Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
07 part 1


__ADS_3

Karir yang di miliki Clarissa perlahan-lahan mulai meredup, banyak umpatan,cacian dan makian dari orang-orang akibat vidio dimana Ares yang menghajar Leo,bahkan vidio itu masih merajai trending topik di media sosial.


Beberapa kontrak pekerjaan dengan pihak-pihak tertentu, perlahan-lahan mulai membatalkan kontrak kerjanya. Mereka bilang jika Clarissa masih bekerja bersama mereka,maka imbasnya akan membawa reputasi buruk bagi mereka.


Label wanita serakah,mulai disematkan pada Clarissa, bukan hanya Clarissa saja. Leo yang sebagai Photografer bahkan mulai kehilangan Jobnya,banyak orang yang menolak jasanya setelah kasus ini.


Yang awalnya fans mereka mendukung karir mereka, perlahan-lahan mulai berbalik menjadi haters. Walaupun Ares bukan selebritis,tapi Ares memang sudah punya pengemar sendiri dimata publik,terutama di kalangan perempuan.


'' APA YANG ADA DIOTAKMU ITU SEBENARNYA CLARRISA, KAU MENINGGALKAN TAMBANG EMAS HANYA DEMI SAMPAH ITU!!! '' Marah Bos agensi yang menaunggi Clarissa.


'' Maaf,aku mengaku salah,'' Tanpa berani melihat wajah Bosnya.


'' Maafmu tak akan mengembalikan karirmu seperti dulu Clarissa,'' Ucap Pak Danu.


'' Lalu aku harus bagaimana?? '' Ujar Clarissa putus asa.


'' Meminta maaf pada Ares dan lanjut menjalin hubungan kembali,'' Jawab Pak Danu.


'' Tapi Pak,Ares tak mau lagi bertemu denganku,'' Jelas Clarissa.


'' Itu urusanmu Clarissa,sudah cukup aku terlibat dengan skandal-skandalmu. Jika biasanya ada Ares yang selalu mengatasinya,maka sekarang urus sendiri urusannmu.'' Sindir Pak Danu.


Benar apa yang dikatakan Pak Danu padanya, selama ini yang selalu mengatasi skandal-skandal yang melibatkan dirinya. Areslah yang selalu memasang badan untuk melindungginya.


Tapi apa yang dilakukannya dengan bodohnya dia terbujuk rayu Leo untuk berpacaran secara diam-diam dibelakang Ares,padahal Ares sudah sangat baik padanya. Selama menjalin hubungan bersama Ares, dirinya sama sekali tak pernah dibentak ataupun dikasari,hanya saja memang Ares tak punya waktu untuknya,jika seperti orang lain yang berpacaran akan menghabiskan waktu bersama.


Ares dan dirinya tidak melakukan itu, mereka hanya punya waktu 2 hari dalam 2 minggu untuk bersama, alasan ini lah yang mendorong Clarissa menjalin hububgan dengan Leo. Jika Ares cuek berbanding terbalik dengan Leo yang perhatian, jika Ares jarang mengucapkan kata-kata manis padanya, maka Leo akan melakukannya setiap kali mereka bersama. Bahkan selama beepacaran dengan Ares,bisa dihitung dengan jari berapa kali Ares memanggilnya dengan sebutan Sayang.


Ditambah orangtua Ares yang tak setuju dengan profesi serta caranya berpakaian,yang merupakan faktor besar. Sebenarnya Clarissa mencintai Ares tapi tak sebesar cintanya pada Leo,jika sudah begini tak ada cara lain selain mencoba untuk menemui Ares.


.................


'' Loh Neng ngapain nempelin poster Mbak Clarissa segala didepan gerbang?? '' Tanya Pak Tejo melihat Denara yang sedang menempelkan poster Clarissa tapi ada yang Aneh diposter itu.


' YANG BUKAN MANUSIA DILARANG MASUK, ' Tulisan yang tertera di sana dan juga wajah Clarissa di beri tanduk lengkap dengan taring dibuat Denara.


'' Pak saya ini lagi melindungi Tuan Ares, supaya gak diganggu sama lampir, Pak '' jelas Denara


'' Loh kan ini pacarnya Tuan Ares,Neng?? '' Mencoba melepas posternya.

__ADS_1


'' Eh....Eh...Pak jangan dilepasin,Mbak Lampir ini bukan lagi pacar Tuan Ares,Pak. Dia ini udah selingkuhin Tuan Ares Pak,'' Beritahu Denara.


'' Bener Neng?? '' Tanya lagi.


'' Beneran Pak, beritanya aja heboh. Masak Pak Tejo gak tahu, nih yah yang kemarin Tuan Ares mabuk itu juga gara-gara dia,'' Kompor Denara.


'' Wah kalo gitu biar Bapak bantuin Neng, bila perlu dikasih ke pos satpam didepan yang jaga komplek supaya dilarang masuk,'' Usul Pak Tejo.


'' Mantap Pak, bagus kalo itu mah,'' Setuju Denara sambil mengacungkan ibu jarinya.


..................


Ares sudah berada di kantor saat ini,cukup sulit untuknya masuk kekantor. Karena banyak wartawan yang mengepung kantor miliknya. Wartawan yang haus akan berita yang terjadi saat ini,membuat Ares risih dengan hal itu.


Bahkan saat tadi akan masuk kekantor Ares haru menyamar dulu menjadi Ob lengkap dengan kumis serta tompel,dan untungnya tak ada yang mengenalinya.


'' Pak Ares,apa kita perlu menambah penjaga disekitar kantor?? '' Tanya Deni.


'' Iya tambahkan saja,dan beritahu pada sekertaris yang menyangkut dan berhubungan dengan wanita itu jangan biarkan masuk kekantor saya, mengerti kamu,'' Beritahu Ares.


'' Baik Pak,'' Jawab Deni.


...............


Dengan kesal Clarissa turun dari mobil berjalan kearah pos satpam itu.


'' Pak,kenapa palangnya gak dibuka,saya mau masuk.'' Ujar Clarissa sambil membenahi masker dan kacamatanya.


'' Begini Mbak, kami dapat pesan dari salah satu penghuni komplek yang melarang orang ini masuk kekawasan komplek,'' Sambil menyodorkan poster kepadanya.


Clarissa seketika melotot menatap poster dengan tak suka


' Apa-apaan ini,' Batinnya.


'' Siapa yang buat poster ini Pak?? '' Tanya Clarissa.


'' Maaf Mbak itu privasi penghuni komplek,'' Tolak memberitahu Clarissa.


'' Tapi saya mau masuk Pak,'' Tetap pada pendiriannya.

__ADS_1


'' Jika Mbak mau masuk,harap buka masker dan kacamata hitamnya Mbak.'' Jelasnya.


' Kalau aku melakukan itu, pasti bakalan heboh. Kenapa bisa aku sesial ini sih hari ini,' Batinnya.


'' Ya udah,saya gak jadi masuk.'' Sambil melempar poster ketanah lalu beejalan kearah mobil miliknya.


Jika dirinya tak bisa menemui Ares di rumah,maka dirinya akan menemui Ares dikantor tempatnya bekerja.


...............


'' Maaf Pak, wartawan semakin mengila diluar sana memcoba masuk kedalam. '' Jelas Deni.


'' Saya minta tambah lagi penjaga didepan sana sebanyak 50 orang,jika mereka berontak dan mencoba masuk,patahkan saja tangan mereka agar tak bisa meliput lagi.'' Jawab Ares dingin.


'' Baik Pak,'' Patuh Deni lalu pergi meninggalkan ruangan Ares.


Ares melihat sekilas dari sudut ruanggannya yang terbuat dari kaca, dari atas sana Ares bisa melihat Wartawan yang rela panas-panas bahkan tak jarang dorong-mendorong hanya demi semua berita.


Tok...


Tok...


Pintu ruanggan diketuk dari luar,membuat Ares mengalihkan pandanggannya dari luar kearah pintu.


'' Masuk,'' Suara tegas Ares.


'' Maaf Pak, sebelumnya...Saya....''


'' Ada apa Deni,jangan membuang waktuku. Jika apa yang akan kau beritahukan itu bukanlah hal yang tak penting,'' Dengan raut wajah serius.


Deni takut saat ini, melihat wajah Ares yang terlihat masih emosinal apalagi bila dia memberitahukan hal ini.


'' Diluar kantor ada Mbak Clarissa, Pak. '' Deni sambil menundukkan wajahnya.


'' APA!!!! '' Marah Ares.


Deni sudah menduga hal ini.


'' Dimana wanita itu?? ''

__ADS_1


'' Persis berada didepan pintu masuk kantor Pak, '' Jelas Deni pada Ares yang masih menatapnya marah.


__ADS_2