
...Dilarang menjiplak, plagiat, atau pun mengcopy karya ini!!!!...
...Happy reading🍃....
''Di kabarkan pengacara muda Ares Ananta akan segera melangsungkan pertunangan dengan Jesi Arabela. Di ketahui keduanya merupakan teman masa kecil, hal ini membuat penggemar Ares patah hati tentunya.'' Ucap pembawa acara gosip.
''Walaupun Ares bukanlah Artis, tapi dirinya cukup banyak mempunyai penggemar. Terkhusus para wanita, ibu-ibu dan remaja-remaja.'' Ucap pembawa acara lainnya.
Tup..
''Kamu ngapain sih nonton gosip, mana beritanya tentang mantan lagi.'' Keluh Inem yang mematikan tv saat menampilkan berita tentang gosip Ares yang dikabarkan akan segera bertunangan.
Sudah 3 bulan Denara menghilang, sejak kejadian Bu Eni memecatnya. Hal itu masih Denara rasakan sakitnya, walau 3 bulan sudah terlewati.
Denara bahkan membuang kartu simnya serta hal-hal yang berkaitan dengan Jesi, Ares serta keluarganya.
Denara semenjak 3 bulan yang lalu, sudah tinggal bersama Inem. Sebenarnya Denara bingung, ingin pergi ke mana. Terlebih lagi saat itu, dirinya benar-benar kacau. Untungnya dia memiliki Inem yang bersdia menampungnya.
Jika kalian menanyakan hubungannya bersama Ares, maka bisa di bilang Denara sudah mengakhirinya. Bukan secara langsung, melainkan melalui surat yang dirinya tulis 3 bulan lalu. Saat dirinya akan pergi dari rumah itu.
Flashback on.
Dengan berlinang air mata, Denara membereskan pakaian serta barang-barangnya yang lain untuk di susun di tasnya.
Sampai Denara melihat buku catatan miliknya, entah apa yang dirinya pikirkan. Tapi tiba-tiba, dirinya mengingat Ares.
Bagaimana, jika dirinya pergi tanpa meninggalkan pesan. Pasti Ares akan sedih dan mencari dirinya. Hal itu pasti akan membuat orang tua Ares tambah benci kepadanya.
Denara lalu mengambil pena yang selalu ada di dalam tasnya, dan mulai menuliskan pesan di kertas itu.
Mas Ares, sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu.
Maafkan aku yang sepertinya tidak bisa lagi berjuang bersamamu, mungkin kita memang tidak di takdirkan bersama.
Aku akan pergi, tapi jangan salahkan orang-orang yang tidak menyukai hubungan kita. Ini bukan salah mereka, tapi ini adalah takdir bagi kita.
Kuharap kamu bahagia, jangan terpuruk karena aku yang pergi. Anggap saja, aku adalah mimpi yang perlu kamu lupakan.
^^^Denara.^^^
Flashback off.
__ADS_1
......................
Brakkk...
Pintu di tutup kasar oleh Ares, gosip-gosip yang beredar saat ini. Benar-benar membuatnya marah, semenjak 3 bulan berlalu. Sejak Denara pergi, Ares benar-benar berubah.
Sikapnya yang beetambah dingin serta amarahnya yang sering tidak terkendali, membuat orang-orang di sekitar Ares benar-benar takut.
Terkhususnya para pekerja Ares, yang selalu menjadi sasaran amarah. Saat mereka melakukan kesalahan kecil.
"Deni, sudah saya bilang padamu. Berita yang beredar di berbagai media harus kamu hilangkan dengan segera, jika tidak kamu akan menanggung akibatnya.'' Bentak Ares pada Deni.
Inilah Ares yang sekarang, Ares yang berbeda dan selalu marah-marah. Deni sering sekali mendapati hal seperti ini, ketika sedang marah.
Dan selama Denara menghilang, Ares benar-benar berubah drastis.
''Baik Pak, saya akan segera membereskannya.''
Deni pergi keluar dari ruangan, meninggalkan Ares sediri di sana. 3 bulan berlalu, tapi sulit bagi Ares untuk melupakan kenangannya bersama Denara.
Surat yang di tinggalkan oleh Denara saat dia pergi, masih tersimpan rapih di laci kamarnya. Sungguh, Ares tidak menginginkan akhir yang seperti ini.
Jika boleh jujur, Ares cukup kecewa dengan Denara yang meninggalkannya tanpa memberi kabar. Nomor ponsel, aku media sosial semua yang berkaiatan dengan Denara seolah-olah menghilang tanpa jejak.
'Kenapa akhirnya begini??' Batin Ares.
......................
''Mbak Jesi, apakah benar berita beredar kalian akan segera bertunanggan.''
''Mbak tolong jawab pertanyaan ini.''
''Mbak apakah benar anda dan Ares adalah teman masa kecil.''
''Apakah acaranya akan di selenggarakan secara besar-besara??''
Wartawan tengah memburu Jesi yang baru saja keluar dari salah satu mall ternama di kota usai bernelanja beberapa baju.
Penjaga yang sengaja di sewa olehnya untuk melewati hal ini sungguh sangat berguna baginya. Jesi bahkan diam saja tanpa menghiraukan pertanyaan-pertanyaan wartawan yang bertanya padanya.
''Menjadi terkenal memang menyusahkan.'' Setelah berhasil masuk ke dalam mobil miliknya.
__ADS_1
Dari kaca mobilnya, terlihat sangat jelas betapa ramainya wartawan yang berbondong-bondong mendekatinya hanya untuk mengetahu acara pertunangan antara dirinya dan Ares.
Flashbak on.
3 bulan lalu.
Ares datang ke rumah Jesi, setelah mengetahui acara perjodohan dan pertunangan tetap di lanjutkan. Dan Ares juga mengetahui penyebab perjodohan dan pertunangan terjadi karena Jesi yang meminta pada orang tuanya fan memberitahu jika Denara telah mengancam dan hal-hal yang sama sekali tidak pernah di lakukan oleh Denara.
''Kau melangkah terlalu jauh Jesi.'' Ujar Ares sinis.
Jesi tentu tahu akan ke datangan Ares ke rumahnya. Karena cepat atau lambat Ares akan mengetahui segalanya.
''Aku hanya ingin mendapatkan apa yang memang sudah aku dapatkan sejak dulu.'' Balas Jesi.
''Aku bukan barang yang bisa kau dapatkan dengan cara licik seperti ini.'' Ucap Ares dengan marah.
''Jika itu perlu di lakukan, kenapa tidak??''
Ares benar-benar muak dengan sekali dorongan kasar, Jesi menghantam dinding yang berada di belakangannya. Ares lalu mengungkung tubuh Jesi dengan tangannya yang berada di sisi kanan dan kiri.
''Aku pernah bilang padamu, jika kau merusak kebahagiaanku maka kau akan menanggung akibatnya.''
Ares lalu mencengkram dagu Jesi dengan kasar membuat Jesi meringgis kesakitan dan mencoba melepaskan cengkraman Ares, tapi tidak berhasil karena tenanganya tidak sebanding dengan Ares yang sedang marah.
''Aku akan menerima pertunangan ini, tapi ingat. Jangan menganggap aku menyukaimu, anggap saja ini sebagai hukuman bagimu.''
''Aku bukan Ares yang akan menerimamu dengan senang hati, tapi aku adalah orang yang akan menyiksamu sesuka hati. Hingga kau sendiri yang akan menyerah dan memohon padaku untuk lepas dari cengkramanku. Camkan itu.'' Melapaskan cengraman dengan kasar lalu pergi.
Sementara Jesi terduduk di lantai karena tidak bisa menopang tubuhnya karena kaget atas apa yang Ares lakukan padanya.
Sungguh Jesi tidak menyangka jika Ares akan menjadi orang yang sangat menyeramkan. Untuk pertama kalinya, Jesi benar-benar tidak bisa mengenal Ares.
Flashback off.
Jesi masih terbayang dengan jelas kejadian itu dan selalu berhasil membuatnya takut. 3 bulan berlalu, Ares benar-benar membuktikan apa yang Ares katakan padanya.
Ares yang bersikap kasar, Ares yang sering membentaknya, Ares yang sering mencaci serta menghinanya. Itulah Ares yang bersama dengannya sekarang.
Dan hal itu selalu ada sangkutannya dengan Denara, meskipun Denara menghilang. Ares tetap saja tidak bisa melupakannya.
''Aku benar-benar membencimu, Denara..'' Mengepalkan tangannya.
__ADS_1
...Bersambung.......
......................