
Semenjak kejadian minggu lalu dimana Clarissa yang dilabrak oleh mamanya,beriringan dengan hilangnya berita skandal yang heboh waktu lalu.
Ares merasa belakangan ini jika Clarissa perlahan-lahan mulai menjauhi dirinya, akhir-akhir ini saat dirinya menghubungi Clarissa, selalu saja tak ada jawaban darinya. Cukup membuat Ares resah dengan hal ini.
Bahkan beberapa pekerjaannya harus ditunda terlebih dahulu karena hal ini. Ares selalu tak fokus dengan pekerjaannya dan selalu tergangu, dan tak terhitung sudah berapa kali Ares marah-marah kepada orang dengan melampiaskan rasa kesalnya.
'' Kamu kemana sih Cla,'' Sembari menghubungi Clarissa berulang-ulang kali namun masih saja tak ada jawaban.
Tok...
Tok...
'' Masuk,'' Ucap Ares.
'' Permisi Pak,Klien dari Dubai sudah memunggu Bapak di ruang tunggu,'' Jelas asistenya Deni.
'' Baiklah,'' Ucap Ares seraya menghela nafas pelan
lalu pergi mengikuti Deni kearah ruang tunggu.
Kesuksesan Ares bukan hanya di akui oleh orang dalam Negri saja,bahkan sudah mencapai dunia Internasional. Bahkan banyak pengusaha-pengusaha dari luar negri mempercayai dirinya sebagai pengacara.
Walaupun Ares masih muda tapi,ke cerdassan yang dimiliki Ares sudah sangat diakui bahkan banyak pengacara senior yang mengakui hal itu, walaupun belum banyak prngalaman. Tapi kasus yang selalu di hadapi selalu besar dan selalu di menangkan,banyak sudah prestasi yang Ares raih.
Bukan hanya berprestasi tapi wajah yang di miliki Ares juga salah satu daya pikat yang selalu dibincangkan orang-orang,wajah tampan serta badan kekar dan tinggi,selalu membuat wanita yang melihat Ares akan menatapnya lama.
................
Ares saat ini sedang berada di ruang kerjanya menatap foto yang terpajang di meja kerjanya, foto Clarissa yang memeluk pinggangnya sambil tersenyum kearah kamera.
Ares ingat saat pertama kali bertemu Clarissa pertama kalinya. Kejadian tak sengaja yang berujung cinta.
Flashback on.
Ares hari memiliki jadwal bertemu klien di salah satu caffe yang cukup terkenal saat ini. Dengan mengenakan jas serta tas hitam jinjing yang menambahkan kesan tegas yang Ares miliki.
Triiiing...
Bel caffe berbunyi saat Ares melewati pintu, Ares di duduk di sudut ruangan, di sana sudah ada perempuan cantik dengan dress biru berlengan pendek dengan meminum secangkir kopi.
Dengan langkah pasti Ares menghampiri dan duduk didepannya.
" Permisi,Mbak Calista?" Ucap Ares pertama kali pada orang itu.
Wanita itu mengerutakan dahi sembari melihat Ares, dengan tatapan bingung.
" Maaf kayaknya kamu salah orang deh." Ungkap wanita itu.
__ADS_1
" Mbak bukan Calista," Tanya Ares.
Dengan gelengan pelan wanita itu menjawab " Saya Clarissa bukan Calista," Ujarnya sembari tersenyum.
Sampai akhirnya ada wanita yang menepuk pundak Ares dari belakang membuatnya menengok
" Pak Ares kan?" Ucap wanita yang menepuknya tadi.
" Mbak Clalista," Kata Ares yakin.
Dengan anggukkan wanita itu menjawab" Iya Pak,
saya Calista. Meja saya ada di pojok satunya bukan disini," Jelas Calista.
Membuat Ares mengusap kepalanya pelan Karena salah orang. Ares menolehkan kepalanya menghadap Clarissa.
" Maaf Mbak sudah salah orang,saya Ares. Maaf soal yang tadi," Ujar Ares sembari menyodorkan tangannya.
Dengan Ramah Clarissa menyambut tangan Ares sembari tersenyum.
" Clarissa,gak apa-apa kok." Jawab Clarissa.
Lalu Ares pamit pergi bersama Calista dari meja Clarissa,menuju meja satunya.
Semenjak kejadian itu Clarissa dan Ares salalu bertemu tanpa sengaja,seperti takdir yang telah ditetapkan. Hingga Ares yakin dan mengajak Clarissa untuk menjalani hubungan yang lebih serius.
..................
Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 7 malam,Ares masih sibuk dengan berkas-berkas kasus yang menumpuk dimejanya,dan sampai sekarang pun Clarissa masih Tak ada kabar atau menghubungi dirinya balik.
Ares sempat menghubungi Asisten dan manejer Clarissa tapi, mereka dengan kompak menjawab bahwa Clarissa sedang sibuk pemotretan dan syuting film.
Tapi hati Ares masih merasa gelisah dan Tak enak saat ini,entah pertanda apa yang akan terjadi ke depannya.
Ares akhirnya memutuskan pulang dan melanjutkan pekerjaannya dirumah. Dengan menaiki mobil hitam yang selalu di gunakan Ares membelah jalan raya yang basah akibat gerimis membasahi jalanan,cuaca yang akhir-akhir ini sering hujan dan mendung.
Sampailah Ares dirumah,membuka perlahan pintu rumah miliknya.
Berjalan masuk menuju kamar dan membersihkan diri lalu setelah usai,Ares mengambil pakaian santai sebagai pilihanya. Selesai berpakaian Ares melangkahkan kakinya keluar kamar menuju ruang makan. Yang sudah disediakan oleh Denara.
Memakan dengan diam sembari menikmati masakan sederhana yang di masak oleh Denara.
" Loh Tuan baru pulang," Ucap Denara saat berjalan menuju kulkas.
" Hm... " Jawab Ares.
" Laper Boss.." Ledek Denara melihat masakannya yang sudah habis dimakan oleh Ares.
__ADS_1
" Hm... " Jawab Ares lagi.
" Ck, berasa ngomong sama Nisa..." Ungkap Denara.
" Kamu ini cerewet sekali,pergi sana " Kesal Ares menghentikan makannya sejenak.
" Yaelah Tuan sensi amat,galau yahh.... " Tuduh Denara.
" Kamu sekali lagi ngomong,saya lempar pake sendal kamu," Ancam Ares.
'' Kemana....Kemana....''
" Kuharus mencari kemana...."
" Kekasih tercinta tak tahu rimbanya lama tak, datang kerumah....."
" Kesana...Kemari...Menca---
Nyanyi Denara terhenti saat melihat Ares sudah mengangkat sendalnya,membuat Denara berjalan cepat menuju kamarnya.
Sepertinya Ares sedang mode,senggol dikit auto bacok,pikir Denara. Bawaannya mau ngamuk aja.
Melihat Denara sudah masuk kekamar,Ares segera menurunkan sendal rumah miliknya lalu melanjutkan makannya kembali.
................
Pagi ini Ares sudah Rapih dan bersiap berangkat ke persidangan yang akan dimulai jam 10 pagi, tapi jalanan pagi ini cukup macet seperti hari kerja biasanya, membuat Ares beralih melewati jalan tol untuk menghindari macet.
Sebelum pergi ke pengadilan,Ares singgah sejenak ke kedai kopi yang ada didekat sana,Ares memilih kopi latte sebagai pilihannnya kali ini,sembari menunggu Ares memutuskan duduk di salah satu kursi yang tersedia disana.
Jam tangan Ares menunjukkan pukul 9. Artinya masih Ada satu jam untuk Ares bersantai sejenak, sebelum berperang nantinya.
Akhirnya kopi yang ditunggu Ares sudah selesai di racik oleh barista yang Ada dikedai itu,dengan pelan Ares mulai melangkah keluar kedai menuju pintu.
Saat akan melewati pintu tanpa sengaja ada orang yang menabrak bahu Ares,hingga kopi yang dirinya bawa terjatuh dan mengenai sepatu miliknya.
" Maaf Mas gak sengaja," Ucap laki-laki itu meminta maaf pada Ares.
" Oh, gak apa-apa." Jawab Ares.
Lalu menunduk mengelap sepatunya yang terkena kopi latte yang tumpah mengenai sepatu yang Ares kenakan.
Hingga laki-laki tadi memanggil seseorang yang perlahan mendekati mereka.
" Sayang ayo..." Panggil laki-laki itu.
" Iya bentar," Jawab perempuan itu sembari mengambil ponsel miliknya tanpa menoleh padanya.
__ADS_1
Mendengar suara itu,Ares merasa familiar dengan suaranya spontan dirinya berdiri lalu melihat perempuan itu.