Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
55 part 2


__ADS_3

...Dilarang plagiat, menjiplak atau pun memgcopy karya ini!!!...


...Happy reading🍃....


...Typo bertebaran.....


Ares benar-benar membuktikan ucapannya mengenai, dirinya kan datang ke kostsan Inem untuk bertemu Denara.


''Kamu ngapai sih ke sini, udah tahu jauh masih aja ke sini!!!'' Kesal Denara, yang melihat Ares berdiri di depannya saat ini.


Ares sama sekali tidak menghiraukan Denara yang marah, baginya hal yang seperti ini adalah momen yang cukup dirinya rindukan setelah lama tidak melihat Denara marah padanya seperti ini.


''Kamu cantik, kalo lagi marah...'' Ujar Ares.


''Ihh... Kamu bener-bener..'' Menutup pintu kostsan Inem dengan kuat, membuat Ares yang melihatnya kaget.


BUMMM...


Ares bahkan sampai mundur beberapa langkah karena hal itu.


''Padahal, aku sudah membawa makanan untuknya...''


......................


''Ra, Aresnya udah pulang??'' Inem yang baru saja selesai membuat minuman.


''Gak tahu...''


''Lah. masa gak tahu sih?? Minumannya gimana??''


''Gak tahu... Minuman aja, minumannya..'' Lalu melenggang pergi.


......................


Ares sudah kembali masuk ke dalam mobil, hal itu tentu saja membuat Deni yang menunggu di mobil menatapnya heran. Pasalnya, Ares bilang padanya, jika pertemuannya dengan Denara ajan memakan waktu yang lama.


''Sudah selesai Pak Ares?''


Pertanyaan itu malah membuat Ares kesal ternyata.


''Kamu sedang mengejek saya??''


Deni sangat yakin jika pertemuan singkat yang baru saja terjadi antara Ares dan Denara adalah hal yang tidak terduga, hingga membuat Ares kesal seperti ini.


''Jalankan mobilnya dan kita kembali ke kantor.'' Perintah Ares dan hal itu tentu saja langsung di turuti oleh Deni.


......................


Denara sebenarnya tidak ingin bertingkah seperti tadi di depan Ares, hanya saja hari ini, entah kenapa moodnya sedang tidak bagus. Mungkin hal ini karena kedatangan bulannya yang sedang bertamu.


''Kamu lagi PMS ya Ra??'' Inem tahu benar bagaimana mood Denara yang suka turun naik ketika sedang ke datang tamu bulanan.

__ADS_1


Denara dengan wajah lesu mengangguk.


''Aku sebenarnya tidak ingin seperti tadi, hanya saja entah kenapa moodku selalu berubah-ubah setiap saat.''


Awalnya Denara tidak ingin marah, tapi mengingat bagaimana jauhnya perjalanan Ares untuk tiba ke sini, hal itu tiba-tiba saja membuatnya marah.


''Kamu memang sangat buruk saat sedang ke datangan tamu.'' Ucap Inem yang sudah duduk di samping Denara.


''Apakah aku harus menelpon dia saja??'' Tanyanya pada Inem.


''Terserah padamu, tapi kamu tahukab bagaimana Ares saat ini.'' Papar Inem.


Denara langdung saja mengambil ponselnya dan mencari kontak Ares, lalu menelponnya.


......................


Ares benar-benar dalam kondisi tidak baik. beberapa karyawan hari ini sudah berapa kali, karyawan Ares kena imbas akibat moodnya yang buruk.


Tring....


Tring..


Ponselnya yang saat ini bergetar dan selalu di abaikan oleh Ares saat ini.


''Pak, ponselnya sejak tadi berbunyi terus...'' Ucap Deni yang menghampiri Ares.


''Tolak saja, kenapa bertanya terus!!''


''Apa??''


Deni langsung saja mengarahkan ponselnya pada Ares dan hal itu tentu saja membuat wajahnya yang tadi cemburut langsung berubah drastis.


Pasalnya, layar ponsel Ares sudah menampilkan wajah Denara yang sedang menatapnya.


''Sayang...'' Ucap Ares pelan saat melihat Denara.


''Kamu sengaja gak angkat telpon aku??''


Mendengar itu, Ares tentu saja kelabakan. Bila sepeeti ini, Ares akan selalu kena imbasnya. Ares baru saja menyadari, jika saat ini Denara sudah di pastikan sedang mengalami fase bulanannya.


''En-enggak gitu, aku pikir yang telpon bukan kamu...'' Ujar Ares dengan gugup.


Bahkan ponsel yang tadinya ada di tangan Deni, kini berubah haluan menjadi tangan Ares. Bahkan saat ini, Ares sedang duduk sambil memegang ponselnya.


Yang tadinya, Ares sedang menandatangani berkas sekarang langsung berubah menjadi duduk manis sambil memegang ponsel.


''Sayang.. Ini salah Deni yag sejak tadi tidak memberikanku ponsel.'' Ares yang memberi alasan pada Denara.


Deni yang mendengar itu, tentu saja kaget. Kenapa dirinya yang kena?? Jelas-jelas Areslah yang sejak tadi menolak untuk mengangkatnya.


......................

__ADS_1


Suasana hati Ares berubah seketika, bukan hanya Deni yang merasakan tapi seluruh karyawan yang tadi kena imbas oleh Ares.


Lihatlah senyum Ares yabg tidak luntur sejak tadi, hanya karena Denara menelponnya melalui panggilan vidio.


Deni terkadang heran, apakah orang yang sedang kasmaran akan bertingkah seperti Ares. Maksud Deni, kalian pasti tahu bagaimana sikap Ares yang cuek, tukang marah-marah, sombong serta angkuh berubah seperti ini hanya karena cinta??


Bukanya Deni tidak punya pengamalan, hanya saja, dirinya tidak pernah bersikap seperti Ares yang saat ini.


Mungkin benar kata orang, jika kamu sudah menemukan orang yang benar-benar tulus menerima kelebihan serta kekuranganmu. Dan juga, rela berkorban untukmu dan juga mementingkan dirimu dari pada orang lain.


Hal itu bisa di lihat dengan jelas oleh Deni, dari sikap Ares dan Denara. Meraka memang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing seperti orang pada umumnya.


Tapi dari hal itu, mereka saling melengkapi satu sama lain. Bahkan Deni sangat mengakui, betapa besar rasa sayang di antara keduanya.


Deni masih mengingat jelas, bagaimana seorang Ares Ananta melindungi serta membela Denara sampai akhir dan bagaimana Denara yang masih mementingkan Ares, meskipun jarak serta masalah yang menghampiri mereka.


Pantas bagi Deni, jika Ares akan memperlakukan Debara dengan cara yang berbeda. Bukan yanpa alasan dirinya mrngatakan hal itu.


Saat Jesi yang waktu itu masih berstatus sebagai tunanggan Ares, perlakuan yang Ares tunjukkan sangat berbeda dengan apa yang Ares tunjukkan pada Denara.


Jika Ares akan berlaku lemah lembut pada Denara maka hal itu akan berbanding terbalik dengan perlakuan Ares pada Jesi yang cenderung kasar dan tidak berperasaan.


Bahkan Ares selalu memperingatkan mereka, selaku karyawan kantor untuk melarang Jesi masuk ke dalam kantornya.


Meskipun Jesi akan berhasil masuk dan berujung percekcokkan di antara keduanya. Tapi jika berhubungan dengan Denara, maka semua itu akan lain ceritanya.


''Melamun Deni??'' Tanya Ares yang susah sejak tadi di dalam mobil, tapi tidak kunjung di jalankan oleh Deni.


''Maaf Pak, saya terlalu fokus berpikir...'' Jawab Deni.


''Yakin fokus berpikir?? Bukan memikirkan hal lainnya??'' Tanya Ares lagi.


''Tidak Pak, saya hanya memikirkan Pak Ares saja...'' Jujurnya.


''Saya?? Ada apa??'' Heran Ares.


''Saya selalu memperhatikan Pak Ares akhir-akhir ini.''


''Kamu menyukai sesama jenis...'' Pikir Ares saat ini.


''Bu-bukan begitu Pak, saya masih normal dan menyukai perempuan.'' Jelas Deni cepat.


''Lalu?? Bagaimana kamu menjelakan kata-kata memperhatikan yang terkesan aneh menurut saya.'' Balas Ares.


''Maksud saya, bukan seperti apa yang ada di pikiran Pak Ares. Saya hanya memperhatikan bagaimana cepatnya suasana hati Pak Ares berubah hanya karena Mbak Denara.''


Ares paham maksud Deni, terkadang Ares juga bingung dengan dirinya sendiri. Bila sudah menyangkut Denara.


''Kamu akan mengerti, ketika merasakannya sendiri...'' Ujar Ares.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2