Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 102. Pantai Buatan


__ADS_3

Setelah selesai sarapan, Edward mengajak Lily keluar dari resort untuk jalan-jalan menikmati indahnya Maldive yang sudah tersohor di seluruh dunia.


Maladewa atau Maldives terkenal sebagai salah satu adalah kepulauan yang mempesona. Negara ini terdiri dari ribuan pulau dengan pemandangan yang luar biasa indahnya. Maldives yang dikenal memiliki pantai berpasir putih yang mengkilap serta air laut yang berwarna biru ini terletak di Samudra Hindia dan tidak terlalu jauh letaknya dari pantai barat India.


Umumnya pariwisata di Maldives berhubungan dengan bulan madu. Sepertinya tempat wisata di Maldives dibuat khusus untuk liburan romantis. Namun sekarang, negara ini juga mulai diminati oleh mereka yang datang untuk berlibur bersama keluarga. Terdapat sekitar 200 pulau berpenghuni di negara ini.


"Kita mau kemana sayang?" Tanya Lily.


"Ikut saja Nanti kamu akan tahu sayang" Jawab Edward.


"Selamat Pagi Tuan Muda, Nyonya Lily" Sapa Dave.


"Pagi Dave" Jawab Lily dan Edward bersamaan.


"Mau kemana Tuan, saya siap mengantar Tuan dan Nyonya Edward" ucap Dave.


"Apa tempat terindah di sini Dave?" Tanya Edward.


"Banana Reef, Pulau Baros, Grand Friday mosque, pantai buatan, museum, galeri dan masih banyak lagi Tuan" jawab Dave.


"Bagaimana kalau kita kepantai buatan saja Dave" Ucap Edward.


"Baik Tuan" ucap Dave.


Dave menjalankan mobilnya menuju pantai buatan di Maldive.


Artificial Beach atau Pantai Buatan berlokasi di Pulau Male. Tempat wisata di Maldives ini merupakan salah satu pantai buatan manusia yang paling indah dan satu-satunya di negara. Pantai yang berbentuk seperti bulan sabit ini memberikan pemandangan yang menakjubkan serta iklim yang menyenangkan.


Sepintas, pantai ini tak terlihat seperti pantai buatan sama sekali. Faktanya, walaupun airnya tidak sedalam di pantai yang alami, pantai ini merupakan tempat berenang yang populer di kalangan penduduk setempat dan wisatawan asing.


Pantai Buatan ini menarik karena memiliki sejumlah besar area bersantai, kafe, serta barbekyu untuk para pecinta makanan, dan sejumlah besar fasilitas olahraga air untuk para petualang.


Selain itu, pantai buatan ini merupakan pusat kegiatan budaya yang menyenangkan di antaranya aktivitas karnaval warna-warni, konser musik live serta parade. Artificial Beach juga merupakan surga untuk pecinta kuliner dan pantai. Di sini pasangan atau individu bisa menghabiskan malam yang indah dan tenang.


Suatu keharusan untuk menghabiskan waktu berjalan-jalan di pantai ini sambil menikmati keindahan matahari yang terbenam.


"Tempat ini memang sangat indah. Pantas saja kamu suka tinggal di sini Dave" ucap Edward.


"Sangat nyaman tinggal di sini Tuan. Meskipun bukan negara besar seperti Jerman. Tapi saya sangat bahagia tinggal di sini Tuan" ucap Dave.


"Sudah berapa tahun Anda tinggal di sini Dave?" Tanya Lily.


"Sekitar 4-5 tahun Nyonya. Setelah saya meninggalkan Negara Jerman dan pindah ke sini" Jawab Dave.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak mengajak kami ke rumahmu Dave?" Tanya Edward.


"Kalau Tuan dan Nyonya berkenan mampir, saya persilahkan Mampir. Tapi rumah saya sangat sederhana Tuan. Tidak seperti rumah Tuan" ucap Dave.


"Tidak masalag Dave. Aku hanya ingin melihat keluargamu dan ayahmu. Aku belum sempat bertemu kembali setelah kalian meninggalkan Jerman" ucap Edward.


"Nanti saya ajak Tuan dan Nyonya berkunjung ke rumah gubuk saya" ucap Dave.


"Apa tempatnya masih jauh Dave?" Tanya Lily.


"15 menit lagi Nyonya" ucap Dave.


"Apa kamu disini juga mengantar wisatawan keliling seperti ini Dave?" Tanya Edward.


"Iya Tuan, sudah menjadi tugas saya. Saya juga punya restoran di Male" Jawab Dave.


"Male dimana?" Tanya Lily.


"Ibu kota Maldive sayang" Jawab Edward.


"Oh, Maaf. Aku tidak tahu" ucap Lily malu.


"Tidak apa-apa Nyonya. Banyak turis juga tidak tahu ibu kota Maldive" ucap Dave bijak.


"Wah indah sekali. Ini pertama kalinya aku pergi ke pantai" ucap Lily.


Mata Lily berbinar-binar karena melihat pantai yang sangat indah. Banyak turis yang bermain di pantai. Ada yang berenang, berjemur, bermain-main dengan pasir dan masih banyak lagi kegiatan para turis yang dilihat Lily.


"Bukankah kamu mau berjemur dan bermain pasir" ucap Edward.


"Bagaimana kamu tahu sayang?"Tanya Lily.


"Aku suamimu jadi aku tahu apa yang kamu pikirkan sayang" ucap Edward.


"Aku sudah membawa bikini dan peralatan tempur dipantai sayang" Lily memperlihatkan semua barang yang di bawanya.


Dave menjaga barang-barang Lily dan Edward selama mereka bermain di pantai. Dia sebagai tour guide Edward selama di Maldive.


"Aku pakaikan sun block dulu di badanmu sayang" Lily mengoleskan sunblock di tubuh Edward supaya tidak terbakar matahari.


"Sepertinya kulitku akan sedikit coklat setelah dari sini sayang" ucap Edward.


"Tidak masalah coklat sayang. Yang penting badanmu sehat" Ucap Lily.

__ADS_1


"Apa kamu masih menyukaiku kalau kulitku berubah?" Tanya Edward.


"Tentu saja. Kenapa aku harus meninggalkanmu sayang. Aku akan meninggalkanmu kalau kamu selingkuh dariku" ucap Lily.


"Tidak mungkin itu sayang. Apa aku sudah gila meninggalkan perempuan cantik dan sexy saat di berada di tempat tidur" Edward terkekeh.


PLAAAKK


Lily menabok punggung Edward yang sedang di oleh sun block oleh Lily. Edward meringgis karena tabokan Lily.


"Galak banget sih sayang" ucap Edward.


"Makannya kalau bicara itu di jaga mulutnya sayang. Malu kalau di dengar orang" Lily mendelikkan matanya.


"Hahahaaaa" Edward tertawa.


"Malah tertawa" ucap Lily.


"Lucu. Kamu mengemaskan kalau sedang marah sayang" Edward mencubit kedua pipi Lily dengan tangannya.


"Saa-kitt" Lili melepas tangan Edward yang ada di pipinya.


Edward mencium pipi Lily. Lalu mengajaknya pergi ke pantai. Mereka ingin menikmati air pantai yang indah bersama.


Banyak mata memandang ke arah mereka berdua. Banyak yang kagum dengan kedua pasangan sempurna dimata mereka.


Laki-laki yang tampan dengan tubuh atletis dan rahang yang tegas, sedangkan perempuannya cantik, ramping dengan kulit putih halus seperti porselen. Membuat siapapun yang memandangnya tidak bisa berkedip.


"Aku salah menyuruhmu memakai bikini sayang" Edward merangkul pinggang Lily.


"Kenapa? bukankah kita di pantai sayang. Memang harus memakai bikini kan sayang" Lily menirukan ucapan Edward tempo hari.


"Aku tidak rela kamu dilihat banyak orang sayang" ucap Edward.


"Seharusnya tadi pagi kamu memberiku banyak tanda merah. Biar aku tidak memakai bikini sayang" Lily cekikikan.


"Kamu benar sayang. Kenapa aku tidak melakukannya. Biasanya aku akan selalu memberimu banyak tanda merah" Ucap Edward dengan nada kesal.


"Berarti aku memang di izinkan memakai bikini sayang. Sebelum kita berangkat bukannya kamu menyuruhku memakai bikini. Mubazir kalau tidak dipakai sayang" Lily menarik Edward bermain air di pantai.


Mereka bersenang-senang layaknya anak kecil yang dilepas orang tuanya bermain di pantai.


To be continue ....

__ADS_1


__ADS_2