
Berita pernikahan Edward dan Lily, Membuat heboh seluruh warga Jerman. Pernikahan mereka menjadi perbincangan hangat di seluruh lapiran masyarakat yang ada di Jerman.
Ada yang iri dan mencibir Lily, ada yang bahagia dan ingin hidupnya seperti Lily menikah dengan laki-laki tampan dan kaya. Ada yang merasa tidak terima kalau Edwars menikah dengan Lily dan masih banyak lagi ekspresi kebahagian dan kesedihan mereka yang melihat pernikahan orang terkaya nomer 1 di Jerman.
"Peter apa itu Lily? Lily keponakanmu?" tanya Christy.
"Mana?" tanya Peter
"Itu di TV. Dia menikah dengan orang kaya Peter. Kita minta bantuan saja sama Lily. Kamu kan Pamannya, Lily pasti mau membantu kita" ucap Crhristy.
"Kamu benar Christy. Dia Lily, ternyata dia menikahi Tuan Edward pemilik Star Group Company" ucap Peter.
"Bagaimana bisa dia kenal dengan Edward Peter, apa dia menjual dirinya kepada Tuan Edward. Dasar perempuan ******" ucap Christy.
"Kita harus menemui Lily, Peter. Kita harus minta ganti rugi selama dia tinggal bersama kita. Enak saja dia bersenang-senang sedangkan kita di sini hidup terlunta-lunta. Untuk berobat dirimu, saja aku harus menjual seluruh perhiasan dan tabungan kita sudah menipis" ucap Christy.
"Kita besok ke Humburg. Kita temui Lily sekalian kita menjengguk Kloe" ucap Peter.
"Kurang ajar sekali memang Lily. Kenapa kita tidak diundang di acara pernikahannya. Dasar bocah tidak tahu diri, mentang-mentang dia menikah dengan orang kaya, kita di lupakan begitu saja" ucap Christy.
"Besok kita minta uang kepada Lily. Dia pasti tidak tega melihat pamannya tidak bisa jalan" ucap Peter.
"Kenapa nasib kita seperti ini Pah. Kita jatuh miskin sedangkan anak kita di penjara. Seharusnya Kloe yang menikah dengan orang kaya bukan Lily" Christy merasa putus asa
Sementara Peter dan Christy menyusun rencana untuk datang ke Humburg. Kloe emosi saat melihat kebahagiaan Lily yang menikah dengan Edward. Dia seperti orang kesetanan di dalam penjara.
"HEI APA YANG KAMU LAKUKAN BOCAH SIALAN. BISA DIAM TIDAK! AKU SUMPAL MULUTMU DENGAN SAMPAH" ucap penghuni penjara lain yang merasa terganggu.
"Iya. Kamu bisa diam tidak. Ini waktunya istirahat. Jangan berisik" yang lain ikut bersuara.
"Maafkan saya Nyonya. Saya akan diam" Nyali Kloe menciut. Karena dia 1 sel dengan seorang pembunuh dan pencopet.
"Sial sekali aku, Lily bersenang-senang di luar sana sedangkan aku tersiksa di sini. Aku harus segera bebas dari sini"gumam Kloe.
Keluarga Peter sedang mendapat balasan apa yang mereka lakukan kepada Lily selama ini. Edward berperan penting untuk memasukkan Kloe kedalam penjara dan membuat Peter menyerahkan Global Company kepada Arthur.
__ADS_1
Sedangkan Peter tidak tahu kalau Arthur adalah sepupu Lily, anak dari kakak papanya Lily. Yang Peter sangka sudah meninggal.
"Ayo bangun sayang ini sudah siang" Lily membangunkan Edward.
"Masih menggantuk sayang. Sebentar lagi, kita tidur jam empat pagi. Mataku masih ingin merem sayang" ucap Edward.
"Aku mau mandi sayang. Badanku lengket semua" Lily memindahkan tubuh Edward yang memeluknya dengan erat.
"Diamlah sayang jangan bergerak-gerak terus. Aku masih ingin tidur" ucap Edward.
"Tidurlah tapi aku ingin mandi sayang. Badanku sakit semua dan lengket" ucap Lily.
Akhirnya Edward melepaskan Lily dari pelukannya. Dia kembali tidur dan Lily pergi mandi.
Lily berendam air hangat di campur lavender oil yang cukup menenangkan tubuhnya saat ini. Badanya kembali rileks dan segar.
Setelah selesai mandi Lily kembali ke dalam kamar. Melihat suaminya masih tidur Lily berjalan ke dapur untuk membuat makanan. Karena lapar.
Edward dan Lily sementara akan tinggal di penthouse. Sampai mereka honeymoon. Setelah mereka pulang dari honeymoon, Edward dan Lily akan kembali ke rumah utama.
Edward ingin sekali segera memiliki anak dari Lily. Dia tidak sabar di panggil Daddy oleh anaknya.
"Baunya harus sekali" gumam Edward masih dengan mata terpejam.
Edward lalu bangun dan cuci muka di kamar mandi. Setelah itu dia pergi mencari asal bau makanan yang dia cium.
"Masak apa istriku" Edward memeluk Lily dari belakang dan mencium pipi Lily.
"Masak nasi goreng suamiku" Lily mencium pipi Edward.
"Baunya harum sekali sayang. Aku terbangun gara-gara mencium harum masakan istriku tercinta" ucap Edward.
"Kalau tidak begitu. Kamu tidak akan bangun tidur sayang" ucap Lily.
"Lusa kita akan ke Maldive sayang. Apa kamu siapkan bikini kamu sayang? Tanya Edward.
__ADS_1
"Bikini? Aku tidak pernah memakai pakaian seperti itu, aku saja tidak bisa berenang" jawab Lily jujur.
"Baiklah aku akan meminta Kimmy membelikan beberapa untukmu. Aku akan mengajari kamu berenang" ucap Edward.
"Kenapa pakaian yang kamu sukai semuanya aneh-aneh sayang. Pertama Lingeri, pakaian kurang bahan dan tipis banget, kalau dingin pasti masuk angin. Sekarang bikini, yang tertutup cuma bagian apem dan 2 bukit kembar saja. Apa nyaman memakai seperti itu saat berenang. Bagaimana kalau bagian atas lepas saat berenang. Pastinya malu di lihat orang" ucap Lily protes.
"Istriku memang polos sekali. Kita kalau kepantai harus pakai bikini sayang. Apa kamu mau pakai celana jeans dan kaos oblong? Aneh jadinya sayang" ucap Edward.
"Daripada badanku dilihat banyak orang. Apalagi mata lelaki buaya darat, matanya jelalatan dan melotot sampai mau copot. Kamu mau tubuhku di nikmati mata laki-laki kurang ajar di luar sana" ucap Lily sambil meletakkan nasi goreng di atas meja.
"Benar juga sih yang kamu bilang sayang. Aku tidak rela kalau tubuh kamu di lihat banyak laki-laki brengsek di luar sana" ucap Edward.
"Ya sudah tidak usah pakai bikini- bikinian. Pakai baju biasa saja" ucap Lily.
"Tetap membawa bikini sayang. Nanti kamu makainya si private swimmingpool. Kamar kita kan langsung ada kolam renangnya sayang" ucap Edward.
"Serius sayang?" tanya Lily.
"Iya sayang. Nanti kamu bakalan betah di sana. Kita akan di sana 3 minggu" ucap Edward.
"Tiga minggu? Apa tidak kelamaan sayang?" tanya Lily.
"Tentu saja tidak sayang. Kamu juga sedang Libur kuliah. Jadi kamu bisa santai. Aku ingin segera mendapat Edward junior sayang" ucap Edward.
"lya-iya mau anak berapa suamiku?" tanya Lily sedikit cemberut.
"11 anak cukup sayang" Edward tertawa ngakak.
"Kenapa tidak sekalian 24 anak. Biar sekalian lubang emaknya longgar" ucap Lily sewot.
"Hahhahahahhaaaa" Edward tertawa sampai memegangi perutnya karena melihat ekspresi Lily yang sedang kesal.
"Menyebalkan sekali. Malah tertawa" Lily menepuk tangan Edward yang ada di atas meja.
"Aduuhh. Kalau kamu sanggup tidak apa-apa sayang. Aku senang sekali bisa menghajar kamu tiap malam" Edward masih tertawa.
__ADS_1
Lily melotot kesal kepada Edward. Sedangkan Edward masih tertawa menikmati wajah Lily yang kesal karena joke receh darinya.
To be continue ....