Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
19 part 2


__ADS_3

Denara merasa, semenjak Jesi dan Ares berbaikkan. Jesi sudah bertingkah seperti Nyonya saja di rumah ini. Seakan-akan Jesi adalah istri Ares saja.


Lihatlah sekarang, pagi-pagi buta jesi sudah berada di rumah Ares dan memasak-masakkan untuk Ares. Denara tak keberatan sama sekali dengan hal itu, tapi Jesi memasak bukan memasak dalam artian sesungguhnya. Jesi malah memerintahkan Denara memasak, tapi saat ada Ares dengan cepat Jesi memgambil alih. Seolah-olah Jesi yang memasak.


Seperti sekarang.


'' Denara, kamu harus memasak seperti ini. '' Mencontohkannya pada Denara seolah-olah dia adalah guru.


Denara yang berada di samping Jesi sudah hafal betul melihat kelakukuan Jesi yang bertingkah seperti ini. Pasti ada Ares yang sedang memperhatikan mereka.


'' Iya Mbak.... '' Ucap Denara patuh.


'' Kerja yang benar Denara, bukannya menyuruh Jesi yang memasak. '' Tegur Ares yang perlahan mendekati mereka.


'' Iya Tuan. ''


' Cih kerja yang benar katanya!Jelas-jelas aku yang memasak! ' Batin Denara tak terima.


'' Jesi biarkan saja Denara yang mengerjakan, kau adalah tamu di sini. '' Ucap Ares menatap Jesi.


Denara sudah yakin jika Jesi akan senang mendengar ucapan Ares, yang menurut Denara lebay. Lagian jika Ares tak ingin Jesi ke dapurnya. Kenapa tak di rantai saja dia di sofa, pikirnya kesal.


' Caper. ' Batin Denara jengah.


'' Gak apa-apa kok Ares aku udah biasa masak di rumah.. '' Dengan masih mengaduk sayur yang sedang di masak.


' Bolehkah saat ini Denara mengumpati Jesi? ' Batinya bertanya.


..................


Ares perlahan-lahan mulai menerima apa yang Jesi lakukan di masa lalu, bagaimana pun juga Ares masih memiliki hati nurani apalagi menyangkut sang Ibu.


Mungkin saat itu Ares masih kecil dan tak bisa menerima keadaan, tapi walaupun begitu. Rasa kesal dalam hatinya masih tertinggal.


Seperti yang Mamanya bilang jika saat ini Ares bukan hidup untuk masa lalu melalainkan masa depan.


Ares akui jika Jesi banyak berubah dari sifat sampai wajahnya, yang dulunya terlihat polos sekarang berubah menjadi wanita dewasa.


'' Ares boleh aku ikut ke kantor mu... '' Berjalan di samping Ares.


Ares hanya menoleh sebentar menatap Jesi.


'' Aku bukan sedang bermain di sana Jesi, jangan memulai lagi .. '' Ucapnya.


'' Kau selalu saja serius tak pernah bisa di ajak bercanda... '' Keluhnya pada Ares.


'' Sudah tahu jangan bertanya. '' Mulai masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


'' Pantas saja temanmu hanya aku.. '' Gumam Jesi.


..............


Denara hari ini berniat mengunjungi Inem di kostsannya karena sudah lama tak bertemu, bahkan saat Ares belum pergi Denara sudah meminta Izin. Dan soal ponselnya yang di sita, sudah di kambalikan juga oleh Ares.


'' Mau ke mana kamu? '' Jesi yang tiba-tiba saja sudah muncul di depan kamarnya.


Denara merasa seperti bawang putih saja, jika berhadapan dengan Jesi.


'' Mau pergi Mbak, '' Ucap Denara.


Mendengar kata Mbak yang di ucapkan oleh Denara, membuat Jesi tak suka apalagi Denara bilang jika mau pergi keluar. Apa Denara lupa jika dirinya hanya pembantu di sini.


'' Berasa jadi Nyonya kamu?Dan saya ingatkan jangan panggil saya Mbak! '' Omelnya pada Denara.


'' Maaf Non, tapi saya sudah izin sama Tuan Ares tadi untuk pergi.'' Beritahu Denara.


'' Saya tidak perduli, pokoknya kamu harus bersih-bersih rumah sampe bener-bener gak ada debunya dan bilang aja sama temen kamu itu, kalo kamu kerja, '' Ujar Jesi.


'' Loh Non, gak bisa gitu dong. Lagian majikkan saya kan Tuan Ares, bukannya Nona. '' Jawab Denara tak terima dengan apa yang di ucapkan Jesi, sejak tadi Denara sudah melakukan semua pekerjaan tanpa terkecuali. Denara juga tahu jika dirinya hanya pembantu di sini.


'' Kamu melawan, saya laporin kamu sama Ares biar di pecat tahu rasa kamu. '' Marah Jesi.


Biarlah kali ini Denara mengalah saja dari pada berdebat dengan orang seperti ini pikir Denara.


...............


Denara melempar tas slempang yang di kenakannya ke arah kasur. Lalu mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi Inem. Jika dirinya tak jadi berkunjung ke sana.


'' Assalamualaikum, Inem. '' Sapa Denara.


'' Wa'alaikumsalam, Denara kamu udah otwkan? '' Tanya Inem.


'' Otw apanya, otw tidur iya. '' Sebal Denara.


'' Lah gimana sih katanya mau kekostsan ku? ''


'' Gak jadi, di rumah majikkanku banyak setanya. Jadi gak bisa keluar. '' Ucap Denara asal.


'' Ngaco kamu?Mana ada Ra, setan siang-siang berkeliaran. Jangan aneh-aneh deh kamu. '' Jawab Inem tak percaya.


'' Ada Nem, Setan nampak namanya. Makanya aku gak bisa pergi. '' Jelas Denara.


'' Hahha...Ra..Ra..Yaudah kalo setan nampaknya udah minggat jangan lupa mampir yah. ''


'' Iya Inem. Assalamualaikum. '' Kata Denara.

__ADS_1


'' Wa'alaikumsalam. ''


Tut...


Panggilan terputus. Denara merasa jika perempuan yang dekat dengab Ares semuanya satu spesies, gak ada yang beda. Kemarin Clarissa sekarang Jesi. Entah siapa lagi nantinya yang akan muncul.


Dari pada memikirkan hal yang tidak ada faedahnya mending Denara bobo cantik aja, biar kantung matanya yang mulai seperti panda menghilang.


' Selamat tidur Denara ' Batinnya.


.................


Jesi berada di kamar tamu saat ini. berbaring sembari bermain ponsel. Jesi sedang menatap foto lekat dua anak kecil yang tersenyum manis ke arah kamera.


Di mana anak laki-laki itu merangkul gadis kecil dengan erat. Dan senyum manis terukir di wajah anak laki-laki itu. Dan di balas gadil kecil dengan memegang tangan anak laki-laki yang sedang merangkulnya.


Siapa lagi kalau bukan Ares dan dirinya sewaktu kecil. Kenangan-kenangan yang tersimpan di dalam memori, perlahan-lahan mulai muncul.


Jesi tak menyangka jika Ares dewasa akan jauh lebih tampan dan gagah seperti sekarang. Sudah bertahun-tahun dirinya tak bertemu dengan Ares. Tentu ada rasa gugup dalam dirinya, apalagi saat minggu lalu dirinya refleks memeluk Ares.


Mengingat kejadian itu membuat pipi Jesi bersemu merah. Membuatnya langsung menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.


Sampai-sampai dirinya lupa, jika masih memegang ponsel. Alhasil wajahnya mendapat salam tempel dari ponsel mahal miliknya.


Puk..


'' Awss... Jesi-Jesi, sampe lupa kalo lagi pegang ponsel...'' Seraya mengusap dahinya yang terkena ponsel.


Hanya memikirlan Ares, Jesi seperti lupa dengan hal yang lain. Jika sudah mengingat Ares.


Jesi dan Ares bukankan namanya sangat cocok bersanding bersama Ares.


................


Hola pembaca😊.


Terima kasih sudah singgah🙏.


Jangan lupa buat like,vote,rate 5 serta favoritnya yah.


Karena dukungan kalian berarti buat Dao semangat dan gaspol buat up☻.


Makasih juga atas dukungan kalian ke cerita ini.


Btw kalian tim mana nih.


Tim Denara atau tim Jesi.

__ADS_1


IG : dindao.18, sampai jumpa👋🏻👋🏻....


__ADS_2