
"Lily" laki-laki itu menepuk pundak Lily.
Lily kaget spontan menjerit lalu menutup mulutnya dengan tangan. Lily dan Chelsea menoleh kebelakang. Chelsea tersipu malu saat bertatap muka dengan mahasiswa laki-laki tersebut.
"Bryan. Kamu membuatku kaget saja" ucap Lily.
"Maaf Lily. Eh ada Chelsea. Kemarin tidak masuk kenapa Chelsea?" tanya Bryan.
Lily tersenyum tapi ditutupi dengan telapak tangan. Lily melirik Chelsea yang salah tingkah. Sedangkan Bryan santai saja.
"Aku kemarin ke rumah nenek" jawab Chelsea.
"Ehmm ... nenekmu sakit apa Chelsea?" tanya Bryan.
"Sakit orang tua" jawab Chelsea.
"Sakit orang tua itu apa Chelsea?" tanya Bryan.
Diam-diam Lily meninggalkan Chelsea dan Bryan di lorong kampus. Lily masuk ruang kelas sendiri. Lily memberi waktu mereka berdua saling mengenal.
"Loh Lily kemana?" mata Chelsea mencari disekitar lorong.
Bryan cuek saja. Karena dia tahu Lily sudah pergi masuk kelas.
"Lily sudah masuk kelas. Ayo kita juga harus masuk" Bryan berjalan di samping Chelsea.
"Nanti ikut kerja kelompok?" tanya Bryan kepada Chelsea.
"Iya. Semalam aku sudah bertanya kepada Lily, kapan kita akan kerja kelompok" jawab Chelsea.
"Kita akan kerja kelompok di apartemenku. Kamu tidak apa-apa kan Chelsea?" tanya Bryan.
"Tidak apa-apa" jawab Chelsea.
Mereka berdua masuk kelas. Chelsea memukul punggung Lily pelan. Lalu melotot kepada Lily. sedangkan Lily hanya tersenyum. Melihat raut wajah muka teman barunya itu salah tingkah.
Bryan duduk di depan Lily dan Chelsea. 3 perempuan datang dan duduk di samping Bryan dan Tony. Chelsea memasang muka cemberut, Karena salah satu mahasiswa itu sengaja menempel-nempel kepasa Bryan.
Lily mengelus punggung Chelsea supaya tenang. Lily tahu Chelsea sedang cemburu. Karena laki-laki yang dia suka, duduknya dekat perempuan sexy.
"Lily lihatlah Selena, dia sengaja dekat-dekat dengan Bryan" ucap Chelsea kesal.
"Kamu tenang saja Chelsea. Bryan buka tipe laki-laki penyuka perempuan genit" Lily menenangkan Chelsea.
"Darimana kamu tahu Lily?" tanya Chelsea.
"Lihat saja sikapnya. Tidak seperti Tony kan?" Lily menunjuk Tony dan Bryan.
__ADS_1
"Apa Bryan tidak tergoda dengan Selena, Lily?" tanya Chelsea.
"Aku tidak tahu. Hanya Bryan yang tahu" Lily tertawa kecil.
"Lilyy" suara Chelsea sedikit meninggi.
Bryan, Tony, Selena dan yang lainnya menoleh ke arah Lily dan Chelsea. Lily tersenyum sedangkan Chelsea merunduk.
"Pelankan suaramu Chelsea" ucap Lily.
"Kamu menyebalkan Lily" Chelsea mencebik.
Dosen masuk ke ruangan Kelas. Para mahasiswa mendengarkan materi dari dosen dengan tenang.
Tiba-tiba Lily teringat kata-kata Leon. Dia memikirkan apa yang akan dia katakan kepada Leon 3 hari ke depan.
'Apa aku harus jujur dengan Pak Leon?' Batin Lily.
Lily masih melamun padahal kuliah sudah Selesai 5 menit yang lalu. Chelsea sibuk dengan ponselnya. Entah kepada siapa dia mengirim pesan.
"Lily nanti setelah kita pulang dari kampus. Kita akan langsung ke apartemen Bryan" ucap Alicia.
Lily tidak merespon. Dia masih kepikiran Edward yang marah tadi malam. Dia harus bicara dengan Edward nanti malam.
Alicia mengajak bicara Lily tapi dicuekin. Alicia mencubit hidung mancung Lily.
"Auuww. Alicia kapan kamu duduk disini?" tanya Lily.
"Hahaaa. Kenapa kamu marah?" tanya Lily. Dia belum sadar kalau dari tadi Alicia duduk disebelahnya.
"Dari tadi aku bicara kepadamu Nona Lily yang baik hati dan tidak sombong. Makanya jangan melamun kalau sedang kuliah. Bahkan kamu tidak tahu kan kalau Mr. Ben sudah keluar kelas" ucap Alicia.
"heheheee" Lily tersenyum canggung.
"Dia melamun terus dari tadi pagi Al" ucap Chelsea. Dia meletakkan ponselnya di atas meja.
"Lily mikir negara kali makannya dia melamun" sahut Diego yang kebetulan lewat dan akan bergabung dengan teman-temannya.
Lily sedikit tidak enak kepada teman-temannya. Dia tidak enak kalau harus tidak ikut mengerjakan tugas kelompok.
"Kita ke tempat Bryan jam berapa" tanya Diego.
"Setelah kuliah kita yang terakhir" ucap Tony.
"Aku boleh mengajak pacarku tidak?" tanya Diego.
"Sebastian maksudmu?" tanya Alicia.
__ADS_1
"Iya. Kasihan kalau dia aku tinggal di apartemen sendiri" ucap Diego.
"Yang ada kalian pacaran bukan mengerjakan tugas" ucap Tony.
Lily memutuskan untuk mengerjakan tugas bareng dengan teman-temannya. Tapi dia akan pulang duluan sebelum Edward pulang kerja.
"Taylor mana?" tanya Bryan.
"Dia tidak 1 kelas dengan kita, di mata kuliah ini" jawab Chelsea.
"Kamu kok tahu Chel?" tanya Bryan sedikit curiga.
"Tadi dia kirim pesan singkat ke aku. Dia nanti nyusul ke apartemen Bryan setelah mengantar Katty pulang" Jawab Chelsea.
"Ooo ... Taylor lagi bucin-bucinnya. Lihat saja nanti 1 bulan. Paling sudah bosan ucap Tony.
Tony memiliki trauma menjalin komitmen. Dia diselingkuhi pacarnya dengan teman dekatnya sendiri. Makanya saat ini Tony tidak mau berkomitmen dengan perempuan.
Dia hanya mencari partner ranjang saja. Tanpa melibatkan Cinta maupun perasaan. Baginya perempuan akan tetap berpaling meskipun dia memberikan segalanya untuk perempuan itu.
"Nanti kita share location saja kepada Taylor. biarkan dia menikmati masa bahagianya bersma Katty" ucap Alicia.
Setelah kelas pertama selesai. Mereka berenam pergi ke kelas selanjutnya. Sampai akhirnya mereka ber tujuh, termasuk bastian ikut ke apartemen Bryan.
Lily setengah hati ikut ke apartemen Bryan. Tapi dia harus bertanggung jawab dengan tugasnya. Di sisi lain Lily takut kalau Edward tahu dia pergi bersama dengan teman-temannya.
Sepanjang jalan ke apartemen Bryan dia hanya diam. Sedangkan yang lainya pada sibuk sendiri-sendiri.
Pikirannya selalu tertuju kepada Edward. Dia hanya punya waktu 2 jam sebelum Edward pulang. Saat di apartemen Bryan nanti dia ingin menyelesaikan bagian tugasnya dan pulang.
Dia harus bicara dengan Edward tentang kesalah pahaman dirinya dan Bryan. Lily tidak ingin hubungannya dengan Edward tidak baik.
Dia takut kalau Edward akan meninggalkan dirinya seperti waktu itu. Sangking asiknya Lily melamun, dia tidak sadar teman-temannya sudah pada turun.
"Kamu tidak turun Lily" Tanya Tony. Tony turun terakhir karena yang menyetir mobil yang ditumpangi Lily.
"Apa kita sudah sampai?" tanya Lily.
"Iya Lily. yang lain sudah pada keluar" Jawab Tony.
Lily lalu Turun dan bergabung dengan teman-temannya. Lily berjalan paling akhir karena dia ingin mencoba menelpon Edward.
Lily mengambil ponsel di dalam tas. Dia ingin mengecek pesan dari Edward. Ternyata tidak ada pesan masuk, dia menekan nomer Edward. Ternyata nomernya tidak aktif.
"Kenapa ponselnya tidak aktif" gumam Lily. Lily berjalan gontai, dia tidak bersemangat berjalan bersama teman-temannya.
Lily ingin pulang, tapi dia ingat tanggung jawabnya dengan tugas yang sekarang akan dia kerjakan bersama teman-temannya.
__ADS_1
'Tuan, aku minta maaf' Lily membatin. Matanya berkaca-kaca.
To be continue ....