
Apa yang kamu rasakan saat melihat orang masa lalu tiba-tiba muncul, kaget, tak percaya mungkin juga mustahil.
Itulah yang Ares rasakan saat ini, sosok yang sudah pergi lama. tiba-tiba muncul di depan matanya. Terdiam terpaku, itulah yang Ares lakukan saat ini.
'' Hai Ares, apa kabar... '' Ucapnya pada Ares sembari tersenyum manis.
Flashback on.
Pesta ulang tahun yang di dekorasi dengan nuansa pink serta balon-balon berwarna pink. yang sangat di sukai oleh pemilik pesta.
Kado serta tamu pun kian bertambah, menambah ke meriahan yang ada di sana.
Terlihat gadis kecil berusia sepuluh tahun, berdiri di belakang kue yang bergambar hello kitty. Dan laki-laki yang berusia sama dengannya berdiri disamping.
'' Ares, kasih kado aku apa ? '' Tanyanya pada anak itu.
Anak laki-laki berdasi kupu-kupu itu menoleh mentap gadis kecil itu. Gadis cantik yang selalu menemaninya bermain, menghabiskan waktu bersama-sama dan bercerita banyak hal.
'' Kamu ini bagaimana? Jika kado itu aku beritahu padamu maka itu tak akan menjadi kejutan untukmu. '' Jelasnya pada gadis kecil itu.
Membuat gadis kecil itu tersenyum, mendengar jawaban Ares yang menurutnya lucu.
'' Baiklah aku kan menurut saja... '' Jawabnya.
Acara yang cukup meriah bagi anak usia sepuluh tahun, artis-artis top sengaja di undang oleh tuan rumah untuk menghibur para tamu. Khusus untuk gadis kecil itu, hal yang selalu di dapatkannya jika dirinya menginginkan sesuatu.
Mc atau pembawa acara bahkan orang yang bayaraanya paling tinggi di kota, mengambarkan jelas betapa kayanya sang tuan rumah. Hal megah dan mewah adalah hal biasa baginya. Di manjakan dan selalu di turuti orang tuanya lah adalah faktor utama, membuat gadis kecil itu ingin bermewah-mewah.
'' Nah.. sekarang saatnya kita akan masuk ke acara inti, yakni potong kue...'' Suara Mc itu.
' Potong kuenya.."
Prokkk..
' Potong kuenya sekarang juga..'
Prokk..
' Sekarang juga...'
Prokk..
' Sekarang juga....'
Mereka bernyanyi sembari bertepuk tangan dengan meriah. Potongan kue pertama kini berada di tangan gadis kecil itu, menatap Ares yang berada di sampingnya lalu menyodorkan piring yang berisi kue pada Ares.
__ADS_1
'' Aku mau kasih kue ini, untuk sahabatku yang paling kusayang.. '' Ucapnya polos pada Ares.
Ares yang mendengar itu hanya bisa tertunduk malu, dengan perlahan tangan Ares mengambil piring itu. Sembari mengucapkan terima kasih.
................
Usai pesta ulang tahun, gadis kecil itu menarik tangan Ares dan membawanya ke taman yang berada di rumahnya.
'' Ares....Em....A-aku mau bilang sesuatu? '' Ucapnya ragu, sembari meremas gaun yang dirinya kenakan.
'' Ada apa? Tidak biasanya kamu seperti ini. '' Ujar Ares.
'' Kita bersahabat selamanya kan? '' Terang gadis kecil itu.
'' Tentu saja, apa kamu tidak mau? '' Tanya Ares.
'' Emm...T-tidak begitu...A-akukan hanya bertanya? Jangan marah Ares.. ''
'' Tidak, lalu ada apa.... '' Ucapnya gemas.
'' T-tidak apa-apa.......Em....Ayo pergi ....'' Berjalan meninggalkan Ares.
' Aneh .' Batinnya.
..................
Ares memakai tas ransel hitam miliknya, dan melangkah keluar rumah untuk menjemput gadis kecil itu, tapi saat sampai di depan gerbang. Tak ada satpam yang berjaga seperti biasa bahkan pagar rumah itu terkunci oleh gembok yang besar.
Sampai suara wanita tua memanggil namanya.
'' Eh Den Ares, ini ada titipan surat dari-
Ares langsung memotong pembicaraannya '' Apa itu darinya? '' Potong Ares.
'' Iya Den... '' Jawabnya.
'' Kenapa dia tak bilang terlebih dulu padaku, bukan pergi tanpa kabar seperti ini.. '' Menatap kosong surat itu.
'' Ini ambil Den, saya cuman nyampein amanah aja. Oh iya kotak ini juga buat Aden... '' Sambil menyodorkan surat dan kotak kayu kecil pada Ares.
...............
Semenjak ke pergian gadis kecil itu, Ares kecil mulai kesepian, tak nafsu makan, jarang bicara pada orang lain dan tak mau bersosialisasi lagi.
Gadis kecil itu berarti segalanya bagi Ares, dan yang penting menerima sikap cueknya serta mau menghiburnya saat sedih.
__ADS_1
Bisa di bilang Ares kecil sangat bergantung pada gadis kecil itu, tanpanya Ares tak ada penyemangat terlebih lagi Ares bukan orang yang pandai bersosialisasi.
Ares kecil benar-benar kehilangan sosok sahabat dekat yang pernah di miliki. Bahkan kotak serta surat yang pernah di berikan olehnya untuk Ares tak pernah membukanya sama sekali.
Flashback off.
..................
'' Kau tak menyambutku? '' Tanya wanita itu.
Wanita itu melewati Denara yang berdiri di depan Ares, sehingga wanita itu sekarang yang berada di depan Ares.
'' Jesi, kenapa kau bisa ada di sini ? Kenapa kau bisa kembali... '' Ucap Ares tak percaya.
'' Maaf Ares....Maaf Ares....Maaf....'' Ujarnya sembari menunduk.
'' Apa kau pikir aku akan menyambutmu dengan senang? Saat kau pergi tanpa kabar! Hah!Jawab Jesi... '' Marah Ares.
'' JAWAB KU BILANG..... '' Teriak Ares pada Jesi.
'' Bukan mauku Ares, saat itu sangat sulit menjelaskan padamu. Aku mau bilang tapi aku tak bisa melihat raut wajah kecewamu Ares.... '' Mencoba menggengam tangan Ares.
Dengan cepat Ares menjauhkan tanganya dari Jesi lalu berbalik badan.
'' Kau selalu berpikir sesukamu tanpa memberitahuku. Kau tak tahu saat itu hanya kau yang kupunya sebagai sahabat yang menemaniku, tapi saat itu, saat kau pergi. Bertepatan dengan Nenek yang kumiliki pergi meninggalkanku jesi, kau sama sekali tak ada....TAK ADA SAAT AKU MEMBUTUHKANMU.....PERGI...PERGI DARI RUMAHKU......'' Perlahan Ares mulai berjalan menjauh.
'' ARES MAAFKAN AKU YANG BODOHNYA MENINGGALKANMU SAAT-SAAT SULIT, AKU TAK AKAN PERGI SEBELUM MINTA MAAFKU DI TERIMA...KALAU PERLU AKU AKAN BERLUTUT SEPERTI INI SAMPAI KAU MAU MEMAAFKANKU.... '' Teriak Jesi sembari memanggis.
Denara yang melihat itu tentu saja iba, apalagi jesi sampai menanggis tersedu-sedu di depan matanya.
Ares mulai menghentikan langkahnya, rasa marah yang di pendam sejak lama, masih berkobar di hatinya. Tarikan nafas yang di hembuskan kasar, menandakan betapa marahnya Ares, dengan Jesi yang tiba-tiba datang menemuinya.
'' Denara tolong, bawa dia menjauh dari sini. Saat ini aku tak ingin menemui siapapun. '' Lalu melanjutkan langkah kakinya ke arah kamarnya.
'' Mbak sebaiknya....Mbak pulang saja, saya takut jika Tuan marah lagi sama Mbak... '' Ucap Denara hati-hati.
Jesi perlahan mulai menghapus airmatanya dan berdiri. Lalu menatap Denara sebentar.
'' Jangan pernah tunjukkan rasa kasihanmu padaku, karena aku tak membutuhkannya sama sekali... '' Kata jesi, lalu menabrak pundak Denara cukup kencang, bahkan Denara hampir saja terjatuh di buatnya.
...~ Bersambung~...
Hola pembaca🤗 terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca cerita ini, jangan lupa dukungannya yah☻.
Biar Daho semangat .
__ADS_1
Makasih....