Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 78. Leon Dalam Masalah Besar


__ADS_3

Leon bergegas bangun karena dia kesiangan. Karena tidak sempat kembali ke rumah utama, Leon berangkat ke kantor dari apartemen Kimmy.


Leon memiliki beberapa baju kerja dan baju santai di apartemen Kimmy yang sengaja dia tinggal kalau keadaan dadurat seperti sekarang ini.


"Sayang sarapan dulu. Aku sudah buatkan Sandwich buat kamu" ucap Kimmy.


"Nanti aku makan di kantor sayang. Aku sudah telambat. Tuan pasti marah kepadaku" jawab Leon sambil memakai dasi.


Beruntung Paula dan Zain sudah pergi kerumah saudaranya pagi-pagi sekali karena sore mereka harus kembali ke Berlin.


Kalau Zain dan Paula tidak bangun pagi, Leon pasti masih tidur. Karena mendengar suara berisik Zain dan Paula. Leon langsung terbangun.


"Ya sudah kamu bawa sandwichnya sayang. Nanti kamu makan di kantor" Kimmy memberikan kotak bekal kepada Leon.


Setelah selesai bersiap-siap ke kantor. Leon mencium kening Kimmy sebelum keluar apartemen.


"Hati-hati sayang" ucap Kimmy sedikit berteriak dari depan pintu apartemennya.


Leon tersenyum dan masuk ke dalam lift untuk turun ke bawah basemant.


"Aku pasti kena marah sama Tuan muda ini. Apalagi ponselku rusak dan tidak bisa dihubungi" gumam Leon di dalam lift.


Edward sudah berangkat ke kantor dengan menyetir mobil sendiri. Edward juga mengantar Lily ke kampus.


"Kimberly. Apa Leon sudah datanng?" tanya Edward.


"Belum Tuan Edward" jawab Kimberly.


"Kemana Leon. Tidak biasanya dia seperti ini. Nomernya tidak bisa dihubungi juga" gumam Edward kesal.


"Kimberly, nanti kalau Leon datang. Suruh dia keruangan saya" perintah Edward.


"Baik Tuan" jawab Kimberly.


Edward masuk keruangan kerja dengan perasaan kesal, karena Leon sudah lalai dalam bekerja.


"Leon pergi kemana? Kata Bibi Ema, Leon tidak pulang. Ponselnya juga dimatiin. Apa ini gara-gara dia pacaran dengan Kimmy, jadi dia lupa tugasnya. Awas kamu Leon" Edward mengeretakkan giginya dan mengepalkan tanganya di atas meja.


Tok tok tok

__ADS_1


"Masuk" ucap Edward dari dalam ruangan.


"Maaf Tuan" Leon bicara dengan nggos-nggosan karena berlari dari parkiran sampai masuk ke dalam lift.


Saat Leon sampai di tempat parkir, dia sudah melihat mobil Edward sudah nangkring di tempat parkir khusus pimpinan. Dia sudah merasakan keringat dingin.


"Kenapa kamu terlambat?" tanya Edward dengan nada dingin.


"Sa-saya da ..."


"Tempat Kimmy?" tebak Edward.


"Iya. Tuan" Leon tidak berani menatap Edward.


"Aku tidak pernah melarangmu untuk pacaran Leon. Aku juga mendukungmu untuk menjalin kasih dengan Kimmy. Tapi bukan berarti kamu bisa seenak kamu sendiri dalam bekerja. Kamu tahu aku Leon, aku paling tidak suka dengan orang yang tidak profesional dalam bekerja" ucap Leon dengan nada dingin.


"Maafkan saya Tuan. Saya tidak akan mengulanginya lagi. Ini pertama dan Terakhir kali saya terlambat" ucap Leon dengan perasaan bersalah.


"Pulanglah. Kamu tidak perlu bekerja selama 1 minggu. Aku akan limpahkan pekerjaanmu kepada Jason" ucap Edward.


"Jangan Tuan, sayamohon" Leon berlutut di depan Edward.


"Pulanglah Leon. Kamu renungkan kesalahanmu. Selama 1 minggu kedepan kamu tidak perlu masuk ke kantor. Biar semua pekerjaanmu di kerjakan Jason" Ucap Edward tanpa Ekspresi.


Leon menangis. Dia merasa gagal telah membuat Edward marah kepadanya. Sampai harus melimpahkan pekerjaannya kepada orang lain.


Edward menelpon Kimberly untuk memanggil Jason ke ruangannya. Mendengar Edward menyuruh Kimberly menyuruh Jason ke ruangan Edward. Leon menghampiri Edward di balik meja kerjanya.


"Tuan saya mohon. Maafkan saya, saya tidak akan mengulangginya lagi. Jangan serahkan pekerjaan saya kepada orang lain" Leon memohon-mohon kepada Edward.


"Kesalahanmu bukan hanya terlambat Leon. Tapi kamu juga meninggalkan Grandpa di rumah utama. Ponsel kamu juga tidak bisa di hubungi. Apa Kimmy sebegitu pentingnya sampai kamu harus mematikan ponsel kamu dan tidak mau di ganggu" ucap Edward masih menekan bicaranya supaya tidak meledak amarahnya.


"Tidak seperti itu Tuan. Saya bisa jelaskan Tuan. Tolong kasih saya kesempatan untuk menjelaskan semuanya" Leon masih memohon kepada Edward.


"Bicaralah. Aku kasih kamu kesempatan untuk menjelaskan alasanmu kenapa kamu tidak pulang ke rumah utama" ucap Edward sedikit melunak.


Edward ingin mendengar alasan Leon. Kenapa dia bisa terlambat. Padahal Leon selama ini tidak pernah telambat dalam dalam hal mengatur waktunya.


Leon ceritakan alasan dia sampai terlambat dan tidak tidur dirumah utama tadi malam. Dan soal pertengakarannya dengan Kimmy.

__ADS_1


Tanpa disengaja Leon keceplosan menceritakan ucapan Kimmy soal Edward jatuh cinta kepada Lily yang hanya karyawan biasa.


Tangan Edward mengepal dan matanya melotot kepada Leon. Leon merasa bersalah karena keceplosan mengatakan alasan dia bertengkar dengan Kimmy.


Karena terlalu takut Edward marah. Leon sampai tidak memilih mana yang harus di ucapkan dan tidak di ucapakan.


"Kimmy bilang apa Leon?" Edward sudah naik darah.


Leon diam. Leon merutuki kesalahannya. Karena sudah salah bicara.


"KATAKAN SEKALI LAGI LEON. KIMMY BICARA APA TENTANG LILY?" Edward berdiri dari kursinya.


Leon sedikit mundur dari posisinya. Leon benar-benar kacau. Dia tidak bisa lagi melindungi Kimmy, kalau Edward sudah marah.


Karena kesalahannya Kimmy akan mendapat amukan dari Tuan mudanya tersebut.


"KATAKAN LEON" Edward membentak Leon.


Kali ini Leon tidak akan selamat karena telah membangunkan singa yang sedang tidur. Amarah Edward semakin memuncah, saat mendengar Lily direndahkan karena status sosial yang dia miliki.


Leon kembali mengatakan apa yang di ucapkan Kimmy terhadap Lily. Edward mendorong Leon dan mengambil kunci mobil.


Edward keluar ruangan dengan amarah yang mengebu-gebu. Jason yang melihat Edward keluar ruangan. Tidak jadi masuk, karena Edward pergi dengan emosi di wajahnya.


Leon mengejar Edward yang sedang emosi. Leon tidak mau terjadi pertengkaran antar sepupu.


"Tuan. Tuan mau kemana? jangan menyetir Tuan. Biar saya saja yang menyetir" Leon menahan tangan Edward.


Edward menghempaskan tangan Leon. Karena terlalu kencang Leon sampai membentur mobil disampingnya.


"Jangan ikut campur Leon. Aku akan memberi peringatan kepada kekasihmu itu supaya tidak bicara sembarangan dan bisa menghormati orang lain" ucap Edward.


Edward masuk kedalam mobil. Leon juga masuk ke dalam Mobil. Leon mengikuti mobil Edward dari belakang. Edward seperti orang kesetanan. Baginya tidak ada yang boleh merendahkan status Lily. Siapapun orangnya dia akan menghajar orang itu.


Leon sangat gelisah. Bagaimanapun juga, ini semua juga salah dia, karena keceplosan bicara. Leon tidak bisa berbuat apapun untuk membela Kimmy. Asal Edward tidak main fisik. Leon akan tetap diam saja.


Tapi Leon sudah tahu karakter Edward. Semarah-marahnya Edward, dia tidak akan memukul perempuan. Karena Tuannya itu sangat menyayangi ibunya.


Ting tong ting tong ting tong

__ADS_1


"Edward"


To be continue ....


__ADS_2