Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 59. Lily Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Setelah mengantar Lily. Leon masuk kedalam ruang kerja Edward. Leon ingin tahu siapa perempuan yang bersama Edward.


"Pagi Tuan maaf menganggu" ucap Leon saat masuk kedalam ruangan Edward.


"Menganggu apa Leon. Sini, kamu masih ingat Kimmy?" tanya Edward.


"Kimmy? Kimmy siapa Tuan?" tanya Leon balik.


"Gadia kecil yang suka mengintilin kamu kemana pun kamu pergi" ucap Edward.


Leon mengingat-ingat kejadian sewaktu kecil. Tak berapa lama Leon teringat memang saat itu Leon selalu di ikuti gadis kecil berkepang dua. dan giginya depan ompong.


"Iya sekarang aku ingat Tuan. Gadis kecil adalah dia Leon, Kimmy gadia kecil yang ompong" ucap Edward.


Kimmy tersenyum kepada Leon. Leon juga tersenyum. Rasa penasaran dirinya terhadap perempuan yang bersama Edward, akhirnya terjawab.


"Hallo Kimmy lama sekali kita tidak berjumpa? aku benar-benar tidak mengenalimu" Leon menjabat tangan Lily.


"Aku juga tadi sempat berpikir siapa laki-laki tampan ini" ucap Kimmy.


"Kamu bisa saja Kim. Kamu juga tambah cantik, sudah tidak ompong lagi. hahahaaaa" Leon tertawa.


Edward juga tertawa. Mereka bertiga akhirnya bernostalgia bersama. Bercerita dan tertawa bersama.


"Ngomong-ngomong. Sejak kapan kalian bertemu?" tanya Leon.


"1 minggu lalu. Itu saja kebetulan, kita tidak senggaja bertemu saat Edward datang ke tempat IO kekasihku" ucap Kimmy.


Leon mengeryitkan dahinya. Edward hanya diam. Leon mencerna sejenak, ucapan Kimmy. Dia baru ingat kalau Lily sebentar lagi ulang tahun. Tuannya pasti membuat pesta untuk Lily.


Saat menyebut nama Lily dalam batinnya. Leon teringat, dia akan memberi tahu Tuannya kalau Lily datang kekantor.


"O ... begitu. Tuan tadi Lily datang kesini. Dia melihat Tuan dengan Kimmy masuk kantor" ucap Leon.


Edward lalu membolakan matanya. Dia berdiri langsung menyambar kunci mobil yang ada di atas meja. Dia berlari menuju lift.


Leon dan Kimmy kebingungan. Apa yang terjadi dengan sikap Edward, dia seperti orang ketakutan.


"Siapa Lily Leon?" tanya Kimmy.


"Dia pegawai apartemen Tuan" jawab Leon.


"Sepertinya buka pegawai biasa?" tanya Kimmy.


"Kamu benar Kimmy. Dia sangat istimewa?" jawab Leon.


"Pantesan saja. Dia sangat cemas tadi. BTW kamu sudah punya kekasih Leon?" tanya Kimmy.


"Aku tidak kepikiran memiliki kekasih Kimmy. Aku lebih suka bebas tanpa terikat" jawab Leon.

__ADS_1


Tiba-tiba Kimmy naik kepangkuan Leon. Leon hanya diam. Dia tahu kalau Kimmy sedang menggodanya.


"Apa yang kamu lakukan Kimmy?" tanya Leon.


"Aku hanya ingin duduk dipangkuanmu saja Leon" Kimmy menaik turunkan jari telunjuknya di pipi Leon.


"Apa kamu tidak takut kalau kekasihmu tahu" Tanya Leon.


"Aku pacaran dengan dia karena suatu perjanjian" jawab Kimmy.


"Datanglah ke apartemenku nanti setelah pulang kerja. Aku akan menceritakan kepadamu" Kimmy mengecup bibir Leon.


Kimmy turun dari pangkuan Leon. Dia mengambil ponsel dan memberikan kepada Leon. Dia meminta menulis nomer Leon diponsel miliknya.


Leon menulis nomer telpon diponsel Kimmy. Kimmy melakukan panggilan ke ponsel Leon. Leon menggambil ponsel yang ada di sakunya.


"Itu nomerku. Di simpan ya Leon" Kimmy mengecup pipi Leon.


"Sudah aku simpan" Leon menunjukkan nama Kimmy di ponselnya.


"Aku permisi dulu aku ada janji makan siang dengan kekasihku" ucap Kimmy.


Kimmy dan Leon berpelukan. Setelah itu Kimmy pergi dari ruangan Edward. Leon juga meninggalkan ruang kerja Edward, dia masuk ke ruang kerjanya sendiri.


Sementara Edward kelimpungan mencari Lily di kampus tapi tidak menemukan Lily. Edward bertanya kepada mahasiswa-mahasiswa yang dia temui di kampus, tidak ada yang melihatnya.


Ada satu pesan singkat yang menarik perhatian Edward. Membuat Edward menyugar rambutnya dengan kasar karena cemburu buta.


[Tuan jangan marah. Aku sama Bryan tidak ada hubungan apapun. Aku ingin menyatukan Bryan dan Chelsea. Karena Chelsea menyukai Bryan] isi pesan singkat Lily.


Edward kembali ke mobil. Dia pulang ke apartemen. Edward takut kalau Lily pergi dari apartemen karena melihatnya dengan Kimmy.


Dia sudah berjanji kepada Lily tidak akan berdekatan dengan perempuan lain. Meskipun Kimmy dan Edward tidak punya perasaan apapun dan pure hanya sebagai teman saja.


Lily juga pernah berucap, dia akan pergi kalau melihat Edward bersama dengan perempuan lain.


Jalanan sangat macet, karena ada kecelakaan beruntun. 3 jam Edward baru bisa keluar dari kemacetan tersebut yang biasanya, ditempuh hanya 1 jam saja.


Edward memanggil-manggil nama Lily. Tapi tidak ada sahutan. Edward masuk ke kamar Lily. Kamar Lily rapi. Dia membuka almari Lily, semua pakaian masih tertata rapi begitupun buku-buku kuliah Lily masih ada semua.


Edward benar-benar bingung dan tidak bisa berpikir jernih sekarang. Edward mengambil ponselnya dari dalam saku.


Edward menekan nama Lily. Panggilan pertama tidak di angkat. Edward mencoba lagi. Ternyata di angkat.


[Hallo]


[Lily]


[Maaf Tuan ini bukan Lily]

__ADS_1


[Ini nomer Lily. Kamu siapa?]


[Saya Chelsea, teman Lily]


[Chelsea, Dimana Lily?]


Edward sudah mulai panik dan Emosi. Dia tidak bisa mengontrol kecemasanya terhadap Lily.


[Lily di Rumah sakit Tuan]


[Apa!! Rumah Sakit mana?]


Chelsea memberikan alamat rumah sakit yang merawat Lily. Setelah itu Edward mematikan ponselnya.


Edward keluar apartemen dengan perasaan kalut. Bayak pertanyaan kenapa Lily bisa masuk Rumah Sakit.


Edward menyetir dengan kecepatan tinggi. Karena dia sangat khawatir terhadap keadaan Lily.


Sekitar 20 menit Akhirnya Edward sampai di Rumah Sakit yang di beritahu Chelsea. Dia langsung berlari ke tempat pendaftaran pasien. Setelah menemukan Ruang Lily dirawat. Edward segera berlari menuju Lift.


"Itu bukannya Pak Dosen?" Alicia melihat ke arah Edward yang berjalan-terburu.


"Mana?" tanya Chelsea.


"Itu. Sepertinya dia sangat terburu-buru" ucap Alicia.


"Iya benar. Mungkin keluarganya ada yang sakit" Tony menambahi.


"Mungkin saja seperti itu" Brian ikut angkat suara.


"Ayo kita pulang hari sudah gelap" ucap Chelsea.


"Iya Ayo" ucap Bryan, Alicia dan Tony berbarengan.


Mereka berempat pulang naik mobil Bryan. Bryan mengantarkan mereka pulang. Taylor dan Diego tidak jadi menyusul karena ada urusan mendadak. Rencananya mereka akan menjengguk Lily kembali besok pagi setelah kuliah.


Edward berada di depan rawat inap Lily. Edward langsung masuk, dia melihat Lily tertidur di atas tempat tidur khusus pasien. Ditangannya menempel selang infus dan muka Lily sedikit pucat.


Edward meneteskan air mata. Dia tidak tega melihat Lily seperti itu. Dia memegang tangan Lily yang masih terlelap.


"Lily maafkan aku" Edward mengelus pucuk kepala Lily.


Edward juga mencium kening Lily. Setelah itu Edward duduk di kursi samping Pasien dengan mengenggam tangan Lily. Terdengar suara pintu terbuka.


Cekleeekkk


"Tuan Edward!!"


To be continue ....

__ADS_1


__ADS_2