Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 103. Bertemu Keluarga Dave


__ADS_3

Setelah Lily dan Edward asik bermain di pantai basah-basahan. Mereka berdua berjemur seperti turis yang lain.


Lily harus mengoleskan tubuh mereka dengan sun block lagi. Karena cuaca cukup panas. Keinginan Lily yang pertama telah di lakukan.


Baru pertama kami Lily merasakan Liburan di pantai dengan bebas. Bermain air, pasir maupun berjemur.


Banyak sekali turis asing yang liburan ke Maldive. Tidak hanya untuk berbulan madu saja. Ada yang membawa keluarga mereka dan anak- anak mereka.


Surga dunia untuk para pecinta pantai yang indah berpasir putih dan laut berwarna biru. Setelah cukup berjemur Lily mengajak Edward untuk makan siang.


Bermain di pantai ternyata membuat dirinya kelaparan. Setelah selesai bersih-bersih. Edward mengajak Dave untuk makan makan siang. Dave menawarkan diri untuk mengajak Edward makan di rumahnya saja.


"Tuan kalau tidak keberatan. Apa Tuan mau makan siang di rumah saya?" Tanya Dave.


"Boleh. Bukannya kamu punya restoran?" Tanya Edward.


"Iya Tuan" Jawab Dave.


"Ya sudah, kita akan makan di restoranmu saja. Bagaimana sayang?" Tanya Edward kepada LiLy.


"Iya. Ayo kita makan disana. Apa tempatnya masih jauh Dave?" Tanya Lily.


"Sekitar 45 menit Nyonya. Tapi kalau kejauhan Tuan dan Nyonya bisa makan di sini" ucap Dave.


"Tidak Dave. Tidak masalah, kita akan tetap makan di restoranmu" ucap Lily.


Dave menjalankan mobil menuju rumahnya. Sepanjang jalan Edward berbicara dengan Dave, sedangkan Lily tidur. Dia kecapekan bermain di pantai.


Banyak cerita dan pengalaman hidup Dave, dia ceritakan kepada Edward termasuk awal mula dia dan istrinya bertemu.


"Kamu beruntung Dave. Bisa menaklukkan hati istrimu" ucap Edward.


"Iya Tuan. Awalnya saya tidak tertarik dengan istri saya Tuan. Lama kelamaan karena seri bertemu, saya jatuh cinta kepada istri saya Tuan" ucap Dave.


"Apa yang membuat kamu tertarik sama istrimu Dave?" Tanya Edward.


"Banyak Tuan. Terutama saat merawat anak-anak, dia sangat telaten dan penuh cinta" ucap Dave.


"Berapa usia istri kamu Dave?" Tanya Edward.


"25 tahun Tuan. Saya menikahinya 4 tahun yang lalu dan sekarang kita memiliki 2 anak yang masih sangat mengemaskan" ucap Dave.


"Aku jadi tidak sabar melihat anak-anakmu Dave" ucap Edward.


"Mereka sangat lucu Tuan. Anak-anak saya adalah pengobat di saat saya capek bekerja dan semangat saya di saat masalah datang kepada saya. Seyuman mereka dan polah tingkah lucu mereka membuat saya selalu bersemangat di pagi hari Tuan" ucap Dave.


"Aku juga ingin segera punya anak Dave. Semoga saja setelah dari sini. Istriku segera hamil" ucap Edward.


"Saya doakan Tuan. Semoga Tuan segera mendapat baby yang lucu-lucu" do'a Dave.

__ADS_1


"Terima kasih Dave" ucap Edward.


"Kita sudah sampai sayang?" Lily membuka mata.


"Masih 10 menit lagi Nyonya" Jawab Dave.


"Apa aku tidur lama sekali sayang?" Tanya Lily.


"Iya. Kamu kecapekan ya" Edward mengelus rambut Lily.


"Iya. Tidurku sangat pulas. Aku sampai tidak lapar lagi" Lily terkekeh.


"Kita sudah sampai Tuan" Dave memarkirkan mobilnya.


"Wah aku tidak sabar mencicipi masakan di restoran kamu Dave" ucap Edward.


"Rasanya tidak seenak rsstoran mahal Tuan. Hanya rasa masakan rumahan saja" ucap Dave.


"Tidak masalah Dave. Yang terpenting adalah perutku bisa kenyang sampai nanti kita pulang" Edward tertawa.


Mereka bertiga turun dari mobil. Bocah kecil usia 2 tahun berlari menghampiri Dave. Dave menyambutnya dengan tangan terbuka.


"Papa ... Papaaaa" Bocah laki-laki tersebut memanggil Dave.


Dave mengendong dan mencium pipi anaknya. Bocah itu juga melakukan hal yang sama kepada Dave. Dia mencium pipi Dave berkali-kali.


Edward dan Lily tersenyum saat melihat Dave dan anaknya saling menyayangi. Mereka berdua sangat mengemaskan sebagai anak dan Ayah.


Theo malu-malu. Theo menghadap kebelakang tapi sesekali curi pandang kepada Lily dan Edward.


"Theo mau ikut Om?" Tanya Edward.


Theo bergerak-gerak di gendongan Dave. Dia malu tapi sambil senyum-senyum khas anak kecil yang sedang gengsi.


"Nanti Om kasih coklat yang banyak kalau mau Om gendong" ucap Edward.


"Ikut Om, Theo. Nanti di kasih coklat. Kamu suka coklat kan" ucap Dave.


Theo geleng-geleng sambil senyum malu.


"Kamu malu Theo sama Om dan Tante. Ikut mereka mau? Nanti di belikan burger yang besar sama Om" ucap Dave.


"Dave. Ajak Tuan dan Nyonya masuk dulu. Makanannya sudah siap" teriak istri Dave dari depan pintu.


"Iya Marry" jawab Dave.


"Itu istrimu yang kamu ceritakan tadi Dave?" Tanya Edward.


"Iya Tuan. Ayo masuk Tuan dan Nyonya. Kalian harus makan dulu" ucap Dave.

__ADS_1


Edward, Lily, dave dan Theo yang berada di gendongan ayahnya masuk ke dalam restoran milik Dave.


"Kenalkan Tuan dan Nyonya Edward. Ini istri saya dan anak saya yang kedua namanya Kevin" ucap Dave.


"Perkenalkan nama saya Marry Tuan, Nyonya" Marry menjabat tangan Edward dan Lily.


"Saya Lily" ucap Lily.


"Saya Edward" ucap Edward.


"Silahkan di makan Tuan dan Nyonya semoga suka dengan makanannya. Rasanya tidak seenak restoran bintang 5" ucap Marry.


"Tidak masalah Marry. Kamu tahu Marry, Dave selalu memujimu sepanjang jalan menuju ke sini. Dia banyak cerita soal dirimu. Terutama saat kamu merawat anak kalian" ucap Edward.


"Dave pasti berlebihan Tuan. Dia memang selalu seperti itu. Melebih-lebihkan cerita" ucap Marry tersipu malu.


"Memang seperti itu Marry. Aku tidak pernah melebih-lebihkan cerita soal istriku" ucap Dave.


Lily todak mengerti arah pembicaraan mereka. Karena dia memang tidak tahu cerita Dave kepada Edward. Lily hanya mendengarkan saja pembicaraan mereka selama hampir 10 menit.


"Ayo di makan Tuan dan Nyonya. Sampai lupa, Nyonya pasti sudah sangat lapar. Dave temani Tuan dan Nyonya makan, aku akan menidurkan Kevin dulu" ucap Marry.


"Iya. Theo duduk sini nak. Papa mau makan. Theo sudah makan atau belum?" Tanya Dave.


"Sudah. Makan sama ayam goreng" ucap Theo masih kurang lancar bicaranya.


"Anak hebat. Theo mau makan lagi tidak?" Tanya Dave.


"Tidak Papa. Perut Theo sudah kenyang" dengan logat anak kecil.


Edward sangat menyukai cara Dave dan Theo berinteraksi. Mereka sangat akrab dan sangat menyenangkan.


Lily asik makan. Dia tidak melihat atau mendengar sekitar perutnya sangat lapar. Sudah jam 2 siang. Mereka sudah terlambat makan.


"Sayang kamu lapar?" Tanya Edward.


"Lapar sekali. Kita sudah terlambat makan siang" ucap Lily.


"Bagaimana rasanya Nyonya?" Tanya Dave.


"Enak. Enak sekali aku suka ini" Tunjuk Lily.


"Itu Bis Keemiyaa Nyonya" ucap Dave


Bis Keemiyaa merupakan makanan khas Maldives yang berbahan dasar daging ikan tuna.


Hidangan ini menyerupai kue yang diisi dengan campuran telur rebus, tuna, kubis, dan berbagai rempah-rempah lainnya.


Setelah itu, dibungkus dengan kulit yang terbuat dari adonan tepung kemudian digoreng.

__ADS_1


"Enak sekali Dave. Aku baru pertama kali makan Tuna di buat seperti ini" Lily menghabiskan makan siannya.


To be continue ....


__ADS_2