Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 94. Undangan Pernikahan


__ADS_3

"Kamu pilih yang mana sayang, model undangan pernikahan kita?" tanya Edward.


"Aku pusing sayang. Bagus-bagus semua. Aku tidak perlu pakai undangan, temanku hanya 7 sayang. Kamu yang perlu undangan banyak" jawab Lily.


"Makanya bantu aku milih sayang, biar cepat di cetak. Kita nikah tinggal 1 minggu lagi sayang" ucap Edward.


"Kita makan dulu aku lapar sayang" ucap Lily.


Leon dan Kimmy hanya diam dan melihat Edward dan Lily berdebat. Mereka berempat makan siang bersama karena Kimmy yang ditunjuk Edward menjadi WO pernikahan Edward, sekaligus sebagai sepupu.


"Baiklah kita makan dulu. Kita lanjutkan nanti soal undangannya" ucap Edward.


Leon memanggil pelayan untuk memesan makan siang mereka. Pelayan datang dan mencatat semua pesanan mereka berempat. Setelah selesai mencatat, pelayan pergi meninggalkan mereka berempat.


"Pak Leon kapan menikah dengan Kak Kimmy?" tanya Lily.


Kimmy tersenyum kepada Lily. Leon melihat Lily lalu ke arah Kimmy.


"Aku akan menikah kalau kalian sudah punya anak" jawab Leon.


"Lama sekali. Aku saja belum ingin punya anak" jawab Lily.


"Apa kamu bilang sayang? belum ingin punya anak?" tanya Edward.


"Iya. Aku masih kuliah. Kamu juga menyuruhku belajar bisnis. Bagaimana aku bisa punya anak kalau masih sibuk" ucap Lily.


"Kita akan langsung punya anak. Kamu bilang sama Grandpa, kalau kamu hamil bisa cuti kuliah" ucap Edward.


"Itu ... Itu" Lily mengusap tengkuknya dan tersenyum kepada Edward.


"Itu apa?" tanya Edward.


"Hehehee" Lily tidak bisa jawab.


"Jawab!! Itu kenapa sayang?" tanya Edward.


"Aku hanya. Ahh sayang sudahlah jangan dibahas lagi. Pokoknya aku belum siap jadi ibu" ucap Lily.


"Ya sudah kita batalkan saja pernikahan ini. Tidak ada pernikahan. Untuk apa nikah kalau hanya ingin membuat Grandpa senang" ucap Edward sewot.


" Sssttttt ... Jangan bicara seperti itu sayang. Tidak boleh bicara seperti itu. Nanti tidak jadi nikah beneran. Kasihan Grandpa" ucap Lily.


"Bukankah kamu senang kalau tidak jadi menikah" ucap Edward.


"Sudah sayang. Aku tidak mau berantem. Kita ke sini mau makan siang dan membahas undangan pernikahan bukan untuk berdebat" Lily memegang tangan Edward.

__ADS_1


Makanan mereka datang dan mereka segara makan. Karena mereka sudah lapar. Edward makan masih dengan wajah cemberut.


"Aaakkk. Buka mulutnya sayang" Lily menyuapkan makanan ke mulut Edward.


Edward makan makanan yang di suapkan ke mulutnya. Padahal makanan Edward juga belum habis.


Setelah selessai makan dan drama memilih undangan pernikahan. Akhirnya Lily memilih kartu undangan sesuai dengan hatinya.



"Aku sudah memilihnya jadi jangan marah lagi sayang" Lily mencium pipi Edward.


Edward pura-pura masih marah kepada Lily. Leon dan Kimmy hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum melihat tingkah kekanak-kanakan Edward.


"Oke. Undangan dan tempat pernikahan sudah selesai. Besok kalian tinggal Fitting baju" Ucap Kimmy.


"Terima kasih Kak Kimmy" ucap Lily.


"Sama-sama Lily. Soal catering. Nanti akan aku kirim ke rumah , jadi kalian bisa mengincipi makanannya di rumah" ucap Kimmy.


"Apa semuanya sudah beres. Bagaimana dengan dekorasinya Kimmy" tanya Edward.


"Lily sudah memilihnya Edward" jawab Kimmy.


"Ya sudah. Kalau begitu, semoga lancar semuanya" harapan Edward.


"Aku akan kembali ke kantor. Mengurus pernikahan kalian sungguh sangat melelahkan. Aku sendiri yang harus turin tangan supaya pernikahan kalian sempurna seperti yang kalian inginkan. " ucap Kimmy.


"Thank you Kimmy" Ucap Edward.


"Aku akan melakukan yang terbaik untuk pernikahan kalian" ucap Kimmy.


Leon mengantar Kimmy sampai tempat parkir. Edward dan Lily masih berdebat soal anak setelah menikah.


"Terima kasih sayang. Kamu sudah membantu pernikahan Tuan muda dan Lily" Leon memeluk Kimmy.


"Edward adalah sepupuku sayang. Grandpa sudah banyak membantu keluargaku saat bibi masih hidup. Sampai papa punya usaha di kota kami" ucap Kimmy.


"Aku akan memberikan penikahan Edward dan Lily pernikahan paling hits tahun ini. Aku ingin semua orang melihat kebahagiaan mereka dan cinta yang mereka punya satu sama lain" ucap Kimmy.


Kimmy mencium bibir Leon lalu pergi meninggalkan restoran. Saat akan kembali ke dalam. Edward dan Lily sudah di tempat parkir dekat mobil mereka.


"Apa sudah selesai bermesraannya Leon" Ledek Edward.


Leon menunduk malu karena kepergok Edward dan Lily berciuman di tempat umum

__ADS_1


"Aku senang akhirnya kamu bisa mencintai perempuan Leon" ucap Edward.


"Apa dulu Pak Leon menyukai laki-laki sayang?" tanya Lily polos.


"Bukan itu maksudnya sayang. Leon belum pernah pacaran sayang. Kimmy adalah perempuan yang melecehkan Leon saat kita masih kecil" Edward tertawa ngakak.


Edward teringat saat Leon kecil bercerita kepadanya, tentang perbuatan Kimmy kepada Leon.


"Tuan jangan di ceritakan kepada Lily, malu Tuan. Itu sudah lama sekali" ucap Leon dengan wajah memerah karena malu.


"Nanti aku ceritakan di kantor sayang. Kimmy memang sudah hot dari kecil" ucap Edward masih tertawa.


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil kembali ke kantor Edward.


"Aku akan ke kantormu sayang? Tidak ke kantorku?" tanya Lily.


"Iya. Aku sudah bicara dengan Arthur selama 2 minggu ini kamu tidak akan masuk kantor. Arthur akan di bantu Leon untuk menyelesaikan urusan kantormu, sayang" ucap Edward.


"Kenapa sampai 2 minggu sayang? Lama sekali" ucap Lily.


"Kita harus bulan madu sayang. Kita akan ke Maldive. Aku harus segera membuahimu, supaya aku segera memiliki Edward kecil" Edward terkekeh.


"Kita sudah membahasnya sayang. Aku ingin kuliahku selesai dulu" ucap Lily.


"Aku tidak peduli sayang. Kamu masih bisa kuliah online" ucap Edward.


"Menyebalkan sekali. Padahal kamu sendiri yang bilang kepadaku mau menikahiku setelah aku lulus kuliah. Sekarang aku belum lulus kuliah, harus menikah denganmu. Kamu ini curang" Lily melipat tangannya di dada.


"Aku sudah bilang kepada Grandpa kalau kamu mau menikah setelah lulus kuliah. Kamu sendiri yang minta menikah sekarang. Aku tidak memaksamu" Edward mencubit pipi Lily.


Leon hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan kedua majikannya tersebut. Leon fokus menyetir dan menghadap ke depan.


"Leon kenapa kamu diam saja. Kamu harus membelaku untuk segera memiliki Edward junior" ucap Edward.


"Aku harus bagaimana Tuan. Itu kan urusan ranjang kalian. Apa aku harus main bersama kalian, kita main bertiga" Leon tertawa.


Kepala Leon di pukul dengan file yang ada di belakang kuris duduk Leon. Karena sangat kencang, Leon meringis kesakitan. filennya sampai menekuk.


"Sakit sekali Tuan. Tuan mau membunuhku?" ucap Leon dengan mengelus kepala yang masih terasa sakit.


"Iya aku akan membunuhmu sekarang juga kalau berani bicara yang macam-macam. Makanya kalau bicara jangan sembarangan " ucap Edward.


"Aku hanya bercanda Tuan. Kimmy sudah mempuatku puas, aku tidak tertarik mencari yang lain" ucap Leon.


"Bicara denganmu memang tidak ada gunanya" ucap Edward.

__ADS_1


Leon mengangkat bahunya. Lily tersenyum menghadap keluar jendela. Edward bicara bicara sendiri karena kesal.


To be continue ....


__ADS_2