Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
33 part 1.


__ADS_3

...Di larang memplagiat, mengcopy atau pun menjiplak karya ini!!!!...


...Happy Reading📖....


Kemarin Zion mendengar dengan jelas perkataan Ares, Zion sebenarnya saat itu sudah bangun dari tidur. Hanya saja Zion sengaja tak membuka matanya.


Dari yang Zion tangkap, Ares tak menyukai jika seseorang yang di sukai olehnya dengan dengan orang yang bernama Tian.


'Tian, tunggu sepertinya aku pernah mendengar nama itu.' Batin Zion.


Zion mulai kembali mengingat-ingat nama itu, karena Zion memang pernah mendengarnya. Cukup lama Zion berpikir, sampai akhirnya Zion ingat.


Jika nama Tian dirinya dengar dari perdebatan Ares dan Denara kemarin. Dan Zion akhirnya mengetahui, jika Ares suka pada Denara. Jika begitu, Zion akan sangat menyetujui hal itu.


Zion yang sejak tadi tersenyum-senyum tanpa memakan makanannya, membuat Ares yang melihatnya heran. Sebenarnya apa yang di pikirkan oleh Zion hingga bertingkah aneh seperti ini.


''Zion, sebenarnya apa yang kamu pikirkan.'' Tegur Ares pada Zion yang sejak tadi melamun.


''Gak mikirin apa-apa,'' jawab Zion dengan santai.


''Yakin???'' Ucap Ares sambil menaikan satu alisnya.


''Tentu saja, lagi pula..... Saat makan itu, kita di larang untuk berbicara Om.'' Ingat Zion pada Ares.


Ares hanya tersenyum jengkel mendengar ucapan Zion, bocah nakal ini memang selalu saja punya cara untuk melawan dirinya.


......................


Tania kembali merasa jengkel, saat mengingat perkataan bocah gila itu. Tapi Tania merasa ada yang aneh, Tania merasa jika pernah melihat bocah gila itu.


Padahal Tania baru saja bertemu dengannya kemarin, tapi Tania memang merasa pernah bertemu dengan bocah itu, jauh sebelum kejadian kemarin.


''Dek, Abang mau ke supermarket dulu, kamu jangan rumah. Bentar lagi Ibu pulang dari warung.'' Kata Tian yang bersiap pergi.


''Benar, supermarket. Pantas saja wajahnya tidak asing.'' Ingat Tania, ketika mendengar kata mall.


''Kenapa Dek??'' Tanya Tian.


''E-enggak Bang, Tania cuman mau titip es krim stroberi, coklat, vanila sama camilan yah Bang.'' Jawab Tania.


''Kamu mau nyuruh Abang buat borong mall....'' Kesal Tian dengan permintaan Tania.


''Ya udah kalo Abang gak mau belanjaain Tania, Tania juga gak mau tuh.... Bantuin Abang buat bisa deket sama Kak Denara.'' Ujar Tania dengan santai.


''Ck... Iya.... Iya....''


''Gitu dong... Abangkan Baik.'' Sambil tersenyum manis ke arah Tian.


......................


Zion menghampiri Denara yang sedang mencuci piring, Zion juga melihat keadaan yang sangat tidak nyaman anatara Denara dan Ares yang diam-diam tak saling menegur.


''Kak Dena sedang bertengkar dengan Om Ares??''


''Tidak, kata siapa??'' Jawab Denara menatap ke arah Zion sebentar.


''Gak kata siapa-siapa sih, cuman aneh aja gitu. Masa Om sama Kak Dena gak saling sapa.'' Ucap Zion polos.


''Enggak kok, tadi saling sapa.'' Sahut Denara.

__ADS_1


''Masa???''


''Zion, kamu ini kenapa cerewet sekali sih...'' Mencubit pipi Zion gemas, sebelum itu. Denara mencuci tangannya terlebih dulu.


''Ihhhhh Kak Dena, pipi Zion jadi basah.'' Gerutunya sambil mengusap ke dua pipinya dengan telapak tangannya.


......................


Tian hari ini berniat untuk datang ke tempat Denara, sebelum itu. Tian mengecek terlebih dulu jam tangannya, bukan karena Tian takut terlambat datang ke sana. Hanya saja Tian tak mau bertemu dengan Ares, yang membuatnya akan emosi ketika melihat orang itu.


''Dia sudah pergi.'' Ucap Tian, menatap jam tangannya.


Tian segera menjalankan motornya dengan kecepetan sedang ke arah rumah Ares, untuk melihat Denara.


......................


Zion sudah bosan dengan permainan yang ada di ponsel mahalnya.


''Membosankan..'' Ucapnya, lalu mulai berjalan ke arah pintu.


Suasana rumah memang sedang sepi saat ini, Denara sedang pergi untuk berbelanja sayur untuk makan siang nanti.


Zion memang sedang tidak bersekolah, bukan karena bolos atau sengaja tak mau sekolah. Kebetulan saja sekolahnya yang sedang libur.


Ting nung...


Ting nung...


Suara bel rumah berbunyi, saat Zion hendak keluar dari rumah.


Cklek..


''Om temannya Kak Denara,'' Balasnya, walaupun mulutnya terasa kaku saat menyebut kata Om.


Membuat Zion teringat akan seseuatu, saat melihat orang ini.


''Apakah Om ini adalah Om Tian??''


''Benar, ternyata kamu mengetahui nama Om.''


Bagaimana bisa Zion tak tahu, jika Om inilah yamg membuat Ares serta Denara berdebat. Hanya karena foto yang di posting oleh Kakak nakal itu. Pikir Zion.


''Kak Dena sedang tidak ada,'' balas Zion.


''Benarkah, memang pergi ke mana??'' Tanya Tian.


''Tidak tahu,'' sambil menggelengkan kepalanya.


''Baiklah, tapi nanti bilang pada Kak Dena yah... Jika Om Tian datang kemari.'' Pesan Tian.


Dan hanya di balas anggukkan kepala oleh Zion.


......................


Zion Amerko.


Om, tadi di rumah ada orang yang mencari Kak Dena.


^^^Om galak🦁.^^^

__ADS_1


^^^Siapa????^^^


Zion Amerko.


Om Tian kalo gak salah namanya.


"Ih, kok gak di balas sih." Gerutu Zion, saat melihat pesan terakhir yang di kirimkannya pada Ares.


......................


Ares menatap kesal ke arah layar ponselnya, setelah menerima pesan dari Zion. Jika Tian datang ke rumahnya, untuk bertemu dengan Denara.


Deni saat ini merasakan hawa yang tidak enak di sekelilingnya, saat Deni menoleh ke arah Ares. Betapa kagetnya Deni, melihat wajah Ares yang memerah serta tangannya yang menggengam ponselnya dengan kencang.


''Tian ini benar-benar,'' Geram Ares.


Deni melihat Ares yang sudah berdiri dari kursinya dan bahkan saat ini Ares sudah memakai jasnya kembali.


''Deni, kamu urus semua berkas-berkas hari ini. Saya ada urusan sebentar.''


''Baik Pak...'' Balas Deni.


......................


Ares membawa mobil miliknya dengan kecepatan yang cukup cepat, tujuan Ares saat ini adalah rumahnya. Ares benar-benar kesal dengan perasaannya yang sedang emosi saat ini.


Mobil Ares melaju di jalan raya dengan lancar dan tanpa hambatan apa pun, bahkan jalanan cukup sepi kali ini6 tak seperti biasanya.


......................


Denara menatap ke arah jalan komplek yang saat ini sedang di lewati oleh mobil yang cukup dirinya kenal.


Dengan sedikit mempercepat jalannya walaupun kesulitan karena membawa kantung-kantung yang berisikan sayur serta lauk-pauk.


Mobil itu berhenti pas di depan gerbang, begitu pun Denara yang saat ini mempercepat langkah kakinya agar sampai di depan gerbang.


Ares keluar dari mobil, dan sedikit berlari menghampiri Denara. Membuat Denara menghentikan langkahnya.


''Huh!!! Apakah kau bertemu dengan Tian lagi??'' Ucap Ares dengan menarik nafas panjang.


''T-tidak Tuan,'' balas Denara.


''Jangan bohong lagi.'' Ucap Ares serius.


''Sungguh Tuan, aku tak bertemu dengan Tian. Bahkan aku baru saja pulang dari membeli sayur.'' Menunjukkan kantung belanjaanya pada Ares.


......................


Pendek yah episode ini🤣.


Dao buat part 2 nya kok, tenang aja😅.


Jangan lupa juga untuk like, komen, favorit, vote dan juga rate 5.


Makasih buat kalian yang udah vote cerita ini💗.


Jangan lupa juga mampir ke cerita Dao_Sea yang lain.


__ADS_1


__ADS_2