Cinta Untuk Lily

Cinta Untuk Lily
BAB 105. Tuan dan Nyonya Peter


__ADS_3

Tidak terasa bulan madu Edward dan Lily sudah 10 hari di Maldive. Seharusnya mereka masih lama untuk bulan madu. Tapi Peter tidak berhenti untuk datang ke kantor maupun ke rumah Edward.


Edward menjadi berang karena bulan madunya terusik oleh laki-laki tidak tahu malu tersebut. Akhirnya di memutuskan memangkas hari bulan madunya dan segera kembali ke Jerman.


"Apa urusannya sangat penting sayang?" Tanya Lily.


"Sangat penting sayang. Aku ingin sekali melepar muka mereka dengan kotoran karena tidak tahu diri" Ucap Edward kesal.


Didalam pesawat Edward tidak bisa tenang. Dia ingin sekali menghajar wajah Peter. Bisa-bisanya datang ke rumah dengan menyebut dirinya paman Lily. Padahal selama ini dia tidak pernah memperdulikan Lily.


"Kamu kenapa sayang? Kamu gelisah sekali" Tanya Lily.


"Tidak apa-apa sayang. Kamu mau tidur?" Tanya Edward.


"Iya sayang. Kita tidur saja. Kamu juga sepertinya capek sekali sayang" ucap Lily.


"Baiklah ayo kita tidur sayang" ucap Edward.


Edward dan Lily lalu pergi ke kamar tidur yang ada di dalam pesawat pribadinya. Edward tidak mau Lily khawatir dengan kedatangan Peter ke Hamburg.


Pesawat Edward mendarat di Hamburg dengan selamat. Leon menjemput Edward dan Lily di bandara. Edward melarang Leon untuk bicara soal Peter saat ada Lily bersama mereka.


"Selamat datang kembali ke rumah Tuan, Lily" ucap Leon.


"Terima kasih Leon" ucap Edward.


"Terima kasih Pak Leon" ucap Lily.


"Ayo masuk ke mobil" Leon membantu Edward membawa koper.


"Sayang. Nanti aku akan langsung kekantor setelah ganti baju. Kamu tidak apa-apa aku tinggal dirumah kan?" Tanya Edward.


"Tidak apa-apa sayang. Kamu jangan capek-capek ya" Lily mengelus pipi Edward.


"Iya sayang. Kamu tidak perlu khawatir" ucap Edward.


Edward turun dari mobil setelah sampai di rumah. Leon menurunkan koper dari dalam bagasi. Koper-koper itu di bawa oleh pelayan Edward masuk ke dalam rumah.


Leon menunggu di dalam mobil. Setelah selesai ganti baju Edward langsung masuk ke dalam mobil.


Belum sempat Mobil keluar gerbang. Ada taksi berhenti di depan rumah megah Edward. Penjaga dan perempuan yang turun dari taksi saling cekcok di depan pintu gerbang.

__ADS_1


"Leon kamu lihat. Ada apa di luar sana" Perintah Edward.


"Baik Tuan" Leon keluar dari mobil.


Leon berjalan menuju depan gerbang. Dia sudah tidak kaget lagi karena yang datang adalah Christy dan Peter. Mereka setiap hari datang kerumah atau ke kantor. Padahal mereka sudah di usir dan dilarang datang kembali.


Leon kembali ke dalam mobil. Dia memberitahu kalau yang di luar adalah Peter dan istrinya. Edward keluar mobil, Leon mengikuti Edward dari belakang.


Edward berjalan dengan sangat berwibawa dan menawan. Dengan manik biru laut yang mempesona, Edward menemui Christy dan Peter.


"Ada apa Nyonya? Siapa Anda? Kenapa Anda membuat keributan di rumah saya?" Tanya Edward tenang.


Dia pura-pura tidak tahu Christy. Supaya aktingnya lebih menyakinkan. Christy terpana dengan ketampanan Edward. Dia sampai mengangga. Christy seperti melihat dewa Yunani yang turun ke bumi.


"Tuan Edward" Ucap Peter dari dalam mobil taksi.


Lamunan Christy buyar saat Peter memanggil Edward.


"Tuan Peter. Ada apa Anda ke sini Tuan? Apa dia istri Anda?" Tanya Edward.


"Iya Tuan. Christy bantu aku turun dari mobil" Pinta Peter.


"Tidak perlu turun Tuan Peter. Saya hanya ingin tahu saja. Kenapa kalian ke rumah saya?" Tanya Edward.


"Kalian Paman dan Bibi Lily? Aku tidak tahu. Setahuku Lily anak yatim piatu. Dan dia juga hidup sendiri" ucap Edward.


"Lily kabur dari rumah kami Tuan. Dia itu gadis nakal. Suka merayu laki-laki di sekolahnya. Bahkan pacar anak kami juga di goda. Mungkin Lily takut kami marahi makanya kabur. Kami mencarinya kemanapin tapi tidak ketemu Tuan" Christy mengarang cerita supaya Edward percaya kepada dia.


"Oh ya. Sepertinya saya harus mengajak kalian bicara. saya butuh informasi banyak soal istri saya. Karena aku tidak begitu mengenal" Edward pura-pura.


"Saya akan ceritakan semuanya soal Lily. Tapi tidak gratis" ucap Christy.


"Maksud Anda bagaimana? Saya tidak mengerti" ucap Edward pura-pura tidak tahu.


"Mereka butuh uang Tuan" ucap Adam.


"Oh kalian butuh uang?" Tanya Edward.


"Iya Tuan Edward" ucap Christy.


"Baiklah. Ikut ke kantorku nanti kita bahas lagi soal uangnya" Ucap Edward.

__ADS_1


Edward kembali ke dalam mobil, Leon ngekor di belakang Edward. Christy tersenyum penuh kebahagiaan. Dia sudah membayangkan kalau dirinya akan mendapat uang banyak.


Taksi mengikuti mobil Edward dari belakang. Edward tersenyum smirk. Sedangka Peter dan Christy sudah tertawa bahagia di dalam taksi. Sampai supir taksinya takut sendiri.


Edward dan Leon sudah sampai di kantor. Edward diam sejenak, Leon juga ikut diam. Leon tahu bosnya sedang merencanakan sesuatu tapi dia tidak tahu apa rencana bosnya kali ini.


"Leon suruh mereka ke ruang meeting. Aku harus membuat mereka kapok dan tidak mengusik Lily" Edward mengepalkan tangannya di kursi.


"Baik Tuan. Aku akan siapkan ruangannya" ucap Leon.


Edward turun dari mobil. Leon juga ikut turun. Christy dan Peter juga sudah turun dari taksi. Taksinya langsung pergi karena takut dengan Peter dan Christy yang tertawa seperti orang gila.


"Tuan Peter dan Nyonya. Silahkan ikut Leon. Saya masih ada urusan sebentar" ucap Edward.


"Baik Tuan Edward" ucap Peter.


"Edward antar mereka ke ruang meeting?" Perintah Edward.


"Baik bos. Mari Tuan dan Nyonya Peter, saya antar kalian ke ruangan meeting" ucap Leon.


Christy dan Peter mengikuti Leon yang berjalan di depannya. Christy mendorong kursi roda Peter.


"Lily sangat beruntung sekali memiliki suami seperti dewa. Seharusnya, Kloe itu yang jadi istri Tuan Edward" ucap Christy di dalam Lift.


'Amit-amit bos punya istri seperti anak kalian. bos juga tidak akan tertarik modelan seperti anak kalian. Bagaimana jadi istri. Melihatnya saja Bos sudah alergi dengan Kloe kalian itu' batin Leon.


Ting


Lift terbuka. Leon berjalan mendahului Peter dan Christy. Mereka mengikuti Leon menuju ruang meeting.


"Silahkan masuk Tuan dan Nyonya Peter. Saya akan tinggal sebentar. OB akan memberi kalian minum" Ucap Leon.


"Tuan mau kemana? Kemana Tuan Edward?" Tanya Christy.


"Saya di sini Nyonya. Maafkan saya kalau kalian harus menunggu lama" ucap Edward.


"Tidak apa-apa Tuan Leon. Tuan mau menemui kami, kami sudah senang sekali Tuan" ucap Peter.


"Apa tujuan kalian sebenarnya datang ke rumah sayaTuan dan Nyonya Peter?" Edward menatap tajam kepada Christy dan Peter.


Tatapan yang berbeda saat tadi berada di depan gerbang rumah Edward. Sekarang tatapan Edward langsung menusuk ke dalam jantung Peter dan Christy dan siap membunuh musuh.

__ADS_1


To be continue ....


__ADS_2