
Edward berusaha menjadi sahabat yanga baik untuk Leon. Edward memeluk Leon, dia menenangkan Leon supaya bisa kuat.
Jatuh cinta kepada Kimmy adalah untuk pertama kalinya bagi Leon. tapi Leon sudah merasakan patah hati yang paling dalam.
Tidak jauh berbeda. Kimmy juga menangis tiada henti di apartemennya. Zain dan Paula tidak bisa membuat Kimmy berhenti menangis.
"Kimmy sebenarnya ada apa kenapa kamu, menangis? katakan kepada kami" Paula mengelus rambut Kimmy.
"Sebenarnya laki-laki tadi siapa Kimmy? kenapa dia bisa langsung masuk apartemenmu?" Zain sudah memakai baju.
"Aku harus pergi" Kimmy berdiri dan menngambil kunci mobil serta tas.
"Kimmy kamu mau kemana?" tanya Paula.
Kimmy tidak memperdulikan pertanyaan Paula. Dia langsung bergegas pergi dari apartemen. Kimmy tidak mau masalahnya dengan Leon semakin panjang.
Kimmy berniat menyelesaikan masalahnya dengan Leon secepatnya. Dia tidak ingin berlarut-larut, dan membawa hubungan mereka dalam jurang perpisahan.
Setelah sampai di kantor milik Edward, Kimmy langsung berlari menuju ruangan Leon. Disana masih ada Edward yang mencoba menenangkan Leon.
Selain sebagai asisten, Leon juga sebagai sahabat Edward. Tidak hanya Leon yang ingin melihat Edward bahagia. Edward juga ingin melihat Leon bahagia.
Cekleeekk
Leon dan Edward menatap ke arah pintu. Kimmy masuk dan langsung memeluk Leon. Edward tahu, mereka sedang menghadapi masalah. Edward memberi waktu mereka untuk saling bicara.
"Aku akan keluar. Kalian bicaralah, selesaikan masalah kalian" ucap Edward.
Edward langsung keluar dari ruangan Leon. Leon melepas pelukan Kimmy dan menatap tajam ke mata Kimmy.
"Leon dengarkan aku" Kimmy menangis.
Leon hanya diam. Dia tidak merespon apapun yang di katakan Kimmy. Saat Leon ingin pergi, Kimmy menahan tangan Leon.
"Zain adalah suami Paula. Paula dan Zein sahabatku dari Berlin. Apa yang kamu lihat tadi hanyalah sebuah kebetulan saja. Aku tidak melakukan apapun dengan Zain" ucap Kimmy terisak.
Leon hanya diam. Bahkan tangisan Kimmy tidak membuat dirinya tergerak untuk memeluk Kimmy dan menenangkan Kimmy.
"Leon bicaralah. Jangan diam saja. Aku sudah bicara yang sebenarnya. Aku tidak bohong" ucap Kimmy mengoyang-goyangkan tangan Leon.
"Apa yang ingin kamu dengar Kimmy. Aku melihat laki-laki itu di atas ranjang dengan telanjang dada dan kamu hanya memakai handuk saja. Dimana Paula. DIMANA?" Bentak Leon.
"Paula ada di kamar mandi. Kalau kamu tidak percaya aku akan menelpon mereka. Tunggu! aku akan menelpon mereka" Kimmy mengambil ponsel di dalam tasnya.
Kimmy mencari nama Paula dan menekan tombol berwarna hijau Panggilan pertama langsung di angkat. Kimmy memindahkan dari panggilan biasa ke panggilan video call.
[Hallo Kimmy dimana kamu?]
__ADS_1
[Paula bisa kamu jelaskan kenapa kamu ada di apartemenku]
[Apa maksud kamu Kimmy. Aku hanya singgah sebentar nanti sore aku akan pergi ke rumah saudaraku]
Kimmy sengaja mengloudspeaker supaya Leon mendengarnya. Leon hanya diam dan mendengarkan percakapan mereka.
[Jelaskan kepada seseorang kenapa kalian ada di apartemenku]
[Apa? Siapa?]
Kimmy langsung memutar kamera belakang. Leon melihat Paula dan Zain sedang duduk di sofa ruang tamu.
[Jelaskan kepada laki-laki yang kamu lihat di depan kamera itu Paula. Siapa kalian]
[Siapa dia Kimmy?]
[Dia kekasihku]
[O ... baiklah. Aku akan menjelaskan semuanya]
Setelah Paula menjelaskan semuanya kepada Leon. Leon menuntup panggilan video call Kimmy kepada Paula.
Leon tadi pagi memang tidak melihat Paula. Setelah melihatnya sendiri, Leon baru percaya kepada Kimmy.
Bukannya Leon tidak percaya dengan Kimmy. Kimmy adalah perempuan yang suka menggoda pria duluan kalau dia menyukainya.
Bahkan burung Leon pernah di pegang Kimmy saat Leon tidak mau di cium Kimmy. Kimmy memang seagresif itu, tapi Kimmy tidak pernah menggoda pasangan orang lain.
Leon memeluk Kimmy yang menangis duduk di sofa. Kimmy menangis sesegukan dan tidak bisa berhenti menangi.
"Maafkan aku sayang. Maafkan Aku" Leon mencium rambut kepala Kimmy.
"Aku memang genit dan suka merayu laki-laki. Tapi itu hanya aku lakukan kepada pasanganku saja hikss hiksss" Kimmy menangis semakin kencang.
"Iya sayang aku minta maaf. Sudah jangan menangis. Kamu bisa marah sama aku tapi jangan menangis" Leon mengusap air mata Kimmy dengan tisu.
Leon ******* bibir Kimmy yang merah merona karena memakai lipstik. Kimmy membalas ciuman Leon.
Ahhh
Leon meremas buah kesukaannya tersebut dan permainan semakin panas dan mereka akhirnya mendapat pelepasan bersama.
aaaahhhhhh
"Terima kasih sayang. Kita akan lanjutkan nanti malam. Sekarang kita makan siang dulu. Tuan pasti sudah menunggu kita" ucap Leon.
Leon membantu Kimmy merapikan pakaiannya. Setelah rapi, mereka keluar dari ruangan Leon.
__ADS_1
"Apa Tuan sudah makan?" tanya Leon.
"Aku sudah menyuruh Kimberly membelikan makanan. Kalian makanlah berdua, aku akan makan di sini. Sebentar lagi Lily juga akan kesini" ucap Edward.
"Kalau begitu kita makan siang dulu Tuan" ucap Leon.
"Iya. Nikmatilah makan siang kalian berdua" jawab Edward.
Akhirnya Leon dan Kimmy pergi makan siang bersama. Masalah mereka sudah selesai. Mereka sudah kembali bersama lagi.
Saat Leon dan Kimmy akan keluar gedung. Mereka melihat Ashley keluar dari dalam mobil. Leon merasakan akan ada sesuatu yang tidak beres.
Karena akhir-akhir ini Ashley sering datang ke kantor untuk bertemu dengan Edward. Kimmy yang melihat Leon menatap Ashley, mencubit pinggang Leon.
"Auuw. Sakit sayang" Leon meringis kesakitan
"Lihat apa heeemm" Kimmy melotot kepada Leon.
"Tidak sayang. Aku merasa ada yang aneh dengan Ashley. Akhir-akhir ini dia lebih suka datang ke kantor menemui Tuan" jawab Leon.
"Kenapa cemburu kamu sama Edward. Karena bisa mengaet model papan atas" ucap Kimmy.
Kimmy tidak tahu kalau Ashley dan Edward berteman. Kimmy juga tidak tahu kalau Leon pernah jatuh cinta kepada Ashley tapi bertepuk sebelah tangan.
"Tidak sama sekali. Aku lebih menyukai perempuan hebat di ranjang sepertimu, dari pada perempuan doyan menganggu hubungan orang" ucap Leon.
"Hai Leon. Pacar kamu?" sapa Ashley.
"Calon istriku" jawab Leon.
"Bagus deh. Akhirnya kamu bisa move on dari aku. Semoga Nona bukan pelarian Leon kerena tidak bisa mendapatkan aku" ucap Ashley dengan membuka kacamata hitamnya.
Kimmy menatap Leon. Dia membutuhkan penjelasan soal perkataan Ashley. Leon sudah ketakutan, dia takut kalau nanti malam tidak bisa ninu nana.
"Apa Edward ada di ruangannya Leon?" tanya Ashley.
"Iya. Ayo sayang kita makan siang. Aku sudah lapar" Leon merangkul pinggang Kimmy.
Leon pergi meninggalkan Ashley yang berada di lobby kantor. Setelah Leon pergi Ashley pergi ke ruangan Edward.
Tok Tok tokk
"Masuk" ucap Edward.
"Ashley!"
To be continue ....
__ADS_1