
Pernikahan yang sudah di nanti banyak orang terutama Gabriel. Sudah di depan mata. Hari ini Edward dan Lily akan melangsungkan pernikahan mewah di ruang terbuka dengan mengundang seluruh rekan kerja, saudara, dan teman-teman dari Edward dan Lily.
Wajah bahagia terlihat pada semua orang terutama kedua mempelai pengantin. Tapi ada 1 perempuan yang tidak suka melihat kebahagiaan yang dirasakan kedua pengantin tersebut.
"Lakukan sesuai rencana" ucap Perempuan di tempat pernikahan Edward dan Lily lewat telpon.
Sementara Lily masih di rias. Edward sudah berada di altar pernikahan. Edward sangat deg-degan. Perempuan yang dia cintai sebentar lagi akan menjadi Istri Edward.
"Kenapa mereka belum datang juga Leon" ucap Edward was-was bercampur dengan gugup.
"Tenanglah Tuan. Nanti mereka juga akan datang" ucap Leon.
3 hati sebelum pernikahan Lily dan Edward di pisah oleh keluarga. Mereka tidak boleh bertemu sampai hari pernikahan.
Mereka juga tidak boleh berkomunikasi. Hal itu membuat Edward menjadi seperti orang gila karena tidak bisa melihat atau berbicara dengan Lily.
Lily tinggal bersama dengan Arthur dan keluarganya. Rumah keluarga Lily yang dulu di jual oleh Peter, sudah di beli lagi oleh Edgar. Sebagai hadiah pernikahan Lily dan Edward.
"Aku bisa gila kalau begini Leon. Apa mereka mau menunda pernikahan ini" ucap Edward.
"Sabar Tuan sabar. Itu mobil mereka sudah datang" ucap Leon.
Arthur dan keluarganya keluar dari mobil. Lily berbalut baju penganti putih sangat cantik dan elegan.
Edward semakin gugup saat Lily memasuki altar pernikahan di gandeng Edgar sebagai pendamping pengantin perempuan.
Edward melihat Lily sangat terpesona. Dia sampai meneteskan air mata. Karena tidak percaya tinggal beberapa menit lagi mereka akan sah menjadi suami istri.
Pernikahan hanya di hadiri keluarga dekat saja. Sedangkan malamnya mereka melakukan resepsi mewah mengundang banyak tamu undangan.
"Edward Om serahkan Lily kepadamu. Sekarang Lily menjadi tanggung jawabmu. Jangan sakiti Lily dan bahagiakan Lily" ucap Edgar dengan mata berkaca-kaca.
Kepeonakan yang selama ini dia cari. Sekarang sudah akan menjadi istri orang lain. Dia belum sempat membuat Lily bahagia tapi orang lain sudah mempersuntingnya.
"Pasti Om. Saya akan membahagiakan Lily lahir dan batin" ucap Edward.
Lily tersenyum. Mendengar percakapan Edward dan Edgar. Edgar pergi meninggalkan Lily dan Edward di depan Altar pernikahan.
Kini Edward dan Lily mengukuhkan cinta mereka ke dalam ikatan suci pernikahan. Mereka bersumpah untuk sehidup semati, selalu bersama dalam keadaan apapun, baik sakit, sehat, senang maupun susah.
Setelah keduanya sah dinyatakan menjadi suami istri. Edward dan Lily berciuman. Semua bertepuk tangan dan ikut merasakan kebahagiaan mempelai pengantin.
"Selamat cucuku. Grandpa senang akhirnya Grandpa bisa melihat cucu kesayangan Grandpa menikah" Gabriel memeluk Edward dan Lily bergantian.
__ADS_1
"Terima kasih Grandpa. Doakan cucumu ini segera memberikan Grandpa cucu buyut" Edward tersenyum melihat Lily.
Setelah semua tahu yang hadir memberikan selamat kepada Lily dan Edward. Sesi selanjutnya mereka melakukan sesi foto bersama keluarga dan teman dekat. Lily mendapat ucapan dari teman-teman kampusnya.
"Lily aku masih tidak percaya kalau suamimu adalah pak Dosen ganteng" ucap Chelsea.
"Berarti yang dulu di Rumah Sakit pak Dosen bukan salah ruangan. Tapi memang dia di kamar Lily" ucap Alicia
"Kamu benar Alicia. Pak Edward takut ketahuan pacaran dengan mahasiswanya sendiri" Bryan tertawa.
Semua teman-teman Lily ikut tertawa. Lily juga tertawa, Edward keki di ledek anak kecil. Leon Lewat dengan terrsenyum.
"Kalian kalau meledek Pak Edward. Akan mendapat nilai E" ucap Leon.
"Jangan Pak. Kami hanya bercanda" ucap Alicia.
"Bryan kamu di cari kakekmu" ucap Leon.
"Biarkan saja Pak Leon, Kakek memang selalu begitu. Saya seperti tahanan kalau di rumah" ucap Bryan.
"Kamu penerus perusahaan Greend Bryan, jadi harus latihan dari sekarang. Makanya kakeknya tegas dengan kamu" ucap Edward.
"Apa Pak Edward juga seperti itu. Tidak bisa main kesana kesini waktu masih muda" tanya Bryan.
"Bisa. Tapi aku main kalau sudah pulang kerja" jawab Edward.
"Kakekmu lebih hebat dari saya Bryan. Kenapa kamu tidak belajar dengannya" jawab Edward.
"Kakek seperti tentara Pak. Dia sangat kaku" ucap Bryan.
"Siapa yang kamu bicarakan Bryan. Cucu kurang ajar" Tuan Greend menjewer telinga Bryan.
Edward, Lily, Leon dan teman-teman Lily yang lainnya tertawa melihat Bryan dengan kakeknya.
Pesta pernikahan yang sangat hangat dan kekeluargaan penuh dengan canda tawa dan juga kebahagiaan menambah kemeriahan pesta Edward dan Lily.
Banyak ucapan dan doa untuk kebahagiaan mereka berdua supaya menjadi suami istri yang di berkahi oleh Tuhan.
Ashley melihat ke arah Lily penuh kebencian. Dia yang dari dulu ingin sekali mendapatkan posisi Lily yang sekarang menjadi marah.
Ashley pergi dari tempat pernikahan Lily dan Edward. Hatinya sakit, hancur dan penuh amarah.
"Itu perempuan kenapa sayang?" tanya Kimmy saat melihat Ashley pergi dari tempat acara pernikahan.
__ADS_1
"Ashley?" tanya Leon.
"Iya kali. Aku tidak tahu namanya" jawab Kimmy.
"Dia patah hati karena Tuan sudah menikah dengan Lily" jawab Leon sambil minum orange juice.
"Oh masih ada rasa dengan Edward, meskipun jelas-jelas dia ditolak Edward. Luar biasa, dia mencari kesedihannya sendiri" ucap Kimmy.
"Kenapa begitu?" tanya Leon.
"Iya. Sudah tahu dia tidak di inginkan tapi masih kekeh ingin bersama. Sama saja dia cari penyakit. Kalau tidak di inginkan ya pergi saja cari yang lain bukan malah mengharap" ucap Kimmy.
"Itulah cinta. Kadang orang bisa bodoh dan tidak memakai logika hanya karena dia sangat mencintai seseorang" ucap Leon.
"Makanya aku sekarang tidak mau memakai perasaan. ujungnya sakit kalau banyak berharap" ucap Kimmy.
Leon menatap Kimmy, Kimmy pura-pura tidak melihat Leon. Dia menghadap ke depan.
"Apa kamu tidak percaya kepadaku?" Leon menarik dagu Kimmy.
"Aku tidak bicara seperti itu" ucap Kimmy.
"Aku memang belum bisa memberimu kepastian pernikahan. Tapi aku benar-benar mencintaimu Kimmy" ucap Leon.
"Sudahlah kita tidak isah membahas hubungan kita. Seperti ini saja sudah cukup" Kimmy berkaca-kaca.
Leom menarik Kimmy ke dalam mobil. Mereka memang ada di tempat parkir. Karena Leon harus memastikan mobil pengantin sudah ready.
"Leon. Apa yang kamu lakukan. Ini pernikahan Edward. Bagaimana kamu bisa melakukan ini ssmua" ucap Kimmy.
"Kita lakukan cepat sayang. Aku ingin sekali" ucap Leon.
"Kamu ... Aaaakkk aahhhh eemmmm" Kimmy kelepasan mendesah saat Leon memasukan pusakannya ke sarung yang aman.
"Sebentar sayang. Aku mohon kerjasamanya. Akhir-akhir ini aku tidak merasakan dirimu karena mengurus pernikahan Tuan muda" ucap Leon.
Aahhh aahhhh eemmmm
Aahhh eemmm eemmmm aakk
"Pelan sayang. Kamu terlalu bersemangat" ucap Kimmy.
Kimmyyy aahh aahhh aaaaaaahhhhhhh.
__ADS_1
Leon mendapat pelepasan sesaat setelah Kimmy mendapatkan pelepasannya.
To be continue ....