
Ares perlahan berdiri saat mendengar suara wanita yang cukup familiar bagi dirinya. Dengan perlahan mengangkat wajahnya untuk menatap siapa yang datang menghampiri mereka.
Tatapan Ares mematung sesaat saat melihat wanita yang berdiri didepannya. Wanita itu masih belum menatapnya, karena wanita itu masih sibuk mencari ponsel di tasnya. Hingga saat dirinya mendapatkan ponsel miliknya barulah wanita itu mengangkat wajahnya menatap orang yang memanggilnya.
'' Ares...'' Kata pertama yang keluar dari bibir wanita itu,sambil menatap lekat wajah Ares dengan raut wajah terkejut.
' Apa ini,'' Batin Ares.
Ares sedang mencoba memahami situasi yang terjadi saat ini.
'' Kamu kenal dia sayang?'' Tanya laki-laki itu padanya
Wanita itu tak menjawab pertayaan dari laki-laki itu, dirinya hanya diam terpaku pada Ares yang menatapnya.
'' Sayang,'' Panggil laki-laki itu lagi.
Tapi masih tak ada sahutan.
'' Clarissa,'' Panggil Ares pelan,mata Ares menatap Clarissa dengan tatapan marah,terluka,sedih semua rasa bercampur jadi satu.
'' APA MAKSUD SEMUA INI!!!'' Teriak Ares.
Membuat Clarissa dan laki-laki itu terkejut,bukan itu saja orang sekitar juga mulai memperhatikan mereka.
'' Apa maksud kamu?'' Ucap laku-laki itu pada Ares.
'' Huh... Kau bertanya padaku apa yang terjadi?'' Tanya Ares sinis.
'' Biar aku perjelas,wanita ini adalah pacarku,tapi dengan murahannya sekarang wanita ini juga berpacaran dengan mu,'' Sambung Ares sambil menujuk Clarissa.
Clarissa hanya menunduk sambil menanggis, mendengarkan semua apa yang di ucapakan Ares.
'' Oh jadi kau atm berjalan Clarissa,'' Cemooh laki-laki itu.
' Atm berjalan??' Batin Ares.
'' Dengarkan aku Bung,kau tak lebih hanya sebagai atm berjalan bagi Clarissa,bahkan Clarissa tak menyukai laki-laki sepertimu. Laki-laki yang tak bisa menyenangkan Clarrissa,oh ayolah di juga butuh kasih sayang bukan hanya uang mu saja Bung. Dia tak lebih hanya memanfaatkanmu saja... '' Jelas laki-laki itu.
'' CUKUP LEO...'' Teriak Clarissa dengan berlinang air mata.
'' Oh ayolah sayang,jujur saja pada laki-laki bodoh ini,'' Dengan menujuk wajah Ares yang sudah memerah menahan marah.
Bugh....
__ADS_1
Bugh....
Bugh...
Ares nendang perut Leo membuatnya jatuh,bukan hanya itu saja Ares juga menindih dan memukul membabi buta seakan-akan melampiaskan semua yang di rasakannya sekarang.
Leo berusaha melawan tapi tidak bisa,saat ini Ares sudah di kuasai oleh amarah yang mengebu-gebu untuk menghabisi Leo.
Hingga Clarissa menarik tangan Ares sekuat tenaga berusaha untuk menghentikan agar berhenti memukul Leo,orang-orang sekitar hanya menonton tanpa mau ikut campur dan sebagian orang mulai merekam kejadian yang terjadi saat ini.
Saat Ares merasakan tangannya di tarik oleh Clarissa,dengan spontan Ares mendorongnya hingga terjatuh. Ares perlahan mulai berdiri menatap Leo yang sudah babak belur.
Langkah kaki Ares mulai berjalan mendekati Clarissa yang duduk di lantai akibat dorongan Ares tadi.
'' Kau,apa salahku padamu hingga kau dengan tega melakukan hal menjijikan seperti ini. Aku Atm berjalam bagimu, semurahan itu dirimu hingga melakukan hal tak berbobot seperti ini,'' Caci Ares
Clarissa hanya diam.
'' KAU MERUSAK SEGALANYA,KAU YANG MENJANJIKAN MASA DEPAN BERSAMAKU TAPI....APA INI. KAU MEMPERMAINKAN AKU SEPERTI ORANG BODOH,AKU BAHKAN BERANI MELAWAN ORANGTUAKU HANYA KARNAMU. APA TAK ADA SEDIKIT SAJA RASA SAYANGMU PADAKU,AKU RELA MELAKUKAN APAPUN DEMI DIRIMU TAPI...APA YANG KU DAPAT. TAK ADA CLARISSA...TIDAK ADAAAAA'' Bentak Ares.
'' KENAPA KAU TAK BILANG SAJA PADAKU....KENAPA, AKU BAHKAN SELALU MENURUTI APA KATAMU....KENAPA,SAKIT...AKU..SAKIT KAU PERLAKUKAN SAAT INI... AKU BAHKAN TAK PERNAH MENYIKSAMU TAPI KENAPA KAU MENYIKSAKU SEPERTI INI ....KENAPA.. '' Teriak Ares pilu sembari memegang bahu Clarissa dengan kuat.
'' Aghhh...Sakit Ares....Lepaskan aku... '' Ucap Clarissa sembari melepaskan tangan Ares.
Bugh...
'' BAJINGAN KAU,'' Ucap Leo memukul wajah Ares.
Ares tentu saja tidak tinggal diam,dirinya membalas Leo lebih sadis dari apa yang di lakukan Leo Padanya.
Bughh...
'' MATI KAU SIALANN...''
Bugh....
'' TAK TAHU DIRI....''
Bugh...
'' BIADAB.... ''
Bugh...
__ADS_1
'' BANGSAT.... ''
Bugh...
Pertengkaran segit antara keduanya,membuat orang yang melihat menatap ngeri,beberapa dari mereka mulai mencoba memisahkan Ares dan Leo tapi tak berhasil. Yang ada mereka yang terkena pukulan.
'' HENTIKAN ARES.. Hiks...Hikss...Hentikan... Maafkan aku,aku mengaku salah....Maafkan aku Hiks.... ''
Membuat Ares menghentikan pukulannya.
'' Mulai hari ini,aku tak mau lagi berhubungan dengan wanita sepertimu. Kau tak sebanding denganku, wanita rendahan sepertimu tak pantas bersanding denganku. Dan jangan menyesal dengan pilihanmu saat ini. Ku harap kau tak muncul lagi di hadapanku,jika sampai itu terjadi. Aku akan menjamin,kau akan ku habisi saat itu juga. Aku tak perduli lagi walaupun kau wanita, ingat itu.'' Lalu memgambil dompet miliknya dan mengambil beberapa kartu atm miliknya,dan melemparkan kepada Clarissa tepat di wajahnya.
'' Anggap saja itu upah karena kau sudah menghiburku saat ini,'' Lalu beranjak pergi meninggalkan mereka.
....................
Pikiran Ares kacau,kenapa rasanya sangat sakit, dirinya serasa ditikam oleh pedang mengunus ke jantungnya. Ares memyetir dengan ugal-ugalan, dengan kecepatan penuh. Bahkan tak jarang Ares di tegur oleh pengendara lain.
Ares terus melajukan mobilnya hingga sampai di sebuah pantai yang cukup sepi. Dengan segera Ares keluar dari mobil menuju bibir pantai.
'' KENAPA...KENAPA ...RASANYA SESAKIT INI JATUH CINTA...KENAPA KAU BIARKAN AKU TERLUKA KENAPA.... '' Teriak Ares bahkan kakinya tak mampu menopang tubunya lagi,membuat Ares jatuh dengan posisi duduk.
'' Hikss....Sakit...Hikss...Sakit...'' Tangis pilu Ares, sambil mukul dadanya.
Cukup lama Ares berada dipantai,hingga jam menunjukkan pukul 10 malam.
Dengan langkah gontai Ares berjalan kearah mobil, dan mulai menjalakan mobilnya. Pikiran Ares masih belum tenang rasa sakit masih terasa.
Untuk pertama kalinya Ares pergi ketempat yang bahkan tak pernah terlintas dalam pikirannya, cukup jauh Ares pergi menuju tempat yang akan disinggahi Ares saat ini.
' Club Night, '
Tempat haram yang tak penah di pijakinya, sekarang dirinya melanggar aturan agama bahkan keluarganya.
Ares dengan langkah cepat memasuki tempat itu, hingar bigar suara musik mulai terdengar,bau alkohol serta dan lautan manusia yang berada didalamnya berkumpul menjadi satu.
Dengan perlahan Ares duduk, lalu memesan minuman yang kadar alkoholnya cukup tinggi, bahkan membuatnya mabuk.
Banyak wanita yang berpakaian mulai mendekati Ares tapi selalu saja ditepis kasar dan tak jarang dari mereka mendapat makian serta cacian dari Ares.
'' Kenapa kau muncul disini Clarissa,bukankah kau bersama laki-laki itu,kenapa kau menghampiriku.....Kenapa...'' Racau Ares mabuk.
Tampilan Ares saat ini benar-benar kacau,Clarissa sudah benar-benar sangat menyakiti Ares.
__ADS_1