Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 90. Edward Is Back


__ADS_3

Setelah hampir 2 Minggu. Akhirnya Gabriel diperbolehkan untuk pulang. Hubungan Edward dan Gabriel menjadi lebih dekat. Karena Edward sendiri yang merawat dan Gabriel selama 2 minggu di ruang perawatan VVIP.


"Kita pulang Grandpa. Edward sudah bosan di rumah sakit" Edward membantu Gabriel naik ke kursi roda.


Sedangkan Lily membawa barang-barang mereka di bantu oleh Ferdinand. Mereka akan pulang ke rumah utama bersama dengan Gabriel.


Semua penghuni rumah utama sudah mempersiapkan makanan yang sangat lezat dan makanan kesukaan Gabriel dan Edward tentunya.


Gabriel sangat bahagia bisa dekat dengan cucunya seperti dulu waktu Edward belum kehilangan orang tuanya.


Mobil yang di kendarai Ferdinand sampai di depan rumah mewah seluas 30 hektar dengan warna putih. Para pelayan sudah berjajar rapi di depan menyambut kedatangan Gabriel dari rumah sakit.


Leon juga sudah siap menyambut Tuan besar dan Tuan mudanya kembali ke rumah utama.


"Ayo Grandpa. Edward bantu" Edward mendekatkan kursi roda yang sudah di ambil Ferdinand dari bagasi.


Edward mendorong kursi roda ke dalam rumah. Pelayan yang lain mengambil barang-barang di bagasi. Lily berjalan dengan Bibi Ema di belakang Edward dan Leon.


Gabriel langsung di bawa ke dalam kamar oleh Edward. Leon, Lily dan Bibi Ema ikut masuk kedalam.


"Grandpa istirahat dulu ya. Supaya Grandpa cepat pulih. Edward akan ke kantor bersama Leon. Nanti siang Edward pulang. Kita makan siang bersama, Bibi Ema dan Lily akan menjaga Grandpa di sini" Edward mencium tangan Gabriel yang sedang tiduran di atas tempat tidur.


"Edward" panggil Gabriel.


"Kenapa Grandpa?" tanya Edward.


"Kamu akan tinggal disini bersama Grandpa Edward? Kamu tidak akan meninggalkan Grandpa lagi kan Edward?"Edward memegang tangan Edward.


Edward tersenyum dan mengusap tangan keriput Gabriel.


"Tidak Grandpa. Edward tidak akan meninggalkan Grandpa. Edward akan tinggal di sini bersama Grandpa dan yang lainnya" jawab Edward.


"Terima kasih cucuku. Grandpa hanya ingin bersama dengan cucu Grandpa satu-satunya disisa umur grandpa yang semakin lemah" ucap Gabriel.


"Grandpa akan tinggal bersama cucu dan cucu buyut Grandpa, makanya Grandpa harus sehat. Supaya bisa bermain dengan cucu-cucu buyut Grandpa" Edward tersenyum kepada Gabriel.


Semua tersenyum bahagia. Sudah lama sekali rumah besar yang di huni kurang lebih 15 orang tersebut tidak melihat keakraban antara cucu dan kakek tersebut.

__ADS_1


"Lily. Sini nak" Ucap Gabriel.


Lily maju dan duduk di samping Gabriel. Edward berdiri disamping Lily.


"Iya Tuan besar" ucap Lily.


Gabriel tersenyum kepada Lily dan memegang tangan Lily.


"Terima kasih. Sudah mengajak Edward kembali ke Humburg dan menemui orang tua ini Lily" ucap Gabriel.


"Tuan besar. Tuan muda sangat menyanyangi Anda. Dia tidak ingin kehilangan Anda. Maafkan saya Tuan besar. Saya sudah mengajak Tuan muda pergi ke Paris. Maafkan kelancangan saya" ucap Lily dengan ramah.


"Kamu tidak perlu meminta maaf Lily. Grandpa senang kalau Edward sudah menemukan perempuan yang dia akan jadikan Istri. Grandpa ingin segera melihat Edward menikah karena Grandpa ingin menimang cucu buyut Grandpa" Gabriel menyatukan tangan Lily dan Edward.


"Edward. Segeralah menikah, mumpung Grandpa masih hidup. Grandpa tidak tahu sampai kapan batas umur Grandpa" ucap Gabriel.


"Grandpa jangan bicara seperti itu. Grandpa akan berumur panjang. Grandpa akan mengendong cucu buyut Grandpa" jawab Edward.


"Grandpa harus istirahat sekarang. Nanti kita akan bicara lagi Grandpa. Lily dan Bibi Ema akan menemani Grandpa di sini. Edward dan Leon akan ke kantor. Ada pekerjaan penting yang harus Edward selesaikan Grandpa" Edward mencium kening Gabriel.


"Iya Grandpa" jawab Edward.


Edward mencium pucuk kepala Lily lalu keluar kamar Gabriel. Edward masuk ke dalam kamar berganti pakaian kerja. Leon menunggu di ruang tamu.


Setelah selesai siap-siap. Edward dan Leon masuk ke dalam mobil menuju ke kantor. sebelum masuk mobil, Edward melihat mobilnya bertengger di garasi mobil rumah utama.


Edward menatap dengan datar. Sepanjang jalan Leon dan Edward hanya diam menuju kantor. Hubungan mereka tidak seharmonis dulu. Meskipun Leon sudah mengajaknya bicara, Edward hanya menjawab dengan singkat.


"Leon" Akhirnya Edward bicara juga.


"Iya Tuan" jawab Leon.


..."Maafkan akua atas perlakuanku kepadamu. Sekarang aku sudah kembali ke rumah utama. Kamu bisa meninggalkan rumah utama dan tinggal bersama Kimmy" Edward dengan datar....


Leon mengerem mendadak, karena terkejut mendengar ucapan Edward.


"APA YANG KAMU LAKUKAN LEON. KAMU INGIN KITA MATI" ucap Edward marah.

__ADS_1


"Ma-mamaf Tuan. Saya spontan mengeremnya. Saya kaget Tuan" jawab Leon.


Mobil mereka di klakson dari belakang. Ada yang maki-maki Leon dari luar. Leon langsung menjalankan mobilnya kembali.


"Maaf Tuan Muda, saya tidak akan keluar dari rumah Tuan Besar. Selama Tuan besar masih hidup" jawab Leon.


"Perjanjian kita adalah kamu bisa hidup sendiri, kalau aku sudah tinggal lagi di rumah utama. Kamu sendiri yang memintanya Leon. Kenapa sekarang jadi berubah" ucap Edward.


"Saya tidak bisa meninggalkan Tuan besar, Tuan muda. Saya sangat ketakutan saat Tuan besar tidak sadarkan diri. Karena tahu Tuan Muda pergi dari Humburg, menjual apartemen dan mengembalikan seluruh saham serta mobil Tuan muda. Saya tidak punya siapa lagi Tuan Muda. Saya hanya punya Tuan besar, Tolong izinkan saya untuk tetap tinggal di rumah utama Tuan. Setidaknya sampai Tuan besar masih tinggal di disana dan tuan muda sudah tidak menginginkan bantuan saya lagi. Saya akan pergi" ucap Leon berkaca-kaca.


"Bagaimana dengan kekasihmu?" tanya Edward.


"Saya sudah tidak berkomunikasi lagi dengan Kimmy Tuan" jawab Leon.


"Kenapa? Kamu butuh pendamping Leon" ucap Edward.


"Aku sudah bilang kepada Tuan. Kalau saya akan fokus kepada pekerjaan dan Tuan Besar" jawab Leon.


"Apa Kimmy masih di sini?" tanya Edward.


"Saya tidak tahu Tuan. Saya tidak sempat kemana-mana" jawab Leon.


"Temuilah Kimmy. Mungkin sekarang dia sedang menunggumu untuk datang menemuinya. Aku yang akan menjaga Grandpa. Jadi kamu bisa bertemu dengan Kimmy" ucap Edward.


"Tidak untuk sekarang Tuan. Saya harus memastikan Tuan besar benar-benar sehat" jawab Leon.


"Terserah kamu. Siapa yang membawa mobilku ke rumah?" Tanya Edward.


"Paman Ferdinand Tuan. Saat Tuan berada di rumah sakit. Saya mengantarkan Paman Ferdinand ke apartemen Tuan yang lama" jawab Leon.


Mereka sudah sampai di kantor belantai 30 tersebut. Gedung mewah dengan ribuan karyawan di dalamnya. Hidup mereka menjadi tanggung jawab Edward Eugenio.


Edward dan Leon masuk ke dalam gedung. Edward kembali duduk di kursi kebesarannya yang dia tinggalkan hampir 1 bulan.


Tumpukan map berisi file penting sudah menanti Edward. Untuk di selesaikan.


To be continue ....

__ADS_1


__ADS_2