Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 86. Paris Romantis


__ADS_3

Setelah acara makan malam dan merayakan ulang tahun dengan keluarga Beaufort. Lily dan Edward kembali ke mansion yang sudah di berikan Edgar untuk Hadiah ulang tahun Lily.


Lily mendapatkan kembali keluarganya di Paris setelah belasan tahun tidak bertemu. Selain mendapat keluarga, Lily sekarang mengetahui siapa dirinya sebenarnya. Dan yang paling penting adalah sekarang dia sudah menjadi tunangan Edward.


Di hari ulang tahun Lily. Lily mendapat kebahagiaan yang tidak pernah dia bayangakan sebelumnya, mendapat mansion, keluarga, harta warisan dan pasangan hidup yang sangat mencintainya.


Edward memeluk Lily dari belakang. Dia mencium tengkuk Lily. Lily mengelus tangan Edward.


"Sedang memikirkan apa sayang?" tanya Edward.


"Paman Peter dan keluarganya tinggal dimana sayang sekarang?" tanya Lily.


"Kenapa kamu masih memikirkan orang yang tidak peduli sama kamu sayang" Edward menyelipkan rambut Lily ke belakang telinga.


"Aku ingin penjelasan dari mereka sayang. Kenapa dia melakukan itu semua kepadaku. Kenapa dia tega menyabotase mobil orang tuaku, dan menyebabkan mereka meninggal" Lily menangis dipelukan Edward.


"Nanti aku akan mempertemukanmu dengan mereka tapi tidak sekarang sayang. Saat kamu sudah bisa menjalankan perusahaan sendiri dan menjadi wanita yang tangguh" jawab Edward.


"Apa kita tidak akan kembali ke Humburg sayang?" tanya Lily.


"Entahlah. Apa kamu ingin kembali?" tanya Edward.


"Aku yakin, Tuan besar sekarang pasti mengkhawatirkanmu. Apalagi kamu sudah tidak ada di kantor" ucap Lily.


"Soal kantor. Leon dan Jason bisa mengurusnya sayang. Kamu tidak perlu khawatir" jawab Edward.


"Bagaimana dengan Tuan besar?" tanya Lily.


"Kamu tidak perlu memikirkan itu sayang. Leon bisa menjaga kakek tua itu. Aku sudah menyerahkan seluruh sahamku kepada Grandpa. Jadi aku tidak punya wewenang lagi di kantor" ucap Edward.


"Apa kamu harus melakukan sejauh itu sayang?" tanya Lily.


"Aku kecewa dengan Grandpa sayang. Saat aku peduli dengannya. Dia masih saja membela Leon yang lalai menjalankan tugasnya menjaga Grandpa. Grandpa tidak setuju saat aku memecat Leon dari kantor dan hanya fokus menggurus Grandpa" ucap Edward.


"Aku tahu Leon salah. Tapi dia juga punya alasan sendiri kenapa dia melakukan itu kan sayang. Kamu bilang dia ingin memperbaiki hubungannya dengan Kimmy. Makanya dia pergi dari rumah Grandpa" ucap Lily.


"Kamu membelanya sayang?" Edward sedikit tidak nyaman.


"Aku tidak membela Leon sayang. Tapi dia sudah mengakui dia salah. Ingat sayang Leon sudah mengabdikan dirinya selama ini untuk Grandpa dan Kamu. Dia hanya melakukan 1 kesalahan dan itu tidak dia senggaja" ucap Lily.


"Aku tidak mau membahas itu sayang. Kita kesini untuk melupakan apa yang terjadi di Humburg" ucap Edward.

__ADS_1


Edward langsung naik ketempat tidur. Dia menarik selimut tebal untuk menutupi tubuhnya. Lily menyusul Edward yang sedang kesal. Dia memeluk Edward di bawah selimut yang sama.


"Sayang aku pingin" Lily naik di atas tubuh Edward.


Lily mencium bibir Edward. Edward tidak akan melewatkan kesempatan. Jarang-jarang Lily meminta duluan. Biasanya Edward yang selalu nyosor kalau Lily sedang santai.


"Kenapa?" tanya Edward melepas ciuman Lily.


"Aku mau sekarang ayo" ucap Lily.


"Aku mau tidur" Ucap Edward.


"Aku menginginkan kamu masuk sayang. Sekarang kita sudah bertunangan dan aku sudah 19 tahun. Bukankah aku sudah dewasa" ucap Lily.


"Belum" jawab Edward.


"Ayolah sayang. Aku sudah dewasa. Aku sudah kuliah, semua teman-temanku sudah pernah merasakannya. Bahkan usia mereka masih muda 16 tahun" ucap Lily.


"Rasanya sedikit sakit sayang. Apa kamu yakin ingin mencobanya?" tanya Edward.


"Aku tidak suka pakai pengaman sayang. Bagaimana kalau kamu nanti hamil" ucap Edward.


"Kamu belindi mana sayang?" tanya Edward.


"Aku beli sudah lama. Aku membelinya untuk jaga-jaga" Lily nyengir.


"Kamu sudah membelinya saat kita masih di apartemen Humburg?" tanya Edward.


"Yups betul. Aku takut kamu kebablasan, makanya aku membelinya dan menyimpannya di dalam almari" ucap Lily


"Siapa yang memberitahumu soal pil itu sayang?" tanya Edward.


"Chelsea. Katanya aku harus membeli pil ini untuk jaga-jaga sayanga. Aku cerita kepada Chelsea kalau pacarku lebih tua dariku. Dia menyarankan membeli pil ini" Cerita Lily.


"Apa temanmu juga sering melakukannya?" tanya Edward.


"Iya sayang. Dia selalu melakukan dengan teman kencan butanya" Jawab Lily.


"Aku tidak yakin kamu bisa menahan sakitnya sayang. Aku takut besok kamu tidak bisa jalan" Edward menakut-nakuti Lily.


Edward melihat muka panik Lily. Lily sebenarnya belum siap melakukan hubungan badan. Tapi dia mencoba untuk membuat Edward tidak marah kepadanya.

__ADS_1


"Kamu belum siap sayang. Lebih baik kita tidur saja. Nanti kita bisa melakukannya kalau kamu sudah siap" Ucap Edward sambil menepuk-nepuk bantal di sampingnya.


"Apa sesakit itu sayang. Kenapa Chelsea bilang kalau melakukannya enak dan bisa bikin ketagihan" Lily mencoba menyambungkan ucapan Chelsea dan Edward.


"Tidak. Ayo tidur saja. Aku akan melakukannya kalau kamu sudah siap menahan rasa sakit untuk pertama kali" jawab Edward.


"Kamu tidak melakukannya denganku karena aku masih kecil. Tapi kamu melakukannya dengan Kylie" Lily berucap dengan nada sedih.


Edward bangun dari rebahan dan duduk di atas tempat tidur. Edward menarik tangan Lily yang masih berdiri dengan menunduk.


"Duduk sini sayang" Edward memangku Lily.


Lily dengan wajah sedih dan masih menunduk. Edward menaikkan dagu Lily, supaya mereka bisa saling pandang.


"Maafkan aku sayang. Tapi aku takut menyakitimu. Apa kamu bisa menahan rasa sakitnya?" tanya Edward.


Lily masih diam. Tiba-tiba air mata Lily jatuh tanpa di komando. Edward jadi merasa bersalah. Edward jadi tidak tega melihat tunangannya menangis.


"Kenapa kamu menangis sayang?" Tanya Edward.


Lily menghapus air matanya. Lalu turun dari pangkuan Edward. Di tidur membelakangi Edward sambil menangis.


"Sayang!! Oke kita akan melakukannya. Tapi kamu jangan menangis lagi sayang" Edward mencium Pudak Lily.


Lily menarik selimut yang menutupi tubuh Edward. Edward hanya geleng-geleng kepala.Dia yang tadi marah, sekarang Lily yang ngambek.


Edward menarik tubuh Lily supaya menghadap kepadanya. Edward mencium bibir tunangan tercintanya. Awalnya Lily tidak membuka mulutnya akhirnya membuka dengan sempurna.


Edward menyepat dan melilitkan lidahnya ke lidah Lily. Mereka berciuman sangat panas, dari mulut pindah ke leher putih Lily. Lalu ke dada atas.


Edward meninggalkan jejak merah di dada atas Lily. Nafas Lily sangat cepat, secepat tangan Edward yang berada di bawah sana.


Aahhh eemm Lily mengeluarkan kata keramatnya. Edward meremas Squishy dengan lembut.


Lily mengigit bibirnya. Sshhh aaaahhh aaahhh.


"Tahan sedikit sayang. Mungkin akan terasa sakit" ucap Edward.


Ssshhh aaahhh


To be continue ....

__ADS_1


__ADS_2