda siapa dan perlu apa anda kesini Tuan?" tanya penjaga makam.


"Iya Pak. Ada yang mau saya tanyakan. Apa tadi siang ada gadis tingginya sekitar 168 cm, rambut pirang dan bermata hijau datang kesini?" tanya Edward.


"Sebentar saya ingat-ingat dulu Tuan. Tadi tidak begitu banyak yang datang ke makam jadi mungkin saya masih ingat" ucap penjaga makam.


Setelah beberpa menit berpikir. Dan Edward masih menunggu jawaban penjaga makam dengan perasaan cemas.Akhirnya penjaga itu teringat seorang gadis memakai celana jeans dan kaos berwarna putih dengan luaran memakai kardigan. Membawa tas slempang dan memakai flat shoes warna hitam dengan mata sembab dengan membawa bunga masuk kedalam makam.


Mendengar penuturan dari penjaga makam. Edward yakin kalau itu adalah Lily, gadis yang dicarinya sekarang. Apa yang diucapkan pak penjaga makam, persis yang dipakai Lily tadi siang.


"Apa gadis itu masih disini atau sudah pergi pak" Tanya Edward saking cemasnya, pertanyaan jadi tidak masuk akal. Sudah pasti Lily pergi dari makam, karena gerbang sudah ditutup.


"Sudah tidak ada lagi orang di sini Tuan. Jam berkunjung ke makam pagi sampai sore" jawab penjaga makam.


"Tuan tenanglah. Kita pasti menemukan Lily" Leon menenangkan Edward supaya lebih tenang.


Edward menyugar rambutnya. Dia sudah tidak tahu harus kemana mencari Lily. Sedangkan hari sudah larut malam.


"Aaaaaaaaaaarrgggghhhhhh" Edward berteriak melepaskan kebingungannya.


"Dimana kamu Lily? Kemana kamu pergi Lily? Ini sudah malam. Sebenarnya kamu ada masalah apa Lily. Liiilllllyyyyyyyyyyy" Edward berteriak memanggil nama Lily.


Leon yang melihat bosnya sedang kacau, langsung memapah Edward kedalam mobil.


"Terima kasih Pak" Leon berterima kasih kepada penjaga makam sambil jalan.


Penjaga makam melihat Edward sangat prihatin. Dia merasa kasihan kepada Edward. "Semoga kekasihmu cepat ditemukan Tuan" ucap penjaga makam.

__ADS_1


Edward menangis, dia merasa gagal menjaga Lily. Leon yang melihat Tuannya meneteskan air mata, merasa sangat sedih. Leon belum pernah melihat Tuannya sefrustasi ini.Terakhir dia melihat Edward sedih saat di tinggal Kylie tanpa penjelasan. Itupun tidak sampai menangis.


'Cintamu sungguh sangat besar untuk Lily Tuan. Tapi kenapa kamu tidak mau jujur kalau kamu sangat mencintai Lily' batin Leon.


Leon melajukan kendaraannya pulang ke apartemen. Leon tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Dulu sewaktu Edward terpuruk Gabriel yang menemani dia dan menasehati Edward, supaya tidak sedih.


Sekarang Gabriel sedang berada di Dubai sedang ada urusan, masih lama Gabriel pulang ke Humburg.


Setelah tiba di gedung apartemen. Leon memapah Edward yang sudah tidak bertenaga.


"Ayo Tuan. Besok kita cari lily lagi. Tuan harus beristirahat, biar besok Tuan punya tenaga untuk mencari Lily lagi" Leon menyandarkan satu tangan Edward di pundaknya.


"Tuan" Bibi Ema membantu Leon memapah Edward ke kamar. Setelah sampai kamar, Leon merebahkan tubuh Edward di atas ranjang, Bibi Ema menyelimuti tubuh Edward. Lalu Bibi Ema dan Leon keluar kamar.


"Apa kamu tidak menemukan Lily Leon?" tanya Bibi Ema. Leon menggeleng.


"Tadi aku dan Tuan Edward datang kemakam kedua orang tua Lily. Kata penjaga makam Lily tadi kesana. Tapi Lily sudah pergi tadi sore" Leon menceritakan, cerita penjaga makam kepada Bibi Ema.


"Kasihan sekali Lily. Dia tidak punya keluarga terus dia sekarang tidur dimana. Sebenarnya ada masalah apa sampai Lily tidak kembali ke apartemen? apa Lily melakukan kesalahan dikantor Leon?" tanya Bibi Ema.


"Saya juga tidak tahu Bibi Ema. Saya bertemu Lily. Lily sudah menangis, waktu saya tanya dia tidak menjawab malah tambah menangis. Saya mencoba menenangkan Lily. Lalu tiba-tiba Tuan marah dan mengusir Ashley. Lily pergi begitu saja. Lalu saya masuk keruangan kerja saya" Leon menceritakan kejadian tadi pagi di kantor.


"Benar Bibi Ema. Saat ditinggal Kylie, Tuan juga tidak sampai sesedih ini" Leon menambahi.


"Bibi tidur saja, biar saya yang menjaga Tuan Edward. Aku akan tidur di sofa ini bi" ucap Leon.


Leon merebahkan tubuhnya di sofa dan Bibi Ema tidur di kamar. Bibi Ema melihat kalender kecil yang ada di atas nakas.


Bibi Ema melihat tangal yang dilingkari dikalender tersebut. "TES TERAKHIR SELEKSI MASUK UNIVERSITAS HUMBURG" tertulis dikalender tersebut.


"Besok adalah tes seleksi terakhir Lily. Semoga saja Lily lolos. Besok aku akan kasih tahu Tuan, siapa tahu Tuan bisa menemukan Lily Disana" Bibi Ema lalu tidur di ranjang.


Pagi-pagi sekali Edward terbangun. Dia beranjak dari tempat Tidur. Lalu dia pergi ke kamar Lily. Dia ingin tahu apa Lily sudah pulang atau belum.


Kamar Lily kosong. Bibi Ema sedang memasak di dapur. Leon masih tidur di Sofa.


"Bi Lily belum pulang?" tanya Leon setelah dari kamar Lily.

__ADS_1


"Belum Tuan. Sebaiknya Tuan makan dulu. Biar ada tenaga untuk mencari Lily" Bibi Ema menyiapkan makanan di atas meja.


Leon mendengar orang berbicara akhirnya terbangun. Dia mengucek-ngucek matanya. Lalu melihat ke arah dapur. Ternyata Tuannya sudah bangun.


"Tuan sudah bangun" Leon menuju kw wastafel untuk cuci muka.


"Aku akan mencari Lily. Kamu kekantor saja Leon" perintah Edward.


"Aku akan menemani Tuan untuk mencari Lily. Hari ini tidak ada yang penting dikantor" ucap Leon.


"Ayo kalian sarapan dulu. Bibi sudah bikin sandwich tuna" Bibi Ema meletakkan sandwich di piring Leo .


Mereka sarapan bertiga. Edward masih merasa sedih dan kehilangan. Biasanya Lily yang makan dihadapannya dan membuatkan dia kopi. Sekarang Bibi Ema yang ada dihadapannya.


Setelah selesai makan mereka Leon dan Edward mandi dan bersiap-siap mencari Lily.


"Ayo Leon kita pergi" ucap Edward.


"Ayo Tuan" jawab Leon.


"Tuan tunggu sebentar" Bibi Ema menghampiri Edward dan Leon di depan pintu.


"Ada apa Bi?" tanya Edward.


"Tuan, hari ini Lily tes seleksi. Lebih baik Tuan cari Lily disana. Siapa tahu Lily mengikuti tes seleksi tersebut" ucap Bibi Ema.


"Bibi tahu darimana?" tanya Edward.


Bibi Ema memperlihatkan kalender yang dilingkari Lily dengan tinta warna biru. Kalender Itu diambil Edward dari tangan Bibi Ema.


Edward membaca tulisan yang ada dikalender Lily. Ada sedikit pancaran kebahagiaan yang Edward rasakan sekarang. Dia yakin kali ini akan menemukan Lily. Edward lalu tersenyum simpul.


"Terima kasih Bibi Ema" Edward memberikan kalender kepada Bibi Ema.


"Ayo Leon kita kekampus Lily" Edward kali ini sangat bersemangat.


"Bibi Ema kita pergi dulunya" Leon dan Edward keluar apartemen.

__ADS_1


Sepanjang jalan Edward selalu tersenyum. Leon yang melihat Tuannya lebih ceria dari kemarin sangat bahagia. Setidaknya dia tidak kepikiran lagi tentang keadaan Edward.


To be continue ...


__ADS_2