Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 64. Kimberly dan Maxim


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, Edward dan Lily tidur siang di ranjang yang sama. Kebiasaan baru Edward adalah memeluk Lily saat tidur.


Setelah dari rumah sakit Leon kembali ke kantor. Selama Edward di Rumah Sakit, Sebagian urusan kantor Leon yang menangani. Kalau ada yang penting dan membutuhkan Edward. Baru Edward turun tangan.


Setelah sampai di kantor, Leon mencari Kimberly sekretaris Edward. Dia tidak menemukan Kimberly di ruangannya.


"Kemana Kimberly?" gumam Leon.


Leon turun mencari dibawah dan bertanya kepada karyawan lain, tapi tidak ada yang melihat sekretaris sexy tersebut.


Saat Leon melewati salah satu ruangan Manager marketing. Leon samar-samar mendengar suara goib. Ruangannya memang sedikit jauh dari ruangan staff marketing.


Awalnya dia mengabaikan. Terus dia kembali lagi karena penasaran. Leon langsung membuka pintu. Mata Leon terbelalak saat melihat Kimberly berada di pangkuan Manager Marketing yang sudah punya anak dan istri.


Dengan tubuh Kimberly asik bergoyang di atas pangkuan Sang manager.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN?" Leon berteriak dengan nada tinggi.


Manager dan Kimberly membolakan mata saat Leon memergokinya sedang ***-***. Mereka tidak mungkin berdiri dalam keadaan setengah telanjang. hanya bagian atas masih di pakai tapi bagian depan sudah terbuka sempurna.


bahkan dada Kimberly sudah penuh tanda merah dari sang manager.


"AKU TUNGGU KALIAN DI RUANG SAYA, SEKARANG!!!" Leon langsung membanting pintu dan keluar ruang Manager pemasaran.


Leon penuh amarah. Bagaimana mungkin dia kecolongan, karyawannya berbuat mesum di kantor. Kalau Edward tahu, dia bisa marah besar.


Akhirnya dua orang yang baru melakukan hubungan suami istri tersebut menghadap Leon. Leon menatap mereka dengan tatapan mengintimidasi.


"Sejak kapan kalian melakukan hal seperti itu di kantor?" tanya Leon.


"Baru satu kali ini Pak" Jawab Manager pemasaran yang di ketahui bernama Maxim.


"Maksud kamu, kamu baru sekali bertemu langsung melakukan hal menjijikkan itu?" tanya Leon.


"Kami sudah saling kenal Pak. 1 bulan ini kami intens berhubungan lewat pesan singkat dan telpon. Kalau melakukan tadi baru sekali di kantor Pak" jawab Maxim.


Kimberly hanya diam dan menunduk. Dia tidak berani menatap Leon. Cintanya bertepuk sebelah tangan membuat dia mencari laki-laki lain untuk menyalurkan hasratnya yang besar.


"Bukankah kamu sudah punya istri dan anak?" tanya Leon.


"Iya Pak. Tapi kami sedang proses cerai, karena dia membawa pria kain kerumah saat saya sedang kerja Pak" jawab Maxim.


"Kamu menyukai Kimberly atau hanya kamu jadikan pelampiasan nafsumu saja" tanya Leon.

__ADS_1


"Saya sudah menyukai Kimberly saat pertama dia kerja di sini Pak. Tapi waktu itu saya masih punya istri" jawab Maxim.


"Saya tidak akan memberi tahumu soal ini kepada Tuan Edward. Tapi kalau kalian ketahuan lagi seperti tadi di kantor. Saya pastikan kalian berdua akan keluar dari perusahaan ini, saat itu juga" Leon memperingatkan Maxim dan Kimberly.


"Terima kasih Pak Leon" mereka berdua membungkukkan badan.


"Lakukan ***-*** di tempat lain, jangan di kantor" pesan Edward.


"Baik Pak Leon" jawab Maxim dan Kimberly.


"Kim, bawakan dokumen dari Tuan Thomas dan Tuan Anderson" Perintah Leon.


"Baik Pak Leon" jawab Kimberly.


"Kalian berdua boleh pergi sekarang" ucap Leon.


"Baik. Kami permisi dulu Pak" Maxim dan Kimberly keluar ruangan Leon.


"Ah perbuatan mereka membangunkan adik kecilku. Aku harus menelpon Kimmy" Leon mengambil ponselnya di dalam saku.


Panjang umur, Kimmy mengirimi sebuah foto yang cukup membuat Leon kepanasan. Leon membalas pesan Kimmy dengan kata-kata yang membuat mereka berdua menginginkan sentuhan satu sama lain.


"Kamu memang sangat mengairahkan Kimmy. Tunggu aku nanti sore Honey" gumam Leon sambil melihat foto yang di kirim Kimmy ke ponselnya.


Leon meletakkan ponselnya dibatas meja. Dia tidak sabar untuk menghabisi Kimmy nanti sepulang kantor.


Dan sekarang Kimmy mendapatakan Leon kembali. Meskipun dulu mereka masih kecil. Tapi Kimmy selalu nyosor kepada Leon.


Anehnya, Leon menikmati segala sentuhan Kimmy, meskipun dulu mereka belum tahu hal-hal berbau dewasa.


Waktu sekolah Kimmy selalu mengikuti Leon kemanapun Leon Pergi. Padahal mereka tidak seumuran. Kimmy 1 kelas dengan Edward.


Kimmy adalah sepupu Edward dari mamanya. Tapi sekarang mereka tidak lagi tinggal di Humburg. Mereka pindah ke Frankfurt, Jerman.


Dulu Kimmy sering menginap di rumah Edward otomatis Kimmy akan bertemu Leon semenjak Leon di bawa Gabriel tinggal di rumah utama.


Semenjak saat itu Kimmy sering tidak mau pulang ke rumah, karena ingin bersama Leon. Alhasil orang tua Kimmy menyerah.


Gabriel senang karena rumahnya semakin ramai semenjak kepergian anak dan menantu tercintanya yaitu orang tua Edward. Edward jadi ada temannya kalau di rumah.


Kimmy pindah setelah lulus sekolah dasar. Dia tidak pernah lagi ke Humburg karena orang tuanya punya bisnis keluarga di sana.


Frunkfurt adalah tepat kelahiran ibu Edward dan ibu dari Kimmy. Mereka kakak beradik tapi hamil bersamaan. Usia Edward dan Kimmy terpaut 3 bulan. Masih Tuaan Edward.

__ADS_1


Waktu pulang kerja telah tiba. Leon cepat-cepat membereskan pekerjaannya dan ingin segera bertemu dengan Kimmy.


Perempuan masa kecil yang dulu sempat melakukan pelecehan terhadapnya waktu di kamar Leon, tapi Leon menikmatinya.


Semenjak itu Leon tidak mau dekat atau menyentuh perempuan. Dia masih trauma apa yang dilakukan Kimmy.


Meskipun Leon sempat jatuh cinta kepada Ashley kini dia akan mengikhlaskan perasaan itu menghilang.


"Kimmy aku datang Honey" Leon berlari keluar ruangan kerja menuju Lift.


Saat akan memasuki Lift. Kimberly juga akan masuk kedalam Lift. Kimberly canggung, dia tidak berani menatap Leon.


"Kim. Kenapa kamu tidak berani menatapku?" tanya Leon.


"Saya malu Pak" ucap Kimberly.


"Kamu tidak perlu malu Kim. Aku juga minta maaf dengan perbuatanku waktu di itu" Leon menatap Kimberly.


"Tidak apa-apa Pak. Saya sadar kalau mimpi saya kejauhan untuk memiliki Pak Leon" ucap Kimberly.


"Kamu tidak salah Kim. Kamu bisa memulai hidupmu yang baru bersama Maxim. Aku bisa melihat dia laki-laki yang baik" ucap Leon.


"Iya Pak. Maxim memang laki-laki yang baik. Dia juga bertanggung jawab" jawab Kimberly.


"Apa kamu akan pulang bersama Maxim?" tanya Leon.


"Iya Pak. Maxim sudah menungguku di tempat parki" jawab Kimberly.


"Semoga kalian bahagia" ucap Leon.


Ting


Suara Lift terbuka. Leon dan Kimberly sudah sampai basement kantor. Tempat parkir karyawan kantor.


"Terima kasih Pak Leon. Saya permisi dulu" Kimberly pamit.


Leon mangguk-mangguk. Lalu tersenyum dan geleng-geleng kepala. Ponsel Leon berdering, dia mengambil ponselnya dari dalam saku celaka.


Dia tersenyum saat melihat nama di layar ponselnya. Leon masuk kedalam mobil.


[Iya Honey. Aku akan segera kesana]


Leon menutup panggilan telponnya. Lalu melajukan mobilnya keluar basement.

__ADS_1


Alasan kita berhenti mencintai seseorang bukan karena kita membencinya, tapi karena kita sadar bahwa dia akan lebih bahagia ketika kita melepaskannya.


To be continue ...


__ADS_2