Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
28 part 2


__ADS_3

...Dilarang memplagiat, mengcopy, atau pun menjiplak karya ini!!!...


...Terimah kasih bagi yang sudah membaca cerita ini:)....


...Happy Reading❤....


Tian dan Ares sama sekali tak mengerti dengan situasi saat ini, kenapa sang pencipta selalu mempertemukan mereka dengan situasi yang tak terduga.


Baru saja bagi mereka berdebat, dan sekarang situasi ini terjadi kembali.


''Kenapa bisa, lingkunganku menjadi sempit seperti ini.'' Ucap Tian.


''Dari seluruh orang, kenapa harus kau yang muncul di sini.'' UJar Ares.


Ares memilih untuk tak berdebat saat ini, hingga dia memutuskan untuk pergi dari sini.


''Sebenarnya apa maksudmu, memblok nomorku dari ponsel Nara.''


Perkataan Tian, membuat langkah Ares terhenti dan membalikkan tubuhnya ke belakang. Menatap Tian yang berjarak 10 langkah dari tempatnya berdiri.


''Kau sudah melihatnya?? Syukurlah kalau begitu.''


Jawaban Ares, membuat Tian sama sekali tak paham, memangnya kenapa jika dia dan Denara berhubungan baik, lagi pula Ares hanya Bosnya bukan pacar atau pun suami dari Denara.


''Bicara yang jelas!!!'' Ujar Tian.


''Alasannya hanya satu, aku tak menyukai dia dekat denganmu.'' Ujar Ares dengan wajah serius.


''Memangnya apa urusannya denganmu, apa kau orang tuanya??''


''Aku Bosnya, jadi aku berhak melarangnya.'' Balas Ares.


''Kai sudah melewati batas, tak ada Bos yang ikut campur urusan pribadi pekerjanya.'' Sarkas Tian.


''Memangnya apa urusannya denganmu??'' Jawab Ares dingin.


Lalu Tian berjalan mendekat ke arah Ares berdiri saat ini, setelah benar-benar berhadapan. Tian lalu berkata. ''Karena aku menyukai Denara, itulah masalahnya.''


Mendengar itu, Ares menatap Tian dengan tajam serta rasa emosi yang tertahan. Terlihat jelas dari tangan Ares yang mengepal di sisi kanan dan kiri.


......................


Denara sedang mengecek bahan makanan untuk di olah nanti malam, Denara di buat geleng kepala saat melihatnya. Kulkas besar dan mahal milik Ares hanya berisi, minuman-minuman bersoda dan makanan kotak yang sudah kaldaluarasa.


''Sebenarnya, selama ini apa saja yang di makan olehnya??'' Guman Denara menatap kulkas dengan miris.


Denara lalu menutup pintu kulkas dan mengambil dompet miliknya, untuk berbelanja bahan makanan. Saat ini jam menunjukkan pukul 05.00 sore. Setidaknya dia mempunyai waktu untuk berbelanja sebentar.


Denara lalu membuka ponsel miliknya, untuk memesan ojek online di salah satu aplikasi. Tak sampai 5 menit, ojek online yang di pesannya audah tiba.


''Mbak Denara??'' Tanya pengemudi ojek itu.


''Iya Pak.'' Jawab Denara, lalu mengambil helm yang di berikan oleh pengemudi itu padanya.


''Supermarket kota, kan Mbak??''


''Iya Pak...'' Balas Denara.


......................


Suasana supermarket membuat Denara ingat akan sesuatu, saat Ares, Zion, dan dirinya di kejar-kejar oleh Ibu-Ibu yang tak lain dan tak bukan adalah fans dari Ares.


Tanpa sadar Denara tersenyum kala menggingat hal itu.

__ADS_1


''Apa yang kau pikirkan Denara??'' Ucapnya.


Denara lalu mengambil keranjang belanjaan yang ada di samping rak, lalu mulai berkeliling mencari bahan makanan yang di perlukannya. Untuk memasak makanan nanti malam.


......................


Ares duduk sejenak di depan teras rumahnya, sembari menatap tamanan pohon kecil yang dirinya taruh di dekat dinding. Pikirannya masing mengingat, hal yang tadi dirinya serta Tian mengenai hal itu.


''Apakah itu benar??'' Memengang dada kirinya.


......................


Tian menatap langit-langit kamarnya, memikirkan hal yang dia bicarakan dengan Ares tadi. Bertemu dengan Ares adalah kebetulan sementara bertemu dengan Denara adalah takdir baginya.


Tian lalu duduk dari tidurnya, dan mengambil ponselnya yang berada di meja samping ranjang.


''Sudah tak di blokir lagi.'' Ujar Tian menatap ponselnya.


Setelah itu, Tian menaruh ponselnya dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


......................


Denara kembali tepat sebelum jam 06.00, kedua tangannya sudah penuh dengan kantung belanjaan yang dia beli. Bahkan telapak tangannya sampai memerah, karena membawa kantung itu. Saking beratnya.


''Huh, hampir saja tangan ku terputus...'' Ujar Denara.


Denara lalu membuka pintu membuka sikunya, karena tangannya sudah sangat sulit untuk membuka pintu.


Pintu rumah mulai terbuka, Denara mulai berjalan masuk ke dalam rumah. Untuk menaruh kantung-kantung belanjaan yang ada di tangannya ke dapur.


Kantung belanjaan Denara di taruh di atas meja, dan mulai menyusun semua bahan makanan yang ada di kantung ke dalam kulkas.


''Kau sudah pulang??''


......................


Tok....


Tok...


Cklek..


''Bang.... Bang Tian??'' Panggil Tania, yang kebetulan sudah pulang.


''Kosong?? Ke mana sih...'' Tania lalu menutup kembali kamar Tian, dan pergi ke ruang tamu.


Di ruang tamu, Ibu dan Ayahnya sedang duduk untuk beristirahat, karena lelah akibat perjalanan yang panjang.


''Bang Tian, gak ada Bu... Yah...''


''Mungkin keluar kali...'' Jawab Ayahnya.


''Kalau gitu, Tania susul aja....'' Ucapnya berbinar.


Mendapat tatapan peringatan dari Ibu Ratu, yang kurang setuju dengan ucapannya.


''Diam dan duduk di sini!!!''


Membuat Tania patuh dan duduk di samping sang Ibu, sementara Ayahnya hanya tersenyum melihat tingkahnya.


......................


Tian sedang berada di minimarket, yang jaraknya tak jauh dari rumahnya. Dia sedang membeli mie instan serta minuman rasa jeruk yang selalu menjadi ke sukaannya. Dia sudah lama sekali tak makan mie instan, terlebih cuaca yang dingin begini.

__ADS_1


Rasanya makan mie, bersama telur adalah hal yang sudah lama tak di rasakannya. Karena Tian cukup jarang mengkonsumsi makanan instan seperti ini, kecuali saat ingin saja.


Tian membeli cukup banyak makanan, karena ponselnya sejak tadi di teror oleh Tania untuk membelikannya cemilan serta makanan ringan dan tak lupa es krim.


''200 rupiah mau di donasikan??'' Ucap Pelayan minimarket itu.


Tian menganggukkan kepala, tanda setuju.


Pelayan itu memberikan kantung serta struk belanjaan yang Tian beli, kepadanya.


''Terima kasih telah berkunjung..'' Ucap Pelayan itu menatap Tian dengan senyuman yang manis.


......................


''Tuan sudah pulang??'' Tanya Denara balik.


''Tentu, tapi Denara.... Ada hal yang ingin saya tanyakan.'' Ucap Ares.


Tumben sekali pikir Denara, tak biasanya Ares meminta izin bertanya padanya. Biasanya dia akan langsung saja menanyakan apa saja padanya tapi kenapa hari ini berbeda.


''Iya Tuan, tanyakan saja...'' Ucap Denara, sembari menyusun telur di tempatnya.


''Kau dan dia benar hanya teman??'' kata Ares dengan cepat.


Membuat Denara yang mendengar mengerutkan dahi, karena tak paham.


''Haa??''


''Kau dan dia, benar hanya teman??'' Ucap Ares perlahan.


''Dia???'' Tanya Denara.


''Ck....Tian,'' jawab Ares.


''Oh Tian, tentu saja.... Bukankah saya sudah bilang pada Tuan.'' Balas Denara.


''Tapi jika dia menganggap mu lebih dari teman bagaimana??''


''Mana mungkin begitu...'' Ucap Denara santai.


''Tak ada yang tak mungkin di dalam dunia ini Denara, semua bisa terjadi tanpa kau sadari.''


''Jika itu terjadi, berarti itu sudah takdir.'' Denara mulai menatap Ares.


''Dan kau menerimanya??'' Ucap Ares keberatan.


''Tentu, kenapa tidak.... Tian baik, tampan, dan yang terpenting tak suka marah-marah.'' Jelas Denara jika mengingat Tian.


Tapi berbeda dengan ekspresi Ares, yang menatap marah Denara lalu berkata. ''Bagaimana, jika saya tak menyukai hal itu???''


Bersambung.....


......................


Hola pembaca🐣.


Kalian paling gemes sama siapa😅. jangan lupa komen yah.


Jangan lupa juga berikan dukungannya. Berupa like, favorit, rate 5 dan votenya yah biar Dao tambah semangat buat nulis dan upnya☻.


IG : dindao.18


Sayonara👋🏻.

__ADS_1


__ADS_2