
Edward pergi keluar kantor dan tidak kembali lagi sampai sore dan ponselnya pun tidak aktif. Sekembalinya Leon dari bertemu klien, dia bertanya kepada Kimberly.
"Apa Tuan Edward sudah kembali Kim?" tanya Leon
"Tadi siang sudah pak. Tapi setelah Tuan Edward pergi lagi dan belum kembali Pak Leon" jawab Kimberly.
"Ya sudah kalau begitu. Kamu tidak pulang?" tanya Leon.
"Ini siap-siap mau pulang pak" Kimberly tersenyum.
Leon hanya menganggukkan kepala. Lalu pergi dari ruangan Kimberly. Saat masuk ruangan, Leon tidak melihat Lily.
"Mungkin Lily sudah pulang. Ini kan sudah sore" gumam Leon. Leon meletakkan berkas di meja lalu bersiap-siap untuk pulang.
"Ini jam berapa? badanku sakit semua" Lily meregangkan badannya. Setelah hampir seharian dia tidur di kursi CEO.
"Haahh sudah jam 6 sore" Lily melihat jam di dinding ruangan CEO. "Apa Tuan Edward tidak balik lagi ke kantor, setelah bertemu klien" Lily berbicara sendiri.
"Aku harus segera pulang, aku akan masak kesukaan Tuan Edward" Lily mengambil tasnya di meja lalu pergi meninggalkan ruangan Edward.
Sesampainya Lily di Apartemen, dia tidak menemukan Edward. Lily mengetok pintu kamar Edward tapi tidak ada jawaban.
Lily memberanikan diri untuk membuka kamar Edward tapi gelap. Lily menghidupka lampu kamar tapi tidak menemukan Edward disana. Lily bahkan mencari Eward di kamar mandi tapi tidak menemukan Edward.
"Tuan Edward kemana ya, kenapa belum pulang" Lily berjalan menuju dapur.
Dueerr ... Duueerrr
Suara petir sangat keras terdengar dari apartemen Edward. Lily menarik korden untuk menutup kaca besar di apartemen Edward.
"Kenapa tiba-tiba hujan deras sekali. Padahal tadi tidak ada tanda-tanda akan hujan" gumam Lily.
Lily melanjutkan masak di dapur. Memasak makanan kesukaan Edward. Käsespätzle dan lasagna daging sapi.
Käsespätzle adalah hidangan yang berasal dari Jerman. Menu ini adalah hidangan pasta sederhana yang menggabungkan pasta spätzle dengan campuran krim keju cair. Pasta atau mi dibuat dengan telur, tepung, susu atau air, dan bumbu seperti garam, merica, dan pala.
Sementara itu, käse mengacu pada campuran keju yang meleleh, yang biasanya dibuat dari kombinasi dua atau lebih jenis keju seperti keju edam, gouda, fontina, gruyère, appenzeller, atau emmental.
Lasagna sendiri secara harfiah adalah lasagne yang berisikan daging. Lasagna sendiri dapat diisi dengan banyak isian lainnya seperti daging, sayur-sayuran, ayam, makanan laut dan sebagainya sesuai selera.
Kulit Lasagna dibuat dari adonan tepung terigu yang setelah diberikan isian, lalu dipanggang sampai matang.
"Sudah siap semua, aku akan letakkan di atas meja. Nanti kalau Tuan Edward pulang tinggal makan" Lily puas dengan hasil masakannya.
Kruukk ... kruuukk
"Diamlah perut. Nanti kita makan kalau tuan sudah pulang. Ternyata aku belum makan seharian, pantas saja aku sedikit lemas dan sangat lapar" Lily mengelus perutnya.
__ADS_1
Lily menunggu Edward di sofa santai. Dia berharap Tuannya segera pulang.
"Sudah pukul 8 malam. Kenapa Tuan Edward tidak kunjung pulang. Di luar hujannya lebat sekali" Lily merasa cemas.
Lily mondar mandir seperti setrikaan. Tidak mau diam. Dia sangat mencemaskan keadaan Edward. Tapi yang dipikirkan malah tidak tahu dimana.
"Aku akan turun saja, aku akan menunggu Tuan dibawah" ucap Lily.
Lily akhirnya turun ke depan gedung Apartemen. disana ada bangku untuk duduk. Lily bahkan mengabaikan dirinya yang sedang kedinginan.
Lily duduk di sebelah taman kecil. Tempat itu sangat strategis. Lily bisa melihat Edward kalau pulang. Lily terus mengosok-gosok lengannya, karena kedinginan.
Lily melihat anak kecil tidak jauh dari dia duduk. Anak itu menanggis di tengah guyuran hujan. Lily lalu menghampiri anak tersebut. Lily membujuknya jangan sampai hujan-hujanan nanti sakit.
Padahal dia sendiri tidak membawa payung dan badannya basah kuyup. Anak itu masih saja menangis, saat dibujuk Lily supaya masuk gedung.
"Ardy ... Ardy ... dimana kamu Ardy" seorang perempuan sekitar 36 tahun, memanggil nama Ardy.
"Mama" anak kecil itu menjawab.
"Ardi kenapa kamu hujan-hujanan nak?" Perempuan itu memeluk Ardi, dengan pakaian basah.
"Ardi menunggu papa, ma huu huuuu" Ardy kembali menangis.
"Kita tunggu papa di dalam saja ya nak, papa pasti pulang" perempuan itu mencoba menenangkan anaknya.
Lily yang mendengar pembicaraan ibu dan anak itu ikut sedih. Dia membayangkan dirinya yang tidak punya siapa-siapa. Dan sekarang Lily terancam tidak punya pekerjaan.
"Nona terima kasih sudah menemukan anak saya" ucap perempuan beranak 1 itu.
"Sama-sama Nyonya" Lily sedikit membungkukan badannya.
"Nona saya permisi dulu, saya takut Ardy sakit. saya harus menganti pakaian Ardy. Nona juga harus berganti pakaian, supaya tidak sakit" ucap perempuan berambut pendek tersebut.
"Iya Nyonya" jawab Lily.
Ardy dan mamanya pergi meninggalkan Rania sendiri di depan gedung. Lily kembali duduk di kursi dekat taman kecil.
"Kenapa Tuan belum pulang juga. Tolong pulanglah Tuan. Beritahu saya, apa kesalahan saya. Saya janji, saya tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi. Asalkan Tuan tidak memecat saya" gumam Lily dengan menggigil.
Lily merasa kedinginan tapi dia tetap menunggu Edward di kursi. Mungkin karena ngantuk, Lily tertidur di bangku dengan meringkuk karena kedinginan.
"Non, bangun Non" Satpam Apartemen membangunkan Lily yang sedang tidur.
hemhemheemmheeemmmm suara Lily kedinginan. Badannya menggigil kedinginan.
"Tuan Edward ... Tuan Edward maafkan saya" Lily menggigau. Lily selalu menyebut nama Edward.
"Bagaimana ini. Badan Nona ini semakin menggigil dan selalu menyebut nama Tuan Edward" Satpam tersebut berbicara dengan temannya.
__ADS_1
"Aku yo ora ngerti Jon" jawab satpam satunya dengan logat Jawa.
Kebetualan Edward melewati dua satpam yang sedang membangunkan Lily.
"Eh apa yang kalian lakukan dengan gadis itu? kalian mau berbuat mesum ya" Edward bicara lantang.
Edward belum melihat wahah Lily karena 2 satpam itu langsung berdiri membelakangi Lily.
"Ti-tidak Tuan, kami han-"
"Tuan Edward maafkan saya, Tuan Edward ... Tuan Edward..." Lily menggigau menyebut nama Edward.
Edward langsung menyingkirkan 2 satpam yang ada di hadapannya dengan kedua tangannya ke kiri dan ke kanan.
Dua satpam tersebut sampai terhuyung hampir jatuh. Sedangkan Edward membulatkan matanya, melihat Lily basah kuyup dan menggigil serta menyebut-nyebut namanya.
"Lily" Edward langsung menggendong Lily naik ke unit apartemennya. Edward sangat panik, dia tidak peduli lagi dengan kemarahannya kepada Lily. Sekarang yang terpenting buat Edward adalah Lily tidak kedinginan lagi.
Edward menidurkan Lily di ranjangnya. Lalu Edward menelpon dr. Luis untuk datang memeriksa Lily.
"Aku harus mengganti pakaiannya Lily. Tapi bagaimana caranya" Edward binggung.
Akhirnya dia mengambil kemeja yang dulu pernah di pakai Lily. Edward membuka baju Lily dan seluruh pakaiannya dengan mata tertutup.
Lalu Edward memakaikan kemeja ke tubuh Lily. Edward menyelimuti Lily ke seluruh tubuh Lily, supaya Lily merasa hangat.
Bunyi suara bel. Edward lalu berlari membuka pintu. dia bahkan belum sempat berganti pakaian.
"dr. Luis, ayo masuk dok" Edward menuntun dr. Luis kedalam kamarnya. dr. Luis hanya menurut dengan sikap Edward.
"Silahkan periksa gadis ini dok" ucap Edward. Edward kelihatam sangat panik.
"Bagaimana keadaannya dr. Luis? " tanya Edward.
"Gadis ini terkena hipotermia Edward, apa gadis ini berada ditempat dingin dan tidak memakai pakaian hangat?" tanya dr. Luis.
" Iya dok. Saya tadi menggendongnya dari bawah, dan pakaiannya basah semua serta badannya menggigil dan mukanya pucat" Jawab Edward.
"kamu sudah melakukan perawatan mandiri dengan benar Edward. Menganti pakaian basah dan menyelimuti seluruh badan. Aku akan kasih obat penurun panas. Kalau sampai besok panasnya belum turun. Kamu hubungi saya Edward" tutur dr. Luis.
"Baik dr. Luis" jawab Edward.
"Siapa gadis ini Edward? kamu kelihatan sangat cemas tentang keadaan gadi ini. Apa dia perawat spesial yang di maksud Leon?" tanya dr. Luis yang penasaran dengan gadis yang sedang tidur di ranjang Edward.
"Dia ...
To be continue ....
...----------------...
__ADS_1
!