Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
32 part 1


__ADS_3

...Di larang memplagiat, mencopy atau pun menjiplak karya ini!!!!...


...Happy Reading....


Tania sudah rapih dan siap untuk pergi ke sekolah, Tania lalu berjalan keluar rumah dan berdiri di depan teras. Sejak tadi, Tania tak berhenti menatap ponsel serta jari-jemarinya yang sibuk mengetik di layar ponsel pintarnya.


Tin....


Tin...


Tin...


Suara klakson motor yang terdengar oleh Tania, Tania lalu melihat ke arah sang pengendara. Yang memakai seragam persis seperti yang di kenakan oleh Tania.


''Lama banget sih Budi, di suruh jemput jam 6 Malah dateng jam 7.'' Cerocos Tania kesal.


''Yaelah, Tan.... Jam weker punyaku mati. Lagian mau ke mana sih pagi-pagi amat.'' Balas Budi, sambil menyerahkan helm pada Tania.


''Tadinya mau sekolah Budi, tapi karena telat. Kamu anterin aku aja, ke suatu tempat.'' Tania yang kini sudah duduk di belakang Budi, sambil menepuk pundak Budi kuat.


''Woii Tan, udah numpang pake acara nampol lagi. Sakit nih pundak aku.'' Sinis Budi.


''Lemah banget sih Bud, udah cepet jalan. Gak bakalan aku kasih contekan baru tau rasa kamu!!!'' Balas Tania dengan mengancam.


......................


Zion sudah siap berangkat ke sekolah dan akan di antar oleh Deni, karena Ares sudah pergi pagi-pagi sekali untuk bekerja.


Sebenarnya Zion sudah pulang dari rumah Ares, Tapi Maminya menghubungi Ares. Jika Mami, adik serta Papinya sedang ke rumah neneknya yang tengah sakit. Oleh karena itulah, Zion masih menginap di sini.


''Ini Zion, bekalnya.'' Ucap Denara, menyerahkan kotak makanan pada Zion.


''Kak Dena, makasih yah..... Udah buatin Zion ini.'' Menunjukkan kotak bekal yang sudah berada di tangannya.


''Sama-sama, udah Zion cepat berangkat. Om Deni udah nunggu di depan.''


Zion lalu menyalami Denara, dan mulai beranjak pergi dari rumah. Zion mulai mendekat ke arah mobil yang sudah menunggunya sejak tadi.


......................


Zion menepuk pundak Deni yang sedang fokus menyetir. Deni yang merasakan tepukkan itu pun, langsung menoleh ke arah belakang.


''Ada apa???'' Tanya Deni, yang masih menyetir.


''Paman, jangan antar aku ke sekolah.'' Ucap Zion.


Membuat Deni mulai memberhentikan mobilnya. Lalu menatap ke arah Zion.


''Kenapa??'' Tanya Deni, bukankah bocah ini harus pergi ke sekolah. Apa jangan-jangan dia berencana bolos, pikir Deni.


''Aku ingin pergi ke suatu tempat.'' Terang Zion.


''Ke mana?? Bukannya seharusnya ke sekolah...'' Balas Deni.


Zion kemudian, menunjukkan ponsel baru miliknya pada Deni. Bukan untuk pamer Zion melakukannya. Zion hanya memberitahu tujuan yang akan mereka kunjungi nantinya.


''Apakah tidak apa???'' Ujar Deni tidak yakin, dengan rencana Zion.

__ADS_1


''Tentu saja tidak apa, selama paman menutup mulut dengan rapat.'' Ucap Zion santai.


Deni yang mendengar ucapan Zion, tentu saja kesal. Jika tidak ada Ares yang memerintahnya maka bocah kecil inilah yang akan melakukannya.


Entah Ares Atau pun Zion, mereka tampak sama saja bagi Deni. Mereka sama-sama suka pamer, sombong dan tukang perintah. Yang membedakan Ares dan Zion hanyalah umurnya saja.


''Paman, jangan melamun terus. Cepat jalan....'' Ucap Zion.


Membuat Deni mulai menjalankan mobilnya, menuju lokasi yamg di tunjukkan oleh Zion melalui ponselnya.


......................


Budi sedang asik menyantap mie goreng yang baru saja di sediakan oleh pemilik warung, begitu juga dengan Tania. Mereka sama sekali belum sempat untuk sarapan di rumah.


''Tan, katounyau moau noumui seosoerang...'' Ucap Budi sambil makan, membuat Tania yang mendengarnya mengerutkan dahi tanda tak paham.


''Ngomong apaan sih Budi....'' Ujar Tania.


''Katanya mau ketemu seseorang, mana??? Kita udah nunggu 1 jam di sini Tan.'' Kata Budi, setelah menelan makanannya.


''Tahu nih orang, kemarin nantangin banget mau dateng ke rumah. Lah giliran di ajak ke temuan malah gak dateng.'' Cibir Tania.


''Udah bolos, gak dapet apa-apa lagi...'' Cerocos Budi.


''Ck, gak dapet apa-apa kamu bilang??? Sejak tadi uang aku udah lego 100 ribu yah Budi, buat belanjaain kamu!!'' Sinis Tania.


Budi lalu menoleh ke arah samping, setelah mendengar ocehan Tania. Matanya memincingkan ke arah depan, saat sebuah mobil persis di depan warung.


''Tania, kamu inget mukanya gak??'' Celetuk Budi.


''Muka siapa???'' Tanya Tania.


''Enggak, profilnya item. Gak ada mukanya.''


''Loh gimana bisa gitu,'' Kesal Budi.


''Diem sih Budi, mulutnya dari tadi kayak perempuan.'' Geram Tania.


Ting...


Ting...


Ting....


Ponsel Tania berbunyi, membuat Tania cepat membuka ponselnya. Mata Tania langsung terbelalak saat melihat chat yang tertera di layar ponselnya.


''Siapa Tan????''


''Orang itu Bud, katanya udah ada di depan!!'' Seru Tania.


''Jangan bilang, orang yang ada di dalam mobil itu lagi.'' Tunjuk Budi pada mobil hitam yang terpakir di depan warung.


......................


''Memangnya siapa yang akan kamu temui??'' Tanya Deni.


''Hanya bertemu dengan seseorang saja.'' Ucap Zion seperti orang dewasa.

__ADS_1


......................


Tania serta Budi sudah keluar dari warung makan, lalu mulai berjalan menghampiri mobil hitam yang terparkir di depan warung itu.


''Woiiii keluar!!!'' Ucap Tania yang sedang memukul bagian depan mobil hitam itu.


Budi yang melihat aksi dari Tania langsung menarik tangan Tania agar segera berhenti. Bukan apa-apa, karena sejak tadi. Orang-orang di sekitar sini sudah mulai memperhatikan mereka.


''Tan, ngapain sih.... Malu tahu...'' Guman Budi.


''Diem deh Bud, sejak kemarin. Aku udah kesel banget sama ini orang.'' Terus memukul.


......................


Deni sejak Zion hanya menatap datar anak-anak sekolah yang sedang memukul bagian depan mobil Ares.


''Apakah itu orang yang ingin kamu temui??'' Jawab Deni, tak percaya.


''Sepertinya begitu,'' jawab Zion, yang kini mulai membuka pintu mobil untuk keluar menghampiri mereka.


......................


''Tania udah, orangnya sudah mau keluar dari mobil.'' Ucap Budi.


Tania kini mulai memberhentikan aksi memukul-mukul mobilnya. Lalu mengalihkan pandangannya ke arah sana.


Tania serta Budi penasaran sekali saat ini, sebenarnya siapa orang yang akan sudah membuat ulah pada Tania. Hingga membuat Tania kesal dan marah. Bahkan mereka rela bolos sekolah hanya untuk menemui orang ini.


Pintu mobil sudah terbuka kini orang yang berada di dalam perlahan keluar dari mobil.


Tania serta Budi terus menatap tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari sana.


Hingga muncullah seorang anak yang memakai seragam sekolah serta ransel Mail yang dia kenakan. Membuat Budi serta Tania tak menyangka sekali akan hal ini.


''Apakah kau melihatnya Budi???'' Ucap Tania, yang masih menatap ke arah depan.


''Tentu, aku melihatnya.'' Jawab Budi.


Kini dia mulai berjalan mendekat ke arah Tania serta Budi yang sedang berdiri menatap ke arahnya.


''Ternyata yang membuatku kesal adalah bocah SD??'' Kata Tania tidak percaya.


Budi hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, yang setuju dengan perkataan Tania.


''Kau pasti Tante itukan??'' Ujar Zion pada Tania.


Bersambung........


......................


Hola Pembaca👋🏻


Jangan lupa tinggalkan jejak, berupa like, komen, vote, favorit dan rate 5.


Biar Author amatir ini semangat dan gaspol up😊.


IG : dindao.18

__ADS_1


Sayonara👋🏻


__ADS_2