
Setelah pulang dari restoran milik Dave mereka kembali ke resort yang mereka sewa selama tinggal di Maldive. Langit cerah dengan banyak bintang di langit. Ditemani dengan deburan ombak dan angin laut. Membuat Lily dan Edward semakin romantis menikmati malam di pinggir pantai.
Lampu sorot dari resort membuat suasana semakin syahdu untuk Edward dan Lily. Hamparan pasir putih yang luas beralaskan tikar, membuat Lily semakin bahagia menikmati malam berdua bersama Edward.
Edward rebahan di atas tikar sambil memandang langit. Sedangkan Lily, duduk menatap laut yang tersorot dari resort-resort yang berada di pinggiran pantai. Lily memejamkan matanya dan menikmati suara ombak kecil yang terdengar oleh telinganya.
Edward dan Lily asik dengan pikirannya sendiri-sendiri. Entah apa yang sekarang ada di dalam pikiran Lily dan Edward. Hanya mereka yang tahu.
"Sayang" panggil Edward.
"Iya kenapa Sayang?" Tanya Edward.
"Kita masuk yuk. Ini sudah malam sayang" ucap Edward.
"Aku sedang menikmati suasana ssperti ini sayang. Tenang dan damai rasanya di hati" ucap Lily.
"Dingin sayang di sini. Nanti kamu masuk angin" ucap Edward.
"Aku ingin camping di pinggir pantai sayang. Dengan tenda dan api unggun. Seru sekali" Lily membayangkan dengan tersenyum.
"Kita mau cari tenda di mana sayang ini sudah malam. Lihatlah ini sudah hampir tengah malam" ucap Edward.
"Aku kan tidak ingin sekaran sayang. Besok saja kita camping di sini sayang. Minta bantuan Dave untuk membawa tenda" ucap Lily.
"Di sini mana boleh sayang. Lihatlah pantainya sangat bersih, tidak ada api unggun juga sayang" ucap Edward.
"Ya, sayang sekali padahal aku ingin kita tidur ditenda. Bangun pagi di depan laut langsung" Lily kecewa.
"Besok kita tanya, apa boleh mendirikan tenda di sini" ucap Edward.
"Serius sayang? Terima kasih" Mata Lily berbinar cerah.
"Besok kita tanya sama petugasnya"Ucap Edward.
"Baiklah. Aku tidak sabar menunggu besok" ucap Lily dengan senyum mengembang.
"Ya sudah sekarang kita kembali ke resort dan tidur. Aku sudah mengantuk ingin tidur sayang" Edward menguap.
"Ayo kita tidur. Sepertinya kamu menggantuk sekali" ucap Lily.
"Aku capek sayang. Ternyata lebih capek jalan-jalan daripada kerja sayang" ucap Edward.
"Masa sih sayang aku biasa saja" ucap Lily.
__ADS_1
"Karena kamu tidur terus sepanjang jalan sayang. Makanya kamu tidak mengantuk" ucap Edward.
"Ya sudah ayo kita tidur" Lily membantu Edward berdiri.
Lily melipat tikar yang dia bawa dari resort. Mereka berdua bergandengan tangan saat menuju ke dalam resort.
Edward dan Lily langsung tidur karena sangat capek seharian bermain-main di pantai dan ke rumah Dave.
Ke esokan harinya. Edward berenang di kolam renang. Lily bangun tidur tidak menemukan suaminya di samping dirinya.
"Kemana Edward pagi-pagi seperti ini?" gumam Lily.
Lily keluar balkon dia melihat Edward sedang berenang di bawah. Lily turun ke bawah, menyusul suaminya yang sedang berenang.
"Sayang kamu sudah bangun. Berenang sama aku" Edward menyuruh Lily masuk ke kolam renang.
"Dingin sayang" ucap Lily.
"Nanti aku hangatkan dengan pelukanku sayang" ucap Edward.
"Modus pagi-pagi" Sunggut Lily.
"Hahahaaaa" Edward tertawa.
Lily masuk ke dalam kolam renang dengan memakai lingery tipis. Membuat Edward langsung ingin menerkam istrinya.
Edward tidak bisa menahan hasratnya saat tubuh Lily terkena air dengan lingeri tipis yang di pakai Lily saat ini.
Entah sudah kemana lingeri yang tadi di kenakan Lily. Edward tidak peduli. Edward sudah dipenuhi gabut gairah.
Dia menagih pagi hari karena semalam mereka langsung tidur. Lengkuhan, ******* dan rancauan meramaikan resort mewah mereka.
Hampir 2 jam Edward mengarap Lily beberapa pelepasan dan pindah-pindah tempat serta gaya membuat mereka berdua lapar.
Setelah selesai permainan panas. Mereka mandi bersama di kamar mandi. Badan Lily dan Edward penuh dengan tanda cinta yang di buat Lily dan Edward.
"Astaga. Tubuhku kenapa merah semua seperti ini sayang. Bagaimana caranya aku bisa menutupi tanda ini?" Lily mendecak.
"Biar kamu tidal pakai bikini. Tanda di tubuhku juga banyak. Kamu sekarang nakal sayang" ucap Edward gemas
"Aku nakal karena kamu. Aku menyontoh suamiku" balas Lily.
"Kamu boleh nakal, tapi harus sama aku saja. Tidak boleh sama yang lain" ucap Edward.
__ADS_1
"Maksudmu apa sama yang lain. Kamu pikir aku perempuan apa" Lily sewot kepada Edward.
"Maaf sayang. Maksud aku itu. Jangan dekat-dekat laki-lain selain aku sayang" Ucap Edward meralat ucapannya.
"Memang aku pernah dekat laki-laki selain kamu" Lily menoel hidung Edward yang menempelkan dagunya ke pundak Lily.
"Ayo kita bilas. Setelah itu kita makan. Aku sudah sangat lapar sekali sayang" ucap Edward.
"Kamu terlalu banyal mengeluarkan tenaga pagi ini. Makannya lapar" ucap Lily.
"Memangnya kamu tidak lapar sayang?" Tanya Edward.
"Lapar sayang. Kamu terlalu bersemangat. Jadi energiku habis terkuras" ucap Lily.
"Suaramu juga berubah sayang. Jadi serak-serak sexy gimana gitu. Aku jadi tambah suka" ucap Edward.
"Ini semu gara-gara kamu. Kalau terus-terusan seperti ini. bisa-bisa aku tidak bisa bicara" ucap Lily.
"Biar anak kita cepat jadi sayang" Edward mencium pipi Lily.
"Kamu ingin sekali punya anak ya sayang?" Tanya Lily.
"Kamu tenang saja sayang. Aku tidak memaksamu untuk hamil. Aku membawakanmu pil pencegah kehamilan. Kamu bisa meminumnya setelah ini" Edward keluar dari bathtub dengan raut wajah sedih.
"Tidak perlu sayang. Lakukan kapanpun kamu mau sayang. Supaya anak kita ada di perutku" ucap Lily tersenyum.
Edward menoleh ke arah Lily. Edward jongkok menatap Lily di dalam bathtub.
"Apa sayang. Ulangi sekali lagi. Aku ingin mendengarnya" ucap Edward.
"Ulangi yang mana sayang?" ucap Lily.
"Kalau kamu ingin anak kita di perutmu" Edward menangkup wajah Lily.
"Lakuka kapanpun kamu mau sayang. Aku ingin anak kita di perutku" Ucap Lily mengulangi kata-katanya.
"Terima kasih sayang" Edward memeluk Lily sambil menangis.
Lily berubah pikiran saat kemarin melihat Edward bermain dengan anak Dave. Dia sangat menyayangi anak-anak.
"Sama-sama sayang. Apapun yang bikin kamu bahagia. Aku juga bahagia sayang" Lily mengecup kepala Edward yang ada di pelukannya.
Lily dan Edward keluar dari kamar mandi setelah mereka mandi. Mereka berganti pakaian karena Lily dan Edward akan pergi ke Addu Nature Park. Mereka ingin melihat flora dan fauna di sana.
__ADS_1
Bulan madu mereka di nikmati dengan menikmati alam yang terdapat di Maldive. Edward ingin memanjakan istrinya yang selama ini tidak pernah pergi jalan-jalan melihat dunia luar.
To be continue ....