Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
45 part 1


__ADS_3

...Dilarang Plagiat, menjiplak, atau pun mengcopy karya ini!!!!...


...Happy Reading🍃....


Ares melajukan mobilnya ke arah jalan raya, hari ini Ares akan berkunjung ke rumah orang tuanya sesuai permintaan Mamanya kemarin.


Ares memakai kemeja biru dengan jas yang berwarna senada dan dasi berwarna hitam. Sebenarnya ini adalah pakaian yang biasa bagi Ares kenakan untuk ke kantor.


Dengan mobil biru gelap miliknya, Ares melaju dengan kecepatan sedang. Sambil melihat ke arah jalan.


Butuh waktu 30 menit bagi Ares untuk sampai ke rumah orang tuanya dan untungnya saja saat perjalan Ares tidak terkena macet sama sekali.


Saat memasuki rumah orang tuanya, Ares melihat cukup banyak mobil yang terparkir di sana dan Ares tidak mengetahui sama sekali. Jika orang tuanya sedang mengadakan acara.


Mobil Kakaknya bahkan ada di sana, Ares segera memarkirkan mobilnya di tempat yang kosong. Selesai Ares memarkirkan mobilnya, Ares mulai melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah.


Saat pintu terbuka, begitu banyak orang yang ada di dalamnya. Bahkan ruangan itu di hias dengan mewah dan megah.


'Acara apa sebenarnya??' Batin Ares.


Ares mulai mencari keberadaan orang tua serta Kakaknya. Sampai Ares melihat di depan sana, Kakaknya, Kakak iparnya dan orang tuanya sedang duduk dan berbincang dengan seseorang.


''Ares...'' Panggil Mamanya saat menyadari keberadaannya.


Ares melangkah ke depan, untuk mendekati mereka.


''Sudah lama tidak bertemu, Ares.'' Sapa orang yang usianya sama dengan Papanya.


''Om Bima.'' Kaget Ares.


''Wah kamu tampak tampan dan gagah.'' Merangkul Ares.


'Apa tujuan orang tuanya sebenarnya.'' Batin Ares.


Ares mulai merasa tidak enak dengan hal ini.


''Mama sama Papa berniat menjodohkan Jesi dan juga kamu.'' Ucapan Mamanya yang tiba-tiba itu, tentu saja membuat Ares kaget.


Begitupun dengan Resa dan Dion, Resa hanya mengetahui, jika hari ini orang tuanya mengadakan acara untuk kolega bisnis mereka. Tapi kenapa sekarang semuanya berubah.


''Apa maksud Mama??'' Resa mulai bersuara.


''Mama ingin menjodohkan Ares dan Jesi.'' Ulangnya lagi.


Ares yang mendengar itu hanya tersenyum miris, apakah Mamanya sungguh melakukan hal ini padanya. Hanya karena Mamanya tidak menyukai Denara.


Ares terima saja, jika Mamanya tidak merestui hubungan Ares dan Clarissa waktu itu. Tapi untuk kali ini, Ares tidak bisa menerimanya dengan begutu saja.

__ADS_1


Ares melepas rangkulan tangan Om Bima padanya dan mundur tiga langkah dari tempatnya berdiri.


''Aku tidak menyangka, jika kalian akan melakukan hal ini padaku.'' Papar Ares menatap orang tuanya dengan raut wajah kecewa.


''Maaf Om sebelumnya, Aku menolak untuk di jodohkan dengan Jesi. Permisi.'' Ares berbalik dan melangkah pergi.


''Ares.. Apa maksud kamu hah!!'' Marah Bu Eni.


''Ares... Ares... Berhenti kamu.'' Panggil Arlon pada anaknya.


Tapi Ares tidak menghiraukannya sama sekali dan tetap berjalan keluar rumah.


......................


Ares melangkah keluar dari rumah dengan langkah cepat, tapi langkahnya terhenti. Saat melihat seseorang yang berdiri persis di depannya.


Jesi yang berdiri di depan tampak kaget melihat Ares.


''Ares...'' Panggil Jesi dengan pelan.


Ares mulai melanjutkan perjalanannya dan melewati Jesi begitu saja. Seolah-olah Jesi tidak berdiri di sana.


Jesi berbalik menatap ke arah Ares yang mulai melangkah jauh.


'Kamu tidak akan pernah bisa menjauh dariku, Ares.' Batin Jesi.


......................


''Mama tahu, jika Mama jujur akan hal ini. Ares tidak akan datang. Dan jika Mama jujur padamu, kemungkinan besar kamu memberitahu Ares.'' Jelas Mamanya menatap Resa.


''Mama mengetahui jika Ares tidak menyukainya, tapi Mama dan Papa masih melakukannya. Resa tidak menyangka.''


''Kamu tahu benar alasan Mama Resa, jadi jangan coba membantah Mama.''


''Mah, jika memang Mama tidak setuju, bukankan begini caranya Mah. Mama bahkan belum mengenalnya.'' Ucap Resa.


''Mama tidak perlu mengenalnya lebih jauh, Mama sudah cukup paham dengan orang seperti wanita itu.''


Resa paham betul dengan sikap orang tuanya, Resa lalu mengambil tasnya dan mengandeng Suaminya untuk pergi dari sana.


''Resa pamit.''


......................


Ares melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi


menuju rumahnya, Ares benar-benar marah saat ini. Sungguh suanas hatinya benar-benar buruk.

__ADS_1


Sampi di rumahnya, Ares memarkirkan mobilnya dengan sembarangan dan berlari menuju ke arah taman rumahnya.


Di sana, terlihat Denara sedang membersihkan dan menyusun pot di taman itu. Terlihat senyum di wajah Denara saat menyusun bunga-bunga itu.


Membuat rasa bersalah Ares muncul, bagaimana jika Denara mengetahui hal yang baru saja Ares demgar dari Mamanya.


Sungguh, Ares tidak mau kehilangan Denara. Terlebih lagi, mereka baru saja berbaikan kemarin.


Saat Denara berdiri untuk memindahkan pot, saat itulah Ares berlari dan memeluk Denara dari belakang dengan kepala yang bertumpu pada bahu Denara yang kecil.


Pot yang Denara pegang terjatuh begitu saja ke tanah.


''M-Mas, Kamu baik-baik aja??'' Seakan tahu kondisi Ares.


''Tidak, aku merasa sangat lelah saat ini. Biarkan aku memelukmu sejenak, untuk menghilangkan rasa lelahku.''


......................


''Bagaimana ini Arlon, aku benar-benar tudak terima dengan apa yang di katakan Ares.'' Ungkap Bima pada Arlon.


''Bima, kamu tahu benar seperti apa Areskan. Bukankah mereka butuh pendekatan terlebih dulu.'' Kata Arlon.


''Aku sangat menginginkan Ares menjadi menantuku. Terlebih lagi, kita sudah mengenal satu sama lain.'' Sambil mengengam tangan Jesi yang terlihat menunduk.


''Kamu jangan sedih Jesi, Tante akan membujuk Ares untuk memutuskan hubungannya dengan wanita itu.'' Mengelus kepala Jesi dengan sayang.


''Makasih Tante, Jesi bener-bener berharap bisa menjadi istri Ares.'' Jawab Jesi menatap ke arah Bu Eni.


''Kamu memang menantu idaman, Jesi.'' Balasnya.


Jesi senang dengan hal inu tentu saja, bahkan bisa di bilang dirinyalah yang meminta Papanya untuk mengusulkan hal ini.


Terlebih lagi setelah mengetahui, oranng tua Ares yang sangat menentang dan tidak menyetujui hubungan antara Ares dan juga Denara.


Bisa di bilang ini adalah kesempatan bagi Jesi, untuk mendapatkan Ares kembali.


Mungkin saat ini, hanya orang tua Ares saja yang menyukainya. Tapi siapa yang tahu, jika esok atau beberapa minggu ke depan Ares akan menyukainya. Pikir Jesi.


Tapi apa yang akan terjadi, jika hal ini sampai di ketahui oleh Denara. Jesi yakin sekali, jika Ares tidak akan memberitahu Denara tentang perjodohan mereka yang di rencanakan oleh orang tua mereka.


Jesi tahu betul dengan sikap Ares yang akan menyembunyikan masalah ini, terlebih lagi jika ini akan merusak hubungannya antara Denara. Tapi bukankah itu adalah kesempatan emas baginya, untuk menghancurkan hubungan Mereka berdua.


'Bagaimana, jika perjodohan ini kuberitahu pada Denara?? Bukankah itu akan menyenangkan.' Batin Jesi senang.


Jesi tersenyum menatap ke arah orang tua Ares dan di balas dengan senyuman hangat.


...Bersambung........

__ADS_1


......................


__ADS_2