Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
38 part 1


__ADS_3

...Dilarang plagiat, menjiplak atau pun mengcopy karya ini!!!!!...


...Happy Reading🍃...


Denara bangun lebih pagi dari biasanya, Denara juga sudah menyiapkan makanan dan juga bersih-bersih rumah. Saat ini Denara harus segera pergi menemui seseorang.


Tidak lupa juga, Denara menuliskan pesan di kertas dan menempelkannya di pintu kulkas yang berwarna abu-abu. Selesai dengan semuannya, Denara bergegas untuk berangkat.


Denara berjalan pelan ke arah pintu gerbang rumah, yang di depannya terdapat ojek online yabg sudah menunggunya.


''Pagi-pagi gini, Neng Denara mau ke mana??'' Tanya Pak Tejo yang sedang membuka pintu gerbang.


''Mau ke temu sama temen Pak,'' balas Denara.


''Oh gitu, hati-hati di jalan Neng.'' Ujar Pak Tejo.


''Iya Pak, Assalamualaikum.'' Pamit Denara.


''Wa'alaikumsalam,'' jawab Pak Tejo.


......................


''Wih, pagi-pagi udah cakep aja Bang, mau ke mana??'' Ucap Tania saat melihat Tian yang berdandan rapih serta wangi.


''Mau ke temu sama Nara,'' jelasnya dengan tersenyum.


''Wihhh... Udah mau jalan aja Bang, semoga sukses.'' Menyemangati Tian sambil menempuk pundaknya.


''Semoga..'' Balas Tian dengan tersenyum manis.


......................


''Yes menang...'' Seru Zion saat melihat layar ponselnya.


Saat ini Zion sedang bermain game online di ponselnya sambil menunggu Ares yang sedang bersiap untuk pergi bekerja dan mengantarkan ke sekolah.


''Om sudah selesai???'' Menolehkan pandangannya pada Ares yang sudah siap.


''Hm... Ayo makan.'' Tapi Ares tidak menatap ke meja makan, melainkan ke kamar Denara.


''Om kayaknya Kak Dena gak ada deh,'' ucapnya.


Ares menoleh ke arah Zion yang sedang mengambil ayam goreng dan memindahkannya pada piring makannya.


''Tahu dari mana???'' Mulai duduk di kursi makan.


''Ini,'' menunjukkan kertas yang ada di tangannya pada Ares.


Tuan...


Saya izin sebentar untuk pergi menemui teman saya.


Maaf saya tidak menyampaikan langsung pada Tuan.


^^^Tertanda Denara.^^^


Isi pesan yang tertulis di kertas itu. Ares lalu meletakkan kertasnya dan melanjutkan makannya yang tertunda.


......................


Denara menunggu di taman yang merupakan tempat di mana Tian mengatakan rasa suka padanya.


''Kamu udah lama nunggu??'' Tanya Tian yang baru saja tiba.

__ADS_1


''Enggak, aku baru aja dateng.'' Jawabnya.


Mereka mulai berjalan mengelilingi taman, Tian yang berada di sisi kiri sedangkan Denara yang berjalan di sisi kanan.


''Ada yang ingin di bicarakan.''


Mereka berbicara sambil berjalan beriringgan.


''Aku hanya ingin mengobrol saja denganmu secara santai.'' Balas Denara yang menoleh pada Tian.


''Bagaimana kabarmu??''


Pertanyaan Tian membuat Denara tertawa pelan, Tian yang melihat itu ikut tertawa karena melihat reaksi dari Denara.


''Haha.... Haha... Kenapa bertanya seperti itu,'' sambil tertawa.


''Bukankah kamu ingin mengobrol??'' Tanya Tian.


''Tentu, tapi apakah harus di mulai dengan ucapan itu,'' sambil tersenyum.


''Entahlah, aku bingung dalam menentukkan topik pembicaraan.'' Dengan tangan Tian yang mengusap rambutnya sendiri karena bingung.


''Sepertinya kita perlu sarapan terlebih dulu.'' Menunjuk pada penjual mie ayam yang ada di taman.


''Baiklah, kita memang harus mengisi perut terlebih dulu.'' Balas Tian.


Mereka akhirnya memutuskan untuk mengisi perut sambil mengobrol kecil di sana.


......................


Jam makan siang sudah tiba, kantin kantor cukup ramai oleh pegawai yang sedang mengantri untuk makan siang di kantin.


Dan hal ini adalah pertama kali bagi Ares makan di kantin kantornya sendiri. Biasanya Ares akan memerintahkan Deni untuk memesan makannya di restoran langganannya.


''Kau pasti sudah melihat langkah kakiku berjalan ke arah kantin kan Deni,'' sahut Ares.


Membuat Deni terdiam, sepertinya saat ini Ares sedang tidak dalam mood yang baik.


''Ya ampun, tumben sekali Pak Ares datang ke kantin.''


''Sungguh wajahnya sangat tampan.''


''Aku akan betah berlama-lama menatapnya.''


Bisikkan-bisikkan dari pegawai wanita yang menatap ke arah Ares kagum serta terpesona.


Ares dan Deni memilih duduk di kursi paling belakang, dan tidak jarang pula banyak pegawai wanita yang sengaja melewati meja Ares hanya untuk melihat wajah Ares dari dekat.


......................


Hujan turun cukup deras saat ini, membuat Denara serta Tian yang sudah selesai makan harus berteduh sejenak di halte bis ini.


''Kamu ke dinginan???'' Tian yang melihat Denara yang mengosokkan ke dua telapak tangannya.


''Tidak kok,'' sahut Denara.


Tian lalu melepaskan jaket yang dirinya pakai, dan mulai memakaikannya pada Denara yang duduk di sampingnya.


''Tian, tidak perlu.'' Tolak Denara.


''Aku ini lelaki Nara, aku jelas lebih kuat menahan dingin dari pada kamu.'' Balas Tian.


Denara yang mendengar itu hanya mengangguk pelan. Dan membiarkan Tian menyampirkan jaketnya kepada Denara.

__ADS_1


''Terima kasih Tian,'' ujar Denara menoleh pada Tian.


''Sama-sama.'' jawab Tian.


......................


''Sepertinya hujan semakin deras,'' ucap Deni yang sedang menyetir mobil Ares.


Ares duduk di kursi penumpang dengan pandangan yang menoleh ke arah jendela mobilnya.


Dari jendela mobil, Ares melihat dengan jelas rintik-rintik hujan yang berjatuhan.


''Percepat mobilnya Deni,'' perintah Ares.


''Baik Pak.'' Jawab Deni.


......................


Ares melihat suasan rumah masih sepi, Zion sudah pulang sekolah sejak tadi dan sedang tidur di kamarnya.


''Kenapa dia belum pulang juga saat ini, padahal hari sudah hampir sore.'' Melihat ke arah laur jendela rumahnya.


Ares lalu mengambil ponselnya dan segera menghubungi Denara. Tapi ponsel Denara tidak aktif, dan hal itu tentu saja membuat Ares khawatir.


''Ke mana kamu Denara??'' Khawatir Ares.


Ting nung...


Ting nung....


Ares bergegas berjalan ke pintu rumahnya dan pintu rumah terbuka.


Di sana, Denara yang berdiri dengan baju yang basah serta jaket hitam yang terpasang di tubuhnya juga ikut basah karena hujan.


''Kamu dari mana Denara???'' Berjalan mendekati Denara.


''Saya habis bertemu dengan seorang teman saja Tuan,'' Ucapnya dengan gemetar karena ke dinginan.


''Masuklah, aku akan membuatkanmu teh hangat.''


Denara mulai berjalan masuk ke dalam rumah, di ikuti oleh Ares yang berjalan di belakangnya. Ares menyuruh Denara untuk duduk di sofa, tapi Denara menolaknya. Karena pakaiannya yang basah akan membuat sofa ikut basah.


Alhasil Denara mengusulkan Ares untuk berganti baju terlebih dulu dan setelah selesai Denara akan menghampiri Ares yang ada di dapur.


''Ini tehnya,'' meletakkan Teh di atas meja.


''Terima kasih Tuan dan maaf sudah merepotkan.''


''Tidak apa-apa, itu hanya teh hangat saja dan tidak merepotkan sama sekali.'' Balas Ares melihat ke arah Denara yang mulai meminum teh buatannya.


''Denara, apakah seorang yang kamu maksud adalah Tian??''


Denara meletakkan kembali gelas yang berisi teh hangat ke atas meja, lalu mengadahkan kepalanya menatap ke arah Ares.


''Jadi, kamu sudah membuat pilihan... Dan pilihan yang kamu pilih adalah Tian, Denara??''


...Bersambung.......


Kira-kira apa jawaban yang bakalan Denara kasih buat Ares??? Penasaran?? Nantikan di episode berikutnya atau mau sekarang aja upnya😅.


Jangan lupa juga dukungannya buat Author berupa like, vote, rate 5, komen serta favoritnya🐣


Sayonara👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2