Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 42. Rencana Baru


__ADS_3

Saat membuka mata, Lily bahagia karena dia melihat laki-laki yang dia cinta sedang memeluk dirinya.


'Apakah ini mimpi?' batin Lily. Lily lalu teringat dengan adegan panas mereka tadi malam. Dia dan Edward sudah skin to skin meskipun tidak penyatuan. Tapi bagi Lily semua itu adalah hal yang tidak pernah dia kakukan sebelumnya. Dia merasa nyaman.


Lily ingin bangun dan menyiapkan sarapan untum mereka berdua, tapi Edward mengeratkan pelukannya kepada Lily.


"Tetaplah seperti, jangan bergerak Lily" Edward berbicara masih menutup matanya.


"Saya harus masak Tuan. Nanti Tuan terlambat berangkat kekantor"Lily mengusap lengan Edward.


Edward membuka mata, saat bertatapan dengan manik hijau Lily, Edward tersenyum lalu mengedipkan satu mata. Lalu mencium kening Lily.


"Terima kasih Lily, mulai sekarang kamu harus memakai pakaian seperti tadi malam, kalau mau tidur" perintah Edward.


"Ih Tuan, pakaian apa itu? seperti orang telanjang" ucap Lily.


"Tapi aku menyukainya. Sangat cocok ditubuhmu" Edward mencolek hidung Lily.


"Tuan, tadi malam kenapa aku merasakan enak saat aku mengeluarkan keputihan?" Tanya Lily.


"Itu bukan keputihan sayang, itu tandanya kamu mengalami pelepasan. Nanti aku jelaskan, sekarang kamu masak yang enak untuk aku. Aku mau mandi dan berangkat kekantor. Ada sesuatu yang penting yang harus aku selesaikan" Edward mengecup bibir Lily, lalu Edward keluar kamar Lily.


Lily senyum-senyum sendiri. Meskipun dia belum mengungkapkan perasaannya kepada Edward, tapi dia akan melayani Edward dengan baik.


Setelah sarapan Edward berangkat ke kantor. Dia harus mengurus masalah perusahaan White yang sebentar lagi bangkrut.


"Lily jangan pergi kemana-mana. Kalau kamu mau pergi kamu harus memberitahuku terlebih dahulu. Kamu harus ingat itu Lily" ucap Edward didepan pintu.


"Iya Tuan" Lily mengangguk.


"Kemari" Edward menyuruh Lily mendekat.


Lily mendekati Edward. Edward menarik tengkuk Lily dan **********. Lily membuka mulutnya membrrikan akses lidah Edward bermain dirongga mulutnya.


"Lily jaga rumah. Aku pergi ke kantor dulu" Edward membuka pintu. Dia segera turun karena Leon sudah menunggunya.


"Selamat pagi Tuan" sapa Leon.

__ADS_1


"Pagi Leon. Kabar apa yang kamu bawa? tanya Edward.


"Saham perusahaan Global State Company pagi ini harganya anjlok Tuan. Kita harus segera membeli seluruh sahamnya" ucap Leon.


"Apa kamu sudah tahu siapa orang yang masih loyal dengan GSC?" tanya Edward.


"Aku sudah menyelidiki orang ini Tuan. Dia orang kepercayaan Tuan Steven sewaktu dia masih hidup" jawab Leon.


"Apa dia masih kerja disana?"


"Iya Tuan, dia masih menjadi kepercayaan Tuan Peter. Ternyata selama ini yang menjalankan perusahaan adalah orang ini Tuan. Tuan Peter hanya terima beres" jawab Leon.


"Kamu harus ceritakan semuanya setelah kita sampai kantor" ucap Edward.


"Baik Tuan" jawab Leon.


Mereka langsung masuk kedalam kantor. Setelah mereka sampai, karena Edward penasaran tentang informasi yang didapat oleh Leon.


Edward menugaskan Edward mencari orang dalam di perusahaan Global State, karena dia yakin pasti ada orang yang bisa membantu dirinya mengetahui perusahaan tersebut.


"Leon beritahu Tuan Thomas kalau kita membutuhkan bantuannya sekarang. Tunjukkan kepadaku saham Global State pagi ini" perintah Edward.


"Jadi selama ini dia kerjanya apa?" Edward melihat saham Global State di tablet Leon.


"Sebenarnya perusahaan Global State masih bisa diselamatkan Tuan. Tapi karena anaknya Tuan Peter ceroboh Akhirnya, perusahaan merugi dan berakhir seperti pagi ini" Leon menjelaskan masalah di Global State kepada Leon.


"Tuan aku sudah mengirim surel kepada Tuan Thomas. Katanya kapanpun Tuan membutuhkan bantuannya, Tuan Thomas siap membantu" Leon menunjukkan balasan surel yang dikirim Tuan Thomas.


"Bagus. Kita harus segera membeli seluruh saham Global State. Kamu hubungi orang-orang kita untuk melaksanakan rencana selanjutnya" ucap Edward.


"Baik Tuan. Bagaimana dengan Tuan Arthur?" tanya Leon.


"Aku punya rencana sendiri untuk Tuan Arthur" jawab Edward.


Sementara, di perusahaan Global State Company. Peter sedang marah seluruh barang dan benda yang ada di meja kerjanya dilepar berserakan dilantai.


"BAGAIMANA BISA SAHAM PERUSAHAAN MEROSOT TAJAM? HAAAHHHH. SELAMA INI KALIAN KERJANYA BAGAIMANA? DASAR KARYAWAN BODOH" Peter melempar berkas keuangan yang diberikan karyawannya.

__ADS_1


"Maaf Tuan Peter. Pagi ini seluruh pemegang saham mundur dari perusahaan. Kita harus mengembalikan uang mereka segera. Sedangkan uang perusahaan hanya cukup membayar gaji karyawan bulan ini" Ucap Manager keuangan.


"Maaf Tuan Peter, saya menganggu. Tuan Green dari perusahaan Green Silver Corporate ingin berbicara kepada anda" Ucap Sekretaris Peter.


"Kalian bisa keluar sekarang. Amber sambungkan saya kepada Tuan Green" perintah Peter.


"Baik Tuan" Amber lalu kembali keruangannya.


[Hallo Tuan Green. Lama tidak berjumpa. Bagaimana kabar anda]


[Hallo Tuan White. Saya dengar saham perusahaan anda pagi ini mengalami menurunan yang sangat drastis]


[Ahh ... bukankah itu sudah biasa dalam dunia bisnis Tuan Green. Besok saham perusahaan juga bisa naik lagi]


[Saya rasa dengan harga saham serendah itu akan sangat sulit untuk naik lagi. Keposisi semula. Saya mau tawarkan kesepakatan kepada anda. Bagaimana kalau saya membayar seluruh hutang anda dan Global State menjadi milik saya]


[Terima kasih atas tawaran anda Tuan Green tapi saya tidak akan melepas Global State karena itu adalah peninggalan Adik saya. Saya akan menjaga perusahaan Alm adik saya]


[Baiklah kalau begitu. Saya masih menunggu anda Tuan Peter, siapa tahu anda berubah pikiran. Pikirkan baik-baik tawaran saya Tuan Peter. Bulan depan anda tidak ada uang lagi untuk membayar karyawan anda]


[Saya akan memikirkan kembali tawaran anda Tuan Green, saya minta maaf. Saya harus menghadiri rapat pemegang saham]


[Saya harap Tuan Peter pikirkan matang-matang bantuan saya. Selamat siang Tuan Peter]


[Iya Tuan Green terima kasih tawaran anda. Selamat Siang]


Peter menutup telpon dari Tuan Green. Peter melempar telpon kantor yang ada di mejanya


"SIALAAAAN AAARRGGHHHH" Peter menyugar rambutnya. Dia tidak tahu harus bagaimana. Global State sebentar lagi akan mengalami pailit seluruh aset berharga termasuk rumah yang ditinggali Peter dan keluarganya akan disita.


Amber masuk kedalam ruangan Peter. Ambar tahu sekarang Peter sedang membutuhkan dirinya untuk menengkan diri. Amber duduk dipangkuan Peter.


"Sayang, kalau perusahaan bangkrut. Kamu masih punya uang buat aku kan? Aku harus perawatan wajah supaya tidak keriput. Aku juga harus merapatkan bagian bawahku. Supaya tidak kendor" Amber mengusap rambut Peter.


"Aku lagi pusing Amber. Kamu harus menghiburku. Kamu jangan khawatir sayang, semua akan aku lakukan untukmu" Peter meremas melon besar yang menjadi candunya.


Eemm sayang pergulatan panas antara Peter dan Amber terjadi di ruangan Peter, membuat mereka berdua saling mendapat kenikmatan.

__ADS_1


To be continue ....


__ADS_2