
1 tahun kemudian...
Lily dan Edward di karuniai 2 anak kembar laki-laki yang di beri nama Daniel White Eugenio dan Donovan White Eugenio. Usia mereka baru 3 bulan.
Edward tidak mau lepas dari kedua anak kembarnya tersebut. Dia sangat bahagia, apalagi Gabriel. Dia selalu rebutan dengan Edward untuk mengendong cucu buyutnya.
Lily tinggal santai saja. Di tinggal menyusui setelah itu dia bisa istirahat. Bahkan Edward dengan senang hati membantu Lily saat si kembar menangis.
Lily memutuskan untuk cuti kuliah sampai 2 tahun. Demi anak-anaknya supaya dia fokus mengurus mereka.
Bibi Ema yang mendampingi Lily dari hamil sampai si kembar lahir. Meskipun ada baby sitter tapi Lily dan Bibi Ema turun langsung mengawasi si kembar.
"Sayang mereka sangat lucu sekali. Terima kasih sayang kamu sudah mau menjadi ibu untuk mereka" Edwar mencium kening Lily sambil melihat anak-anaknya yang tidur pulas.
"Sama-sama sayang. Aku senang kalau kamu senang. Mereka beruntung memiliki Papa yang sangat menyayangi mereka. Aku yakin mereka akan sepertimu sayang. Menjadi laki-laki hebat dan kebanggaan keluarga kita" ucap Lily.
"Mereka akan mewarisi hati yang baik dan tulus seperti mamanya" Edward mencium pucuk kepala Lily.
"Aku masih tidak menyangka kalau aku sudah menjadi seorang istri dan Ibu di usia yang sangat muda. Aku tidak pernah membayangkan di usiaku yang ke-20 sudah memiliki suami dan anak yang sangat lucu seperti mereka" ucap Lily.
"Apa kamu menyesal sayang?" Tanya Edward.
"Tidak sayang. Aku sangat bersyukur memiliki kamu dan anak-anak kita. Kalian adalah segalanya bagiku. Sekarang aku juga sudah bertemu dengan Paman kandungku. Aku sangat bahagia sayang" Edward memeluk Lily.
"Penderitaanmu sudah berakhir sayang Peter dan keluarganya sudah mendapat balasannya. Kamu tidak perlu lagi berurusan dengan mereka. Mereka bukan keluargamu sayang. Mereka sudah jahat kepadamu selama ini. Mereka mengambil hak kamu dan kamu di biarkan menderita. Mereka pantas mendapatkan apa yang sepantasnya mereka dapatkan" ucap Edward.
"Aku benci kepada mereka. Kenapa mereka bisa sejahat itu kepadaku. Kenapa mereka membunuh kedua orang tuaku" Lily menangis di pelukan Edward.
Edward mengendong Lily ke tempat tidur. Edward memangku Lily di atas tempat tidur. Dia mencoba menenangkan istrinya supaya tenang.
"Sekarang, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kamu dan anak-anak kita. Aku akan memastikan keluarga kecil kita baik-baik saja Sayang" Edward mencium pucuk kepala Lily.
"Kamu tidak akan meninggalkanku sayang?" Lily khawatir.
"Tidak sayang. Hanya maut yang bisa memisahkan kita. Kita akan terus bersama-sama selamanya" ucap Edward.
Lily memeluk Edward sangat erat. Dia takut kalau suatu hari nanti Edward akan meninggalakan dirinya karena sudah punya anak dan badannya tidak langsing lagi.
__ADS_1
"Kita harus tidur sayang. Besok kita akan menghadiri pernikahan Leon dan Kimmy" Edward menyelimuti tubuh Lily dan dirinya.
"Peluk aku sayang" Perintah Lily.
"Iya sayang. Sebentar, aku sedang menyelimuti tubuh kita" Edward memeluk Lily di dalam dekapannya dengan berselimutkan, selimut tebal dan hangat.
Pagi Hari
Huaaa huaaa huaaa ... si kembar menangis bersamaan. Lily dan Edward terbangun karena suster tidak berhasil membuat mereka berhenti menangis.
Lily membuka pintu kamar. Melihat anaknya menangis Lily langsung mengendong Daniel dan Edward mengendong Donovan. Seketikan tangisan si kembar langsung berhenti.
Kedua suster yang dari tadi kebingungan karena si kembar tidak mau berhenti nangis langsung tersenyum. Mereka lega akhirnya balita lucu itu diam saat di gendong orang tuanya.
"Kalian boleh pergi. Tolong siapkan keperluan Daniel dan Donovan untuk di bawa kepernikahan Leon" ucap Edward.
"Baik Tuan" Jawab dua suster yang merawat si kembar.
"Kenapa sayang. Anak mama haus ya" Lily lalu menyusui Daniel dan Donovan bersamaan.
Lily di bantu Edward memegangi kedua anak kembarnya tersebut. Karena pasti tangan Lily bakalan capek.
Si kembar sangat anteng saat mendapatkan makanannya. Edward senang saat melihat anak-anaknya sangat tenang saat minum Asi.
"Mereka sangat menyukai Asimu sayang. Kapan giliranku sayang" Goda Edward.
"Nanti kalau merek sudah besar" ucap Lily.
"Lama sekali itu sayang. Nanti setelah mereka minum ya sayang" ucap Edward dengan menggoda.
"Kita akan terlambat kepernikaan Pak Leon. Nanti saja itu sayang. Sekarang bantu aku ngendong Donovan" ucap Lily.
Edward mengendong Donovan dengan cemberut. Tapi Donovan malah tersenyum. Seolah-olah meledek Papanya.
"Kamu anak nakalnya. Senyum-senyum saat Papa tidak dapat minum susu seperti kamu ya"Edward mengelitik perut Dovovan dengan kepalanya.
Donovan tertawa khas anak kecil. Edward semakin gemas karena Donovan tertawa senang.
__ADS_1
"Sayang kamu jaga mereka. Aku mandi dulu" Lily meletakkan Daniel di tempat tidur.
Edward juga meletakkan Donovan di tempat tidur. Edward bermain dengan kedua anaknya. Mereka bertiga sangat bahagia dan penuh tawa.
Hal paling menyenangkan untuk Edward saat ini adalah melihat anak-anaknya tertawa bahagia.
Lily dan Edward serta seluruh anggota rumah pergi menghadiri pernikahan Leon. Acaranya cukup sederhana tidak mewah. Karena Leon tidak memiliki keluarga.
Setelah tiba di tempat pernikahan. Lily dan Edward menemui Leon dan Kimmy yang tampak sangat bahagia dari raut wajah mereka.
"Leon, Kimmy. Selamat ya atas pernikahan kalian. Aku doakan semoga cepat dapat momongan biar si kembar dapat teman main" ucap Edward.
"Terima kasih Tuan. Aku akan lembur 1 minggu Tuan biar langsung jadi" Leon tertawa.
Edward dan Lily tertawa mendengar ucapan Leon. Kimmy mencubit lengan Leon. Dia malu, karena bicara seperti itu di depan Edward dan Lily.
"Tidak perlu malu Kimmy. Kita sudah dewasa. Aku dan Lily sudah punya anak. Bicara seperti itu biasa saja" ucap Edward.
"Pak Leon, Kak Kimmy selamat atas pernikahan kalian. Aku turut bahagia" ucap Lily tulus.
"Terima kasih Lily. Jaga Tuan untukku. Kalau ada apa-apa langsung telpon aku" ucap Lily.
"Aku pasti akan menjaga Edward dan Grandpa. Pak Leon tidak perlu khawatir. Nikmati saja masa pengantin baru kalian dan tempat tinggal baru Pak Leon bersama Kak Kimmy" ucap Lily.
"Ayo Tuan, Lily. Kita foto bersama sama Tuan besar juga" Leon mengajak Edward dan Lily foto untuk kenang-kenangan.
Lily dan Edward mengendong si kembar yang tadi di gendong oleh suster. Si kembar sangat anteng, apalagi Donovan dia sangat narsis. Dia tahu kalau sedang di foto. Donovan pun tersenyum sedangkan Daniel anteng calm. Daniel seperti Edward cool dan tenang.
"Ayo semua senyum semua saya hitung satu ... dua ... Tigaa ciissssssss" ucap fotografer.
Leon, Kimmy, Lily, Edward, Gabriel dan Donovan tersenyum hanya Daniel yang tetap stay cool. Setelah acara foto-foto selesai. Selanjutnya acara makan-makan.
Semua menikmati acara pernikahan Leon dan Kimmy dengan penuh suka cita. Semua merasakan kebahagiaan seperti yang dirasakan pengantin baru.
Semua tamu pulang dengan perasaan bahagia. Kebahagiaan terlihat dari semua tamu undangan yang hadir.
SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU LEON DAN KIMMY❤️
__ADS_1
The End
N/B : Othor ucapkan Terima kasih kepada Readers yang sudah membaca buku CINTA UNTUK LILY sampai Bab terakhir(Tamat). Buku ini buku pertama saya di Noveltoon. Othor persembahkan untuk Readers yang setia membaca buku ini dari awal sampai Tamat. Semoga Readers suka ceritanya. Masih banyak kesalahan yang harus Othor perbaiki di novel selanjutnya. Sampai jumpa di novel Othor selanjutnya see you gaeeess🤗❤️