
Lily pergi dari kantor Edward dalam keadaan menangis. Dia tidak tahu harus pergi kemana. Hatinya hancur melihat Edward dicium oleh perempuan lain didepan matanya. Perasaan yang selama ini dia pendam hancur berkeping-keping.
Sepanjang jalan pulang. Lily tidak berhenti menangis. Bahkan sampai depan gedung apartemen Edward Lily tidak berhenti menangis.
"Aku harus pergi kemana?" gumam Lily dalam tangis. Akhirnya Lily memutuskan untuk pergi ke makam orang tuanya. Saat ini Lily tidak memiliki siapapun. Dia benar-benar sendiri. Hanya peristirahatan terakhir orang tuanya yang bisa dia tuju.
Lily meninggalkan gedung apartemen Edward, menuju makam kedua orang tuanya. Lily naik bus menuju tempat peristirahatan terakhir kedua orang tuanya.
Sekitar 1 Jam Lily sampai di pemakaman Ohlsdorf Cemetery yang berada di humburg. Lily membeli bunga untuk dibawa ke makam kedua orang tuanya.
"Mama, Papa Lily datang. Apa kabar Kalian?" Lily menaburi bunga di pusaran kedua orang tuanya.
"Mama, Papa. Lily sendirian, kenapa kalian tidak mengajak Lily bersama kalian. Lily tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Lily rindu dengan kalian huhuuu ...." Lily menangis sesegukan. Dia tidak tahu harus cerita kesiapa tentang kesedihannya.
Lily bercerita semua yang dialaminya. Cerita tentang pamannya yang tidak mempelakukan dia dengan baik dan cerita juga tentang Edward, laki-laki yang dia cintai tapi sudah punya kekasih. Setidaknya itu yang ada di pikiran Lily sekarang.
"Aku harus kemana sekarang? aku tidak punya rumah" Lily terus saja menangis. Hari sudah mulai gelap. Lily berpamitan kepada kedua orang tuanya. Lily mencium nisan kedua orang tuanya.
"Mama, Papa.Lily pamit pulang dulu ya. Do'akan Lily semoga Lily lolos tes dan bisa kuliah. Lily ingin kerja di perusahaan besar, supaya Lily tidak menyusahkan orang lain. Lily ingin mandiri dan tidak merepotkan orang lain.
Lily mencium nisan kedua orang tuanya, lalu pergi meninggalkan pemakaman Ohlsdorf Cemetery.
Setelah ini Lily tidak punya tujuan lagi. Dia malu tinggal bersama Edward karena ternyata dia punya kekasih. Kalau dia pergi dari Apartemen Edward, dia bingung akan kerja dimana, sedangkan dia harus kuliah.
Ngomong-ngomong soal kuliah. Lily baru ingat kalau dia besok ada tes terakhir seleksi masuk kuliah. Dia memutuskan untuk mencari penginapan di dekat kampus. Dengan sisa uang yang ada di tabungannya.
Lily keluar pemakaman dan mencari halte bus menuju lokasi penginapan yang dekat dengan kampus. Selama di dalam bus Lily teringat saat Edward di cium oleh perempuan cantik bak model profesional.
__ADS_1
"2 perempuan yang berbeda. kedua-duanya sangat cantik dan modis, sangat berbeda dengan diriku yang lusuh seperti ini" gumam Lily.
"Ternyata patah hati rasanya sesakit ini. Kalau tahu patah hati rasanya sakit seperti ini lebih baik aku tidak merasakan jatuh cinta kepada Tuan Edward" ucap Lily dengan suara putus asa.
sekitar 1 jam Lily sudah sampai di tempat tujuan. Lily turun di kampus, lalu pergi mencari penginapan dekat kampus.
Kampus Lily ada dipusat kota. Jadi Lily mudah menemukan penginapan untuk istirahat sementara. Karena seharian Lily belum makan, dia membeli makan terlebih dahulu baru mencari penginapan.
Setelah selesai makan. Lily mencari baju untuk tes besok, selanjutnya Lily mencari penginapan. Lily mendapat Penginapan cukup dekat dengan kampus. Cukup 5 menit ke kampus dengan jalan kaki.
Ternyata banyak juga orang-orang yang menginap disana untuk melakukan tes besok pagi. Harusnya Lily malam ini belajar, tapi karena tidak membawa buku jadi Lily istirahat saja.
Setelah seharian Lily merasa capek fisik dan terutama capek hati. Lily memutuskan untuk mandi lalu tidur lebih awal supaya besok tidak telat saat ujian tes seleksi akhir.
Sementara Lily sudah beristirahat di penginapan sederhana. Edward potang panting mencari Lily. Dia tidak menemukan petunjuk dimana Lily sekarang berada.
Edward mencari Lily di flat yang dulu pernah dia sewa ternyata sudah dihuni oleh orang lain. Edward bingung karena tidak menemukan Lily. dia juga tidak memiliki petunjuk.
"Tuan kita mau mencari Lily kemana lagi?" tanya Leon. Leon juga bingung karena tidak tahu apapun tentang diri Lily.
Tiba-tiba Leon memberikan saran kepada Edward untuk mengecek CCTV apartemen. Mendengarv ide Leon Edward langsung menyuruh pulang ke apartemen. Siapa tahu dia menemukan petunjuk keberadaannya Lily.
Leon melajukan mobilnya ke apartemen Edward. Setelah sampai, dia memarkirkan mobilnya di depan gedung apartemen.
Leon mencari satpam yang bertugas malam ini. Dia meminta salinan CCTV tadi siang. Karena alasan untuk mencari orang hilang. Jadi Leon diizinkan untuk melihat CCTV apartemen.
Leon dan Edward pergi ke ruangan pemantau CCTV apartemen. Edward dan Leon melihat dengan serius. perjam, permenit bahkan perdetik tidak lolos dari pengawasan mata mereka.
__ADS_1
Tepat pukul 10 di video CCTV, Edward melihat Lily memasuki area apartemen Edward. Disana Lily tidak naik ke apartemen Edward tapi dia duduk di bangku taman sambil menangis.
Sekitar 2 jam Lily duduk dibangku taman tersebut sambil terus menangis. Setelah itu Lily berjalan keluar apartemen menuju halte bus. setelah itu Lily naik bus kota tersebut.
Edward mencocokkan jam Lily keluar kantor dan Lily duduk di bangku taman. Edward menyimpulkan kalau Lily langsung pulang ke apartemen setelah dari kantor.
Yang menjadi pertanyaan Edward adalah kenapa Lily menangis sampai seperti itu. Edward langsung ingat, tentang mimpi Lily beberapa hari yang lalu. Lily mengigau menyebut mama papanya. 'Apa Lily merindukan orang tuanya?' batin Edward.
Setelah Melihat video CCTV tersebut. Edward mencari bus yang di naiki Lily. Bus itu jurusan ke mana.
"Terima kasih pak. Sudah di izinkan melihat video CCTV" ucap Leon.
"Sama-sama pak. Semoga kekasih anda bisa ketemu pak" ucap pak Satpam melihat ke arah Edward.
Edward mengeryitkan dahi dan terlihat bingung. Sedangkan Leon cengar cengir melihat Bosnya kayak kebo bego. Edaward tersenyum kepada satpam tersebut dan mengangguk.
Leon memang ngomong dengan pak satpam kalau Edward sedang mencari kekasihnya yang hilang. Biar cepat urusannya, tidak ditanya yang macam-macam.
Edward dan Leon pergi ke pangkalan bus kota yang di naiki Lily tadi siang. Setelah sampai tempat bus kota tersebut, Edward bertanya pada salah satu Supir yang sedang istirahat sambil minum kopi.
"Selamat malam pak" ucap Edward. Pak supir yang sedang istirahat tadi menoleh ke arah Edward
"Selamat malam. Ada yang bisa saya bantu nak" jawab Pak supir tersebut. Usia pak supir sekitar 50an rambut sudah beruban dan memakai topi.
"Maaf Pak kalau saya menganggu. Saya mau bertanya. Bus ini membawa penumpang ke mana ya pak? saya mencari kekasih saya yang tadi siang naik bus ini Pak" Edward menjelaskan alasannya datang kepangkalan bus kota.
Pak supir menjelaskan rute bus kota tersebut dengan sangat jelas. Setelah Edward mendapat informasi dari Pak supir, dia lalu masuk mobil. Tidak lupa dia juga mengucapkan terima kasih kepada pak Supir.
__ADS_1
"Leon kita ke makan Ohlsdorf Cemetery" perintah Edward.
To be continue ...