Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 46. Pagi Manis


__ADS_3

Braaaakkkk


Edward membanting pintu dan menguncinya. Lily mengedor-ngedor pintu Edward tapi tidak dibukakan pintu.


"Tuan. Tuan Jangan marah. Excel hanya teman biasa. Aku juga sudah tidak pernah komunikasi lagi dengan Excel Tuan" Lily duduk di lantai didepan pintu Edward dengan menekuk kedua kakinya.


Karena capek dan ngantuk. Lily ketiduran di depan kamar Edward. Pukul 2 dini hari Edward terbangun dari tidur karena haus.


Alangkah terkejutnya Edward saat melihat Lily tertidur dilantai dengan kaki di tekuk. Edward langsung mengangkat Lily, ditidurkan Lily di ranjang empuknya.


Lalu Lily di selimuti Edward pakai selimut tebal dan hangat. Edward memandang wajah Lily.


"Sebentar lagi kamu akan pergi dari sini dan tinggal dirumah kamu sendiri Lily. Aku akan sangat merindukanmu, saat kamu tidak disini" mata Edward berkaca-kaca.


Edward mencium kening Lily lalu dia keluar mengambil air minum. Edward tidak bisa tidur, banyak sekali yang dipikirkan Edward termasuk Lily.


Dia tidak tahu hubungan apa yang dijalaninya saat ini bersama Lily. Dia ingin sekali menyatakan perasaannya kepada Lily, tapi Edward takut terluka lagi.


Mencintai seseorang dengan tulus dan mengorbankan apa saja demi orang terkasih itu biasa, tapi kalau dibalas dengan pengkhianatan, itu yang menjadikan pengorbanan itu sia-sia dan akan menjadi luka.


Edward masih berharap kalau Lily bisa mencintainya, seperti dia mencintai Lily. Edward ingin mendengar ucapan cinta dari Lily untuknya. Maka saat itu juga, Lily akan dilamar oleh Edward dan menyandang status Nyonya Edward.


Dimana hari itu akan menjadi hari yang paling indah dalam hidup Edward. Hidup menua bersama orang terkasih.


Edward kembali ke dalam kamar. Dia tidur disamping Lily yang sudah mimpi indah. Edward memeluk Lily dari belakang. Wangi shampo Lily membuat Edward ingin terus mencium rambut Lily.


Akhirnya Edward tertidur dengan memeluk Lily dari belakang. Edward memeluk Lily dengan sangat erat. Mereka berdua kini telah sama-sama pergi ke alam mimpi.


Pagi menjelang. Lily mengerjap-ngerjapkan matanya. Dia merasakan tangan kokok memeluk dirinya.


Lily membalikkan badan. Dia kaget Edward tidur dengan memeluknya. Lily lalu melihat sekitar kamar. Dia sadar, kalau Lily tidur di kamar Edward.


Lily mengusap-usap rahang Edward dan tersenyum. 'Tampan sekali, tapi aku tidak pantas untuk Tuan Edward. Dia kaya, ganteng dan baik hati. Aku hanya perempuan biasa. Gaji saja pas-pasan untuk makan dan sewa tempat tinggal' Lily membatin.


"Kenapa hanya dielus-elus saja. Morning kissnya mana?" ucap Edward dengan mata tertutup.


Lily melepaskan tangannya dari rahang Edward. Lily malu karena ketahuan kalau memandangi Edward.


"Morning kiss Lyli" ucap Edward masih dengan mata tertutup.


"Morning kiss apa Tuan? saya tidak tahu" ucap Lily polos.


Bagaimana Lily bisa tahu. Kalau pacaran saja belum pernah. Morning kiss hanya untuk orang yang sudah punya pasangan, baik kekasih atau suami istri.


Morning kiss adalah Membangunkan seseorang di pagi hari dengan ciuman menunjukkan rasa bersyukur akan keberadaan orang tersebut.


Edward memonyongkan Bibirnya. Dia ingin mendapat ciuman pagi dari Lily. Lama tidak mendapat respon. Edward menunjuk bibirnya dengan telunjuk.


"Ayo Lily ciuman paginya mana?" ucap Edward.


"Malu Tuan" jawab Lily tersipu malu.

__ADS_1


"Malu sama siapa? kita sudah biasa melakukannya Lily. Kenapa mesti malu" Edward mencubit hidung Lily karena gemas.


"Aauuwww sakit Tuan" Lily mengusap hidungnya.


"Kamu memang sangat mengemaskan kelinci kecil" ucap Edward.


Lily menyembunyikan wajahnya di dada Edward. Dia menghirum aroma tubuh Edward saat bangun tidur. Harumnya menenangkan untuk Lily dipagi hari.


"Lily aku masih menunggu ciumanmu" Edward tidak menyerah.


"Saya belum gosok gigi Tuan" jawab Lily.


"Aku juga belum gosok gigi. Rasanya sama Lily" ucap Edward.


Lily mencium pipi kiri Edward, lalu dia tersenyum.


"Kanan belum Lily" ucap Edward.


Edward menyodorkan pipi kanan ke bibir Lily. Lily malu-malu saat mencium Edward.


"Ini belum" Edward memonyongkan bibirnya.


Cup


Lily mengecup singat bibir Edward. Lalu dia memalingkan wajahnya karena malu. Edward menolehkan wajah Lily ke hadapanya.


Edward sudah tidak tahan lagi dilumatnya bibir lily dengan lembut. Lily membuka mulutnya, dia menyambut ciuman Edward dengan sangat baik.


Sesapan, ******* dan Lilitan Lidah membuat panas suasana kamar Edward.


"Apanya Lily" tanya Edward


"Geli sekali tuaan, sshhh"


"Bagaimana kalau seperti ini Lily"


"eewmmm iya Tuann"


"Boleh aku lanjutkan Lily" tanya Edward.


"Iya Tuan" Lily mengangguk.


"Kamu suka Lily?"


"Iya Tuan. Rasanya aneh saat Tuan melakukannya"


"Bagaimana kalau yang ini?"


"Enak Tuan. Rasanya gurih-gurih enyoiii"


"Nikmati saja Lily. Aku yang bekerja"

__ADS_1


aahhh sshhhh


"Tuu-ttuuuaaaannnnnn aaahhh"


"Bagaimana Lily rasanya?"


"Lega sekali tuan" Lily mengatur nafasnya yang nggos-nggosan. Edward mencium bibir Lily.


"Sebentar aku bersihkan dulu. Setelah itu kita mandi"


Lily diam saja diatas ranjang. Dia masih bertutupkan selimut tebal dan hangat. Dia mengantuk dan ingin tidur.


"Tuan aku mau tidur lagi boleh?" Lily kecapean habis olaraga pagi.


"Tidurlah! aku akan mandi. Aku harus berangkat kekantor" Edward membuang tisu ke tempat sampah.


Saat mendengar kata kantor. Lily langsung bangun. Dia belum membuat sarapan untuk Edward.


Lily bangun dari ranjang, lalu berjalan ke arah pintu keluar. Edward yang melihat Lily terburu-buru. Menghentikan Lily.


"Berhenti Lily. Pakai celanamu dulu" ucap Lily.


Lily melihat ke bawah. Dia celinggak celingguk mencari dimana celananya dibuang Edward.


Edward membantu mengambilkan celana Lily, dan meyerahkan kepada Lily. Setelah memakai celana, Lily lalu berjalan keluar kamar.


Edward mandi dengan perasaan hangat. Dia senyum-senyum sendiri saat membayangan kalau dirinya setiap hari tidur bersama Lily.


Setelah selesai mandi, Edward kedapur. Dia memeluk Lily dari belakang. Sekarang Lily tidak takut atau risih kalau dipeluk Edward dari belakang atau pelukan biasa.


Lily menikmatinya dan ingin terus di peluk Edward. Rasanya nyaman kalau dipeluk orang terkasih.


"Kita sarapan apa sayang" Edward meletakkan dagunya di pundak Lily.


Rasanya dag dig dug saat Edward memanggilnya sayang. Dia tidak mau bangun kalau ini semua adalah mimpi.


"Aku membuat sandwich untuk tuan" jawab Lily.


"Lily, nanti sepulang dari kantor kamu harus sudah siap-siap. Kita akan beli parfum dan tas baru" ucap Edward.


"Tidak usah Tuan. Tas saya masih bagus" jawab Lily


"LILYY" Edward meremas squishy.


Ssshhh aaaahhhh "Tuan" Lily mengigit bibirnya.


"Aku tidak suka dibantah Lily. Kamu harus menurut" Edward semakin kecang meremas squishy.


"Aaahhh sakit Tuan. Iya baiklah aku akan membeli tas baru ssshh" Lily meringis.


"Kelinci yang manis. Ayo kita makan. Nanti aku telat datang kekantor" Edward makan Sandwich dengan tenang.

__ADS_1


Setelah makan Edward berangkat ke kantor dan Lily melanjutkan tidur. Karena masih menggantuk dan capek.


To be continue ....


__ADS_2