Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 48. Bertemu Kloe


__ADS_3

"Kamu pakai ini saja Lily" Edward memilihkan Lily dress selutut warna merah dengan tali spaghety dipadu dengan cardigan panjang sepantat.


"Iya" jawab Lily singkat.


Dia hanya pasrah saja dengan perlakuan Edward kepadanya termasuk memilih baju. Karena Lily tidak mau membuat hal sepele menjadi perdebatan.


Lily mengambil pakaian yang dipilih Edward. Dia berjalan ke kamar mandi.


"Mau kemana Lily?" tanya Edward.


"Saya mau ganti baju Tuan" Jawab Lily.


"Kamu mau ganti pakaian dimana? kenapa tidak ganti pakaian di sini saja?" tanya Edward.


"Dikamar mandi Tuan. Kalau Tuan ada disini bagaimana saya bisa ganti pakaian?" tutur Lily.


"Memangnya kenapa kalau saya disini Lily. Kamu lupa kalau aku sudah melihat semuanya" ucap Edward.


Lily membolakan matanya. Dia menutup bagian dadanya, setelah itu dia berlari ke kamar mandi.


"Dasar bos mesum. Bisa-bisanya dia bicara seperti itu. Meskipun dia pernah melihat tubuhku setidaknya jangan bicara seperti itu didepanku. Itu sama saja membuatku malu" gerutu Lilly dikamar mandi.


Edward tertawa saat melihat ekspresi Lily yang malu-malu kucing seperti itu.


"Lily sangat mengemaskan kalau sedang malu. Aku ingin sekalai memakan pipinya yang merah merona seperti tomat" gumam Edward.


Edward keluar dari kamar Lily. Dia menunggu Lily di sofa depan. Edward memantau pergerakan saham Global State hari ini.


Edward cukup senang karena tidak akan ada jalan lain, untuk membantu perusahaan GS. Jalan satu-satunya adalah menjual perusahaan. Peter akan kehilangan perusahaan yang selama ini membuatnya berkuasa dan melalaikan kewajiban yang sebenarnya.


"Ayo Tuan kita berangkat. Saya sudah siap" Lily membawa tas slempang buluknya di pundak.


"Lepaskan tas jelekmu itu Lily. Aku tidak mau kamu memakainya" perintah Edward.


"Ini tas kesayanganku Tuan. Tas ini selalu membawa keberuntungan untuk saya" jawab Lily.


"Kamu simpan di dalam lemari atau aku bakar. Kamu mau pilih yang mana?" tanya Edward.

__ADS_1


"Tuan kejam. Baiklah, saya akan menyimpannya di dalam almari" Lily kembali ke dalam kamar.


"Pakai ini tidak boleh, pakai itu tidak boleh. Punya bos menyebalkan untung cinta" Lily tersenyum-senyum sendiri.


Lily keluar kamar. Dia hanya membawa dompet dan Ponsel. Edward melihat yang dibawa Lily, langsung menyuruhnya untuk tidak membawa apapun kecuali badannya saja.


"Tinggal dompet dan ponselmu di rumah saja. Kamu tidak perlu membawa apa-apa" ucap Edward.


"Bagaimana kalau ada yang menelponku atau saya ingin beli sesuatu Tuan" Lily melakukan negosiasi kepada Edward.


"Siapa yang akan menelponmu? heemm. Apa selama ini kamu dapat telpon dari laki-laki?" Edward naik pitam.


"Tidak Tuan, bukan itu maksudku. Ya sudah, saya tinggalkan semua dirumah saja. Ayo kita berangkat, nanti kemalaman" Lily mencoba mengalihkan perhatian Edward.


"Lily ada yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Edward.


"Tidak ada Tuan. Tuan sudah melihat ponselku" ucap Lily.


"Oke. Ayo kita pergi" Edward mengenggam tangan Lily.


Mereke berdua pergi ke Mall yang sama dengan Mall sebelumnya. 20 menit mereka sampai di Mall. Lily dan Edward bergandengan tangan selayaknya sepasang kekasih.


Edward mengajak Lily masuk ke toko Tas merek terkenal namanya PINKKY. Terkenal di seluruh penjuru dunia.


1 tas di banderol paling murah puluhan juta. Paling mahal belasan Miliyar hanya untuk 1 tas. Lily memang tidak tahu sama sekali Fashion, maupun merek-merek tas mahal.


Bagi Lily yang penting barang dibeli tidak mahal dan mampu untuk dia beli. Karena Semua tas fungsinya sama untuk menaruh barang-barang bawaan saat kita keluar dari rumah.


"Silahkan Tuan dan Nona. Ini tas keluaran terbaru dan diproduksi terbatas. Di toko kami hanya ada 2. 1 sudah dibeli artis terkenal Alexandra. Jadi tinggal 1 ini Nona" ucap pelayan Toko


Tiba-tiba tas yang dibawa pramuniaga tersebut, diambil dari tangannya oleh perempuan berambut pirang. Usianya sama dengan Lily.


"Saya yang akan beli tas ini Nona" ucap perempuan pirang tersebut kepada pramuniaga.


Si pirang menenggok ke samping. Dia terkejut saat melihat Lily. Dia memandang Lily dari atas hingga bawah. Barang yang dipakai Lily semua bermerk dan harganya puluhan juta.


Lily mengeratkan genggaman Edward. Edward merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Dengan perempuan berambut pirang tersebut.

__ADS_1


Si pirang memandang Lily dan Edward secara bergantian. Dia tersenyum sinis kepada Lily. Edward yang diperhatikan seperti itu menjadi geram.


Edward menahan emosinya. Dia ingin tahu siapa perempuan pirang didepannya ini. Ada hubungan apa dengan Lily. Kenapa tatapannya sangat tidak enak saat menatap Lily.


Lily membeku dan diam saja. Dia tidak berani berbicara. Dia sangat mengenal siapa perempuan pirang didepanya itu.


"Hallo sepupuku Lily. Bagaimana kabarmu? Apa kamu menjual dirimu untuk mendapatkan pakaian yang kamu pakai sekarang?" ejek si pirang.


Edward merasa tersinggung secara tidak langsung dia dituduh sebagai sugar daddy.


"Jaga omonganmu Nona. Lily tidak pernah melakukan hal serendah itu" ucap Edward memcoba tenang.


"Sorry om. Apa om tahu kalau Lily ini hanya anak yatim piatu yang numpang hidup dengan keluargaku" Perempuan itu menyombongkan diri.


Edward akhirnya tahu siapa perempuam didepannya sekarang. Tidak salah lagi, dia adalah anak dari Peter White, Kloe White. Berarti perempuan didepannya adalah sepupu Lily, yang membuat Peter rugi ratusan milyar.


"O ... ya. Saya tidak peduli. Karena Lily adalah kekasihku dan sebentar lagi kita akan menikah. Jadi tolong jaga ucapan anda Nona. Kalau tidak, anda akan tahu akibat dari perbuatanmu kepada calon istriku" Edward mengingatkan Kloe untuk tidak menganggu Lily.


"Luar biasa kamu Lily. Dulu kamu numpang dirumahku dan disekolahkan orang tuaku. Sekarang kamu mengait om-om kaya setelah pergi meninggalkan rumah. Kamu tidak bisa makan sampai kamu menjual tubuhmu dengan Om ini" Kloe menghina Lily.


"Tutup mulutmu Kloe. Aku tidak menjual tubuhku. Aku bekerja dan menghasilkan uangku sendiri. Aku pergi dari rumahmu karena aku muak dengan sikap kamu dan keluargamu yang selalu menanggap aku sebagai benalu" Lily bicara pelan dengan nada penekanan.


"Pintar sekali kamu mencari alasan. Dasar perempuan Pelacur"


PLAAAAAKKKK


Lily menampar Kloe dengan sangat keras. Edward memanggil security, untuk mengusir Kloe. Kloe diseret keluar toko.


"Lepass. Awas kamu Lily, akan aku hancurkan hidupmu. Tunggu pembalasanku!" Kloe berteriak sambil meronta-ronta.


Lily mematung karena masih Shock. Edward lalu memeluk Lily. Edward menyuruh pelayan toko membungkus tas yang tadi diambil Kloe.


Setelah selesai membeli tas. Edward mengajak Lily pulang. Tidak memungkinkan Edward mengajak Lily belanja terlalu lama. Lily masih Shock dan butuh istirahat untuk menenangkan pikiran.


Setelah sampai apartemen. Lily masuk kamar. Dia menangis, ingat perkataan Kloe. Edward memeluknya supaya Lily tenang dan nyaman.


"Tidurlah Lily. Aku akan menemanimu tidur" Edward merebahkan Lily di ranjang dan memeluk Lily. Lily tidur dipelukan Edward.

__ADS_1


To be continue ....


__ADS_2