Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
28 part 1


__ADS_3

...Dilarang memplagiat, menjiplak, dan mengcopy karya ini!!!!...


Happy Reading❤.


Denara menatap Ares bingung, dia masih tak mengerti dengan apa yang Ares tanyakan mengenai dirinya dan juga Tian. Bukankah sudah terlihat dengan jelas, jika dia dan Tian hanya berteman saja.


''Tuan.... Bukankah sudah saya bilang, jika saya dan Tian hanya berteman saja.'' Jelas Denara.


Ares menatap Denara dengan alis yang sebelah kanan di naikkan, lalu mulai berbicara. ''Teman apanya, mana ada teman yang terlihat dekat seperti itu??'' Cibir Ares.


''Ada dong, teman dekat contohnya.'' Jawab Denara.


''Oh, jadi kau mengakui.... Jika kau dan dia berteman dekat, begitu.'' Ucap Ares kesal mendengar ucapan Denara.


''Kok, Tuan marah-marah sih...'' Balas Denara pada Ares.


''Saya marah karena gak suka!!!'' Ujar Ares menatap Denara.


''Lah apa hubungannya sama Tuan apa??.'' Tanya Denara ketus.


Lagian jika dia berteman ataupun dekat dengan Tian sekalipun itukan urusannya bukan urusan Ares sama sekali.


''Ada!!!'' Jawab Ares cepat.


''Apaa???''


'Sebenarnya apa yang kau bicarakan Ares,' batinnya.


Denara masih menatap kesal serta jengkel, padahal ini hari pertamanya kembali ke kota, tapi kenapa Ares marah-marah dengan hal yang sepele seperti ini.


''Karena saya itu majikanmu Denara, jadi saya berhak dong larang-larang pekerja saya dekat dengan si Tiang itu.'' Setelah menjawab itu, Ares mulai berjalan pergi ke kamar.


Sedangkan Denara yang mendengar jawaban Ares hanya tersenyum kaku.


''Dasar Aneh..'' Guman Denara.


......................


Tian sudah sampai di rumahnya terlebih dulu, dari orang tua dan adiknya. Karena orang tuanya berencana pulang nanti malam.


Tian mulai masuk ke dalam rumah dan memarkirkan motor miliknya di tempat yang biasanya dirinya parkirkan.


Ting...


Ting..


Notifikasi ponselnya yang berbunyi, membuat Tian langsung melihat ponselnya.


Denara.


Nama yang tertera di layar ponsel miliknya, membuat raut wajah Tian berubah menjadi tersenyum.


Dengan segera jarinya menekan layar ponsel, untuk melihat pesan yang tertulis di sana.


......................


Semenjak tadi, Ares tak melihat Denara sama sekali. Sampai matanya menangkap seseorang yang duduk di kursi makan yang tengah fokus pada ponselnya.

__ADS_1


Dengan perlahan Ares mendekat ke arah orang itu, tapi saat matanya melihat ponsel orang itu, ekspresi Ares langsung berubah datar.


''Jadi sejak tadi, kau berkirim pesan dengan sih Tiang itu??''


''Astaghfirullahalazim....'' Kaget Denara mendengar suara Ares yang sudah ada di belakangnya.


''Pake acara kaget segala, kau pikir saya setan.''


''Maaf Tuan, saya kaget.''


Hap.


Tangan Ares tanpa permisi mengambil ponsel miliknya dengan gesit, membuat Denara tak sempat menahannya.


''Ponsel kamu, saya sita.'' Perkataan Ares, membuat Denara lamgsung berubah ekspresi menjadi kesal.


''Kenapa Tuan ini suka sekali menyita ponsel saya, sama seperti waktu itu.''


''Dan hal ini terulang kembali, hanya karena Tuan melihat saya berkirim pesan dengan Tian saja. Atau jangan-jangan Tuan ini cemburu??'' Sambung Denara.


Membuat Ares yang sibuk mengotak-atik ponsel milik Denara terhenti, lalu menatap ke arah Denara.


''Cemburu??'' Ulang Ares.


Membuatnya tersenyum geli, mana mungkin seorang Ares Ananta cemburu kepada Denara yang absurdnya ketulungan. Gak mungkin sama sekali, pikir Ares.


''Mimpi saja sana, lagian saya sita ponsel ini..... Hanya karena saya tak mau jika pekerja saya menyalah gunakan waktu bekerja untuk bersantai.'' Ucap Ares.


''Ohh... Begitu.... Baiklah, jika Tuan berkata seperti itu.''


Mendengar itu, dengan sedikit tidak rela Ares memberikan ponsel Denara yang ada di tangannya ke tangan Denara.


''Terima kasih....'' Ucap Denara.


......................


Tian menatap heran dengan satu pesan yang di kirimkan oleh Denara, dia merasa jika pesan satu ini bukan sama sekali Denara yang kirim.


Denara.


Tiang... sebaiknya kau tidak lagi mengirim pesan pada nomor ini. Karena sebentar lagi nomormu akan segera di blokir.


...Nomor anda telah di blokir...


"Tunggu, sejak kapan Nara memanggilnya dengan nama Tiang seperti ini??" Bingungnya.


Dalam pikiran Tian, terlintas satu orang yang selalu seenaknya memanggil namanya dengan sebutan itu. Yang tak lain dan tak bukan adalah si sombong dan si angkuh yaitu Arisan.


"Arisan ini benar-benar menguji ke sabaranku, awas saja jika bertemu." Geram Tian.


......................


Denara menatap tak percaya dengan apa yang di lakukan Ares pada ponselnya, dengan seenaknya dia memblokir nomor Tian di ponsel miliknya.


Denara juga merasa heran dengan Ares, semenjak kemarin Ares selalu sinis dan ketus setiap kali Tian dekat dengannya. Apa memang benar Ares cemburu pada Tian yang dekat dengannya.


"Tapi itu tidak mungkin.." Tidak masuk akal sekali baginya, jika Ares cemburu padanya bukan?

__ADS_1


......................


''Ayolah Ares... Kenapa kau kesal hanya karena si absurd itu dekat dangan si tiang??''


''Bukannya mereka berdua sangat cocok, tapi kenapa aku tak suka melihatnya.'' Ares mengacak rambutnya dengan kesal.


''Apa benar yang di bilang Denara jika aku cemburu??? Tapi itu sangat mustahil. Mana mungkin aku cemburu??'' Keluhnya.


Ares lalu berjalan mendekat ke rak sepatu miliknya dan mengambil salah satu sepatu olahraga miliknya.


''Sepertinya aku perlu berlari sejenak, untuk menjernihkan pikiranku.'' Ucap Ares pada dirinya.


......................


Ares pergi ke stadion yang biasanya di pakai oleh masyarakat sebagai tempat berolahraga dan menghabiskan waktu sorenya di sini.


Ares sudah berlari 2 putaran semenjak tadi dia berlari, bahkan rasa haus di tengorokkannya mulai terasa hingga dia memutuskan untuk membeli air mineral untuk menghilangkan hausnya.


Di stadion ini, cukup banyak penjual kaki lima yang berdagang walaupun harganya cukup mahal di bandingkan warung-warung di dekat rumahnya.


''Bu, mimeral tidak dingin satu.'' Ucap Ares.


Tangannya menyodorkan uang 20 ribu pada penjual itu dan mengambil air mineral yang ada di meja itu.


Sampai ada seseorang dari arah belakang tanpa sengaja menabrak tubuhnya, hingga air mineralnya yang hendak dia minum terjatuh begitu saja.


''Maaf... Saya akan menggantinya..'' Ucap Suara yang berada di belakang Ares.


Ares lalu membalikkan tubuhnya, hingga matanya menatap tak percaya. Jika yang menabraknya saat ini adalah.....


''TIANGG.....''


''ARISANN....''


Ucap mereka secara bersamaan. Tapi bukan itu saja, bahkan orang-orang yang ada di sekitar mereka, kini mulai menatap heran dan geli, dengan apa yang mereka lihat serta dengar.


''Ganteng-genteng kok namanya aneh.''


''Masa nama yang baju biru Arisan....''


''Lah yang item itu namanya Tiang, emang listrik..''


''Sayang banget, ganteng-ganteng pada gila...''


Membuat Tian serta Ares menundukkan kepalanya sejenak lalu menatap kembali satu sama lain.


''Dari sekian banyaknya orang yang ada di sini?? Kenapa harus kau yang menabrakku...'' Ujar Ares serius menatap Tian.


Bersambung.....


......................


Hola pembaca👋🏻.


Jangan lupa berikan dukungannya yah, berupa like, favorit, rate 5 dan votenya yah biar Dao tambah semangat buat nulis dan upnya☻.


Sayonara👋🏻.

__ADS_1


__ADS_2