
Peter dan Christy berangkat menuju Hamburg. Mereka ingin menemui Lily untuk meminta uang ganti rugi selama Lily tinggal bersama mereka.
Selain itu Mereka juga akan mengunjungi anak mereka Kloe yang di tahan di penjara Hamburg karena penganiayaan terhadap mantan pacarnya.
"Kita harus mendapatkan uang dari Lily. Kenapa dia bisa menikah dengan orang kaya Pa?" tanya Christy.
"Dia paling jual dirinya. Tidak mungkin kalau perempuan seperti Lily tidak menggunakan tubuhnya untuk mengaet laki-laki kaya seperti Edward" Peter meremehkan harga diri Lily.
"Kamu Benar Pa. Lily bahkan kabur tanpa membawa apapun kecuali baju-baju butut miliknya" ucap Christy.
Setelah menempuh perjalanan 2 jam. Akhirnya Christy dan Peter sampai di Hamburg. Mereka mencari flat kecil untuk sementara sebagai tempat tinggal Peter dan Christy selama di Hamburg.
Rumah besar mereka yang selama ini di tinggali sudah mereka jual. Di hamburg mereka tidak punya apa-apa lagi. Hanya tinggal kenangan.
"Akhirnya kita kembali lagi ke Hamburg Pa" ucap Christy.
"Kita sudah tidak punya apa-apa lagi di sini Ma" ucap Peter.
"Kamu benar Peter. Makanya kita ke sini mencari Lily. Supaya kita bisa tinggal di sini lagi" ucap Christy.
Christy dan Peter melewati Global Company. Perusahaan yang dulu pernah Peter kuasai karena keserakahan materi.
"Perusahaan itu sudah di buka lagi Peter. Siapa yang memimpin sekarang?" Tanya Christy.
"Aku juga tidak tahu Christy. Semua sudah di ambil alih oleh Arthur. Dia pengusaha asal Paris.
"Apa dia masih single?" Tanya Christy.
"Kenapa memangnya?" Tanya Peter balik.
"Kita jodohkan saja dia sama anak Kita Kloe. Jadi kita punya menantu orang kaya dan kita tidak perlu lagi hidup susah Peter" ucap Christy.
"Mana Arthur mau sama anak kita Christy. Apalagi Kloe masuk penjara" ucap Peter.
"Kamu jangan seperti itu Peter. Kloe itu anakmu, harusnya kamu mendukungku" ucap Christy.
"Gara-gara anak kesayanganmu itu. Kita kehilangan ini semua" balas Peter.
"Sudahlah Peter jangan salahkan Kloe terus. Kasihan dia, sekarang dia di penjara gara-gara laki-laki brengsek itu" ucap Christy.
"Anakmu yang bodoh. Bisa-bisanya terkena rayuan laki-laki tidak punya modal apapun" ucap Peter.
Mereka sudah sampai di flat kecil yang akan mereka tinggalin selama di Hamburg.
Peter dan Christy masuk kedalam Flat berukuran sangat minimalis sekali. Hanya ada 1 kamar tidur, kamar mandi dapur dan ruang tamu menjadi satu.
"Tempat ini sangat kecil sekali. Lebih besar rumah kita di kampung Peter" ucap Christy.
__ADS_1
"Setidaknya kita ada tempat tinggal Christy. Daripada kita terlunta-lunta di jalanan" ucap Peter.
"Nanti sore kita ke rumah Lily. Apa kamu tahu rumah Keluarga Edward Peter?" Tanya Christy.
"Aku tahu. Nanti kita akan kesana. Kita minta uang yang banyak" Peter tertawa.
Christy juga tertawa bahagia. Dia sudah membayangkan punya uang milyaran di rekeningnya. Dia bisa spa dan perawatan di salon seperti dulu.
Christy tersenyum membayangkan dirinya seperti dulu. Penuh dengan barang mewah dan hidup serba ke cukupan, tidak seperti sekarang. Makan saja harus ngirit dan beli yang paling murah.
Sementata Christy dan Peter membayangkan dirinya akan menjadi orang kaya dari meminta uang kepada Lily.
Lily dan Edward melakukan perjalanan honeymoon ke Maldive dengan pesawat pribadi. Pengantin baru tersebut sangat bahagia.
Senyuman tidak lepas dari bibir Edward dan Lily. Terutama Edward, Dia tidak sabar menikmati hidup di pantai dengan istrinya selama 3 minggu ke depan.
"Leon kamu jaga rumah dan perusahaan. Hubungi aku jika ada hal yang penting. Aku mau bersenang-senang" pesan Edward.
"Iya Tuan. Selamat menikmati honeymoonnya Tuan. Semoga kembali aku sudah menjadi Paman" Leon terkekeh.
"Doakan aku Leon. Semoga aku segera bisa menciptakan Edward junior" ucap Edward.
"Tentu Tuan. Tuan besar juga ingin segera menimang cucu buyutnya" Ucap Leon.
Edward dan Lily masuk ke dalam pesawat pribadi milik keluarga Edward. Mereka tidak melepas tautan tangan yang sejak dari tadi keluar rumah masih menempel.
"Iya sayang. Terima kasih sudah menjadi laki-laki hebat untuk aku" Lily mengecup pipi Edward.
"Ini belum sayang" Edward mengerucutkan bibirnya.
Cup
Lily mengecup sekilar bibir Edward. Edward tersenyum dan memeluk Lily dengan erat.
"I love you sayang" Edward mencium pucuk kepala Lily.
"I love you more baby" Lily mendongakkan kepalanya.
Edward mengecup bibir Lily berkali-kali.
"Sudah sayang. Aku mau istirahat, kamu semalam tidak membiarkanku tidur. Sekarang aku mengantuk" ucap Lily.
"Tidur sini" Edward menepuk pahanya.
"Tidak. Kamu pasti mau lagi kan? Aku capek sayang, rasanya masih bengkak dari semalam" ucap Lily memelas.
"Tidak sayang. Aku hanya ingin memangku kamu saja, tidak lebih" ucap Edward.
__ADS_1
"Boleh aku tidur di kamar saja?" Tanya Lily.
"Ya sudah ayo kita ke kamar saja" ucap Edward.
Edward dan Lily pergi ke dalam kamar pesawat. Mereka berdua mau beristirahat karena semalam mereka habis bertempur selama 5 ronde.
Lily kehabisan tenaga. Dia sudah tidak sanggup lagi. Badannya remuk, di bolak balik Edward seperti mengoreng gorengan.
Suara Lily juga sampai habis karena berteriak setiap detik tanpa henti. Edward sangat ingin Lily hamil. Entah kenapa, Edward terobsesi dengan kehamilan Lily.
Edward ingin melihat tubuh Lily gendut dengan perut buncit hasil kerja keras dia setiap malam. Meskipun capek tapi Edward menikmati capek itu demi sang jabang bayi di perut Lily.
"Tidurlah sayang aku akan memelukmu seperti ini. Kita akan selalu tidur seperti ini sayang" Edward mendekap tubuh Lily ke dalam dadanya.
"Kamu harus selalu memelukku seperti ini sayang. Kita akan selalu berpelukan saat tidur, kamu tidak boleh melepas pelukanmu" ucap Lily.
"Dengan senang hati sayang. Tanpa kamu minta, aku akan melakukannya untukmu. Aku sangat menyayangimu istri kecilku" ucap Edward.
"Aku tidak kecil. Aku sudah dewasa. Aku sudah tidak perawan lagi dan sekarang aku sudah menikah Edward" Lily kesal saat di bilang kecil oleh Edward.
"Oke baiklah. Kamu mau di sebut wanita dewasa begitu?" Tanya Edward.
"Iya. Tentu saja, kamu sudah mengambil keperawananku saat aku ulang tahun. Jadi sekarang aku jadi wanita dewasa" ucap Lily senang.
"Kalua kamu aku sebut wanita dewasa berarti kamu sudah siap menjadi ibu dari anak-anak kitq sayang. Perutmu akan aku isi 11 anak kita" Ucap Edward menaikkan alisnya sebelah.
Lily memegangi perutnya. Dia membayangkan akan melahirkan 11 anak tiap tahun. Itu artinya dia akan hamil setiap tahun. Dan setiap malam dia harus melakukan permainan panas bersama Edward.
Belum lagi anak-anaknya menangis minta di susui, dan tetap harus bermain dengan Daddynya anak-anak.
"Nooooooooooo" Tiba-tiba Lily berteriak dan memegang kepalanya.
"Kenapa sayang?" tanya Edward kaget.
"2 anak cukup sayang. Aku tidak mau setiap tahun melahirkan" ucap Lily.
"Hahhaaa" Edward tertawa.
"Apanya yang lucu?" Tanya Lily.
"Tidak ada. Aku hanya bercanda sayang" Edward tertawa ngakak.
"Jahat ... Jahat ... jahaaatt" Lily memukul lengan Edward.
Edward masih terus tertawa karena ekspresi lucu Lily yang ketakutan punya anak banyak.
To be continue ....
__ADS_1