Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 96. Resepsi Pernikahan


__ADS_3

Setelah melakukan ikrar suci sehidup semati di pagi hari, Edward dan Lily mengadakan resepsi pernikahan yang sangat mewah. Banyak tamu yang hadir di resepsi pernikahan Edward dan Lily.


Resepsi pernikahan mereka juga di liput media masa dan masuk TV. Semua yang melihat sangat iri kepada Lily. Karena Edward adalah pengusaha sukses di Jerman dan sudah di akui kehebatannya di seluruh pebisnis dunia.


Para tamu undangan yang hadir datang dari berbagai negara yang berbeda-beda. Pesta Internasional termewah tahun ini di sematkan pada pasangan Edward dan Lily.


Baik aktris, model, pengusaha wanita sampai mahasiswa dan siswa. Ingin berada di posisi Lily. Ada yang turut bahagia dan ada pula yang mencibirnya.


Pernikahan Edward dan Lily memenuhi TV dan media masa dan media online. Menjadi Ratu dan Raja sehari membuat Lily dan Edward kecapean karena banyaknya tamu yang hadir.


"Aku capek sekali. Kenapa kamu mengundang banyak sekali tamu undangan sayang" gerutu Lily.


"Maafkan aku sayang. Setelah ini kita tidur. Masih 1 jam lagi tahan sebentar ya sayang" ucap Edward.


"Semoga saja aku tidak pingsan" ucap Lily.


Tibalah sesi dansa. banyak tamu undangan yang berdansa, baik dengan pasangan ataupun bersama tamu undangan yang lain.


"Sayang ayo kita dansa" ucap Edward.


"Dansa? Aku tidak bisa dansa sayang" jawab Lily.


"Tidak apa-apa aku akan mengajarimu" ucap Edward.


"Aku malu sayang" ucap Lily.


"Lihatlah Leon dan Kimmy juga berdansa" Edward menunjuk Leon di lantai dansa.


"Aku tidak pernah berdansa" ucap Lily.


"Tidak masalah. Kamu berdansa denganku bukan orang lain" ucap Edward.


Akhirnya Lily dan Edward turun ke lantai dansa. Mereka berdua berdansa dengan sangat lihai. Meskipun Lily belum pernah berdansa, dia terlihat profesional di bawah arahan dari Edward.


Semua orang menyingkir ke samping, hanya menyisakan Lily dan Edward di tengah-tengah lantai dansa.


Para tamu terkagum-kagum dengan keserasian Lily dan Edward. Merasa menyatu dengan tarian dan musik. Mereka bahkan tidak sadar kalau yang berada di lantai dansa hanya mereka berdua.


Edward dan Lily hanya fokus pada gerakan mereka saja. Sampai musik berhenti, mereka berdua juga berhenti. Edward dan Lily mendapat tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan.


Lily malu dan menyembunyikan wajahnya di dada Edward. Mereka tertawa melihat pengantin wanita malu-malu.


Setelah acara dansa acara selanjutnya adalah potong kue besar. Sebagai simbol pernikahan mereka yang harmonis.


Rangkaian acara satu demi satu telah di dilaksanakan. Tapi Edward dan Lily sudah kabur dari resepsi pernikahan. Mereka sudah tidak tahan mendapatkan malam pertama sebagai suami istri.


Aaahh aahhhh eemmm


suara ******* memenuhi kamar pengantin mereka. Edward sudah mengunci Lily di bawah kuasanya.

__ADS_1


Meskipun capek Lily harus melayani kewajibannya sebagai istri. Lily ingin menjadi istri yang bisa memuaskan suaminya. Dia takut kalau Edward akan berpaling darinya kalau dia tidak menurut.


Sshhhh aahh


Aahhh aaah aaaaaaaaaahhhhhh


Saayaaaaaangg aahhh aahhhhh


Mereka berdua mendapat pelepasan. Edward ambruk di atas tubuh Lily. Nafas mereka nggos-nggosan.


"Terima kasih sayang" Edward mencium bibir Lily.


Mereka saling berpangutan setelah permainan panas di malam pengantin mereka. Lily bahagia karena sekarang dia memiliki Edward seutuhnya.


Lily memeluk Edward yang berada di atasnya dengan penuh cinta. Edward memejamkan mata karena capek seharian menjadi Ratu dan Raja.


"Lama-lama kamu berat juga sayang" Lily menyampingkan tubuh Edward tanpa melepas pelukan.


Sementara di ruang resepsi pernikahan. Leon dan Arthur yang menemani tamu Edward sampai selesai.


"Edward memang sudah gila. Acara belum selesai main kabur saja. Tidak sabaran baget, padahal sudah sering tidur bareng" ucap Arthur.


"Tuan muda tidak sabaran sekali. Acara belum selesai main kabur saja" Leon duduk di kursi tahu.


"Leon aku pulang dulu. Semua sudah pulang. Kamu tidak apa-apa aku tinggal?" tanya Arthur.


"Iya. Aku ingin segera tidur malam ini" ucap Arthur.


Arthur meninggalkan Leon di tempat resepsi. Sebagian tamu sudah bubar. Leon harus membereskan semua sendiri, beruntung dia dibantu Kimmy, jadi tidak begitu capek.


Setelah semua tamu undangan bubar, Leon dan Kimmy pulang. Gabriel dan yang lainnya juga sudah pulang ke rumah.


"Ayo kita pulang sayang. Aku capek sekali" ucap Leon.


"Ayo. Sudah tidak ada siapapun di sini" ucap Kimmy.


"Aku akan tidur di apartemen sayang. Aku sudah minta izin sama Tuan besar. Ferdinand juga ada di rumah" ucap Leon di dalam mobil.


"Nanti Edward marah lagi sama kita" ucap Kimmy.


"Tidak. Aku juga sudah izin sama Tuan muda. Dia memperbolehkan aku menginap malam ini" Leon mencium bibir Kimmy.


"Sayang, aku tidak salah lihat kan?" Kimmy menunjuk ke sebuah mobil.


Leon mengikuti arah jari Kimmy. Leon dan Kimmy melihat mobil bergoyang di tempat parkir. Karena penasaran Leon turun dari mobil.


"Sayang kamu mau kemana?" tanya Kimmy.


"Sebentar sayang. Aku ingin melihatnya" Leon menutup pintu.

__ADS_1


Kimmy geleng-geleng kepala. Dia jadi teringat kejadian tadi pagi bersama Leon di tempat parkir.


"Ashley" Ucap Leon saat melihat Ashley di pangkuan bodyguardnya sambil bergoyang.


Ashley dan bodyguard itu kaget saat Leon mengetuk pintu mobil. Mereka berdua gelagapan. Ashley menyembunyikan wajahnya di dada sang bodyguard.


Kaca mobil memang sedikit gelap membuat Leon tidak begitu jelas melihat dari luar.


Beberapa kali di ketuk tidak di buka, Leon pergi begitu saja. Leon yakin kalau itu adalah Ashley. Tapi dia tidak begitu yakin.


"hhuuuuffhhh" Ashley bernafas lega saat Leon sudah pergi.


"Kenapa sayang. Dia siapa?" tanya bodyguard Ashley.


"Dia asisten Edward" jawab Ashley.


"Ayo kita pulang. Aku tidak mau ketahuan lagi" ucap bodyguard Ashley.


"Steven aku membayarmu untuk menuruti perintahku. Aku belum keluar,jadi kamu harus membantuku supaya keluar" ucap Ashley.


"Tapi Ashley. Ini tempat umum, kita lanjut di rumah saja" ucap Bodyguard yang bernama Steve tersebut.


"Steven Aku tidak suka di bantah" ucap Ashley.


"Baiklah. Aku akan membantumu. Menghadap ke depan" ucap Steven.


Steven ******* Bibir Ashley. Ciuman panas saling melilitkan lidah


Emmm eemmm aahhh


Aahhh ahhhhh


aaaaaahhhhhhhhhhhh


Ashley merebahkan tubuhnya di dada Steven.


"lagi?" tanya Steven.


"Tidak sayang. Tidak di sini" jawab Ashley masih nggos-nggosan.


"Good girl. Ayo kita pulang. Aku akan melanjutkan di rumah. Malam ini aku tidak akan membiarkan dirimu tidur sayang" Steven ******* bibir Ashley.


"Jangan lupa tugasmu sayang" Ashley mencium Pipi Steven.


"Semuanya beres sayang. Tinggal menunggu perintah" jawab Steven.


"Kamu memang bisa di andalkan sayang" ucap Ashley.


Ashley dan Steve pergi dari tempat resepsi Edward dan Lily. Mereka berdua menuju apartemen Ashley.

__ADS_1


__ADS_2