Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
15 part 1


__ADS_3

Ares mulai berjalan mendekati mereka, setiap langkah yang Ares lalui, ada saja orang - orang yang menatapnya kagum, terpesona dan tatapan mengoda yang di layangkan orang - orang secara terang - terangan padanya.


Orang - orang memang tak mengenali Ares, karena saat ini Ares memakai masker dan juga kacamata. Yang baru saja Ares beli tadi.


Dengan langkah besar Ares melangkah menuju mereka, sampai suara teriakkan memecahkan keributan supermarket.


'' OPPAAAAA...... '' Teriakkan gadis itu keras, membuat semua orang mulai memperhatikan.


Denara, Zion dan Tian menoleh, menatap siapa yang di panggil.


' Lah....Tuan? bener gak sih ? ' Batin Denara tak yakin.


Dengan senyum Tania melangkah maju ke depan, sembari mengulurkan tangannya pada Ares.


'' Hai..Oppa, aku Tania....Salam kenal yah... '' Ucap Tania.


Membuat Ares menatapnya bingung.


' Oppa? apa aku setua itu. Hingga gadis ini memanggil namaku dengan sebutan setua itu ? ' Batinnya bertanya - tanya.


Tian yang melihatnya tentu saja melogo, begitu juga Zion sedangkan Denara hanya tertawa keci melihatnya.


'' Tania....Apa yang kau lakukan ? '' Tegur Tian.


Melihat jika Omnya dalam bahaya, dengan sigap Zion maju memghadang Tania. Yang sejak tadi mencoba mendekati Ares.


'' Ehhh...Jangan dekat - dekat dengan Om aku yah, enak aja Om aku di panggil Oppa - oppa. Emangnya Om udah tua apa.. '' Cerewet Zion.


'' Heh...Anak kecil. Minggir jangan halangi aku, '' Balas Tania.


Melihat itu, dengan cepat Tian menarik Tania menjauh dari sana. Tian tak ingin hal - hal yang tidak di inginkan terjadi di sini.


'' Bang...Bentar orang aku mau kenalan sama Oppa, '' Beritahu Tania.


'' Kamu ini, malu - maluin aja. Kamu gak liat dia masih muda, '' Tegas Tian.


Denara, benar - benar tak tahan lagi untuk tertawa. Melihat ke konyolan yang terjadi di depan matanya saat ini.


'' Bwahhaa..Hahaha..Haha...Sebenarnya kata Oppa itu bukan berarti kakek- kakek seperti yang kalian pikir. Tapi kata Oppa itu sama aja kayak panggilan Kakak laki - laki yang hanya di ucapkan oleh perempuan saja. Oppa itu bahasa korea, '' Jelas Denara.


'' Tuh denger...Bang, bukan kakek - kakek. '' Kata Tania kesal.


' Kenapa hidup Ares, selalu di kelilingi oleh orang - orang yang aneh, ' Batin Ares.


Denara mulai merasakan suasana yang tak enak saat ini, apalagi Ares memang tak menyukai Tian dan begitu juga sebaliknya.


'' Em....Tian sepertinya, aku harus segera membayar belanjaan ini dulu permisi. '' Berjalan mendahului mereka.


Tian melihat itu, tentu saja sedikit sedih melihat Denara yang berjalan menjauh, padahal baru sebentar mereka berbincang.


Tian merasa jika Ares ini, selalu datang di waktu yang tidak tepat.


'' Ayo Om, kita pergi '' Menarik tangan Ares mengikuti langkahnya.


Tapi saat berjalan ke arah kasir, salah satu ibu - ibu di sana mengenali Ares. Dan yang terjadi adalah....


'' AAAAHHHHH......ITU ARESSSSSSSS, '' Pekik Ibu - ibu itu heboh.


' Ares kau tampan sekali. '


' Wah dia tinggi sekali. '

__ADS_1


' Aku ingin berfoto. '


' Aku ingin memeluknya. '


' Aku ingin mencubit pipinya.'


' Aku ingin menikahinya, '


Ungkap orang - orang itu yang mulai berlari mendekatinya, karena mendengar teriakkan Ibu - ibu tadi.


Sontak saja Ares mengendong Zion lalu berlari menghampiri Denara yang berjalan ke arah kasir.


'' Ayooo, '' Menggengam tangan Denara.


'' Eh... '' Denara tentu saja terkejut.


Tapi saat mendengar beberapa orang berteriak membuat Denara menoleh ke belakang. Mata Denara melotot seketika, hampir seluruh perempuan dari yang remaja hingga dewasa kini mulai berlarian mendekati mereka.


'' Ayoo cepat mereka sudah dekat. '' Panik Ares dengan menarik tangan Denara agar ikut berlari bersamanya.


Dengan langkah tergesa - gesa Denara berlari, mengikuti tarikkan tangan Ares yang menariknya kencang.


Sesekali Denara menoleh ke belakang, Kerumanan yang mengejar mereka bukannya berkurang, malajh terus bertambah banyak.


'' Tuan...Hosh...Hosh...Apa yang terjadi ? '' Ucap Denara dengan terenggah - enggah.


'' Ck...Hosh...Hosh... Jangan banyak bicara, percepat saja kaki pendek mu itu berlari. '' Omel dengan nafas yang terenggah - enggah Ares.


' Lihat, di situasi seperti ini saja Ares masih bisa mengejeknya, ' Batin Denara.


Denara merasa seperti di kejar oleh segerombolan zombie yang sangat banyak, dan siap memakan mereka. Bedanya jika yang ada di film lokasinya berada di stasiun sedangkan mereka saat ini berada di supermarket.


Kaki kecil Denara sudah sangat lelah mengikuti lari Ares, bahkan keranjang belanjaannya tadi terjatuh begitu saja di sana.


Jika Zion, Anak itu dengan santai melihat kebelakang. Bahkan Zion menyorakki orang - orang yang mengejar mereka, agar tetap semangat.


'' Ayo semangatt....Ayooo....Terus kejar, '' Heboh Zion yang berada di belakang punggung Ares.


Ares berlari sekencang yang dia bisa, di tambah Zion yang berada di punggungnya. Serta tangannya menggengam Denara erat.


Kerumunan yang mengejar mereka perlahan - lahan mulai menjauh dan tak lagi mengejar mereka. melihat itu, setidaknya Ares bisa bernafas lega.


Saat ini mereka berada di parkiraan supermarket, persis di samping mobil Ares.


Ares tampak lelah begitu juga dengan Denara yang beberapa kali mengambil nafas yang tampak terenggah - enggah.


Bahkan tangan mereka masih saling memegang tanpa mereka sadari, Zion yang melihat itu tentu saja tersenyum.


'' Uhh...Om, kita udah sampe tahu. Masak tangan Kak Dena di genggam terus Om, '' Celetuknya.


Mendengar kalimat itu, sontak saja Ares melihat tangannya. Dan benar saja tangan mereka saling menggegam erat.


Dengan cepat mereka melepas tangan mereka, dan saling memalingkan wajah mereka berlawanan arah.


' Bodoh, kenapa juga kamu malah menggengam balik tangannya Denara. ' Batin Denara.


' Ares..Ares kenapa bisa lupa sih, kalau tangan kamu masih menggengam tangan Denara. ' Batin Ares.


...............


Ares tak memyangka jika minggu ini, adalah minggu yang paling buruk yang pernah di alaminya.

__ADS_1


Seumur hidupnya baru kali ini Ares di kejar oleh segitu banyaknya orang, dan kenapa juga mreka memgejar Ares. Ares kan bukan selebritis, Sepertinya Ares akan memasukkan supermarket di catatan hitamnya sebagai tempat yang berbahaya di kunjunginya.


...............


'' Kak Dena....Masih capek yah ? '' Tanya Zion menatap Denara yang sedang memijat kakinya.


'' Iya.....Bukan capek lagi. Kakak merasa jika badan Kakak sebentar lagi akan rontok, '' Denara benar - benar lelah, Denara bahkan tidak menyangka jika fans seorang Ares Ananta akan sefanatik itu, Denara benar - benar seperti di kejar zombie tadi.


'' Ah..Kak Dena payah, padahalkan seru. '' Ucapnya semangat.


' Apa seru? Denara saja hampir pingsan tadi. ' Batin Denara.


'' Gak Seru sama sekali, dari mananya seru? Dari Hongkong '' Kesal Denara.


Zion hanya tertawa saja mendengar ucapan Denara, yang menurutnya lucu.


'' Besok ke supermarket kayak tadi lagi yuk Kak. '' Ajaknya penuh semangat.


Denara yang mendengarnya melototkan matanya.


' Ada yang mau adopsi Zion? ' Batinnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.



.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.



__ADS_2